The first 200 lines.
DOCTOR CHA
KLINIK KECANTIKAN AYU
Halo, Bu.
Halo, Bu.
RUANG DIREKTUR
KLINIK KECANTIKAN AYU DIREKTUR
Kau sedang apa?
- Selamat pagi. - Lama-lama kupakaikan juga.
Model jubah zaman sekarang sangat trendi.
- Warna apa ini? - Berikan. Mau kupakai.
Astaga. Biar aku bantu memakaikannya.
Astaga. Ada-ada saja.
Karena jadwal syuting molor, aku hampir telat datang ke sini.
Benar-benar keren.
Kau ke stasiun penyiaran dan syuting.
Apa ini? Ada kencan buta?
Tumben sekali kau berpakaian rapi.
Aku harus berpakaian rapi di hari seperti ini.
Bagaimana? Keluaran terbaru.
Percuma jika wajah tidak mendukung.
Kenapa wajahmu seperti itu?
Memang kenapa? Aku berias cukup lama hari ini.
Ikuti aku. Kita minum kopi.
Dasar wanita berhati dingin.
Padahal riasannya bagus.
Aduh.
Hei, aku sudah berkali-kali menyuruhmu untuk segera melakukan perawatan.
Kenapa tidak didengar?
Tidak baik dapat perawatan gratis hanya karena teman.
Jika tidak mau gratis, bayar saja.
Ibu mertuamu sudah lebih dari 70 tahun,
tapi lebih sering ke sini daripada ke toserba.
Hei, ibu mertuaku memang terbiasa hidup seperti nyonya besar.
Apa kondisi wajahku seburuk itu?
Ya. Apa kau jarang makan?
Wajahmu tampak kekuningan.
- Apa? - Matamu juga kelihatan agak kuning.
Apa?
Ini karena aku lelah.
Aku tidak merasa sehat belakangan ini.
Astaga.
Hei, ini tidak penting. Apa kau tidak ada kabar baik?
- Kabar baik apa? - Kau punya segalanya,
selain suami.
Kau bilang suami? Aku bahkan tidak bisa tertawa
- karena terlalu konyol, - Jika begini kau akan jadi perawan tua.
Sejujurnya, bukankah badanmu jauh lebih suci daripada aku?
Kau dan suamimu
sudah pisah kamar lebih dari sepuluh tahun, kan?
Kau sama sekali tidak ada bedanya dengan perawan tua.
Menyebalkan.
Dengar. Cinta antara suami dan istri
tidak harus dipertahankan melalui hubungan fisik saja.
Di dunia ini, banyak sekali hal rumit,
yang tidak akan diketahui perawan tua sepertimu.
Baiklah. Kalau begitu, kau bisa
terus hidup memandang suamimu dengan hati berdebar
seperti Candy, gadis di animasi serial romantis itu.
Hei, kita atasi bintik-bintik itu dahulu.
Wajahmu benar-benar berantakan. Aku tidak tahu harus mulai dari mana.
Ayo, Bu Cha Candy.
Sialan.
Banyak orang yang frustrasi karena tak bisa menjadi dokter,
tapi kenapa kau lebih memilih untuk menjadi ibu rumah tangga?
Apa surat izin praktikmu tidak sayang? Sudah selesai.
Apa yang harus disayangkan?
Saat kau sibuk merawat pasien dan membangun klinik yang megah ini,
kau pikir aku hanya main-main di rumah?
Aku melahirkan dan membesarkan dua anak menjadi manusia sesungguhnya.
Kau berusaha keras mempelajari ilmu kedokteran,
lalu menggunakannya untuk dapat kehidupan yang lebih baik.
Namun, kurasa membentuk dua orang seperti yang kulakukan
jauh lebih baik untuk masa depan dan pembangunan negara ini.
Candy pergi dahulu.
Apa kau marah?
- Tidak. - Kau marah. Jeong-suk…
PENGHARGAAN PRESTASI AKADEMIK BAEK MI-HEE
SURAT PENUNJUKAN BAEK MI-HEE
EPISODE 1
KLINIK BEDAH PLASTIK
Banyak orang yang frustrasi karena tak bisa menjadi dokter,
tapi kenapa kau lebih memilih untuk menjadi ibu rumah tangga?
Apa surat izin praktikmu tidak sayang?
Astaga. Hei, kau tidak apa-apa?
Coba bernapas. Tolong bantu orang ini!
Siapa pun tolong bantu! Apa ada dokter di sini?
Apa tidak ada dokter?
Tidak ada dokter?
Aku dokter…
Di sebelah sini. Katanya dia seorang dokter!
Ada dokter!
- Selamatkan dia. - Bukan.
Bukan begitu…
Astaga.
Berikan ini. Angkat kepalamu.
Pak, kau harus tetap sadar.
Intubasi.
Telepon 119!
Tetaplah sadar. Tetaplah sadar, Pak!
Panggil ambulans!
Pak Sopir, berhenti!
Dia akan kami bawa ke rumah sakit terdekat.
Meski bukan wali,
kudengar kau dokter. Apa bisa ikut dengan kami?
