The first 200 lines.
Paruh Pertama Hidupku
Episode 20
Ibuku pernah memberitahumu kalau buku kesukaannya adalah 'Seni Peperangan'?
'Seni Peperangan'? - Hahaha.
Mmm.. jangan dengarkan dia.
Ya ya, aku suka membaca.
Tapi bukan hanya 'Seni Peperangan'.
Aku, aku suka membaca segala macam buku.
Aku akan panggil Luo Ziqun dan menanyakan apakah dia mau datang untuk makan.
Baik, baik.
Minum air dulu.
Akan siap sebentar lagi.
Baik.
Sekarang kau iri pada kehidupan kakakmu, kan?
Kalau begitu kau bercerai juga saja.
Setelah bercerai, bawa anakmu, pergi ke pusat perbelanjaan dan temui
Lao Jin, Lao Li yang mencintai dan menyayangimu.
Kapan aku berkata bahwa aku iri padanya?
Telingamu yang mana mendengarku berkata bahwa aku iri padanya?
Bukankah aku membicarakan masalah kakakku?
Aku mengatakan bahwa dia memiliki pria seperti itu yang mengejarnya
Betapa baiknya jika mereka bersama?
Kapan aku mengatakan bahwa aku iri padanya?
Kau tidak mengatakannya
Tetapi wajahmu, ekspresimu
Setiap gerakanmu membuatnya semakin jelas sejak awal!
Siapa yang kau bodohi?
Kau iri padanya!
Kau bermimpi jika kau berpikir bisa menemukan pria seperti itu.
Aku beritahu kau
Di dunia ini tidak ada wanita yang akan tinggal bersamamu!
Tidak tinggal denganku? Kalau begitu pergi carilah yang lain!
Kau mengeluh kepadaku sepanjang hari dan bertanya apa yang salah denganku. Sudahkah kau bercermin?
Lihat kau, sikap menjijikkan macam apa yang kau miliki?
Kakakmu bisa mendapatkan Lao Jin, jadi kau pikir kau juga bisa?
Jika kau memiliki kemampuan kakakmu dan kecantikannya, kau bisa!
Kau pikir dengan dirimu yang sekarang ini bisa?
Lao Jin akan menginginkanmu?
Dan itu karena siapa?
Karena kau! Karena kau!
Karena aku bersama denganmulah aku menyia-nyiakan hari baikku!
Kalau begitu enyahlah!
Mengapa kau masih belum pergi?
Keluar dan pergi dapatkan pria lain untuk dilihat olehku!
Lihat apakah kau akan membuat dirimu lebih muda dan lebih cantik!
Aku beritahu kau
Bai Guang, aku tidak menceraikanmu karena aku kasihan padamu.
Aku tidak butuh belas kasihanmu!
Jika aku mati, aku tidak membutuhkanmu untuk menguburkanku!
Baiklah, baiklah. Tunggu saja!
Kau tunggu saja aku hidup dengan baik, lalu pergi mati!
Pakailah pakaian kios jalanan murahmu! Keluar!
Keluar!
Pergilah mencari pria liarmu! Pergilah melakukan apapun yang kau inginkan!
Ini, semuanya lihat laporan data
Tahun 2013 sampai 2015.
Apakah kau akan memainkan yang ini?
Aku tidak bisa memainkannya.
Jika kau tidak bisa memainkannya maka bawalah pulang dan pelajari bagaimana cara memainkannya.
Bagaimana jika tidak bisa mempelajarinya?
Selama kau bekerja keras untuk mempelajarinya, kau pasti bisa.
Ini, kemaslah.
Kalau begitu kau harus membantuku bermain.
Aku akan membantumu.
Sudah selesai bekerja?
Tidak, kurasa akan membutuhkan waktu sepanjang malam.
Ayah, bisakah aku membawa semuanya ini pulang denganku?
Begitu banyak?
Tidak banyak.
Ping'er selama kau membawa semuanya pulang dan memainkan semuanya, dan mempelajari bagaimana memainkannya,
Maka kamarmu akan benar-benar dihias.
Baiklah.
Dia adalah bosnya Ayah. Jika dia bilang boleh ya boleh.
Apakah kau sudah selesai memilih? Aku akan mengantarmu pulang.
Lalu aku akan kembali untuk rapat. - Baiklah.
Junsheng, bagaimana jika aku yang mengantarnya pulang?
Aku juga sudah mau pulang. Tidak jauh dari arah menuju rumahku.
Dan kau
Kau bisa tinggal disini tanpa khawatir,
Bersabar menghadapi pendapat Tang Jing. Setiap saat diperhitungkan.
Kalau begitu Paman He Han akan mengantarmu pulang, ya?
Tidak masalah! Kami berdua sangat dekat.
Kalau begitu, merepotkanmu.
Kembalilah bekerja.
Menurutlah.
Kardus ini sungguh besar, bisakah aku membawanya?
Pria harus kuat. Cepat. Ambil dan ayo pergi.
Cepat! Aku tidak bisa bergerak!
Pegang dengan erat.
Ibu! - Aku datang!
Lihat ini semua mainan yang kubawa pulang!
Mengapa kau yang membawanya pulang?
Chen Junsheng sedang rapat, memikirkan bagaimana mengatasi Tang Jing.
Jadi bukannya dia tidak ingin datang, tetapi teman baikmu terlalu kejam.
Ayo, aku sudah mengantarmu pulang, sekarang aku harus pergi.
Paman He Han, tinggal dan bermainlah denganku sebentar!
Hanya 5 menit, hanya 5 menit! - Halo?
Hati-hati, hati-hati. - Ayolah! - Hati hati!
Aku bertengkar dengan Bai Guang dan aku membawa Didi dan berlari keluar.
