The first 200 lines.
Download NETBOX21 di Playstore join grup kita Netbox21 di facebook
EPISODE 1
Ada apa?
Tidak ada.
Kita salah jalan.
Kami jual liontin. Silakan dilihat.
Semua orang di dunia kungfu
- Silakan masuk. - pasti pernah mendengar dua orang
bernama Yu Lang Jiang Feng dan Yan Nantian, 'kan?
Semua orang di dunia kungfu pasti ingin menyaksikan
- Silakan. - penampilan tak tertandingi Jiang Feng
- dan kemampuan pedang Yan Nantian. - Silakan.
Yan Nantian memang Pendekar Pedang Ilahi Terbaik Dunia.
- Silakan. - Jika ada kesempatan,
aku ingin bertemu langsung dengannya.
Yan Nantian tak ada hebatnya.
Dia hanya beruntung
dan dapat pedang berharga dari dewa.
Omong-omong, pedangku sangat bagus,
tapi jika dibanding pedangnya, masih kalah jauh.
Jika tidak, aku pasti sudah seterkenal dia.
- Ayo. Minum. - Ini. Minum.
- Pedang yang bagus. - Minumlah.
Minumlah.
Di dunia ini,
adakah pedang lebih bagus dari milikku?
Kawan.
Tampaknya kau juga ahli pedang.
Benar.
Karena kau juga ahli pedang,
kau tahu siapa yang kami bicarakan?
Siapa?
Tuan Yan.
Yan Nantian.
Pendekar Pedang Ilahi Yan.
Yan Nantian?
Aku tak pernah dengar.
Kau ahli pedang,
tapi kau tak pernah dengar Tuan Yan.
Keahlian pedang apa yang kau punya?
Kalau begitu, kalian pasti mengenalnya.
Kalian juga pasti pernah melihat pedangnya.
Belum pernah.
Kami juga tak mengenalnya.
Tapi kuberi tahu kau.
Pedangnya lebih bagus dari milikmu.
Pedangku...
yang paling tajam.
Jika pedangmu setajam yang kau bilang,
aku akan mentraktirmu minum.
Baik.
Memang pedang yang bagus.
Apa kita salah jalan lagi?
Yu Lang, tak perlu berbohong kepadaku.
Aku mendengar ayam jantan berkokok.
Kurasa Dua Belas Zodiak sudah menemukan kita.
Itu aneh.
Kita sudah berhati-hati.
Bagaimana mereka tahu?
Apa kau Sichen dan Heimian dari Dua Belas Zodiak?
Matamu sangat jeli.
Kami hanya ayam jantan dan babi.
Apa yang bisa kubantu?
Kami ingin mengambil sesuatu darimu.
Aku pergi terburu-buru.
Mana mungkin sempat membawa barang bagus yang kalian suka?
Semua tahu bahwa kau, Yu Lang Jiang Feng, Tuan Jiang,
pria yang sangat kaya.
Kau menjual semua propertimu dan membeli harta langka.
Keretamu pasti penuh harta.
Aku punya ide.
Tinggalkan keretamu di sini
dan kami akan membiarkanmu hidup.
Bagaimana jika aku menolak?
Dua Belas Zodiak tak mudah dihadapi.
Aku tak membunuhmu
agar aku bisa berbuat baik bagi bayiku.
- Pergilah! - Tapak Berputar Giok Yihua?
Lari! Cepat!
Cepat, lari!
Yuenu.
Aku baik-baik saja.
Baguslah.
Aku dan Tuan Yan akan bertemu di Kediaman Taibai.
Aku akan cepat agar kita segera sampai.
Ada apa?
Aku takut itu memengaruhi bayinya.
Aku akan melahirkan.
- Aku harus bagaimana? - Pinggirkan keretanya.
Cari tempat berumput tinggi.
Cepat.
Cepat.
Hati-hati.
- Mari. Selamat, Kawan. - Tuan. Makananmu tiba.
Terima kasih.
Kenapa kalian sangat senang?
Kepala Pengawal datang.
- Kepala Pengawal. - Ceritakan.
Kau terlambat dan melewatkan acara menyenangkan.
Kawan.
Apa kau berniat menjual pedang ini?
Sulit mencari pembeli.
Bagaimana denganku?
Pedang ini tak ternilai.
Tapi ada pepatah.
