Yumi's Cells

Yumi's Cells (유미의 세포들)

Download Indonesian Subtitle

Release info

유미의-세포들-Dua-Dunia-Yumi-E01-NEXT-iQIYI
A Commentary by Anangkaswandi

Tags

other
Published on: 2021-09-17
Downloads: 16
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 171 lines.

Pukul berapa ini?

Tidak apa-apa. Sepuluh menit lagi.

Tidurmu nyenyak?

Apa?

Tidurmu nyenyak, Yu-mi?

Apa-apaan itu?

Apa itu tadi?

Apa itu tadi?

[Yu-mi pindah empat tahun lalu dan tinggal sendirian.]

Maaf. Hubungan kita berakhir di sini.

Apa?

Meski sedih, aku akan merelakanmu.

Demi kebahagiaanmu.

Aku bahagia sekarang.

Siapa bilang aku tak bahagia?

Jaga dirimu, Yu-mi.

Kau mau ke mana? Kau tidak bisa mengakhirinya seperti itu.

Kenapa kau melakukan itu?

Tunggu.

Berhenti.

Mari bicara.

Kau baik-baik saja?

Kubilang, tunggu!

[Ada hal-hal baik dari Yu-mi yang tak menjalin hubungan.]

[Pertama. Dia menghabiskan lebih sedikit uang untuk pakaian.]

[Dia tidak perlu bersih-bersih tiap hari andai bedebah itu menginap.]

[Tanpa gangguan, dia fokus pada pekerjaan.]

- Nona Kim. - Ya.

Kapan kau bisa membereskan laporan penjualan Geumgang Mill?

Setengah jam lagi.

Sedang kuperiksa ulang.

- Cepatlah. - Baik.

- Benar juga. Nona Kim. - Ya?

Kau harus mengirim daftar baru ke Chae Ugi di bagian penjualan.

Baik.

- Nona Kim. - Ya?

Kau bisa mengiriminya surel. Kau mengantarnya sendiri?

Lagi pula, bagian penjualan harus mencetaknya.

Akan kuberikan kepadanya.

- Tentu. - Baiklah.

Yu-mi. Berikan kepadaku.

Aku ada rapat dengan bagian penjualan. Akan kuberikan kepadanya.

- Apa? - Aku tahu kau sibuk.

Terima kasih.

[Karena tak menghabiskan uangnya, tabungannya banyak.]

[Kami mulai terbiasa dengan kehidupan Yu-mi tanpa pacar.]

Yu-mi.

[Ugi dari bagian penjualan yang bahkan muncul dalam mimpinya.]

Selamat pagi.

Selamat pagi.

Kau sibuk?

Ya. Tenggatnya hari ini.

Benar juga. Ini tenggat untuk akuntansi.

Benar juga.

Ruby mengambil daftar barunya. Dia bilang akan memberikannya kepadamu.

Begitu rupanya. Akan kulihat nanti.

- Baik. - Semoga harimu menyenangkan.

Benar juga. Yu-mi.

Apa kau tinggal di Ilsan?

Apa? Ya.

- Di Ilsan bagian mana? - Baekseok-dong.

Kenapa kau bertanya?

Lupakan saja. Semoga harimu menyenangkan.

Semangat.

Semoga harimu juga menyenangkan.

Halo, Pak Nam.

Ugi. Hai.

Kenapa dia menanyakan aku tinggal di Ilsan bagian mana?

Tiba-tiba sekali. Aku penasaran sekarang.

Haruskah kutanyakan?

Nona Kim. Aku membelikanmu kopi.

Yu-mi. Pekerja paruh waktu di kafe sangat tampan...

Kau sudah selesai?

- Apa? - Laporan penjualan.

- Belum. - Begini,

aku ada rapat pukul 11.00. Aku ingin melihatnya sebelum itu.

Baiklah.

Untuk apa?

Menanyainya selagi aku sesibuk ini?

[Siapa yang menanyai alamat seorang gadis di pagi hari?]

