Specials

Release info

내일 그대와ㅡTomorrow With You E06ㅡByGoldenEto
A Commentary by GoldenEto
Quality Manual Translations. Please support and Rate. IF YOU WISH TO RESYNCH/RESIZE THE SUBTITLE, DO NOT REMOVE NOR REPLACE THE CREDIT/MARKING. TQ ^^

Tags

other
Download Indonesian Subtitle Files for Mobile (2)
Choose the file for your episode
E06
TWY.E06.ass 87 KB
E06
TWY.E06.srt 68 KB
Download Indonesian Subtitle
Translate with Pro
Show all subtitles
Published on: 2017-02-21
Downloads: 62
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

=Tomorrow With You= =Brought to you by GoldenEto=

Tapi Ia tumbuh dengan baik.

Ia mewujudkan impian orangtuanya.

Mengagumkan.

Kau menghilang. So Joon.

Aku bertemu Ahjushi dari tahun depan.

Aku menghilang.

Kami tidak lagi saling berhubungan.

Dari penampilan ahjushi Ia terlihat aneh.

25 Maret 2019, Hari terakhirku ...

Aku tidak tahu apakah Ma Rin bisa menghindari kecelakaan itu.

Kini masa depan yang dapat memberitahuku soal itu sudah menghilang.

Hal pertama yang harus kuketahui adalah, kenapa aku menghilang.

Hubungi aku setelah membaca ini.

Kenapa disini ? Harusnya di dalam.

Aku menunggumu.

Aku pasti masih merasa ini rumahmu.

Aku tidak suka masuk sendirian.

Sebaiknya aku menulis tanda "Ini Rumahnya Bunga"

Aku hanya ingin menunggumu.

Agen !

Cepat kesini.

Ada sesuatu ?

Nonton beritanya.

- Kenapa ? - Ada hal penting.

Selama 12 tahun, seorang tak dikenal ...

Apa ini ? Kenalanmu ?

Tidak, menurutku ini perbuatan baik,

Aku ingin menontonnya denganmu.

Ini diberikan pada orang yang sangat membutuhkan.

Omo, omo, omo !

Orang ini memberitahu orang di wilayah itu kalau ini pemberian.

Sepertinya orang itu ingin menutup mulutnya seperti kerang.

Sial, dia tertutup sekali.

Tetap saja, mereka pasti ingin menceritakannya pada seseorang ?

Sudah wajar jika orang ingin dipuji atas perbuatan baiknya.

Orang bisa meniru dirinya.

Kau suka sekali nonton berita. Ini bukan apa-apa.

Mungkin karena ini bukan apa-apa ?

Orang rendah hati biasanya berpikir, "setidaknya aku bisa memberi sebesar ini"

Sial, dia rendah hati sekali.

Kenapa kau daritadi bilang "sial" terus ?

Gunakan bahasa yang manis.

Jangan kritik bahasaku.

Rasanya aku dikendalikan.

Pikirkan juga kupingku.

Aku tipe yang berpikir sebelum bicara.

Aku cuma bilang yang kupikirkan.

Ah, itu tidak penting.

Aku, sangat terharu karena berita itu.

Melihat orang membantu orang lain diam-diam ... Bagaimana ya ?

Membuatku berpikir mereka seperti Batman.

Batman melindungi kota Gotham.

Mereka itu melindungi negara Korea.

Ayo tidur. Aku lelah.

Begitu ? Iya, iya.

Ayo tidur. Kau pasti lelah sekali.

Ayo.

Apa perlu dia menyembunyikan identitasnya ?

Hah?

Batman.

Ia menjalani hidupnya seperti itu.

Kenapa orang tidak suka pada kelelawar ?

Mereka semakin dilihat semakin lucu.

Mereka hidup dan sembunyi di gua.

Makanya orang berpikir mereka menyeramkan.

Bukannya karena mereka suka hinggap disana sini, makanya orang tidak suka?

Mereka tidak hinggap disana sini.

Sifat mereka bagus.

Makanya mereka akrab dengan burung dan tikus.

Kau menghakimi.

Kau hanya ingin mereka hidup dengan sayap, atau kaki.

Begitu ?

Aku sudah cukup sulit memahamimu.

Apalagi aku harus memahami kelelawar.

Tidak ... aku hanya ingin bilang perlukah orang hidup seperti Batman ?

Ia pasti kesepian dan ingin ngobrol dengan seseorang.

Kasihan.

Kalau Batman punya istri, dia bisa bilang, "Aku Batman"

Ia bisa mengungkap siapa dirinya, dan mereka bisa menjelek-jelekkan Joker bersama.

Mereka akan hidup bahagia seperti itu.

Aku tidak tahu orang lain. tapi Ia dapat memberitahu istrinya, bukan ?

Kau tidur atau pura-pura tidur ?

Kau bisa cerita semuanya padaku.

Kau memang mengaggumkan.

Tidurlah.

Cari saja konsep lain.

Aku bisa carikan model lain untukmu.

Tidak usah. Kau pasti bisa.

Aku tidak bisa. Kenapa kau bilang aku bisa ?

Kau kan tahu, aku paling tidak suka dipotret.