Tadinya aku tidak ingin meneleponmu karena aku takut kau akan marah padaku seperti ibu
Tetapi sekarang Didi demam,
Dan uratnya tertarik.
Ini semua salahku, aku tidak membawa selimut.
Baiklah, tunggu disana, aku datang sekarang.
Ada apa?
Ziqun membawa anaknya ke rumah sakit untuk bertemu dokter. Anaknya demam dan uratnya tertarik.
Ping'er, Ping'er!
Cepat, kita harus ke rumah sakit, bibimu membutuhkan bantuan, ayo pergi.
Tetapi aku masih belum menyusun puzzlenya!
Menyusun puzzle apa? Kau tidak bisa tinggal dirumah sendirian, bawa saja puzzlenya ke rumah sakit.
Kau tidak boleh membawa puzzlenya.
Bagaimana jika begini? Aku akan tinggal disini dan menjaganya.
Kau pergilah ke rumah sakit. Aku akan pergi saat kau kembali.
Tidak bisa, kau sudah begitu repot membawanya pergi dan pulang, aku tidak bisa merepotkanmu lagi.
Kalau begitu Paman He Han akan tinggal denganku dan menyusun puzzle bersama denganku.
Ping'er, Paman He Han sangat sibuk.
Dia tidak sibuk sama sekali, saat kami berada di perusahaan tadi,
Dia selalu bermain denganku, Ayahlah yang sibuk.
Dia benar, dia benar. Dan jangan pakai taksi, pakai mobilku kesana.
Cepat, jangan membuang waktu.
Baiklah, baiklah, terima kasih!
Hore! Ayo menyusun puzzle bersama!
Tutup pintunya dulu.
Aku saja.
Ayo, pergi, ayo pergi, cepat!
"A", sebuah pesawat untuk terbang!
"B", sebuah balon sangat tinggi!
"D", seekor dinosaurus untuk dinaiki!
Teruskan, aku hampir selesai.
Bagaimana bisa kau begitu cepat?
Karena aku lebih tua darimu.
Kau pasti tidak akan menelepon Bai Guang?
Tidak. Meneleponnya tidak ada gunanya.
Dokter mengatakan bahwa dia masih harus tinggal di rumah sakit selama tiga hari.
Aku akan mengambil cuti untuk tinggal bersamanya.
Mengapa kau tidak meminta Ibu untuk datang? - Tidak.
Jika dia datang, seluruh rumah sakit akan tahu suami macam apa yang aku nikahi.
Dan pasti tidak ada habisnya dia memarahiku.
Lalu aku hanya bisa datang membantu setiap hari setelah aku selesai kerja.
Saat kau bercerai
apakah kau merasa sangat sedih?
Ya.
Saat ini aku berpikir
kematian akan lebih baik daripada hidup.
Tapi aku tak bisa meninggalkan Didi.
Dia begitu mungil.
Ziqun, setelah sedikit waktu telah berlalu
kau akan bersukacita bahwa kau masih hidup.
Mengatakannya seperti ini mungkin kau tidak akan merasakannya.
Kau harus bisa bersabar setiap hari.
Ambil ini.
Aku tidak akan dapat mengembalikannya.
Jika kau butuh sesuatu, telepon aku.
Aku pergi dulu.
Maafkan aku.
Kau kembali.
Maaf membuatmu menunggu begitu lama.
Kakakmu dan anaknya baik-baik saja?
Anaknya baik-baik saja.
Kakakku... pernikahannya tidak baik.
Aku menyadari bahwa keluarga kami, ibuku, aku, kakakku, semua memiliki masalah ini.
Apakah pernikahan itu bahagia atau tidak,
tidak tergantung berapa kali kau bercerai atau menikah.
Tidak menemukan pasangan lain mungkin bukan kebahagiaan.
Setelah bercerai tiga kali maka akhirnya menemukan pasangan terbaikmu
mungkin tidak disebut ketidakbahagiaan
Yang penting adalah melihat pengalaman terakhirmu,
apakah itu lebih baik atau lebih buruk
etidaknya dari sudut pandangku,
Luo Zijun di depan mataku sekarang
dibandingkan dengan yang hidup dengan kekayaan,
meski membuat Luo Zijun marah, sebelumnya jauh lebih baik.
Aku juga berpikir demikian.
Sebelum aku benar-benar juga tidak menyukai diriku.
Akulah satu-satunya orang di mataku, tidak ada orang lain.
Tapi sebelum kau juga benar-benar menjengkelkan.
Kau adalah salah satu orang yang paling aku benci.
Karena kau selalu memandang rendah padaku dengan kedua mata.
Meski sekarang kau sedikit lebih baik
kau masih seperti itu, memandang rendah orang lain.
Benarkah? - bukankah begitu?
Kau selalu membawa beberapa ikan untuk diberikan kepada Tang Jing,
beberapa telur ikan, mengatakan betapa sulitnya membeli
telur ikan, oh, harganya sangat mahal.
Aku sangat ingin mengambil piring dan melemparkan di wajahmu.
Sudah terlambat. Aku pergi dulu.
Terima kasih.
Sebelum kau tidak pernah mengucapkan terima kasih,
sekarang kau selalu mengucapkan terima kasih
Seolah-olah kau berutang budi kepada dunia.
Zijun, ingat,
semua yang kau punya sekarang
semua datang karena kerja kerasmu
Ini bukan amal siapa-siapa.
Hidupmu saat ini
masih belum lebih nyaman dan santai dibanding sebelumnya.
Tapi kau telah menjadi lebih berani dan lebih kuat dari sebelumnya.
Alih bahasa dipersembahkan oleh Padepokan Anak Negeri @Viki
Terima kasih.
Sama-sama.
No comments yet. Be the first to leave one.