The first 166 lines.
PENERJEMAH Cereal-Killer
Aku menggambar untuk menghilangkan jenuh.
Aku menjaga gudang, seperti ini, siang dan malam.
Aku akan awasi pintu dengan seksama.
Aku bisa memejamkan mata dan masih menjaganya.
Beberapa hari setelah pindah,
aku mulai tidur sambil memegang pistol ku.
Pistol kaliber 38 dengan 6 peluru.
Ada 4 peluru tersisa.
Untuk menghabiskan waktu,
aku mulai bermain-main dengan pistol.
Aku mengukir tulisan di pegangan dengan belatiku.
"Ini hidupku."
Seperti pada revolver Revenge.
BONUS JUTAAN SETIAP HARI BONUS LEBIH DARI 100%
Gudangnya milik kami.
Kami punya beberapa gudang seperti itu.
Disewakan ke perusahaan atau dibiarkan kosong.
Untuk kegiatan sendiri.
Aku bergabung dengan grup karena aku merasa kesepian.
Kami ada banyak.
Disatukan rasa kehilangan yang kami rasakan di dunia.
Ada seorang pria yang kami semua hormati.
Dia dianggap pemimpin kami.
Kami memanggilnya "Ayah."
Meskipun dia seumuran kami.
Ayah adalah suara dan hati nurani kami.
Dia tahu cara berbicara dengan kami.
Dia memberitahu kami, kalau kami akhirnya
menjalani cinta yang kami rindukan.
Tapi kami semua tahu,
kami tidak datang ke grup untuk cinta,
tapi karena kebencian terhadap masyarakat.
Semua kebencian kami...
Ayah ubah menjadi cinta di antara kami.
Dengan memberitahu kami apa yang ingin kami dengar.
Semua yang ada
di luar grup kami,
semua hal,
orang lain
kami sebut "Dunia."
Dunia ada untuk kami.
Dunia...
Seperti materi yang bisa kami gunakan sesuka hati.
Karena kami, "Yang Terpilih"
cuma kami yang tahu cara membentuknya.
Membunuh,
mencuri,
mendominasi,
semua ini...
tak lebih dari kekuatan yang dibutuhkan
untuk bertransformasi.
Seperti memukul besi untuk menempa.
Seiring waktu, grup berkembang.
Dan uang habis.
Kami mulai mendirikan usaha kecil
yang berfungsi sebagai kedok untuk bisnis lain kami
yang tidak jujur tapi lebih menghasilkan.
Sebagian orang dalam grup adalah orang-orang baik.
Orang bermain.
Orang yang percaya kepada Tuhan.
Cenderung percaya pada apapun.
Kami mematuhi perintah ayah.
Meyakinkan kami bertindak untuk keadilan.
Meski dengan cara kekerasan.
Ayah memimpin kami dengan cara halus namun tegas.
Dia tidak mengizinkan keraguan,
jadi kami harus menutup mata atas kekejaman kami sendiri.
Ketika kami memasuki grup...
Kami siap mengorbankan diri.
Demi kebaikan semua dan ayah.
Segera, kami menyatu.
Menjadi sebuah tubuh yang besar dan kuat,
dengan tangan dan kakinya
melabrak semua orang yang mempertanyakan kesatuan.
Tubuh di mana mulut, mata dan telinganya
terus menerus memantau tindakan setiap individu
yang mungkin menempatkan keseluruhan pada risiko.
Tubuh di mana setiap organ terhubung
dengan keyakinan yang kami miliki dalam grup.
Dalam Ayah dan Tuhan.
Iman yang memberdayakan kami dengan rasa kepercayaan diri,
dan perasaan kalau kami telah diselamatkan
dari dunia yang selalu menganggap kami tak ada.
Tuan...
Bisa bayar upahku di hari-hari aku bekerja?
Aku tak tahu siapa pun di sini.
Aku butuh uang tunai untuk membayar sewa.
Itu yang kami inginkan.
Untuk menjalani ilusi menjadi orang terpilih,
dipilih oleh ayah melalui dia oleh Tuhan.
"Yang Terpilih."
Didorong untuk melenyapkan orang pertama yang tak setuju.
Ini yang terakhir kali akan kurenggut darimu.
Kau ambil yang lain dan aku membunuhmu.
Aku diberitahu, kalau kau pecandu.
Kemas barangmu dan bersihkan.
BONUS JUTAAN SETIAP HARI BONUS LEBIH DARI 100%
Dari mana kaos ini?
Baiklah, Nak. Pertama, itu palsu.
Kedua, kau pasti mencurinya.
Aku harus menelepon polisi.
Tapi aku akan bersikap baik.
Ambil 20,000 dan pergilah.
Suatu hari terjadi sesuatu.
Kutemukan diriku di suatu tempat yang harusnya tidak aku kunjungi.
Di sana, aku melihatnya.
Dia...
Ayah.
Melakukan sesuatu yang tak ingin aku ingat.
Kau akan berkata itu bukanlah apa-apa.
Kami terbiasa mendengar hal mengerikan semacam itu.
Tapi kau harus berada di sana.
Dan melihatnya.
Untuk memahami kami kehilangan sisi kebaikan.
Seketika, aku merasa jijik kepadanya.
Bagiku, bagi grup.
Seolah aku meraih kembali rasa kemanusiaanku.
Aku paham, menjadi "Terpilih" berarti berhenti menjadi manusia.
Hari itu aku sadar hanya aku yang bisa lakukan.
Karena hanya aku yang tahu kami harus hentikan semacam itu.
Aku harus menunggu saat tepat dan memanfaatkan kesempatanku.
Aku salah satu orang kepercayaannya.
Orang yang dia izinkan bekerja sendirian di gudang.
Aku tahu dia akan datang untuk memberiku tugas lain.
Selama berhari-hari, aku menatap pintu dan dinding.
Menyeret tumitku ke koridor.
Berharap dia muncul.
Berapa lama yang lain akan mencariku?
Mungkin tidak akan lama
jika seseorang memanfaatkan situasi
menjadi ayah yang baru.
Di sebuah gudang di Bogota Selatan,
sekelompok berandalan masuk ke gudang yang tak terpakai.
Ketika alarm berbunyi,
mereka mencoba kabur dari atap.
Salah seorang jatuh.
Dia tewas ketika polisi tiba.
Mereka berjumlah tiga;
Ayah dan kedua anaknya.
Nama ayahnya adalah Bolt.
Anak-anaknya: Nut dan Baby.
Mereka ada di TV setiap hari Minggu.
Mereka ke lingkungan kelas pekerja.
Mengukur lubang di jalan.
Masing-masing dari lubang ini
mewakili banyak uang publik yang dialihkan menjadi korupsi.
Mereka menjatuhkan pita pengukur ke dalam lubang.
Mereka tertawa melihat jumlah dan ukuran lubang yang besar.
Hidup mereka membuat orang tertawa
tentang lubang ini, pencurian dan politisi korup.
Mereka dianggap tentara salib,
tapi mereka hanya sekelompok badut.
Mereka bilang lubangnya sangat besar
sampai mobil-mobil jatuh
dan melaju di jalan paralel ke jalan kami,
lalu jatuh terkena lubang lainnya
untuk muncul kembali dari waktu ke waktu
di setiap jalan
yang mengabaikan semua yang lain.
Suatu hari...
Orang tahu, Nut pecandu narkoba sejak usianya baru 7 tahun.
Tak lama setelah wahyu ini,
Nut berakhir di jalanan,
rusak karena narkoba dan menjadi pengemis.
Pengemis yang semua orang tahu.
No comments yet. Be the first to leave one.