The first 200 lines.
- Mengapa semua lampu mati? - Jeong-hun?
Sang-hun?
Jeong-hun!
Jeong-hun!
- Jeong-hun! - Ada apa ini?
Jeong-hun!
Jeong-hun, ada apa?
Jeong-hun.
Jeong-hun!
- Sang-hun! - Jeong-hun. Kim Jeong-hun!
Sadarlah!
Sang-hun.
Sang-hun?
Sang-hun!
Sayang.
Ada yang salah dengan Sang-hun.
- Sang-hun. - Sang-hun!
Sang-hun!
Sang-hun!
Sang-hun.
Sang-hun!
Bangun, Sang-hun!
Mati! Hentikan!
Mati! Hentikan!
Mati! Hentikan!
Mati! Hentikan!
Mati!
Hentikan!
KASUS 3 PANGGIL AKU PENGSOO
FIRMA HUKUM HANBADA PENGACARA WOO YOUNG-WOO
Selamat pagi.
Lihat itu. Kau punya papan namamu sendiri.
"Pengacara Woo Young-woo."
- Kau senang? - Ya.
- Mau kufoto untuk kenang-kenangan? - Ya.
Baiklah.
Sedang apa? Mengapa terlihat marah?
Senyum sedikit.
Terlihat marah seperti tadi saja.
Ya.
PENGACARA JUNG MYEONG-SEOK
Halo.
Pengacara Woo, segera ke kantorku.
Baik.
- Fotonya nanti saja? - Ya, "fotonya nanti saja."
Ya, silakan masuk.
Pengacara Woo, kutaruh dokumen kasus di sana. Lihatlah.
Pernah dengar soal Farmasi Sangjeong?
Perusahaan farmasi top.
Ya.
REKAM BUKTI
Ketua pimpinannya adalah klien lama Hanbada.
Dia sedang mengalami masa sulit.
Dia memiliki dua putra.
Namun, tampaknya anak bungsu memukuli anak sulung sampai mati.
Pemimpin dan istrinya menyaksikannya sendiri.
Penyebab kematian trauma toraks.
Ada 22 patah tulang rusuk dadanya patah
yang menyebabkan pendarahan internal mengakibatkan kematian.
Mereka mengatakan ada semacam tanda samar di lehernya,
tetapi itu mungkin bukan penyebab kematian.
Semua ini karena penyerangan anak bungsu?
Ya. Setidaknya itu yang tampaknya diyakini jaksa.
Patah tulang di bagian depan tulang rusuknya
dapat dikaitkan dengan resusitasi jantung paru,
tetapi 11 tulang yang patah lainnya,
sulit dijelaskan dengan apa pun selain penyerangan.
Pada saat kematiannya,
tingkat alkohol dalam darah korban menunjukkan dia mabuk.
Jika tidak mabuk dan mereka tak bertengkar,
kurasa tak akan berakhir begini. Ini memprihatinkan.
Apa terdakwa dengan kematian akibat luka penganiayaan
anak bungsu, Jeong-hun?
Ya.
Aku akan menangani kasus ini, tetapi kuharap kau mendampingiku.
Terdakwa memiliki autisme
Ada laporan mental Kim Jeong-hun di halaman berikutnya.
RUMAH SAKIT UNIVERSITAS SEOIN
GANGGUAN SPEKTRUM AUTISME JUGA DIKENAL SEBAGAI ASD
GANGGUAN PERKEMBANGAN MENTAL YANG KOMPLEKS
Apa kau menugaskanku kasus ini karena aku autis?
Bukankah kau akan memahami terdakwa lebih baik daripada aku?
Jika pengacara autis ada dalam kasus ini,
aku yakin ayahnya akan merasa tenang.
Diagnosis resminya adalah gangguan spektrum autisme.
Seperti makna harfiah dari kata spektrum,
autisme itu bermacam-macam.
Seperti…
paus.
Meski sama-sama paus, paus biru dan paus sikat
memiliki ekosistem dan struktur sosial yang berbeda daripada paus bungkuk.
Paus bungkuk itu…
Cukup tentang paus. Jadi, apa yang kau coba ingin katakan?
Benar.
Menurut evaluasi ini,
usia mental Kim Jeong-hun
di antara enam sampai sepuluh tahun, dengan spektrum yang cukup parah.
Aku belum pernah bertemu orang seperti dia.
Aku juga belum.
Tetap saja, kau lebih paham diagnosis resmi autisme
daripada aku.
Bagaimana kalau menemuinya dahulu? Jangan takut.
Selamat siang.
Aku Jung Myeong-seok, pengacara yang menangani kasusmu.
