The first 200 lines.
Aman.
Pengeras Suara: Berhenti. Latihan selesai.
Sial! Kami akan balas lain kali.
Kita menang?
F.B.I. lagi bagus-bagusnya tahun ini.
Terima kasih.
Kolonel? Ya?
Sepertinya anda punya sesuatu untuk saya.
Pertarungan ini belum selesai.
Ayo, kalau berani.
Ide kamu soal berhenti dari F.B.I.,
apa kamu bakal ungkit-ungkit lagi?
Yah, cuma kepikiran aja sih.
Asal tahu aja, ya. Aku suka kok dengan apa yang kita lakukan sekarang.
Yah, mungkin kamu juga bakal suka Paris
atau belajar main sitar.
Sitar?
Dunia ini penuh dengan kemungkinan.
Tapi gak semudah itu juga untuk pergi begitu saja.
Memangnya kenapa?
Kamu pasti menikmati ketegangan yang ada selama ini.
Agen Lisbon.
Kolonel Raymond.
Kita pernah bertemu di seminar --
“Solusi Taktis Untuk Terorisme Kota.”
Eh, Kolonel Raymond, ini Patrick Jane.
Dia bekerja sebagai konsultan di tim kami.
Kerja anda bagus juga tadi
mengamankan ruangan dengan cepat.
Kalau anda memutuskan berhenti dari F.B.I.,
Saya bisa menyediakan tempat untuk anda.
Jangan terlalu memuji. Terima kasih.
Sekarang saya permisi dulu,
Saya harus bicara dengan beberapa orang mengenai taktik penyergapan.
Yah.
Apa -- apa kamu pernah pacaran dengan dia?
Apa?
Pasti nggak lah. Maaf.
Cuma, aneh aja.
Aneh karena aku gak pernah pacaran dengan Kolonel Raymond?
Yah, ada yang janggal aja tadi.
Kamu gak tahu?
Tahu apa?
Istrinya kan dibunuh 8 bulan yang lalu.
Beneran?
Beritanya ada di mana-mana.
Pelakunya tertangkap?
Yah, gak berapa lama ada orang yang ditangkap.
Aku mau mandi.
Delapan bulan yang lalu, ya?
== sync, corrected by elderman == Terjemahan oleh: @aranigr
Kasus pembunuhan istri Kolonel Raymond sudah ditutup.
Hmm.
Jadi, kamu gak tertarik dengan teori saya?
Oke. Apa teori kamu?
Belum ada, sih,
tapi itu kenapa kita harus menyelidikinya.
Permisi. Maaf.
Cho minta ini ditandatangani.
Jadi kamu belum punya apa-apa?
Belum. Untuk sekarang. Saya cuma penasaran.
Penasaran bisa bikin kucing mati.
Tapi juga nyembuhin polio.
Aaron Raymond bukan hanya kolonel di Angkatan Laut.
Dia juga pahlawan perang.
Dan mereka sudah menangkap pembunuhnya.
Jadi apa yang membuatmu berpikir kalau dia yang membunuh?
Sebenarnya, saya gak yakin juga.
Saya cuma bilang, kalau --
ada yang janggal dengan Kolonel Raymond.
Lisbon, Menurutmu bagaimana?
Kalau Jane bilang perlu diselidiki,
artinya memang perlu diselidiki.
Selama ini nalurinya terbukti.
Jangan ada interogasi. Jangan ada penggeledahan.
Kalau kamu mau bicara dengan orang, pakai cerita samaran.
Misalnya kasus penganiayaan orang ketika ditahan.
Raymond tidak boleh tahu kalau kita menyelidiki ini.
Kalau ada yang tahu kita menyelidiki kasus ini,
Penyelidikan selesai.
Sepakat.
Sepakat.
Tos dulu dong.
Terima kasih, pak.
Mau kopi atau yang lain?
Gak usah, terima kasih.
Yah, lagian gak enak juga kopinya.
Asal tahu saja,
saya gak suka kerjaan saya diperiksa oleh F.B.I.
Saya juga gak suka ada di sini.
Boleh tahu kenapa?
Orang yang kamu tahan,
Zach Jefferson, menuntut balik untuk
pelanggaran hak sipil yang dilakukan oleh kepolisian
pelanggaran hak sipil? pelanggaran apa?
Harusnya kamu yang lebih tahu.
Kami menangkap Jefferson
di mobil Nicole Raymond
satu hari setelah dia dibunuh.
Dompet korban masih ada di dalam mobil,
begitu juga perhiasan yang dicuri dari rumah.
Juga, ada bekas pembobolan di TKP.
Skak mat.
Kamu tidak mencari tersangka lain? Mungkin suaminya?
