The first 200 lines.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
"Episode 29"
Kamu tidak tahu istrimu sedang mengandung?
Apa?
Bagaimana bisa kamu mengabaikan dia di awal kehamilannya?
Rahimnya sudah lemah.
Dengan kelelahan dan kurang nutrisi, kesehatannya memburuk.
Tampaknya dia kehilangan banyak darah.
Apa dia keguguran?
Untungnya, tidak.
Tapi itu bisa terjadi
maka pastikan dia cukup istirahat untuk sementara ini.
Wanita ceroboh.
Bagaimana bisa dia bekerja selagi hamil?
Aku tidak bisa pergi sampai walinya datang.
Sub by VIU Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Dia pasti putrinya.
"Suami"
Ini pasti suaminya.
Nomor yang Anda hubungi berada di luar jangkauan.
Sebanyak apa dia minum?
Dia langsung mabuk karena minum dengan perut kosong.
Tidak seperti dia biasanya.
Terima kasih, Jae Wook.
Tunjukkan kamarnya. /- Ya, Nyonya. Silakan kemari.
Baik.
Pasti terjadi sesuatu.
Tolong siapkan teh untuk Jae Wook dan aku.
Baiklah.
Ada apa?
Hae Rim mabuk berat hari ini.
Aku sudah bekerja 10 tahun di sini, tapi ini tidak pernah terjadi.
Turunlah dan buatkan teh.
Kamu bisa melakukannya.
Anggota Dewan menunggumu di ruang kerja.
Silakan turun untuk meminum teh.
Ya, Bu.
Apa?
Apa aku membuatmu jijik?
Benar,
siapa yang akan menyukai monster sepertiku?
Aku juga jijik dan muak kepada diri sendiri.
Kamu tahu apa yang kulakukan hari ini?
Haruskah aku tahu? /- Sepatutnya begitu.
Tentu, kamu harus tahu.
Ini peringatan pertama dan terakhir, jadi, dengarkan.
Kamu tidak boleh
memercayaiku.
Aku bisa menusukmu dari belakang kapan saja.
Aku mau melakukan apa pun agar bisa hidup
sebagai putri orang tuaku.
Jika itu berarti harus tinggal di rumah ini,
aku bisa mengkhianati In Wook lebih dari 10 kali.
Jadi, kendalikan dirimu jika itu tidak ingin terjadi kepadamu.
Biar kuberi saran pertama dan terakhir juga.
Hae Rim.
Kamu juga harus mengendalikan dirimu
dan jangan memercayai aku.
Aku pun bisa menusukmu dari belakang
dengan pisau yang lebih tajam,
tidak, tapi tepat di jantungmu.
Itu mungkin
akan lebih menyakitkan daripada pisaumu.
Jadi, apa pun yang terjadi, jangan memercayaiku
dan kendalikan dirimu...
Memangnya siapa kamu berhak menipuku?
Siapa kamu hingga berhak mengubahku menjadi sampah ini?
Kamu tahu apa perbuatanku kepada In Wook hari ini?
Kenapa kamu tidak membiarkanku merasa bersalah? Kenapa?
Jae Wook, tolong kendalikan dirimu.
Jangan membuatku bingung.
Jadilah bedebah seperti Jae Wook sebelumnya!
Itu paling cocok untukmu.
Itukah maumu?
Bukankah itu memang seperti Jae Wook?
Kamu masih mabuk.
Pikiranmu akan jernih setelah beristirahat.
Dia berbeda.
Dia berbeda dari Jae Wook.
Dia mungkin berlagak kuat,
tapi dia sangat terluka.
Kurasa harga dirinya terluka
saat kamu membatalkan pertunangan.
Maafkan aku.
Aku amat bodoh.
Kamu bilang tidak bisa menikahinya
karena In Wook?
Sejujurnya,
aku tidak bisa menyangkal itu.
Sudah kuduga.
Jadi, kamu akan merelakannya?
Tidak, Pak. Aku akan menunggu
sampai dia menentukan pilihan.
Kamu tetap tunangannya, apa pun perkataan orang lain.
In Wook sudah seperti kakak baginya
yang bisa dia andalkan tiap kali mendapat masalah.
Aku paham, Pak.
Dia memutuskannya sendiri hari ini.
Dia gadis yang pintar. Tidak akan membuat keputusan bodoh.
Percayalah dan dapatkan dia.
