The first 200 lines.
4 Jam Sebelumnya
...jumlah kematian terus meningkat...
...dengan jumlah korban meninggal jadi tiga kali lipat sejak minggu lalu.
Virus udara yang masih belum bisa ditangani dan sangat menular ini...
Tak lama lagi, ini akan melampaui jumlah kematian rata-rata...
...dari virus H1N1 yang menyapu negeri kita sekitar seabad lalu.
Dengan jumlah korban yang saat ini melewati 6,000 jiwa...
...dan tingkat kematian terus meningkat setiap harinya,
Profesional kesehatan di mana-mana...
Kelly tak perlu mendengar itu.
Dia sudah tidur.
Tidak. Aku terjaga.
Ayah bersumpah kau sudah tidur tadi.
Tidak.
Ayah melihat itu sekarang. Astaga!/ Branden!
Astaga! Kau serius?!
Bisakah kau tenang?
Minggir!/ Branden!
Kau tak lihat dia hamil? Astaga!
Apa yang kau lakukan?
Demi Tuhan...
Hai. Kau tak apa? Aku minta maaf./ Aku tak apa.
Terima kasih. Itu salahku.
Tidak. Kami sedang mengobrol. Dan kami tak melihatmu...
Tak ada yang perlu dikhawatirkan./ Oke.
Aku tak apa. Terima kasih.
Bisa aku membantumu membawa tasmu ke dalam?
Aku tak apa, terima kasih./ Baiklah.
Suami: Naomi, kau pergi ke mana?
Angkat teleponmu.
Kau di mana?
Jawab aku.
Kau sebaiknya tak jauhkan anakku dariku.
Virus ini tak aman. Kau sebaiknya kembali kepadaku.
Terserah...
Sekali lagi aku minta maaf tentang apa yang terjadi.
Sikap suamiku berbanding terbalik ketika mengemudi.
Tidak... Itu salahku.
Aku yakin suamimu orang baik.
Silakan.
Selamat untuk kehamilanmu.
Terima kasih. Kau begitu baik hati.
Yang pertama?
Maaf?/ Apa ini anak pertamamu?
Ya, dia putri pertamaku.
Perempuan.
Kau dan pasanganmu pasti sangat bahagia.
Aku tidak memiliki pasangan...
Maaf. Aku tak seharusnya asal bicara.
Tak apa. Dia orang yang buruk.
Aku mengerti.
Ketika kau hamil, kau harus lakukan apa yang harus dilakukan.
Benar.
Kapan perkiraan persalinannya?
Dua bulan lagi.
Kau sudah tentukan namanya?/ Ya. Ren.
Itu nama yang indah.
Itu nama saudariku.
Kami tidak akrab saat muda.
Kami masih sering bertengkar.
Dengan si kecil... Aku ingin perbaiki semuanya.
Jadi aku beri nama anakku Ren, seperti nama saudariku.
Apapun yang kalian pertengkarkan,
Aku rasa kau menang./ Tepat sekali.
Siapa nama putrimu?
Kelly.
Nama yang sangat indah. Umur berapa?
Dia baru masuk 8 tahun./ Sangat bagus!
Apa itu benar istilahnya ini akan semakin mudah?
Oke. Mungkin beberapa lebih beruntung dari yang lain.
Tidak, maksudku, Kelly anak yang luar biasa.
Dia tidur dengan baik,
Dan dia selalu temukan alasan untuk senyum.
Dia terdengar sempurna./ Ya, itu benar.
Maaf, aku belum perkenalkan diri. Namaku Val.
Naomi. Namaku Naomi.
Naomi. Senang bertemu kau./ Na-o-mi.
Na-omi... Oke. Bagus./ Ya...
Senang berbincang denganmu./ Kau juga.
Dan sekali lagi selamat untuk si kecil Ren.
Terima kasih.
Sampai jumpa./ Sampai jumpa.
Halo.
Kau lihat itu, Kelly? Kita mengalahkan Ibu.
Kami menang, Ibu./ Kalian sangat cepat!
Kami lewat tangga, tapi kami masih mengalahkanmu.
Kalian melakukannya sangat bagus.
Kau membawa kartu kunci ekstra?
Sial. Aku pikir itu.../ Jaga ucapanmu, Ibu!
Maaf, Lebah.
Tidak. Aku tinggalkan itu di meja. Maaf.
Ibu yang konyol.
Selalu pelupa.
Aku akan mengambilnya./ Boleh aku ikut?
Tetap di sini bersama Ibu, Lebah. Ayah takkan lama.
Hai./ Hai.
Kau tahu seberapa besar Ibu menyayangimu?
Tidak./ Apa?
Sebanyak ini!
Aku tahu, Ibu. Aku hanya bercanda.
