Enemies from the Past

Enemies from the Past (전생에 웬수들)

Download Indonesian Subtitle

Release info

전생에 웬수들-Forever Enemies E 07 NEXT
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton :):) Kunjungi www.sultankhilafsub.wordpress.com

Tags

other
Published on: 2017-12-06
Downloads: 10
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Episode 7"

Boleh kulihat daftar instruktur di sini?

Anda bisa melihatnya di sana.

"Lee Hye Jeong, Mun Seong Yeong, Kim Jeong Mi, Jeong Min Hee"

"Lee Hye Jeong, Kim Hye Ran, Ahn Hye Yeong, Lee Na Ae"

Apa? Dia bukan instruktur di sini?

Sekarang, coba rangkai bunga kalian sendiri

dengan bahan-bahan yang sudah kuberikan.

Daun arbei ini berduri,

jadi, berhati-hatilah.

Silakan mulai.

Kamu melakukannya dengan baik.

Kamu tidak boleh memiringkan itu jika ditaruh di sana.

Kamu harus berhati-hati

dan meletakkannya secara vertikal karena durinya.

- Kamu baik-baik saja. - Ya.

Maafkan aku.

Aku harus ke klinik sebentar. Aku segera kembali.

Silakan melanjutkan.

Apa dugaanku salah?

"Instruktur Kim Hye Ran"

"Instruktur Han Ye Sol"

- Astaga. - Astaga.

- Hubungi ambulans. - Astaga.

- Cepat kemari. - Hubungi ambulans.

- Sudah menghubungi ambulans? - Ada apa?

Ini pusat komunitas.

Salah satu instruktur kami pingsan. Kalian bisa segera kemari?

Baik.

Kenapa dia pingsan?

Entahlah. Aku juga tidak tahu.

Anda sudah melihat daftar instruktur di sini?

Ya, adakah instruktur lain

selain di daftar itu?

Itu sudah semuanya.

- Kamu yakin? - Tentu saja.

Lalu selain anggota pusat komunitas

dan para instruktur, siapa lagi yang bekerja di sini?

Pegawai sepertiku.

Tidak adakah yang bernama

Oh Na Ra di antara para rekanmu?

Oh Na Ra?

Tidak ada orang bernama itu.

- Tidak ada? - Tidak.

Ini pusat komunitas.

Lalu apa dia sungguh hanya mampir?

Ya.

Kami akan mengubahnya sekarang.

Ya, akan segera kami kerjakan.

"Instruktur Karangan Bunga Oh Na Ra"

"Instruktur Karangan Bunga Oh Na Ra, lulusan Universitas Myeongju"

"Anggota AIFD, Fleur, Instruktur di Universitas Hwabeom"

Pengacara Min, kamu mau pergi?

Ya, ke Rumah Sakit Hanguk.

Dokter yang menuliskan diagnosis untuk klienku

menolak datang ke pengadilan sebagai saksi.

Ya, biar aku saja yang menemuinya.

Tidak, dia saksi penting. Sepertinya harus aku

yang ke sana langsung dan memintanya datang.

Lagi pula, aku juga bisa mampir dan menyapa pamanku.

Sebentar.

Pamanmu dokter spesialis jantung di sana, bukan?

Orang bilang, kamu memiliki segalanya

jika ada pengacara dan dokter di keluargamu.

Tampaknya kamu sudah memiliki segalanya.

- Tentu saja. - Tunggu.

Jika pamanmu dokter spesialis jantung,

apa dia juga bisa memeriksa prostat?

Jika bukan anggota

atau instruktur,

kenapa dia ke sana?

Kenapa dia lupa mengambil ini?

Aku akan terlambat menemui klienku.

Go Ya.

- Hei, San Deul. - Kamu dari mana?

Aku hanya mencari pekerjaan paruh waktu lain.

Kamu baru mau berangkat kerja? Bukankah sudah terlambat ke sekolah?

Aku? Itu...

Ada acara pertunjukan bakat hari ini,

jadi, aku bisa datang terlambat.

Halo?

Sekarang? Baik.

Siapa?

Pemilik toko daging tempatku bekerja.

Dia sedang banyak pelanggan, jadi, meminta bantuan.

Kamu tidak bekerja terlalu keras?

Tidak. Bayaran per jam di sana paling bagus, jadi, tidak apa-apa.

Sampai jumpa.

Astaga. Punggungku sakit.

Akan luar biasa

jika bisa ke kelas menyanyi untuk meredakan stresku.