Apa kau tidak merasa wanita itu aneh?
Aku juga merasa begitu. Katanya dia dokter,
tapi tangannya terus gemetar. Apa kau melihatnya?
Kita harus pergi secepatnya.
Baik. Aku akan ikut.
RUMAH SAKIT UNIVERSITAS SEOMYEONG DOKTER ROY KIM
Aku dokter bedah. Aku juga ikut dengan kalian.
Alat bantu napasnya tak bisa masuk karena saluran pernapasannya bengkak.
Bagaimana ini?
Tolong aku. Apa yang harus kita lakukan?
Dokter.
Minggir.
Pak.
Masih ada denyut nadi. Kita lakukan trakeotomi.
Baik.
Tolong beri aku antiseptik.
Kantongnya.
Pak, kau sudah sadar?
Tolong gerakkan tanganmu jika dengar suaraku.
Astaga, Dokter! Ini berhasil!
Terima kasih banyak, Tuhan! Kau hebat sekali, Dokter!
UNIT GAWAT DARURAT
Maaf, tapi apa pekerjaanmu yang sebenarnya?
Apa?
Katanya kau bilang kau dokter.
Ya.
Kau tidak boleh begitu.
Tenaga nonmedis tidak boleh melakukan tindakan medis. Itu ilegal
Begini…
Aku tahu kau mungkin meragukan perkataanku,
tapi aku sungguh seorang dokter.
Masalahnya, aku sudah tidak bekerja selama lebih dari 20 tahun,
jadi, aku tidak terpikirkan apa pun saat menghadapi situasi seperti itu.
Maafkan aku.
Ini adalah hari yang sangat baik
karena pasien tadi bertemu denganmu.
Kau benar-benar keren.
Kalau begitu, aku pamit dahulu.
Apa topik konferensi pekan ini?
Operasi robotik untuk kanker rektum.
Profesor, apa yang harus kita lakukan pada pasien, Na Tae-gyeong?
Perhatikan Hemovac.
Tanya departemen psikiatri mengenai depresinya.
Baik.
Profesor, untuk konferensi besok,
kasus Jeon Sang-hyeok dibahas paling pertama?
Tidak. Buat operasi Kim Jae-hui sebagai kasus pertama.
Baik. Aku mengerti.
- Pergilah. - Baik.
Aku selalu terkejut setiap melihat Jung-min
karena dia sangat mirip denganmu saat kau masih muda.
Sepertinya aku sedikit lebih baik.
Kita harus lebih berhati-hati.
Kau tidak mau hubungan kita ketahuan putramu, kan?
- Mau makan malam bersama? - Tidak bisa. Aku ada janji.
- Janji apa? - Kenapa? Takut aku pergi dengan pria?
- Aku tidak akan memberitahumu. - Baiklah.
Aku pergi dahulu.
ALARM, SEMINAR GANGNAM PUKUL 19.00
Tetaplah sadar. Tetaplah sadar, Pak!
Panggil ambulans!
Maaf, tapi apa pekerjaanmu yang sebenarnya?
- Apa? - Katanya kau bilang kau dokter.
- Ya. - Kau tidak boleh begitu.
Tenaga nonmedis tidak boleh melakukan tindakan medis. Itu ilegal
Halo, Ibu. Ibu baru selesai berolahraga?
- Ya. Kau juga baru pulang, ya? - Ya.
- Tolong buatkan jus detoks untuk ibu. - Baik.
Ada jus yang kubuat tadi pagi di kulkas. Biar kuambilkan.
Astaga. Jus lebih enak jika segar. Seharusnya langsung diminum.
Maaf, Ibu.
Aku membuatnya lebih awal karena harus pergi tadi.
Hari ini saja. Tolong dimaklumi.
- Ibu, omong-omong… - Ya?
Terima kasih sudah meminjamkan baju dan tas hari ini.
- Aku cuci dahulu. - Baik.
Ibu ada janji makan malam nanti. Tidak perlu menyiapkan makanan.
Baik.
Bagaimana kabar Direktur Baek?
Sangat baik.
- Dia menangani bintik-bintik di wajahku. - Baguslah.
Klinik yang sekarang dua kali lebih besar dari sebelumnya,
interiornya juga dirancang dengan sangat baik.
Jadi, kau sangat iri dengannya?
Tentu saja. Dia bahkan muncul di televisi.
Dia keren sekali.
Meski wanita sukses besar, tenar, dan terpandang.
tidak ada gunanya jika tidak memiliki keluarga.
Dia berlibur ke luar negeri setiap musim, kan?
Itu sama sekali bukan liburan. Dia tidak punya suami dan anak.
Dia naik pesawat dan mengembara keliling dunia karena hatinya hampa.
Dia mungkin wanita karier yang sukses sekarang,
tapi sepuluh tahun lagi,
dia akan terlihat menyedihkan.
Dia tak punya putra dan putri. Kau 100 kali lebih baik darinya.
Tidak perlu iri dengannya. Astaga.
No comments yet. Be the first to leave one.