Kids These Days (요즘 애들)

Kids These Days (요즘 애들)

Download Indonesian Subtitle

Release info

요즘 애들 Kids These Days E03 181216-NEXT-VIU
A Commentary by RuoXi
Ep. 3 [VIU Ver.] "Y.N.D and Im Siblings". Synced for NEXT. Runtime : 01:17:37. Enjoy.... ;). Cast : Yoo Jae Suk, Ahn Jung-hwan, Kim Shin-young, Seul Gi Red Velvet, Han Hyun-min

Tags

other
Published on: 2018-12-17
Downloads: 4
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Haon dan Jung Hwan memilih anak-anak ini"

"Ini KPS, juga dikenal sebagai Klub Penyantap Salmon"

"Mereka sangat suka salmon, dan makan salmon seperti beruang"

"Mereka terhanyut dalam daya tarik rasa jingga tersebut"

"Para anggota yang ingin bergabung dengan KPS adalah"

"Haon dan Jung Hwan"

"Tapi mereka tidak disambut baik?"

"Kamu mempermalukanku"

"Tapi aku tetap menyayangimu"

"Dia meminta mereka memanggilnya 'Ahn Salmon'"

"Dia menjadi pakar perayu"

"Untuk bergabung di KPS"

"Aku tidak boleh kalah!"

"Haon memberikan pesonanya dengan jaket berwarna salmon"

"Dia bahkan menyindir Jung Hwan"

"Jung Hwan menjadi gelisah"

"Aku mengenakan pakaian dalam berwarna salmon"

"Haon dan Jung Hwan berjuang"

"Untuk menjadi anggota KPS"

"Pada akhirnya, mereka menjadi anggota KPS"

"Mereka bahkan berpeluang bergabung di salah satu pertemuan mereka"

"Haon dan Jung Hwan akan tampil secara spesial"

"Pada pertemuan KPS di Sungai Han"

Kita harus terus menyaksikan Ahn Menyerah.

Pria yang menyerah akan kekuasaan. - Ya.

Aku tidak suka kata "menyerah".

Benarkah? - Terdengar sangat buruk.

Tapi kamu menyerah pada kekuasaan. - Benar.

Itu membuatku terlihat seperti pecundang.

Aku terlihat terlalu menyedihkan. - Bagaimana dengan Ahn Perayu?

Ada masa saat aku menjadi perayu.

Tapi jangan berkata bahwa aku menyerahkan diri.

Jika Jung Hwan lahir dalam masa Dinasti Joseon,

dia sudah dipenjara sekarang.

Dia diasingkan. - Diasingkan.

Dia akan naik gerobak sapi. - Benar.

Begitu jika ini Dinasti Joseon. - Benar.

Aku merasa sedih. - Benar.

"Mereka tiba di toserba untuk membeli salmon"

Mereka pergi ke sebuah toserba.

Kita akan berburu salmon. - Untuk membeli salmon.

Kalian berdua tahu apa yang harus dibeli, bukan?

Ya, kami tahu. - Baiklah.

Pertama... Sebenarnya, lebih baik jika membeli salmonnya terakhir.

Benar. - Benarkah?

Harus kita makan saat segar. - Ini bagian sayuran.

Mereka sangat teliti.

Mereka memperhatikan detail.

Roti isi... - Kita akan buat roti isi.

Roti isi salmon. - Roti isi salmon.

Mereka makan salmon sebagai sashimi. Tapi mereka juga menyantapnya

dengan cara lain. - Benarkah?

Kami ingin melihatnya.

Kalian akan melihatnya. - Beragam cara menikmati salmon.

Apa ada koktail yang kalian buat?

Ya. Ini bukan resep asli kami.

Ini minuman populer anak muda. - Ini minuman anak muda masa kini?

Ini koktail yang diminum anak muda masa kini.

Koktail yang diminum anak muda masa kini.

Mari sebut sebagai Koktail Anak. - Kami penasaran akan hal ini.

Koktail Anak Muda.

"Apa itu Koktail Anak Muda?"

Di mana kita membeli salmonnya? - Itu hidangan utama kita.

Di mana... - Di mana salmonnya?

Di sini. - Benar.

Lihat warna jingga itu.

Kita harus memberi salam.

Halo. - Halo.

Lihatlah semua salmon itu.

Mana yang enak?

Kita beli 1 kg untuk 3 orang.

"Salmon seberat 1 kg pas untuk 3 orang"

Masing-masing makan sekitar 300 g. - Mari lihat warnanya.

Jika melihat teksturnya, kamu tahu ikannya bagus?

Kami tahu. - Kami tahu.

Kami tahu.

Mereka memilih dari sana. Mereka tidak sembarang memilih.

Salmonnya terlihat bagus. - Itu benar.

Benar. - Aku melakukan perhitungan cepat.

Jika kita jumlahkan harga salmon, daging dan minuman,

totalnya sekitar 20 dolar per orang.

Totalnya sekitar 20 dolar. - Lalu kamu bisa berpesta.

Ini tidak mahal. - Kita bisa makan di Sungai Han.

Kita makan di Sungai Han. - Tidak bayar untuk makan di sana.

Mereka harus pertimbangkan saku kosong para pelajar.

Saat ini, kami tidak sering memakai ungkapan itu.

"Saku kosong". - Astaga.