Aku hanya sempat mencobanya, kini malah merasa makin lelah.

Ada pria tua di sana yang merayuku.

Aku tidak ingin bertemu dengannya.

Mari ke pusat komunitas yang lain.

Pria tua macam apa?

Jika sungguh terjadi,

wanita cerewet itu pasti sudah membicarakannya.

Tapi dia tidak pernah membicarakannya.

Siapa pria tua itu?

- Astaga. - Astaga.

Kenapa Kakak sangat terkejut?

Kakak sedang membicarakanku?

Kamu mendadak masuk.

Lain kali ketuk pintu dahulu.

Aku harus mengetuk pintu jika mau masuk ke toko?

Benar juga. Ada apa kemari?

Jika Kakak akan ke pasar hari ini,

bisakah belikan sebotol minyak wijen untukku?

Itu sudah habis, tapi aku tidak sempat membelinya.

Kamu beruntung. Kakak nanti akan ke pasar.

- Hanya sebotol? - Ya. Terima kasih.

Dia datang saat dibicarakan.

Bibi Na Ra, Paman Jae Woong!

- Kami datang. - Kami datang.

- Aku sudah tampak rapi? - Paman Jae Woong!

- Kenapa memedulikan itu? - Cepat.

Aku tidak ingin tampak buruk di depan anak-anak.

Ini harinya Ji Seok. Ayo.

Ini dia.

Satu, dua, tiga.

Dokter Han sedang ada pasien gawat darurat.

Ini lebih lama dari biasanya. Kamu harus menunggu sebentar lagi.

Begitu rupanya. Aku akan kembali lagi.

- Bibi Na Ra. - Halo?

- Siapa ini? - Kamu tahu nomor ponsel ini?

Ya, dia bibiku. Siapa kamu?

Dia pingsan, sekarang ada di rumah sakit.

Apa? Rumah sakit mana?

Baik.

Kalian boleh pergi lebih dahulu.

Sedang apa dia di sini?

Ji Seok.

Ada apa?

Jari bibi tertusuk duri.

Lalu Bibi pingsan?

Katanya Bibi kesulitan bernapas.

Itu tanaman arbei.

Arbei?

Bibi alergi pada jenis tanaman beri.

Ya. Seharusnya bibi lebih berhati-hati.

Kini bibi sudah baik-baik saja.

Aku melihatnya masuk kemari.

- Ji Seok. - Kurasa bibi sudah bisa bangun.

Bibi baik-baik saja.

Bibi baik-baik saja.

Hai, Bibi Tae Ran.

Bagaimana? Kamu berhasil menemukan Na Ra?

Tidak.

Dia tidak di sana?

- Tidak. - Lihat? Bibi sudah bilang.

Dia pasti hanya mampir.

Wanita jahat itu.

Setelah menghancurkan sebuah keluarga,

bagaimana bisa dia berkeliaran begitu?

Seharusnya bibi menarik rambutnya.

Ini membuat bibi kesal.

Jika ibumu tidak di sana, bibi pasti sudah melakukannya.

Bibi juga akan menanyakan kabar ayahmu.

Go Ya, kamu tidak ingin mengetahui

kabar ayahmu?

Astaga.

Astaga.

Go Ya, kamu tidak ingin mengetahui

kabar ayahmu?

Memangnya ini berlapis emas?

Kenapa mahal sekali?

Kini harga barang-barang membuatku takut.

Ini.

Apa itu?

Minyak wijen.

Kamu memintaku membelikan ini di pasar.

Benar.

- Kenapa kamu belakangan ini? - Apa?

Jangan terlalu sering lupa.

Orang-orang seusia kita juga bisa mengidap Alzheimer.

Astaga.

Dia selalu mengagetkanku.

Astaga.

"Mencari Cincin"

"Mencari Cincin"

"Jika melihat atau mengambilnya, tolong hubungi aku"

- Permisi. - Astaga.

- Aku harus turun. Bisa berdiri? - Astaga.

Kuharap dia mengembalikannya.

Aku bingung.

Haruskah kukembalikan kepadanya?

Ini cincin pasangan?

Bahkan jariku menjadi tampak sangat cantik.

Tunggu.

Ada apa ini?

- Astaga. - Kamu mau pulang?

Apa? Ya.

- Ternyata sama. - Apa maksudmu?

Di luar ada wanita yang memakai jaket sama sepertimu.

Apa?

Siapa wanita itu?

Astaga.

Wanita itu.

Aku menghindarimu bukan karena takut.

Enemies from the Past subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Enemies from the Past

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left