The first 200 lines.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
Ibu membuat pria asing menjadi pangeran
dan membuatku menjadi orang miskin?
Sampai kapan aku harus berpura-pura miskin?
Suh Ra.
Apa maksudmu?
Apa maksudmu menjadi pangeran
dan berpura-pura miskin?
Jawab aku.
Apa maksudmu, berpura-pura menjadi miskin?
"Episode 64"
Ada apa denganmu?
Siapa kamu?
Apa maksudmu, siapa aku?
Kenapa kamu berbicara seperti itu kepada suamimu?
Apa maksudmu menjadikan seseorang pangeran
dan membuatmu berpura-pura miskin?
Kamu berbicara dengan siapa?
Kamu tahu apa yang kurasakan?
Aku tidak ingat siapa-siapa atau siapa diriku.
Aku tersadar dalam keadaan miskin.
Kang Jae Wook, yang mirip denganku, adalah pangeran Gangin.
Sedangkan, aku tidak punya uang ataupun pekerjaan.
Aku merasa menyedihkan,
jadi, aku memencet sembarang nomor dan meluapkan perasaanku.
Berikan ponselmu.
Berhentilah bertingkah seperti Hae Sol.
Katamu kamu bersyukur karena aku masih hidup.
Apakah perasaan itu sudah memudar?
Perasaanku tidak memudar.
Kamu saja yang terlalu berbeda.
Kamu terlalu berbeda dibandingkan suamiku dahulu.
Aku juga menggila.
Ini membuatku gila!
Aku harus mengingat bagaimana aku dahulu
agar bisa menjadi seperti itu lagi.
Kamu pergi menemui Jae Wook?
Ternyata sudah tahu.
Aku amat merindukannya. Aku tidak tahan.
Ayah harus mengerti.
Ayah?
Beraninya kamu menipuku?
Sadarlah
dan periksa status tipuanmu.
"Hasil Tes DNA"
"Tidak cocok"
Mi Ryung.
Pertunjukanmu sebagai Yuh Rim sudah berakhir.
Ini bukan salahku.
- Apa? - Aku hanya menuruti Hae Rim.
Kubilang aku tidak mau,
tapi Hae Rim bilang dia akan menjadikanku putri di sini
dan membujukku. Itu kenyataannya.
Aku akan mencaritahunya sendiri.
Jangan keluar dari kamar ini.
Serta jangan beri tahu Hae Rim
bahwa aku tahu.
- Ini. - Tidak apa-apa. Makanlah.
Makanlah. Ayah mertuamu
memasakkan semua makanan yang baik untuk ingatanmu.
Baiklah, akan kumakan semuanya.
Tapi Ji Sup, selama ini, caramu memegang sumpit aneh.
- Memangnya nyaman? - Ya...
Kamu benar. Memang aneh, tapi aku terus melakukan ini.
Lakukan saja yang Kakak anggap wajar.
Yang penting nyaman.
Dia pasti melihat seseorang begitu setelah kehilangan ingatan.
Kamu berusaha amat keras.
Ini.
Bisa tolong ambilkan air dingin? Jangan air hangat.
Apa? Kamu tidak mau air hangat?
Kamu selalu minum air hangat
saat makan, bahkan di musim panas.
Aku sendiri heran.
Setelah hilang ingatan,
selera dan kebiasaanku tampaknya berubah.
Aku tidak ingat bagaimana aku dahulu.
Kak Suh Ra, kenapa Hae Sol tidak makan?
Kamu benar.
Ada apa dengannya? Aku akan memeriksanya.
- Makanlah. - Terima kasih. Ibu juga.
Kenapa? Kamu tidak selera?
Aku hanya tidak mau makan.
Apakah karena Ayah?
Kamu takut dengan Ayah?
Hae Sol.
Ayah terlalu lama tidak berjumpa dengan keluarga,
jadi, dia sulit menyesuaikan diri.
Setelah ingatannya kembali dan dia pulih,
dia akan kembali seperti dahulu.
Jadi, ayo makan.
Halo, ini ponsel Ji...
Halo?
Hae Sol.