"Perona pipi untuk wanita cantik, pedang berharga untuk pahlawan."
Dan kau tampak seperti pahlawan.
Baik, kalau begitu. Akan kujual kepadamu seharga 80 tahil.
Ini pantas dirayakan.
Tuan Lei.
Boleh kulihat?
- Ini. - Ini.
- Ini pedang tua. - Benar.
Sebentar.
Kepala Pengawal.
Jangan salahkan aku jika pedangmu menjadi rongsokan.
Tuan Lei, jangan khawatir.
- Apa ini dianggap pedang berharga? - Tidak.
- Baru saja... - "Baru saja"?
Baru saja, kau jatuh ke dalam perangkap.
Aku jatuh ke dalam perangkapnya.
- Aku akan mencarinya. - Tunggu.
Aku mau tanya.
Apa pria itu punya alis tebal dan perawakan besar?
Matanya setengah tertutup.
- Seolah dia belum tidur berhari-hari. - Benar.
Kau mengenalnya?
Dia adalah Pendekar Pedang Ilahi Terbaik Dunia.
Yan Nantian.
Tuan Yan!
Tuan Yan!
- Salam, Tuan Yan! - Kau mengenalku?
Tuan Yan, masterku adalah Jiang Feng.
Aku ingat sekarang.
Kau pelayan Jiang Feng.
Aku seharusnya bertemu dengannya di sini sore ini.
Tapi dia tak datang. Aku hendak mencarinya.
Tuan Yang, aku takut kau ke arah yang salah.
Mustahil.
Dia menulis jelas di suratnya akan datang dari barat, 'kan?
Awalnya, aku datang dari barat dengan masterku,
tapi keberadaan kami terlacak di tengah jalan.
Dua Belas Zodiak mengikuti kami.
Dua Belas Zodiak?
Tapi kami berhasil menghindarinya.
Masterku memutar ke timur.
Jadi, aku datang memberitahumu.
Dia akan tiba di Kuil Sansheng 24 kilometer ke timur.
Tuan Yan.
Kenapa kau tak menemuinya di sana?
- Naiklah kuda ini. - Tidak perlu.
Dia tampan.
Dia mirip denganmu.
Satu mirip denganmu
yang satu lagi mirip aku.
Sayang, kita punya dua putra.
Jika Tuan Yan tahu dia punya dua keponakan,
dia akan sangat bahagia.
Sayang.
Bagaimana perasaanmu?
Aku baik.
Ayo lanjutkan perjalanan.
Asal kita bertemu Tuan Yan,
kita tak perlu takut sebanyak apa pun banditnya.
- Tuan, lihatlah. - Silakan datang lagi.
Apa kau Tuan Yan?
Itu aku.
Baru saja, anak buahku membuatmu tersinggung.
- Ya. - Itu benar!
Apa kau Kepala Pengawal perusahaan pengawal
wilayah Weiyuan, Zhenyuan, dan Ningyuan?
Orang memanggilmu Shen Qing Hong, si Pengembara Bijaksana.
Itu aku.
- Qian Er. - Ya.
- Kenapa kau mencariku? - Aku akan jujur.
Aku diperintahkan mengirim uang. Jumlahnya sangat besar.
Kupikir kami sudah cukup hati-hati melakukannya,
tapi aku tak tahu bagaimana Dua Belas Zodiak bisa tahu.
Mereka mengirim kartu dan mengancam akan merampok.
Apa kau memintaku melindungi barang?
Tidak.
Aku tahu Tuan Yan ada di sini.
Jadi, kuminta Dua Belas Zodiak bertemu di sini.
Kuharap Tuan Yan mau bicara dengan mereka.
Tak peduli seberani apa Dua Belas Zodiak,
mereka takkan berani mengincar uang ini lagi.
Dua Belas Zodiak punya reputasi buruk.
Jika mereka tak bersembunyi,
aku sudah menghabisinya.
Terima kasih, Tuan.
Aku tak bilang akan membantu.
Aku punya urusan penting. Aku sibuk.
Tunggu, Tuan.
- Lihatlah. - Shen Qing Hong.
Sekalipun kau memberiku semua emas di dunia,
takkan menghentikanku menemui adikku, Jiang Feng.
- Hei. - Hei.
Dia...
Kepala Pengawal.
Tanpa bantuan Tuan Yan,
No comments yet. Be the first to leave one.