The first 157 lines.
Tiga Hari Sejak Pembunuhan Nobuta, Hari Senin
Bengkel Karino
Wah, bagus sekali.
Kau habis bertengkar?
Katanya kau tidak berangkat karena terluka minggu lalu, ya?
Tumben banget.
Ah, aku hanya terjatuh karena mabuk.
Malu aku mengatakannya.
Astaga ....
Tosu Tetsuo yang sesungguhnya telah menunjukkan taringya, 'kan?
Tidak, tidak ....
Jadi, Tosu-chan, kau mau minum-minum malam ini?
Ah, malam ini aku sudah punya urusan lain.
Aku kehilangan satu pelanggan besarku.
Kalau seperti ini, bisa-bisa aku ....
Ah, tidak, aku sudah tahu, kok. Kita sudah kenal lama. Aku tahu kau orang jujur.
Terima kasih sudah peduli.
Maaf, lain kali aku janji akan ikut.
Nakano 3 ke markas. Nakano 3 ke markas.
Dua polisi telah sampai di TKP.
Kami akan mulai berpatroli.
Sial! Susah banget dirobek, ya?
Aku harus selesaikan sebelum hari Jumat, atau Reika keburu kembali ke sini.
Ayah ditangkap
karena membunuh!
Ayah ditangkap
karena membunuh!
Semangat! Jangan istirahat dulu!
Semangatlah!
Apartemen putrinya?
Iya. Karena ada polisi berpatroli, jadi aku tidak bisa mendekat.
Sudah satu jam lebih dia masuk apartemen.
Ini aneh.
Lalu tentang penguntit yang diceritakan pasutri itu dalam alat penyadap,
itu juga cerita bohong.
Apa buktinya?
Tadi siang aku menyelidiki ke kampus putrinya.
Aku sudah meminta temannya untuk menanyakan hal itu kepada putrinya.
Penguntit?!
Benar, temanku, Kana menghubungiku.
Katanya ada orang di kampus yang bertanya padanya, apa ada yang menguntit aku atau tidak.
Menjijikan!
Tidak ada, kok.
Lalu kujawab, mungkin maksudmu adalah Nobuto.
Duh, ampun, deh!
Penguntit itu adalah cerita karangan Tetsuo-san.
Yang tahu informasi palsu ini adalah orang yang menyadap kami bercerita.
Ayah lama sekali, ya?
Eh?
Orang-orang itu sudah menjamah kampus.
Aku yakin pasutri itu menyembunyikan sesuatu.
Aku sudah boleh bertindak, 'kan?
Jangan asal nambah pekerjaan.
Rencana yang itu masih berlanjut.
Mulai langkah akhir untuk berinteraksi dengan pasutri itu.
Tapi jika Matori-san mendahului kita, posisimu bisa-bisa ....
Kyoichi.
Kita ini apa?
Sekarang yang penting adalah jejak Nobuto. Itu saja.
Apa kau yakin, Kyoichi-san?
Di hari yang sama, 21.30
Apa kita perlu nekat seperti ini demi Nobuto?
Apa kita perlu nekat seperti ini demi Nobuto?
Dia sudah datang, Kyoichi-san.
Mulai rencana.
Episode 3: Jalan Kebenaran
Tosu Tetsuo.
Jawab aku.
Selumbari pada malam hari, kau dan istrimu bercerita tentang penguntit di depan alat penyadap.
Iya, 'kan? Jawab aku.
Eh? Penyadap?
Jawab aku.
Cerita penguntit ....
Kau menceritakannya dengan istrimu, 'kan?
I-Iya! Iya!
Tapi aslinya penguntit itu tidak ada.
Ti-Tidak, aku yakin ada penguntit!
Kami sudah memastikannya pada putrimu.
Reika? Kapan dia mengatakannya?
Penguntit itu ....
Reika, jangan--
Aku akan memberitahumu!
Istriku yang pertama kali menyadarinya.
Bulan November tahun lalu.
Dia bilang ada yang menguntit putri kami.
Aku ingin buru-buru memberitahu putriku,
tapi istriku bilang itu akan mengganggu ujian putriku.
Putrinya ada di lantai dua.
Tunggu perintah dulu!
Makanya, kami tidak memberitahu Reika, dan menyewa detektif saat ujiannya selesai.
Detektif serba bisa bernama Suzuki ....
Orang itu?
Nomor tak dikenal
Panggilan masuk
Tahan dia.
Baik.
Berapa jumlah mereka?
Iya?
Kyoichi-kun?
Matori-san?
Selamat petang.
Aku sudah dengar dari Kubo-kun, katanya kau yang mencarinya, ya?
Iya, sekarang kami sedang--
Kyoichi-kun.
Aku tidak bisa fokus dengan pekerjaanku.
Aku tidak berdaya jika tak bertemu Nobuto.
Riwayatku sudah tamat ....
Segalanya sudah berakhir.
Kyoichi-kun ....
Orang ini sudah benar-benar putus asa.
Jika kami gagal, organisasi kami akan bubar.
Usahaku selama ini juga ....
Aku akan menemukannya.
Aku janji!
Tim lain menunggu.
Aku tahu.
Bawah dia ke atas.
Aku ingin berbicara denganmu untuk terakhir kali.
Kau akan mati jika kakimu bergerak.
Dah.
Bergoyang?
Jangan-jangan ....
Tidak mungkin!
Pertanyaan berikutnya.
Aku mencari pria bernama Nobuto.
Hari Jumat lalu, dia masuk ke dalam apartemen putrimu,
dan belum pernah kembali.
Apa kau tahu sesuatu?
Bagaimana harus kujawab?
Aku bilang pada Reika kalau pacarnya pamitan sambil bilang ingin membunuh Reika.
Jika orang-orang ini sudah mengetahui hal ini dari Reika,
maka aku tidak bisa menjawab "tidak tahu."
Tapi ....
Besar kemungkinan mereka belum mengetahuinya.
Reika bilang apa?
Eh?
A-Aku hidup?
Aku masih hidup.
Aku ditendang!
Apa aku nyaris menyentuh tanah?
Sebelum menghilang, Nobuto masuk ke apartemen putrimu.
Apa kau tahu sesuatu?
Hei, jawab!
Putrimu sudah tahu kalau Nobuto mengamuk dan meninggalkan apartemen.
Jika tidak ada yang melihat kejadian itu, mana mungkin dia bisa tahu, 'kan?
Jangan sembarangan berbicara!
Tapi kalau begini tidak akan berakhir.
Lanjutkan saja.
No-Nobuto ....
Akulah yang memberitahu Reika bagaimana Nobuto meninggalkan apartemen.
Sekarang aku yakin mereka sudah mendekati Reika.
Aku mendengarnya dari detektif Suzuki-san, lalu kukasih tahu kepada Reika.
Kalau begitu, aku akan berbohong untuk menghilangkan tuduhan mereka kepadaku ....
Cari ponselnya!
Memang ada, namanya "Layanan Kebersihan Suzuki."
Tapi hanya alamat surel.
Layanan Kebersihan Suzuki
No comments yet. Be the first to leave one.