Kenapa kamu tidak makan?
Dia tidak selera makan.
Apa kamu membuang foto masa kecilmu
dari album?
Foto? Tidak.
Kenapa?
Ibu hanya bertanya.
Aku ingin melihat foto masa kecilmu, tapi tidak ada.
Entahlah. Aku juga menyadari itu hilang.
Aku tidak tahu siapa yang mengambilnya.
Kamu tahu putri wanita yang datang ke restoran itu.
Putri yang ditemukan wanita itu setelah 24 tahun.
Mi Ryung? Kenapa?
Dia sungguh putrinya?
Tentu. Dia amat bahagia karena menemukan
putrinya yang hilang.
Kenapa? Ibu juga merasa mereka tidak mirip, ya?
Tidak, bukan begitu.
Omong-omong,
apakah cucu nenek sakit?
Kenapa kamu murung sekali?
Aku akan membawanya ke dokter nanti.
Kenapa?
Dia terus melakukan hal yang belum pernah dia lakukan.
Dia terus buang air di celana.
Sungguh?
Dia amat stres.
Dia gugup.
Dia mengidap gangguan kecemasan.
Ibu.
Bolehkah aku membolos sekolah hari ini?
Kamu mau pulang cepat ke rumah, Hae Sol?
Tidak.
Ibu.
Bisakah kita menemui Paman In Wook?
Kamu merindukan Paman In Wook?
Hae Sol!
Paman!
Hai, Hae Sol. Lama tidak berjumpa.
Ya. Rasanya lama sekali aku tidak bertemu Paman.
Kenapa tiba-tiba sekali?
Aku mau datang.
Aku rindu Paman.
Sungguh? Astaga.
Paman merasa terharu.
Maaf, biar kuangkat dahulu.
Halo.
Kami tiba di rumah dengan aman kemarin malam.
Jangan khawatir. Ya.
Paman tahu kamu tersenyum.
Tapi paman bisa melihat kesedihan di matamu.
Ada yang tidak beres?
Siapa yang membuat kesayangan paman ini sedih?
Paman benar. Aku sedang sedih.
Ada wanita yang masuk kamar kami
dan mencium ayahku.
Apa?
Tapi Ayah membentakku.
Ayah bilang aku berbohong.
Dia bukan ayahku.
Wajah ayahku tidak seperti itu.
Aku sungguh ketakutan.
Mi Ryung.
Kamu sungguh...
Pak Jung. Jadi, bagaimana?
Tidak butuh waktu lama.
Aku akan menerima tawaranmu.
Kamu membuat keputusan yang tepat dan bijak.
Kalau begitu, akan kusiapkan.
Tidak perlu khawatir
dan jalankan sesuai kesepakatan.
Baik. Nanti kuhubungi.
Gadis kecil ini memohon ingin menemui Anda, Pak.
Aku tidak bisa menemukan walinya. Apa yang harus kulakukan?
- Kamu boleh pergi. - Baik, Pak.
Kamu datang dengan siapa? Di mana ibumu?
Ayah.
Hae Sol.
Hae Sol.
Ada apa?
Ke mana Hae Sol?
Aku pergi membelikannya minuman,
tapi dia menghilang.
Aku akan memeriksa kamar kecil.
Aku akan memeriksa sekeliling juga.
Nak, bagaimana kamu bisa kemari?
Di mana ibumu?
Paman tampak seperti ayahku.
Ayah yang di rumah kami
hanya mengenakan topeng Ayah.
Dia bukan ayahku.
Jadi,
tidak bisakah Paman menjadi ayahku?
Jawab pertanyaan paman.
Di mana ibumu?
Di luar. Ibu di luar.
Anda memanggilku?
Hubungi Ki Suh Ra sekarang juga
dan antarkan gadis ini kepadanya.
Baik, Pak. Ayo.
Tidak! Dia ayahku!
Tunggu apa lagi? Cepat bawa dia.
Baik, Pak. Ayo, Nak.
Aku akan mengantarkanmu ke ibumu.
Lepaskan! Kamu mau paman marahi?
No comments yet. Be the first to leave one.