The Oxford Murders

The Oxford Murders

Download Indonesian Subtitle

Release info

The Oxford Murders 2008 720p BluRay x264-Japhson
A Commentary by jankz777
just resync from ichsanx

Tags

BluRay
x264
720p
720
Published on: 2012-12-19
Downloads: 65
Hearing Impaired: Yes

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Maju!

Maju!

Apa itu?

Ada laki2!

- Apa? Apa dia sudah mati? - Tidak, tuan.

Dia sedang menulis!

Diulang!

Dia sedang menulis,

tuan, dia menulis di buku catatan!

Orang itu tidak gila. Dia sedang bekerja

dengan suara desingan peluru disekitarnya karena dia tak bisa menunggu.

Isi buku catatan terlalu penting

untuk menulisnya nanti.

Dia harus melakukannya saat pikirannya didikte,

Dia tidak bisa melepaskannya walau hanya sedetik.

Apa yg membuat itu menjadi penting hingga dia mempertaruhkan hidupnya?

Apa yg dia tulis membuat dia berhenti dari berdiri

dan berlari, seperti orang lain lakukan?

"Tractatus Logico-philosophicus",

Philosophy yg paling berpengaruh hasil dari abad 20.

Tentara itu bernama Ludwig Wittgenstein,

Orang yg mengatur batasan dalam pikiran kita.

Enigma yg dia coba uraikan

meliputi:

Bisakah kita mengetahui kebenaran?

Semua pemikir besar sepanjang sejarah

melihat satu kepastian,

sesuatu yg tidak seorangpun bisa menyangkal,

seperti "dua + dua = 4".

Untuk kepentingan menemukan kebenaran itu,

Kebiasaan Wittgenstein, faktanya,

logika matematika. Apa arti yg lebih baik dari memperoleh kepastian

dari pada sebuah bahasa abadi, bebas dari nafsu manusia?

Dia maju perlahan2, menggunakan persamaan setelah persamaan,

dengan metode sempurna, sampai dia mencapai

kesimpulan yg mengerikan.

Tidak ada kebenaran

diluar matematika.

Tidak ada cara untuk menemukan

sebuah kebenaran mutlak,

sebuah argumen yg tidak bisa dibantah

Yang mana mungkin menjawab pertanyaan dari umat manusia.

Philosophy, karena itu, sudah mati.

Karena "Tentang apa kita tidak bisa bicara,

dari itu kita harus diam."

Tolong jangan sentuh itu.

Ini mesin enigma!

Hanya imitasi. Aslinya ada di musium perang Imperial di London.

Maaf karena menyelinap masuk... Pintunya terbuka.

Tentu saja terbuka. Kau pasti tidak menyangka aku bangun

dan membiarkan kau masuk dalam kaki2 ini, khan?

Aku...

Martin, pelajar luar negeri penghuni baru kost, Aku mengira .

- Orang didalam photo ini bersamamu... - Ya.

Itu Turing, Alan Turing,

yang menguraikan kode enigma.

Terima kasih kepadanya, kami menang perang.

Orang malang yg meninggal dengan kematian yg aneh...

apel beracun, seperti putri salju.

Dan yg disebelah kiri?

Suamiku, Harry.

Harry Eagleton. Dia mengembangkan konsep dimensi bagian kecil...

Dia berhak mendapat hadiah nobel, tapi dia benci menjilat

kepada politisi. Politisi atau siapapun.

Dia tidak mempunyai banyak teman.

Salah satu temannya. Arthur Seldom.

Bocah yg malang. Dia menghabiskan harinya

di rumah, merapikan dokumen2 Harry.

Dia bekerja tanpa makan siang dan malam, menguji persamaan2.

Eagleton mengajar privat tesis doktoralnya di serangkaian logik. Tahun 1960,

- Aku lihat kau sudah menyelesaikan pekerjaan rumahmu.

Aku tahu segalanya utk mengenal Arthur Seldom.

Faktanya, Ny. Eagleton, karena dia aku disini.

Di Oxford, maksudku.

Aku tahu maksudmu. Seldom orang yg unik.

Setiap hadiah, setiap penghargaan

yg dia terima bertahun2 adalah kebahagian untukku.

Hati2, ibu, atau rahasiamu akan terbongkar.

Rahasia apa?

Setelah ayah meninggal, kau mencoba untuk menikahi dia.

Betapa lancang kau! Itu tidak benar.

Dia selalu seperti saudara bagiku.

Hanya karena tidak ada kesempatan untuk dia menjadi yg lain.

Beth!

Tidak perlu diragukan Profesor Seldom orang yg jenius,

Tapi ada satu wilayah dia tidak berbeda dengan laki2 lain.

Dia menyukai gadis2 muda.

Beth, sayang, tidak bisakah kau berhenti menjadi pendendam untuk sesaat?

Maaf, ibu.

Jangan perhatikan kami. Kami seperti dua perawan tua yg pahit.

Terima kasih, ibu, untuk mengaspalku dengan sikat yg sama.

Maafkan aku,

kau adalah?

Aku mengirim fax beberapa minggu lalu, mengenai sewa kamar.

