The first 200 lines.
Jenderal Baek San.
"Kim Chan Gi dibunuh"
"Kim Chan Gi dibunuh."
"Mereka juga mencoba membunuh istri dan putranya."
"Aku mungkin dalam bahaya
jika melanjutkannya."
Kim Chan Gi.
Jang Pan Soo?
Kamu tidak ingat?
Dia teman Kim Chan Gi.
Soo Hyun.
"Kim Chan Gi dibunuh."
Pan Soo. Tolong jaga Soo Hyun.
"Kim Chan Gi dibunuh."
"Mereka mencoba membunuh istri dan putranya juga."
Sedang apa kamu di kamarku?
"Episode 25"
Kenapa kamu masuk dan menyentuh barang-barangku tanpa izin?
Keluar.
Baiklah. Maaf.
Begini...
Catatan itu.
Apa maksudnya?
Catatan tentang Kim Chan Gi.
Apa urusanmu?
Keluarlah.
Dol Mok, kamu melihat Nenek?
Tidak. Dia tidak ada di kamarnya?
Ayo, ikut bibi.
Pak Jang. Kita ada masalah.
Ada apa?
Nyonya Kim hilang.
Kurasa dia diculik./- Apa?
Apa maksudmu? Kenapa dia diculik dan oleh siapa?
Sekretaris Heo akan menemui seseorang soal peta baru itu.
Jadi, aku menyertakan dia dengan Nyonya Kim.
Tapi aku pingsan saat minum teh.
Saat terbangun, dia hilang.
Kurasa Hong II Gwon menculik dia.
Seharusnya aku lebih hati-hati. Aku masuk ke perangkap mereka.
Kami jatuh kembali ke perangkap Hong II Gwon.
Apa maksud Bibi?
Maksud Bibi, Hong II Gwon, pimpinan Grup Cheonmun?
Apa maksud Bibi ada perangkap?
Jangan ikut campur.
Haruskah kita memberi tahu polisi?
Tidak bisa. Itu mungkin makin membahayakan dia.
Dia mengincar peta itu.
Lalu apa usulmu?
Apa maksud Bibi?
Kenapa Nyonya Kim dalam bahaya?
Aku penyidik kantor kejaksaan. Katakanlah kepadaku.
Peta apa yang Bibi bicarakan?
Jelaskan kepada So Joo. Kita tidak perlu merahasiakannya lagi.
Aku akan keluar.
Kamu mau ke mana?/- Aku harus menemui Kepala Jaksa.
Hei.
Apa yang kamu lakukan?
Kenapa kamu membawaku kemari?
Kamu pasti tahu alasannya.
Kamu menyuruh Sekretaris Heo memata-mataiku.
Kamu bahkan menyusup kemari untuk mencuri peta itu.
Aku sama sekali tidak mengerti.
Kamu mau pura-pura tidak tahu?
Bawa dia masuk.
Beri tahu dia
yang kamu katakan kepadaku.
Hentikan!
Beraninya kamu menyakiti wanita yang tidak berdaya?
Kamu tidak tahu
bahwa mata-mata selalu menanggung akibat dari perbuatan mereka?
Katakan kepadaku sekali lagi.
Nyonya Kim
menyuruhku mengawasi semua hal tentang Anda, Pimpinan.
Bagaimana dengan peta itu?/- Kurasa dia memiliki
salah satu peta sutra itu.
Bagus.
Rasanya menyenangkan saat kamu memberi tahu
semuanya dengan sukarela.
Kamu memiliki satu peta sutra.
Tapi anehnya
ada seseorang
yang mencuri petaku belakangan ini.
Kurasa hanya kamu yang menginginkan peta itu.
Jadi,
kamu pasti memiliki kedua peta itu. Bukankah begitu?
Kamu tidak menjawabku.
Haruskah aku menyuruh dia
untuk memberinya pelajaran sekali lagi?
Saat ayahku masih hidup,
meski mereka penjahat atau pejuang kebebasan,
setelah menangkap mereka,
kudengar ayahku mencabut gigi
dan juga kuku mereka.
Bukankah kita harus mendatangi rumah Hong II Gwon dan menggeledahnya?
Atas alasan apa?
Kita tidak bisa menemukan korban.
Seperti ayahmu, dia mungkin berada di tempat yang tidak kita duga.
Jika ini berjalan salah, kita akan dituntut
atas tuduhan palsu dan fitnah.
Bagaimana jika kita buat penyelidikan secara publik?
Itu juga tidak akan berhasil.