Iya, iya... 9 dari 10 kasus seperti ini pelakunya adalah suaminya.
Kasus ini adalah yang beda sendiri.
Kok kamu bisa yakin?
Lihat ini.
Mobil Aaron Raymond sedang di bengkel hari itu.
Mereka memakai mobil Nicole.
Nicole mengantar dia kerja.
Gambar mereka tertangkap kamera lampu merah.
Ahli forensik menyatakan, berdasarkan suhu hati,
Nicole Raymond dibunuh setelah pukul 10.00.
Aaron Raymond berangkat kerja pukul 9:00.
Kami sudah mengkonfirmasi kalau dia tidak pernah keluar kantor.
Lalu bagaimana mungkin dia adalah pembunuhnya?
Untuk urusan apa ini?
Kami ingin bicara mengenai kematian Nicole Raymond.
Kenapa?
Zach, F.B.I. menjamin bahwa percakapan ini dilakukan diam-diam.
Mereka hanya ingin mendengar cerita versi kita.
Ya, pasti begitu.
Sekarang, ceritakan, apa yang sedang kamu lakukan
sebelum kamu ditangkap?
Tadinya saya tinggal di rumah singgah.
Ngerti kan? Sambil bantu-bantu.
Lalu, saya numpang ke rumah teman -- Tidur di sofa.
Kemudian dia punya pacar, pacarnya gak suka dengan saya,
Jadi, saya harus pergi.
Kamu jadi gelandangan.
Untuk sementara.
Maksud saya, yah, saya bisa saja kembali ke rumah singgah,
tapi kalian keburu menangkap saya...
Apa saja yang kamu lakukan di hari kamu ditangkap?
Jadi, saya menemukan mobil itu. Oke?
Lengkap dengan isi dan kunci kontaknya.
Kalau ada orang sesembrono itu, apa masih dianggap mencuri juga?
Kamu sudah pernah tiga kali ditahan.
Mengutil, narkoba.
Terus?
Gak aneh kalau kemudian kamu coba-coba
merampok rumah orang.
Langsung ke intinya saja, deh. Apa kamu membunuh Nicole Raymond?
Mas, saya gak pernah bunuh orang.
Apa?
Menurut kamu bagaimana?
Kamu percaya dia?
Agen.
Alibi Zach lemah, tapi dia memang tidak melakukannya.
Dia bisa dihukum suntik mati.
Kalau ada yang bisa kalian usahakan, saya akan sangat berterima kasih.
Kalau dia mengatakan yang sebenarnya,
lalu Raymond membunuh istrinya
dan membuang mobil itu di daerah rawan kejahatan
berharap akan ada orang yang mencurinya.
Kecil kemungkinannya, tapi mungkin saja.
Setiap rencana yang baik pun masih butuh keberuntungan.
Kita harus melihat TKP.
Hai, Judy.
Ee, pacar saya dan saya sedang mencari-cari rumah
dan, kami melihat ada rumah yang bagus di Roosevelt.
Kira-kira, bisa gak ya kami lihat-lihat ke dalam.
Iya, kami sudah di depan.
Sampai nanti. Dah.
Lagi di jalan.
Ah.
Ooh.
Seperti yang bisa dilihat, rumah ini sudah siap ditempati.
Banyak hal yang bagus dari rumah ini,
tapi kalau saya sih, yang paling enak itu lingkungannya
seperti mimpi.
Sudah berapa lama rumah ini ditawarkan?
Yah, beberapa bulan.
Benaran? Dengan harga semurah ini?
Kalau lihat kamar mandinya pasti tambah suka.
Apa ada yang kamu sembunyikan, Judy?
Katakan saja.
Oh. Em...
Yah, sebenarnya, ada yang mati di sini.
Pembunuhan.
Ooh.
Bukannya seharusnya kamu bilang itu di awal?
Bukannya ada hukumnya itu ya? Iya.
Sa - saya pikir itu bukan kewajiban saya --
Begini saja, Saya pikir, kami harus membicarakan ini terlebih dahulu,
berdua saja, kalau gak keberatan. Mm.
Oh. Tentu. Kalau begitu, saya mau nelpon dulu,
Jadi, saya tunggu di mobil saja.
Santai saja.
Hmm.
Em, jendela terbuka, ada kawat kasa di luar.
Polisi pikir, dengan cara itulah Jefferson mendobrak masuk.
Mendobrak masuk? Hu'uh.
Oke.
Em, Lisbon, coba lihat ini.
Hai!
Mungkin tidak ada orang di luar ketika itu.
Mungkin.
Bagaimana cuaca pada saat pembunuhan?
No comments yet. Be the first to leave one.