Baiklah.
Apa yang menarik perhatianmu?
Tidak ada. Kita di lantai berapa?
Kita di lantai tiga.
Kenapa kau bertanya?
Hanya ingin tahu. Aku tak pernah ke hotel sebelumnya.
Aku tahu. Kau suka?
Mungkin./ Mungkin?
Apa maksudmu, mungkin?
Ibu, apa di sini ada kolam renang?
Ayah rasa ada.
Tapi ayah rasa Ibu tak ingin berenang malam ini.
Bukan begitu, sayang?
Maaf, sayang. Mari tetap di kamar malam ini.
Memesan makanan dan bersantai. Ini agak sedikit larut.
Tapi besok sebelum kita pergi,
Kau dan ibu akan pergi berenang, oke?
Baiklah.
Jika Ibu tak mau, ayah yang pergi.
Hore!
Ayah akan mengajakmu renang, Lebah.
Pertama, mari istirahat sebentar.
Mengisi perutmu dengan makanan!
Lalu Ayah akan mengajakmu renang.
Apa yang kalian lihat?
Mobil-mobil. Kenapa ada banyak mobil di luar?
Ini hotel besar.
Dan Ibu rasa ada acara Gala.
Apa itu Gala?/ Itu seperti pesta...
Itu pesta orang kaya.
Itu pesta di mana orang berpakaian serba mewah,
Dan gaun menawan,
Lalu mereka berkumpul untuk menggalang dana untuk amal.
Amal apa?
Ibu melihat papannya di hotel.
Itu untuk membantu para dokter dan rumah sakit,
Mengingat banyaknya orang sakit.
Mereka butuh uang untuk flu?
Mereka butuh uang untuk obat yang membantu melawan flu.
Tapi juga ada alasan lainnya. Orang yang bepergian untuk kerja.
Untuk liburan panjang.
Beberapa orang hanya butuh tempat menginap...
...saat mereka meninggalkan rumahnya. Seperti kita.
Aku suka hotel. Mereka punya kolam renang.
Aku tak begitu lapar.
Tak bisakah kita cukup pergi berenang?
Kita tunggu sebentar, oke?
Oke. Tapi kau tak seharusnya renang dengan perut penuh.
Oke. Maaf. Ayah akan membawamu sesuai janjinya.
Ibu tak bisa menemanimu karena punggung Ibu terluka...
...dan ibu hanya ingin istirahat, oke?
Bagaimana punggung Ibu terluka?
Kau tidak tahu?/ Tahu apa?
Ibumu sangat ceroboh.
Ibumu wanita terceroboh di seluruh dunia.
Itu sebabnya ayah menikahinya.
Tak bisakah seseorang istirahat di sekitar sini?
Kita seharusnya pergi renang!
Baiklah, Nona Pemaksa. Mari bersiap untuk renang!
Hore!
Kenapa kau ikut, Ibu, jika kau takkan berenang?
Ibu akan membeli camilan dari toko di bawah.
Ada layanan kamar.
Aku tak sabar masuk ke sisi yang dalam.
Aku belajar renang di kolamnya Jessica,
Dan aku bisa menahan napas selama dua menit.
Dua menit?
Itu tidak benar. Itu mustahil.
Itu benar./ Itu tak benar. Kau bohong.
Aku bersumpah!
Ayah akan memercayainya ketika melihatnya.
Hai./ Hai.
Kau tahu aku bisa menahan napas selama dua menit?
Itu jauh lebih lama dariku.
Kau tak seharusnya beritahu dia apa yang tak bisa dia lakukan.
Dia masih muda.
Dia tak seharusnya jadi anak remaja yang tak percaya diri...
...karena Ayahnya tidak memercayai dia.
Ya, kami punya tim renang dan semuanya.
Ibu, kenapa aku tak masuk sekolah yang ada kolam renangnya?
Tak semua sekolah punya kolam renang.
Apa yang kau lakukan?
Jangan pernah lagi lakukan itu./ Lepas. Hentikan...
Ayo, Ayah./ Ayah datang.
Kau ikut, Ibu?
Tidak. Ibu akan kembali ke kamar. Benar?
Oke.
Hei, Ibu.
Sudah kau lakukan?
Belum.
Kau harusnya sudah pergi.
Ibu, waktunya harus tepat.
Ibu di sana?
Ibu di sini. Ibu hanya... Ibu benar-benar minta maaf.
Untuk apa?/ Semuanya.
Ibu harusnya tetap disana untuk menjagamu tetap aman.
Ibu, jangan, oke?
Ibu baik-baik saja?
Ya, ibu merasa tak enak badan.
Ini bukan masalah besar. / Kau sebaiknya istirahat.
No comments yet. Be the first to leave one.