Lalu ini…
Aku Pengacara Woo Young-woo.
Dibaca dari depan atau belakang tetap Woo Young-woo.
Seperti tamat, katak, taat, malam, Woo Young-woo.
Ya.
Bu Woo Young-woo memiliki gangguan spektrum autisme.
Seperti putra bungsumu.
Menurut pernyataan putra bungsumu,
dia mengulang kata "Mati! Hentikan!"
Entah berapa kali aku bertanya
tentang apa yang terjadi malam itu, dia hanya terus berkata
"Mati! Hentikan!"
Bagaimana hubungan antara kedua putramu?
Sangat akur.
Jeong-hun menyukai dan suka mengikuti Sang-hun.
Sebelum Sang-hun sibuk di sekolah kedokteran,
dia selalu bergaul dan menjaga Jeong-hun.
Sang-hun…
putra kami, tetapi anak itu sempurna.
Dia masuk ke Universitas Nasional Seoul karena nilainya tinggi.
Dia selalu rendah hati dan bersikap hangat.
Dia juga amat baik kepada saudaranya.
Apa Pak Jeong-hun biasanya sering mengatakan kata-kata "mati"?
Tidak.
Itu aneh bagiku saat Jeong-hun mengatakan sesuatu seperti itu.
Dia disalahpahami karena fisik besarnya,
tetapi dia anak baik.
Kadang kala,
dia enggan patuh dan sedikit keras kepala.
Namun, dia tidak pernah mengancam atau menyerang siapa pun.
Jadi, kau tidak tahu secara khusus alasan putra bungsumu
memukuli putra sulungmu?
Benar.
Tak kusangka aku tak tahu isi hati kedua putraku.
Bolehkah kami menemui putra bungsu kalian?
Aku tidak mempermasalahkan hal itu,
tetapi entah apa dia mau berbicara.
Dia langsung bungkam ketika bertemu bertemu orang asing.
Tetap saja, mereka harus melihatnya sekali.
Karena Jeong-hun terdakwa.
Lagi pula, kita tidak pernah tahu.
Dia mungkin membuka diri pada Bu Woo.
Andai saja lift ini bisa cepat,
sepuluh menit jam makan siang tak terbuang.
Benar juga.
- Kau tahu menu hari ini? - Daging babi goreng.
Sungguh?
Liftnya datang.
Selamat makan siang.
Maaf, bisa menunggu sebentar?
- Jun-ho… Mengapa? - Maaf.
Hei.
Aku sangat lapar.
Aku kelaparan.
Astaga, aku lapar.
Kututup pintunya.
Jika tahu kau bawa bekal, aku bisa turun untuk antre makan lebih dahulu.
Lain kali, turunlah lebih lama lagi.
Kira-kira seberapa lama "lebih lama" yang kau maksud?
Sekitar sepuluh menit?
Baik.
Saat kita bekerja di lantai 17 dan makan di lantai basemen pertama,
paus makan di perairan pantai Ulsan dan tidur di pantai barat Jepang.
Perairan pesisir Ulsan adalah dapur mereka
dan pantai barat Jepang itu kamar tidur mereka.
Bagi paus yang pindah ke daerah kutub setiap musim panas untuk bermigrasi,
mereka tinggal di area kutub dan hanya makan tiga sampai empat bulan.
- Young-woo melakukannya lagi. - Apa?
Haruskah kuhentikan?
Orang hanya makan dalam waktu delapan jam setiap hari.
Biarkanlah. Jun-ho terlihat tak keberatan.
Apa?
Terlihat di wajah Jun-ho. Dia tidak keberatan.
Ya.
Berjanjilah. Berlaku baik, ya?
- Halo. - Ya. Selamat datang.
Kim Jeong-hun, masuklah.
Baiklah.
Pengsoo!
Jeong-hun, kau suka Pengsoo, ya?
Silakan duduk.
Jeong-hun, duduklah.
"Duduk."
Lepas penyuara jemala dan kacamata hitammu.
Tak mau lepas penyuara jemala dan kacamata hitam.
Dengarkanlah.
Kau berjanji.
Dengarkanlah. Aku tak janji.
Tidak apa. Penyuara jemala dan kacamata hitamnya terlihat keren.
Baiklah jika kalian tidak keberatan.
Kita bisa melanjutkannya.
Hai, Jeong-hun.
Namaku Jung Myeong-seok, dan ini…
Woo Young-woo.
Benar. Young-woo dan aku punya banyak hal yang mau ditanyakan padamu.
Jadi, hari ini…
No comments yet. Be the first to leave one.