Itu akan mengakibatkan bahaya yang lebih besar.
Jika dia tahu bahwa kejaksaan terlibat,
dia akan membunuhnya.
Yang lebih penting, kita tidak bisa membiarkan dunia tahu soal peta itu.
Peta tidak penting saat ini.
Seseorang telah diculik.
Kamu sudah lupa berapa banyak pendukung pimpinan di kantor ini?
Kamu ingin dia tahu bahwa kita mengamatinya?
Lalu apa rencana Anda?
Anda akan diam saja?
Kamu harus mengatasi ini.
Jika dia menculiknya karena peta itu,
dia pasti akan membuat kontak untuk mendapatkannya
Maksud Anda, kita harus lakukan penawaran dengan peta itu?
Ya. Saat kamu lakukan itu, tangkaplah pelakunya.
Kamu punya ide lain?
Timku akan ikut denganku.
Aku harus bisa melacak panggilan saat dia menelepon.
Sudah kubilang tidak bisa.
Mereka bisa dipercaya.
Bagaimana kamu akan menjelaskan soal peta itu?
Kamu ingin semua orang tahu tentang peta itu?
Seperti ucapan Pengacara Jang, saat ini bukan peta yang penting.
Bagiku, peta itu penting.
Kakekku dan para kameradnya bertaruh nyawa demi harta karun itu.
Meski aku menyumbangkannya kepada negara kita,
aku yang akan memutuskan sebagai keturunannya.
Kamu tidak berhak ikut campur.
Jaksa Han, aku kenal seorang ahli
yang bisa melacak panggilan telepon.
Bisakah kamu mengenali
mangkuk teh ini?
Ini mangkuk teh seladon yang asli, seladon Goryeo.
Dari mana kamu dapatkan ini?
Pasti ada ratusan benda seperti ini
dalam daftar yang dihilangkan ayahku.
Jika aku menaksir nilainya dalam harga pasar saat ini,
mangkuk ini pasti
senilai perusahaan berskala sedang.
Kalian
mencurinya dariku.
Ayahmulah pencurinya.
Mengkhianati negaranya sendiri belum cukup baginya.
Dia pencuri keji
yang mencuri harta karun nasional.
Itu tergantung sudut pandang saja.
Tapi tahukah kamu di mana aku menemukan mangkuk teh ini?
Aku menemukan ini di rumah menantuku.
Bagaimana bisa
sebuah mangkuk teh curian ada di rumahnya?
Kesimpulanku satu-satunya adalah
kakek Joong Tae
pasti telah menyimpan mangkuk teh ini.
Kamu pernah dengar
sesuatu tentang ini dari mendiang ayahmu?
Itu menantu lelakimu.
Kamu pasti lebih mengenalnya daripada aku.
Aku tidak pernah tahu apa niatnya.
Menurutku,
kakek Joong Tae
pasti telah
mengkhianati organisasimu.
Kamu sungguh
tidak tahu apa-apa soal ini dari mendiang ayahmu?
Kalian berdua serasi.
Kamu mau berbuat apa padaku?
Jika sudah tahu, kenapa kamu bertanya?
Aku harus mendapatkan milikku kembali.
Apa yang terjadi?
Jaksa Han akan mengambil alih kasus ini.
Aku akan membuat strategi di kantorku.
Maaf tadi aku marah kepadamu.
Aku sudah dengar tentang kamu
dan juga keluargamu.
Itu tidak penting.
Yang penting saat ini
adalah menyelamatkan Nenek.
Dia lebih berharga dibandingkan nenek kandungku.
Andai dia tidak ada, aku tidak akan menjadi seperti saat ini.
Apa pun yang terjadi,
dia percaya padaku dan mendukungku.
Dia juga penting bagiku.
Dia menolongku menjadi bagian dari keluarganya.
Aku akan bergabung dalam tim strategimu.
Aku menghargainya.
Dol Mok.
Saat Guru menjelaskannya kepadaku,
dia bercerita tentang Jenderal Baek San.
Ada yang tidak beres.
Biografi Jenderal Baek San yang kamu baca.
Itu buku yang dibaca ayahku.
Tapi dia jarang membaca buku di waktu luangnya.
Benar. Aku ingin menanyakan itu kepadamu.
Catatan dalam buku itu. Ayahmu yang menulisnya?
Ya, itu jelas tulisannya.
Kenapa dia menulis itu?
Entahlah.
Kurasa dia sedang menyelidiki sebuah kasus.
No comments yet. Be the first to leave one.