Release info

Suzzanna Buried Alive 2018 1080p NF WEB-DL DDP5 1 x264-Ao
Suzzanna Buried Alive 2018 720p NF WEB-DL DDP5 1 x264-Ao
A Commentary by Predator1
sync with https://cafeflix.fun/movie/suzzanna-buried-alive/ WE-BDL

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
x264
1080
720p
720
Published on: 2019-04-03
Downloads: 110
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 142 lines.

MENGENANG

PERSEMBAHAN NETFLIX

Pak.

- Terima kasih. - Ya.

Pak Satria.

Ibu di mana, Mi?

Ibu di kamar, Pak, sedang istirahat,

tetapi sudah tak apa-apa.

Baiklah.

Sayang?

Lo, kok sudah pulang, Mas?

Kau yang telepon aku untuk pulang cepat hari ini.

Ya, tetapi kalau sudah selesai kerja.

Bukan sekarang.

- Sudah makan, Mas? - Belum.

- Mau aku siapkan makanan? - Boleh, Sayang.

- Kau lelah, Mas? - Tidak.

Aku kira pintu.

Pintu.

Berapa kali aku bilang...

jangan suka baca yang seram begini, Sayang.

Kau kenapa? Sakit?

Jangan bohong.

Mukamu saja pucat begini.

Tiba-tiba lemas tadi, Mas,

tetapi sudah tak apa.

Sudah panggil dokter.

Lalu?

Katanya biasa.

Biasa bagaimana?

Biasa untuk awal-awal mengandung, Mas.

Maksudmu?

Kau...

Ya. Akhirnya...

Penantian kita selama lima tahun terkabul juga, Mas.

Alhamdulillah.

Ibu hamil.

Ada apa, Mia?

Ibu hamil.

Hamil? Alhamdulillah.

Semoga anaknya seperti aku.

Amit-amit.

Masa baru lahir sudah kumisan.

Ayo.

Kita rayakan, Sayang. Kau mau apa?

Aku hanya mau waktumu, Mas.

Bisa lebih banyak lagi menghabiskan waktu denganmu.

Sepertinya aku mengidammu.

Aku harus kembali ke pabrik sebentar.

Tadi aku cuma izin.

Aku janji...

semua waktuku nanti malam cuma untukmu.

Aku ikut, ya?

Jangan, kau sedang tak enak badan.

Kata dokter, aku butuh udara segar.

Lagi pula, kalau bisa menghabiskan waktu denganmu sekarang,

kenapa tunggu nanti malam?

Terus.

Bantu sana!

Bu Nur!

- Apa kabar? - Baik.

Bagaimana kabar, Bu Nur?

Alhamdulillah baik.

- Sebentar, ya. - Ya.

Coba cerita.

Produksi meningkat, penjualan juga bagus.

Senang sekali mendengarnya.

Ini permintaan naik gaji yang ketiga kalinya dalam tiga bulan ini.

Yang benar saja.

Ya, ini permintaan dari karyawan lain juga, Pak.

Jangan bilang ini permintaan dari karyawan lain

ketika sebenarnya kalian yang rencanakan ini.

Saya pasti memikirkan kesejahteraan kalian,

tetapi saya tak akan menaikkan gaji yang sudah naik tiga bulan lalu.

Kalau tidak, karyawan berpikir mau berdemonstrasi, Pak.

Kami berdua cuma pikirkan kesejahteraan karyawan.

Kalau begitu, kumpulkan saja semua karyawan.

Biar saya dengar pendapatnya.

Tunggu.

Kami mengerti keberatan Bapak.

Nanti saya coba bicara dengan karyawan yang lain.

Terima kasih. Ayo, Nal. Sudah.

Sayang.

Sayang.

Yuk, salat.

Sudah subuh.

Ya.

- Asalamualaikum. - Alaikum salam.

Mas Satria, Mbak Suzzanna.

Mari.

- Apa kabar? - Baik.

Saya sudah tanya Gilang.

Dia siap untuk menggantikan saya berangkat ke Jepang, Pak.

Tentu saja dia bilang dia siap.

Bagi saya, dia belum siap.

Saya bukan hanya butuh mencari orang yang mengerti semua tentang produk kita,

tetapi saya juga butuh orang yang mampu membina hubungan dengan orang Jepang itu.

Bagi saya, cuma kau dan saya yang bisa melakukannya.

Atau mungkin kau mau menyuruh saya yang berangkat, begitu?

Tidak, Pak.

Saya mengerti bagaimana rasanya menantikan anak pertama,

tetapi Satria, percayalah.

Istri dan anakmu akan tetap ada sampai kau kembali.

Baik, Pak, terima kasih.

Tak usah bawa terlalu banyak, Sayang.

Ini juga sudah secukupnya, kok, Mas.

Lagi pula,

kau mana betah pakai baju yang sama berhari-hari?

Apa jadinya aku tanpamu?

Tetap menjadi Satria yang sekarang.

Terima kasih, Sayang.

Sudah membuatku menjadi pria yang paling bahagia.

Aku janji,

tak akan pernah membiarkan apa pun mengganggu keluarga kecil kita.

Aku akan selalu menjagamu

dan anak kita.

Hati-hati, Mas.

Kau juga. Jaga diri baik-baik.

- Terima kasih, ya. - Ya, Pak.

Kalian tak bosan terus kayak begini?

Uang tak punya.

Kerja?

Bisa dipecat kapan saja.

Bukan bosan lagi, Nal.

Aku sudah muak kalau harus kerja lembur terus kayak begini.

Ada apa denganmu, Nal?

Saya ada ide.

Kita rampok rumah Satria.

Gila kau.

Yang benar, Bang?

Kalian sudah tahu? Satria hari ini pergi ke luar negeri.

Ke Jepang.

Kita ambil dia punya mobil satu saja.

Bagi berempat, itu lebih besar dari gaji kita berbulan-bulan.

Rumahnya ramai, Bang.

Istrinya bagaimana?

Dia bisa apa, Dun?

Kita masuk malam-malam saat semua sudah pada tidur.

Saya tak mau melakukan hal-hal yang bisa mengembalikan saya ke penjara.

Saya juga tak mau masuk penjara, Mar.

Aku juga, Bang.

Kita tutup muka kita, tak usah lama-lama di sana.

More Indonesian subtitles for Suzzanna: Buried Alive

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left