Aku sangat antusias.

"Akhirnya mereka pergi untuk menemui yang lain"

Ini lokasi perkemahan. - Ini akan sangat seru.

Akhirnya mereka berkumpul.

Mereka memilih tempatnya dan mengadakan pertemuan mendadak.

Tertulis berapa yang bisa datang. - Lalu mereka datang.

Mereka langsung datang. - Pasti menyenangkan.

Aku belum pernah melakukan hal seperti ini.

Aku sangat antusias.

"Jung Hwan antusias berpartisipasi di pertemuan pertamanya"

Kita bisa mendatangi tenda yang kita pesan.

Apa kalian memesan tenda? - Ya.

Kami menyiapkannya. - Kami siapkan semua dengan teliti.

Apakah anggota lainnya belum tiba?

Mereka akan datang. - Mereka akan datang.

Mereka akan datang? - Ada yang hampir tiba.

Mereka berkomunikasi lewat grup obrolan.

"Lima orang lagi akan datang"

Mereka menuliskan pesan di sana.

Itu bukan mereka, bukan? Apa itu mereka?

Seseorang datang.

Orang-orang mulai berdatangan. - Halo.

Mereka datang.

Halo, aku bayi beruang.

Halo. - Halo.

Halo. Aku Haon.

Halo. - Lihatlah mereka.

"Mereka menikmatinya"

Kalian tahu kami akan datang?

Aku datang dari Cheonan. Langsung kemari setelah kelas berakhir.

Benarkah? - Bantulah kami.

Jangan terkejut. Kemarilah bantu kami.

Baiklah. - Baiklah.

"Dia sangat terkejut"

Mereka anggota baru di Grup 4,5.

Grup 4,5? - Mereka anggota barunya.

Kami bayi beruang. - Bayi beruang.

Halo.

Dia dari grup kedua. - Ya.

Dia datang dari Cheonan.

"Lee Hyo Beom, usia 23 tahun, sekretaris di KPS"

Sekretarisnya sedikit ketat.

Kalian harus membayar biaya keanggotaan lebih dahulu.

Kami sudah membayar.

Dia sekretarisnya,

jadi dia bicara soal uang begitu datang.

Itu penting. - Dia langsung membahasnya.

Ini... - Kita terpilih.

Halo. - Halo.

Ada banyak sekali anggotanya.

Dialah yang menakutkan.

Benarkah? - Ya.

Ini kali pertamanya melihatmu? - Ini kali pertamanya melihatmu?

Ini juga kali pertamaku menemuinya.

Halo. Kami dari Grup 4,5. - Mereka bayi beruang.

Kami bayi beruang. - Kami bayi beruang.

Omong-omong, akan ada lebih banyak yang datang?

Apa ada seseorang yang tidak boleh datang?

Sepertinya aku melihat TWICE

dalam perjalanan kemari. - TWICE.

TWICE? - TWICE?

Sepertinya aku melihat TWICE.

Mereka ada di sana.

Benarkah?

Wajahnya sepenuhnya berubah. - Dia bahkan tidak mengakuiku.

"Dia merasa sangat sedih"

Bahkan Haon antusias di belakang.

"Dia bilang sepertinya dia melihat TWICE"

"Matanya membelalak"

"Benarkah?" - Tunggu.

Beberapa saat lalu, kamu bahkan tidak tersenyum pada kami.

Saat dia bilang TWICE ada di sini, kamu bilang. "Benarkah?"

Saat melihat kami, - Tidak.

kamu meminta kami membayarkan biaya keanggotaan.

"Sudah terlambat untuk mengekspresikan cinta"

Aku juga suka TWICE. - Mari lihat mereka bersama.

Dia menjadi antusias.

Wajahnya menjadi merah.

Mereka ada di sana.

Kalau begitu, dia sungguh melihat mereka.

Itu tidak masuk akal.

Sebenarnya, aku mengenal baik TWICE.

Sebenarnya, aku mengenal baik TWICE

"Hal itu menarik perhatian mereka"

Benarkah? - Aku kenal mereka semua.

Sana. - Aku tahu Sana.

Tapi entah apakah dia ada di sini.

Dahyun. - Kurasa...

Kurasa Dahyun belum tiba di sini.

Aku tadi melihat Chaeyoung dan Tzuyu.

"Mereka terkesan"

Kamu berwisata dengan mereka. - Ya, aku tahu semua anggota TWICE.

"Inilah buktinya"

"Dia bilang mereka akrab"

Aku ingin tahu bagaimana rasanya menemui mereka secara langsung.

Kalau begitu...

Kalau begitu... - Mereka akan pergi?

Berapa biayanya?

"Dia berusaha bernegosiasi lagi"

Senyumanmu tadi begitu lebar. - Tidak.

Kurasa kita masuk grup yang salah. - Benar.

Kamu terlalu kejam. - Tidak mungkin.

Haruskah kita - Ya.

pergi menemui TWICE?

Ya!

"Dia terdengar terlalu antusias"

Ayo. - Kita bisa pergi.

Di mana mereka tadi?

Kami melihat TWICE dalam perjalanan tadi.

Mereka tampil di acara lain.

Ini bagus. - "Tok, tok"

Dia pamer. - Mereka sangat antusias.

Dia memasukkan tangan ke saku.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left