Ah, pelajar luar negeri kami.

Mengapa kau tidak tunjukkan kamatnya?

Jika aku tahu aku akan menyewa tuxedo.

Kau terlihat mempesona.

Anakku konser malam ini. Itu semuanya.

Konser?

Aku bermain cello dalam Sheldonian.

- Itu orkestra amatir lokal - Ya.

Kami tidak setara dengan London Symphony.

Aku menyukai cello.

Aku juga. Mungkin karena semua yg aku dekap

- hari ini. - Beth.

Tolong. Kau akan menakutinya.

Ibu.

Pelamar anakku cenderung

tidak bertahan lama.

Karakter yg sulit, kau tahu.

Mempunyai ibu tua yg menunggu di pintu tidaklah menolong.

Apa kau mengatakanku suka ikut campur?

Tidak, ibu. Kau hanya ingin melindungiku, khan?

Tentu saja.

Ibuku memiliki teori ini

sampai ada seorang pria yg melewati perang dunia kedua

dia tidak bisa dipercaya.

Anakku

berpikir aku sedikit

gaga, tapi dia tahu

Aku baik2 saja.

Nazi merubah roda2nya

dalam mesin terkutuk itu setiap hari yg berdarah,

merubah kode dan kami harus menguraikannya lagi berulang kali.

Tidak ada komputer saat itu,

perhitungan dikerjakan dengan tangan.

Kau pasti masih sangat muda.

Sudah waktunya aku pergi.

Imajinasi permainan Scrabble?

Ini ruang belajarmu.

Aku percaya kau akan merasa nyaman.

Ini sempurna.

Kau seharusnya juga berpikir tentang pengawas

untuk thesismu.

Aku sudah memikirkannya sejak dulu, Arthur Seldom.

Orang tuamu?

Yeah.

Sangat amerika. Apakah dekat pantai?

Tidak sama sekali. Itu di gurun pasir, Arizona.

Itu sesungguhnya yg terjadi menjadi rumahku.

Sungguh? Menyenangkan.

Bagaimanapun juga...

semua pelajar berbagi.

Temanmu juga pelajar luar negeri.

Aku yakin kami akan baik2 saja.

Omong2,

Aku rasa kau akan menemukan Professor Seldom jika kau bekerja sebagai peneliti sekarang.

Aku tahu tapi kampus mengatakan dia bisa mengawasi doktorku.

Siapa yg mengatakan itu?

Aku menerima fax...

ini.

Aku mengerti.

Maafkan aku untuk mengatakan Ny. Keeman

menjadi terlalu optimis. Juga,

dia tidak lagi bekerja disini.

Tapi pasti ada cara, mungkin jika aku bicara padanya...

Kau bebas berbicara kepada siapapun,

tentu saja, tapi aku harus memperingatkanmu tentang Professor Seldom

bukan salah satu untuk spontanitas semacam ini.

Jika kau menerima saranku,

Aku menganjurkan pendekatakan pelajaranmu dengan cara yg lebih realistik.

Aku yakin kau akan menemukan pengajar sempurna diantara staff pengajar kami

yg akan lebih mengerti dasar pekerjaanmu.

- Jangan membuatnya keluar tembok. - Tembok?

Jangan bicara mengenai tembok. Itu yg harus kau mengerti di kota ini.

Maaf, hanya melepas sedikit tenaga.

Setidaknya mereka berguna untuk mengerjakan PR mu.

Ini? Aku hanya mencoba menyelamatkan diriku dari 16 tahun berlatih.

Lihat, aku mencoba menghitung dimana aku harus menjalankan,

tergantung dimana bola memantul,

dan beratnya jika menyentuh

raketku.

Membuatnya lebih mudah. Ini.

Lihat? Ini berhasil.

Yeah, dan apa yg terjadi jika kau bermain melawan orang?

Akan ada lebih banyak variabel

tapi itu masih mungkin untuk mencari jawaban lintasan peluru.

Ayolah.

Berikan aku waktu.

Aku harus memikirkan ulang perhitunganku.

Okay.

Terima kasih utk kekalahannya.

Kau ingin melanjutkan melepas tenaga

sendiri atau ingin ditemani?

Rabu, waktu yg sama?

Ya. Bawa raket squash yg pantas. Membuat hidup lebih mudah.

Okay.

Aku lihat kau sudah belajar kebiasaan lokal dengan cepat.

Aku berusaha yg terbaik.

Mungkin dia bisa menolong thesis doktormu,

sejak Paman Arthur tidak diizinkan.

- Tidak ada yg bisa dilakukan? - Tidak.

Dan jika kau menyarankan ibuku bicara padanya, lupakanlah.

Aku tidak menyarankan apapun.

Kau ingin berharap aku percaya kau memilih rumah ini tanpa sengaja?

Tidak, bukan tanpa sengaja, tidak.

Tidak ada yg terjadi dengan tanpa sengaja.

Aku ingin bertemu ibumu, itu benar,

tapi aku tidak pernah berencana utk memanfaatkannya.

More Indonesian subtitles for The Oxford Murders

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left