Astaga.

Akal, sudah jelas ada sesuatu.

Aku yakin itu!

Emosi, maksudmu Ugi juga tertarik pada Yu-mi?

Ya, kurasa begitu. Itu menurut firasatku.

- Sungguh? - Benarkah?

Ugi menyukai Yu-mi?

Benarkah? Astaga.

Akal, mari kita cari tahu.

Saling tertarik itu wajar.

Wajar jika saling tertarik.

Benar.

Aku akan memeriksanya dan mengabarimu lain kali.

- Akan kucari tahu. - Ide bagus.

- Mari kita mulai rapatnya. - Tentu.

Permisi sebentar.

Bukankah ini agak berlebihan?

Memintanya keluar di tengah rapat.

Rapatnya belum dimulai.

Bisa dibahas dengan santai seolah-olah baru teringat.

Tunggu, Kawan-kawan.

Aku gelisah.

Ada apa, Gelisah?

Aku khawatir rekan kerjanya akan menganggap itu aneh.

Bagaimana jika Ruby menyebarkan rumor?

Tepat. Menanyakan di mana tempat tinggalnya bukan masalah besar.

Semua orang akan tahu.

Semua orang akan bilang dia menggoda pria yang lebih muda lima tahun!

Kau memanggilku?

Ada apa?

Yu-mi.

Benar, aku hanya...

[- Yu-mi, jangan! - Yu-mi, jangan!]

Tebak kenapa aku memanggilmu.

Apa?

Tebaklah.

Apa?

Pak Oh datang. Masuklah kembali.

Yu-mi.

Astaga.

Hei, Yu-mi. Dari mana saja kau?

Aku membelikanmu kopi.

Ini. Minumlah sebelum esnya meleleh.

Terima kasih.

Apa yang kulakukan tadi?

Apa?

- Astaga! - Astaga!

Sungguh, apa itu tadi?

Untung dia tidak memberitahunya.

Dia hampir mempermalukan dirinya.

Itu bagus? Kalian membuatku frustrasi.

Baiklah. Kita akan membiarkannya menua sendirian!

Emosi, bukankah lebih baik

diingat sebagai rekan kerja yang anggun daripada orang bodoh?

Kalian pengecut!

[Kalian baru saja melihat sekelumit kisah ini.]

[Kehidupan sehari-hari Yu-mi dan sel-sel yang menyayanginya.]

Pak Nam, Nona Kim. Aku akan pulang. Jangan bekerja terlalu keras.

- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.

- Selamat malam. - Sampai jumpa.

Ini dikali 0,033...

Tidak cocok.

Kenapa tidak ada yang cocok?

Otakku tidak berfungsi.

Emosi! Bisakah kau membantuku?

- Terserah. - Apa?

Aku sudah lama tidak memakai ini, jadi, tidak mau bergerak.

Bantu aku, Emosi! Tenggatnya hari ini.

Astaga, kau bertanggung jawab atas otaknya.

Aku bertanggung jawab atas emosinya. Kenapa memintaku?

Makin cepat dia membereskan ini, makin cepat dia bisa pulang.

Jika tidak, dia tidak bisa melihat matahari terbenam yang kau sukai itu.

Matahari terbenam?

Tunggu apa lagi? Kalian tidak mau beristirahat?

- Harus. - Harus.

- Astaga. - Dorong.

Bagus. Sudah bergerak sekarang. Semangat!

- Satu, dua. - Satu, dua.

Aku tahu. Bagus. Sudah kuduga.

Ini dia.

Apa?

- Satu, dua. - Satu, dua.

Apa yang terjadi?

- Tidak! - Tidak!

Kenapa kau muncul sekarang?

Kau memilih waktu terburuk untuk muncul, Lapar!

Aku lapar. Aku ingin makan sesuatu.

Aku lapar.

Astaga, aku kelaparan.

Tidak.

Jika keluar, 30 menit akan terbuang.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left