Akan kuingat itu.
Suh Ra. Astaga, Suh Ra.
Astaga. Ada apa denganmu?
Ada apa dengannya?
Astaga. /- Tenanglah, kita di rumah sakit.
Bagaimana bisa aku tenang sekarang?
Dia pergi baik-baik saja pagi ini.
Ada apa dengannya? Kenapa terbaring di rumah sakit?
Tunggu. Astaga, siapa ini.
Restoran jjamppong...
Bukankah kamu cucunya kakek pelanggan kami
di restoran?
Halo, Bu. Apakah Anda
ibunya?
Benar.
Apakah kamu
membawa Suh Ra ke rumah sakit?
Astaga. Dunia sempit sekali.
Aku tidak menyangka bertemu denganmu di sini.
Apakah kamu
yang menghubungi kami?
Ya. Senang bertemu dengan Anda.
Aku Kang In Wook. /- Halo.
Apa yang terjadi dengannya?
Apa dia keguguran? Benarkah?
Benarkah?
Beruntung, bayinya baik-baik saja,
tapi kita belum bisa tenang karena dia kehilangan banyak darah.
Terima kasih banyak. Astaga.
Jika kamu tidak menolongnya,
dia pasti sudah kehilangan bayinya.
Terima kasih banyak.
Benar. Aku sudah berutang banyak kepada kakekmu,
kini aku berutang kepada cucunya juga.
Tidak sama sekali. /- Omong-omong,
bagaimana kamu mengenal putri kami?
Aku tidak sengaja melihatnya di luar rumah kenalanku.
Tadi sepertinya sangat gawat, jadi, langsung kubawa dia kemari.
Benar juga, aku tidak bisa menghubungi suaminya.
Aku tidak bisa mengabarinya.
Ini sudah larut. Sebaiknya kamu pulang.
Keluargamu pasti cemas.
Baiklah, kuserahkan dia kepada Anda dan segera pulang.
Jangan biarkan dia bekerja untuk sementara ini.
Itu perintah dokter.
Terima kasih. Akan kami lakukan itu.
Sampai jumpa. /- Terima kasih.
Seharusnya suaminya hadir
dan menemaninya di situasi seperti ini.
Dia bahkan tidak tahu Suh Ra mengandung anaknya.
Dasar berandal.
Jika ingin seperti ini, setidaknya jangan membuatnya hamil.
Jangan seperti itu.
Kenapa membicarakan orang yang sudah tiada?
Astaga. Kasihan sekali.
Astaga. Kasihan sekali.
Aku tidak punya pilihan.
Jin Hae Rim.
Kamu tidak pernah menjalani hidup yang kamu inginkan.
Tidak sekali pun.
Ini pun bukan keputusanmu.
Ini bukan salahmu.
Ini bukan salahmu.
Ini bukan salahmu.
Ini bukan salahmu.
Ayah keliru.
Ya, dia beberapa kali menenangkanku setelah Jae Wook kecelakaan.
Tapi itu pasti membuatnya bingung.
Dia memperlakukanku dengan konyol.
Dia ditahan akibat malapraktikku
dan mencoba menggantikanku.
Jadi, aku tidak punya pilihan selain mengencaninya.
Aku tidak punya pilihan.
Ujiannya segera berlangsung, tapi otakku tidak bisa bekerja.
Kurasa aku tidak akan berkuliah.
Jika keluargaku kaya, aku akan berbisnis saja.
Kamu beruntung, keluargamu kaya.
Kamu tidak dengar aku tinggal dengan kerabatku?
Itu karena aku merasa kasihan dengan bibiku.
Hidup juga berat bagiku.
Aku merasa seperti minyak di dalam air.
Hentikan pembicaraan serius ini.
Kenapa kamu tidak makan?
Jangan bilang kamu tidak bisa makan ceker ayam.
Apa?
Kamu pikir lelaki tidak bisa makan ceker ayam?
Kunyahlah.
Aku memilih yang kecil.
Ayo kunyah.
Kamu menyebut dirimu lelaki?
Dia sungguh keterlaluan.
Astaga.
Ibu, ada apa?
Apa? Benarkah?
Ibu! /- Hae Sol.
Ibu sakit?
Sepertinya ibu makin kurus?
Ibu tidak sakit sama sekali.
Hanya lelah sedikit, itu saja.
No comments yet. Be the first to leave one.