Siapa lagi disana ?

Sebelum menikah, kau selalu menolak terus. Tapi jadi model mal berbelanja buatku.

Kau mengijinkan aku memotretmu.

Kau berubah setelah menikah ?

- Itu ... - Saat itu kau memancing ikan ?

Kau mau menjadikan aku shasimi ? Begitu ?

Ah ... tidak, tidak.

Baiklah. Ayo.

Potret.

Aku tidak mau. Ayo pulang.

Abaikan aku. Anggap saja kau sedang berbelanja.

Aku akan memotret.

Ada gunung, pantai, dan sungai Han.

Ada banyak tempat memotret.

Yaa, kau sengaja ingin aku pergi belanja ?

Iyakan ?

Melakukan 2 hal sekaligus ?

Aah, letakan kamera. Jangan memotret lagi.

Sekali saja.

Aah, aku tidak mau.

Satu kali saja !

Ahjuma, halo ...

Berapa harga ikan layur ini ?

- Hah ? - Ikan layur.

Ini ikan makarel, yang ini ikan layur.

Kau pasti tidak tahu bedanya ikan makarel dan ikan layur.

Wah apa ini ? Kau manis sekali.

Kau menaruh daging babi dalam sup rumput laut.

Agen.

Kau tidak bisa membedakan antara kurma dan chestnut.

Kau tidak bisa bedakan ikan layur dan ikan makarel ?

Sudah kubilang aku tidak tahu banyak soal hasil pertanian.

Ya, yang ini baru tipeku.

Isinya apa ya ?

Sedang apa ? Berpose ?

Hmm, makanya cepat potret.

Sudah, kan ? Oke ...

Augh, berhenti memotret.

Aah, aku bisa gila.

Yaa, ini rasanya canggung sekali.

Aku tidak bisa melakukannya dengan wajah dingin.

Aku terlihat bagus jika foto close up. Coba foto.

Ooh, aku tidak bisa. Canggung sekali.

Eh, sampai disini saja. Hmm ?

Ayolah Ma Rin?

Aku hanya ... ingin melihat wajahmu.

Bagaimana wajah lelaki yang janji sehidup semati denganku.

Aah, ini canggung sekali. Berhenti memotret.

Hentikan.

Ayolah. Berhenti memotret.

Dulu, aku pernah berkata begini pada fotografer yang meremehkan aku.

Aku ingin memotret karena yang kau lihat bukanlah segalanya.

Yang kelihatan tidak selalu nyata.

Semua orang memiliki sesuatu yang tidak mereka tunjukan pada orang lain.

Aku ingin tunjukan sesuatu yang nyata dalam fotoku.

Aku akan terus memotret dirimu.

Kau suka sekali memotretku ?

Hmm.

Apa kau wanita gampangan ?

Tidak boleh begitu.

Pastikan kau dapat hak cipta untuk foto-foto itu.

Ada apa ? Kenapa jual mahal sekali ?

Siapa yang menaruh foto suami dalam portfolio ? Memangnya media sosial ?

Aah, ini suaminya ?

Ya. / - Ohh ...

Ada foto orang lain juga. Tema fotonya adalah manusia.

Aku merasa ini hangat dan cocok dengan kita.

Iyakan ? Lihat ?

Jangan lihat sisi negatif.

- Lihat selanjutnya. - Ya

Bagus.

Lupakan. Aku tidak mau lihat.

Kau melakukan hal sia-sia.

Katakan pada Song Ma Rin kalau konsepnya tidak cocok dengan kita.

Manajer Cheon kelewat baik berkata begitu.

Aku bisa memotret lebih bagus dengan ponselku.

Permisi.

Halo, Ayah.

Halo. Silahkan masuk.

Kenapa kesini ?

Aku menelponnya.

Aku menelponnya untuk datang dan bicara dengan kita.

Lama tak jumpa.

Benar.

Halo, aku fotografer Song Ma Rin.

Halo, aku Cheon Min Joon.

Kau sedang melihat foto-fotoku ?

Hasilnya bagus.

Portfoliomu punya foto pribadi.

Aku sampai kaget.

Aku tidak punya pendapat lain.

Kau sudah jauh-jauh kemari, aku minta maaf ...

Dalam situs Happiness ada tulisan begini.

"Keluarga tidak dapat berbagi makanan bersama karena mereka tidak memiliki rumah."

"Keluarga tidak punya pilihan, selain hidup terpisah"

Happiness adalah organisasi yang hadir untuk orang-orang seperti itu.

Lalu ?

Itu sebabnya, tema dari portfolioku berfokus pada manusia.

Aku menaruh foto-foto dari orang yang kucintai.

Jika aku harus memotret disini, itu bukan mengenai rumahnya.

Melainkan mengenai keluarga yang bahagia karena bisa bersama.

Bukan rumah, tapi konsepku adalah manusia.

Aku sungguh paham yang ingin kau sampaikan.

Aku tidak mengerti.

Kemakmuranmu akan rontok kalau kakimu digoyang begitu.

Agen, agen, agen. Kau dimana ?

Aku ?

Di kantor.

Kalau begitu aku akan ke kantor. Kita ketemu sebentar.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left