The first 153 lines.
Apa yang kau ketahui soal hubunganku dengan Brandon?
Kalian berdua tak akur sejak kecil.
Aku merisaknya.
Masa kecilnya hancur karena aku.
Kau harus merendahkan hatimu dan meminta maaf padanya.
Sekretaris Kim.
-Maafkan aku. -Maafkan aku juga.
Aku tak tahu masalah itu antara kau dan Pak Cyrus.
Aku hanya tersinggung.
Astaga, Steph!
Kita menjadi tren hari ini!
Rupanya, itu ulah kalian. Bagus.
Acara kita menjadi populer karena ini.
Jadi, ini bagus untuk kita. Benar, Sekretaris Kim?
-Kenapa? -Aku tak bisa fokus saat di dekatmu.
Kau mengalihkan perhatianku.
Maaf. Aku akan pergi.
Tidak. Tetap di sini.
Itu...
Dimengerti, Bos.
Sekretaris Kim.
Ya, Bos?
["TO BE WITH YOU" OLEH KIM WON-SHIK DIMAINKAN]
Kau bilang
kita harus menghargai batasan masing-masing.
Bagaimana jika aku tak mau?
Sekretaris Kim!
Kau baik-baik saja?
Mundur!
Tidak, biar kujelaskan.
Aku permisi. Dah.
Kau mau ke mana?
Aku mau pulang. Terima kasih. Jaga dirimu.
Sekretaris Kim!
Ini bisa membuatnya makin marah.
Bagaimana, ya?
Bagaimana aku bisa menjelaskan ini?
- -
(dalam rencana pemasaran kita, walau ada tambahan mendadak.)
Ini...
(Kuharap kita bisa membicarakan kejadian tadi.)
Kau mau ke mana?
Jika kau mau, aku bisa mengantarmu.
Bos, akhir pekan adalah waktu pribadiku.
Aku menghormati itu.
Baiklah. Jaga dirimu.
Tapi,
aku mau menebus kesalahanku.
Silakan,
tapi aku mau mengerjakan tugasku hari ini.
Bukan masalah.
Aku hanya akan menemanimu.
Terserah kau saja.
Masuk. Setiap sisi bisa memuat sepuluh orang.
Tampan, geser sedikit.
Geser sedikit.
Berikan ongkosnya pada sopir.
Begitu, ya?
Pak, ini ongkosnya.
Ke mana?
Aku tak tahu. Tunggu.
Pak, di mana kau mau turun?
Sudah dekat.
Dia bilang sudah dekat.
Tolong berikan ini juga.
Pak,
ini untuk ongkos semua orang. Simpan kembaliannya.
-Pria yang baik. -
Pak, ini terlalu banyak!
Aku bisa membeli beras berkilo-kilo dengan uang ini!
Ambil saja. Jika dia mau membayari semua orang,
biarkan saja.
-Ya! -Benar, 'kan?
-Ongkos gratis! -Terima kasih!
Pria yang tampan dan baik hati.
Karena kau kenal Steph,
aku akan menyewakan ini padamu seharga 10.000 peso sebulan.
Bu,
boleh turunkan harganya menjadi 8.000 peso sebulan?
Astaga.
Sewa di sini 15.000 peso.
Silakan bertanya-tanya.
Aku sudah memberimu diskon besar.
Ini melampaui anggaranku
dan aku akan jarang di sini
karena aku pulang kerja larut malam.
Aku juga baru mulai bekerja,
jadi gajiku belum banyak.
Baiklah.
Aku bisa menurunkannya menjadi 8.500 peso.
Tapi, untuk unit lain.
Ada di lantai atas.
Ada kamar mandinya,
tapi tak ada area mencuci.
Kau harus memakai area cuci bersama di lantai atap.
Tentu. Aku tak keberatan.
Aku harus memperingatkanmu.
Penyewa di lantai atap cukup merepotkan.
Beberapa penyewa sudah pergi
karena ulahnya.
Dia selalu mencuci pakaiannya
dan sangat teliti dengan barangnya.
Tapi, kau bisa coba bicara dengannya.
Itu pun jika kau bisa menanganinya.
Baik, aku akan bicara dengannya dulu.
-Baiklah. Kuserahkan padamu. -Baik.
-Cobalah bicara dengannya. -Ya. Terima kasih!
[MUSIK MENEGANGKAN DIMAINKAN, LALU BERHENTI]
- -
Dia mau sopirnya menepi.
Begitu, ya.
Dia masih berusaha memberi tahu sopir.
Kenapa tak bilang saja?
Pak, tolong menepi.
- -
-Ini... -
Tunggu sebentar, kami juga akan turun.
Baiklah.
Menyenangkan.
Apa?
Naik jeepney.
Baiklah. Ayo.
Terima kasih.
Aku tak tahu kau mendukung
musisi jalanan.
Aku tahu betapa sulitnya menjadi musisi.
Dulu ayahku juga musisi.
Dulu Ayah bermain bersama band kapal pesiar.
Dia rela berjauhan dengan kami
karena hanya itu pekerjaan dengan bayaran layak
untuk musisi seperti dia.
Bagaimana
dengan ibumu?
Sejak Ayah bekerja sebagai buruh migran,
ibuku tinggal di rumah.
Aku tiga bersaudari.
Ayah tak mau satu pun dari kami ditinggal sendirian di rumah.
Tapi, saat ibuku sakit,
Ayah langsung pulang.
Sangat sulit menjadi orang tua tunggal.
Benar.
Makanya, Ayah juga sakit.
Setelah itu, aku dan kedua saudariku
memutuskan untuk saling membantu.
Begitu Kla selesai sekolah kedokteran,
aku akan melanjutkan studi magister.
Apa itu salah satu alasan kau mau berhenti?
Aku selalu makan pares di sana!
Mau mencoba?
Ya, ayo.
Ayo.
Apa yang paling laris di sini?
Cobalah pares daging sapi. Itu menu mereka yang terlaris.
No comments yet. Be the first to leave one.