The first 172 lines.
Apa pak tua ini juga kesulitan mendengar?
Penjaga, jangan bergerak.
Raja dalam jangkauanku.
Sungguh?
Tidak mungkin.
Askeladd.
Berengsek! Raja Tetamu itu…
Jangan bergerak, Thorkell!
Askeladd tidak waras. Jangan memancingnya.
Itu akan membahayakan raja.
Turunkan pedangmu.
Maka akan kuampuni kelancanganmu ini.
Ampun? Jangan sombong padaku, dasar orang barbar.
Kau pantas mati karena menghina
keluarga dan bangsaku.
Ini peringatan terakhirku.
Turunkan pedangmu, Askeladd.
Itu nama panggilanku.
Akan kubiarkan kau tahu nama asli yang diberikan ibuku padaku.
Lucius Artorius Castus.
Aku adalah
raja sah yang seharusnya
menguasai Britania Raya.
Rasanya menyenangkan.
Untuk sementara, pasukan Denmark
mengambil alih hegemoni di Inggris.
Tetapi pada tahun 1014,
dengan kematian Raja Tetamu dari Denmark,
keadaan berubah drastis.
Denmark dan Inggris
angkat senjata sekali lagi.
Canute, komandan Barisan Depan Inggris
dari Viking Denmark, yang menggantikan supremasi ayahnya.
Ethelred II, yang telah kembali
dari pengasingan di Normandia dan telah
kembali berkuasa setelah kematian Tetamu.
Dengan kedua pria mengeklaim untuk jadi Raja Inggris,
sekali lagi menjadi
tidak pasti takhta itu milik siapa.
Kerusakan akibat perang membuat Inggris jadi miskin.
Yang Mulia, tolong mundur!
Jangan khawatir. Aku tidak minum dari itu.
Yang Mulia, mohon ampun!
Demi Tuhan Yesus,
sumpah aku tidak tahu!
Aku takkan pernah meracuni minumanmu!
Yang Mulia, mohon ampun!
Raja Ethelred!
Sialan kau…
Pakai trik pengecut.
Astaga.
Ini jauh lebih buruk dari yang kubayangkan,
Yang Mulia.
Memikirkan Mercia, tempat yang pernah dikenal sebagai
"mutiara di Midlands" sekarang seperti ini.
Akan butuh waktu lama bagi mereka untuk pulih.
Gunnar, jangan bicara seolah ini tak ada hubungannya denganmu.
Kita yang menghancurkannya.
Apa itu?
Benar.
Itu rombongan tentara terdahulu kita yang menguasai tanah ini.
Aku tidak tanya itu.
Aku tanya mereka sedang apa.
Tentu saja, mereka merampas.
Mereka pilih gadis yang bisa dijual
dari kalangan pengemis.
Aku melarang itu, 'kan?
Penggal kepala mereka dan pajang di jalanan.
Apa? Tetapi…
mengumpulkan rampasan perang itu kebiasaan di masa perang.
Kita tak ingin terlalu batasi mereka.
Tentara yang abaikan disiplin militer bukanlah tentaraku.
Penggal kepala mereka dan pajang di jalanan.
Baik kalau begitu.
Kau!
Apa? Sungguh?
Terima kasih menyempatkan
datang sejauh ini, Yang Mulia.
Floki, bagaimana persiapannya?
Sangat baik. Kita siap kapan saja.
Mereka sudah menunggu.
Namun, tak ada alasan Yang Mulia menemuinya langsung.
Serahkan saja pada kami.
Tak apa. Lagi pula, aku mau memeriksa situasi di sini.
Akan kutemui dia.
Eadric, pangeran Mercia, hanyalah pria lemah.
Dia tak pantas ditemui.
Karakternya dan apa dia berguna atau tidak, itu dua hal berbeda.
Bagaimanapun, kuputuskan saat bertemu dia.
Selain itu, tak ada alasan untuk apa
aku datang sejauh ini ke sini.
Apakah itu?
Hei!
Canute!
Kau di sana, Bajingan!
Canute!
Aku harus tenangkan makhluk itu.
Aku ragu kalian bisa atasi itu.
Benar.
Berengsek!
Biar kutinju kau! Sebagai pembuka,
diam dan biar kutinju kau!
Tenang, Thorkell.
Hei, Berengsek…
Aku benci dihentikan di tengah pertempuran,
bahkan lebih dari aku benci kodok!
Apa? Kodok?
Mercia telah menyerukan gencatan senjata.
Hasil perang di sini sudah jelas.
Kerja bagus, Thorkell.
Tutup mulutmu!
Begitu perang dimulai,
itu takkan berakhir sampai kau bunuh pimpinan musuh.
Aku sudah dekat untuk memenggal kepala Eadric!
Berhenti meributkannya. Pangeran Eadric dan Mercia hanyalah
penguasa wilayah pedesaan.
Pikirkan akibatnya.
Aku tak peduli soal itu!
Aku hanya peduli jalani hidup yang berpusat pada perang memuaskan.
Di timur,
Ethelred putra Edmund menunjukkan aktivitas mencurigakan.
Kami minta bantuanmu menekan barisan depan di timur.
Kemampuan luar biasamu…
Aku akan memilih lawan siapa dan di mana!
Dasar kepala dadu!
Canute!
Sebaiknya kau jangan lupa
saat itu aku bilang padamu,
"Aku akan jadi saksi
apa yang akan kau capai
dan kau akan jadi siapa mulai sekarang."
Kau masih bukan siapa-siapa.
Kau masih belum jadi raja Inggris.
Kau hanyalah anak-anak.
Dengarkan, Nak.
Tidak mungkin bagimu menghindari pertempuran.
Kau tak punya pilihan selain buka jalanmu dengan darah dan besi.
Seperti yang dilakukan Askeladd.
Jangan lupakan itu.
Sejak kau mulai berjalan,
jalanmu sudah berlumuran darah.
Lepaskan!
Cukup! Enyahlah!
Menyebalkan sekali!
Hari ini aku akan bersikap lunak padamu.
Tetapi tidak akan ada lain kali. Jangan lupa itu.
Bagaimana bisa dia menghinamu di depan tentara?
Yang Mulia, dia sudah kelewatan!
Ini tidak boleh diabaikan!
Kenapa? Dia ada benarnya.
Itu peringatan berharga.
Dia tidak menyembunyikan apa pun.
Pasti menyenangkan bisa hidup seperti dia.
Ayo pergi.
Ini senilai 4.000 paun dalam perak.
Hanya ini yang bisa kami kumpulkan saat ini.
Tolong terimalah.
Jika kau tarik pasukanmu dari Mercia,
kami akan tawarkan tambahan 4.000.
Ini bukan tawaran buruk, Tuan Canute.
Jadi, ini pajak untuk para Viking?
Tuan Eadric.
Bagaimana, Tuan Canute?
Murah sekali.
Baiklah, angkat.
Akan kutanya kau lagi.
Maksudmu kau akan membayar
emas dan perak ini dengan harapan aku mundur dari Mercia,
Eadric?
Ini 8.000 paun!
Harusnya lebih dari cukup sebagai kompensasi.
Ini tidak cukup.
No comments yet. Be the first to leave one.