The first 200 lines.
I
In
Ind
Indo
Indon
Indone
Indones
Indonesi
Indonesia
Indonesian
Indonesian S
Indonesian Su
Indonesian Sub
Indonesian Subt
Indonesian Subti
Indonesian Subtit
Indonesian Subtitl
Indonesian Subtitle
Indonesian Subtitles
Indonesian Subtitles B
Indonesian Subtitles By
Indonesian Subtitles By 2
Indonesian Subtitles By 21
Indonesian Subtitles By 21m
Indonesian Subtitles By 21my
Indonesian Subtitles By 21mya
^_^ Selamat Menonton ^_^
Ondra, Ayo rapikan kekacauan ini, oke?
Ambil barang-barangmu, biar aku bisa beres-beres.
Kau sudah punya ini. Kau masih minta yang baru.
- Dan apa ini? - Pesawat. - Itu sudah rusak.
Kau tak akan bermain dengan ini lagi, janji?
Kau sudah sekolah tapi terkadang masih bertingkah seperti bayi.
Kau harusnya mulai menarik kaus kakimu.
Aku tak yakin temanmu masih bermain dengan teddy bear.
- Dan yang satu ini mulai rusak. - Tapi itu Kooky.
Aku tau sayang, tapi jika kau masih memainkannya. Dia akan tercerai berai di suatu tempat.
Maafkan aku, tapi Kooky harus dibuang.
Jangan membawanya.
Kau tak inginNsesak nafas lagi bukan?
Mainan Cuddly penuh dengan debu dan itu tak baik untukmu.
Bubbles bisa tinggal, karena bisa dicuci. Tapi ini tidak.
Dan jauhkan itu dari wajahmu.
Anak pintar.
KOOKY
Sebagaimana aku alergi debu dan kucing.
Kooky alergi gelap.
Itu membuatnya merasa tak nyaman.
Itu tak membuatnya sesak nafas tapi dia merasa lebih baik ketika ada cahaya.
Malam ini, aku tak berpikir untuk tidur di kasur ibu.
Karena dalam keadaan begini. Terlalu sulit untuk pergi kesana.
Jangan lari!
Ketika anak tersesat, dia akan memberitahu seseorang dimana dia tinggal dan mereka mengantarnya pulang.
Tapi Kooky hanya sebuah teddy bear dan dia tak tau dimana dia tinggal.
- Ondra, turunlah! - Para tuna wisma tak perduli dengan orang lain.
Sial!
Karena mereka tak punya rumah.
Sekarang berhitung.
Satu.. dua.. tiga..
empat.. lima.. enam..
Kau beruntung.. dengan label :"bisa dicuci" mu.
Tapi Kooky hanya diberi nomer.
Mari berdoa untuknya. Tempelkan tanganmu.
Kita akan berdoa untuknya.
Satukan tanganmu atau keajaibannya takkan terjadi.
Kau belum tidur? Apa nafasmu baik-baik saja?
Mari taruh Bubbles di atas sini juga jadi kau takkan menghirup debunya sepanjang malam.
- Selamat malam. - Bu? - Ya?
- Malam - Malam.
Bangun Kooky, bangun!
Ya Tuhan, lakukan sesuatu! Hocus Pocus Whoodo? Youdoo!
Hei, hentikan ini!
Mundur! Aku kantong debu yang berbahaya! Aku bisa membuatmu masuk rumah sakit.
Tak ada satupun yang bisa keluar dari sini, tak mungkin.
Dia kabur! Hentikan dia!
Tak ada yang boleh meninggalkan tempat sampah. Itu peraturannya.
Berhenti di sana!
Dia semakin jauh! Hentikan dia!
Halo, ada orang di sana?
Tak usah bersusah payah menakutiku karena mataku terpejam.
Tak usah mencobanya!
Itu mantel yang konyol untuk berkeliling.
Aku bertaruh semua ini bulu palsu bukan?
- Apa eh.. siapa kau? - Aku Kooky dan aku tinggal di kota.
- Apa yang kau kerjakan? - Tak banyak.
Jadi kau hanya untuk pertunjukan? Tak punya pekerjaan?
Ondra membawaku ke tempat tidur saat malam dan kami bermain dengan Bubbles.
Kami berpura-pura menjadi hewan bersembunyi dari dingin.
Aku mengerti.
Masing-masing punya urusan, tapi kau tak seharusnya di sini.
Di dalam hutan kami tak bermain-main; ini kehidupan nyata.
Hewan disini harus bertarung untuk bertahan dan merasakan kedinginan yang sebenarnya.
- Aku mau pulang. - Bagus.
Kau tidak cocok di sini! Lebih baik kau pulang.
- Aku mau, tapi aku tak tau caranya. - Oh sayang sekali.
- Aku sudah melatih mereka. Mau melihatnya? - Ya silahkan.
Hei, tupai!
Daun cemara ke sektor Bravo, Slerra, Tango.
Dibakar lebih enak.
Tetap di sini, aku akan kembali sebentar lagi.
Atau kau lebih baik pergi denganku.. jadi tak ada apapun yang akan pecah.
Jangan beritahu siapapun tentang apa yang kau lakukan di rumah.
- Maksudmu tentang permainan? - Tentang siapa dirimu.
- Siapa aku? - Kau adalah sebuah... mainan.
- Lalu kenapa? - Disini kami tak terlibat hal semacam itu.
Hai, Kapten! Siapa itu?
Dia tersesat. Aku mengawasinya.
Oke.
- Siapa itu? - Semacam Tuhan. - Tuhan?
Semua orang disini adalah Tuhan dari sesuatu, Sungai, Batu, dan lain-lain.
Kapten, maukah kau membiarkanku pergi sekarang? Aku melihat cahaya yang aneh.
- Kau berjanji untuk berhenti menjerat setiap orang? - Aku janji.
Oke, turunkan dia, Dia bisa bergabung dengan kita.
- Hai, kapten, butuh tumpangan? Aku jalan kaki saja.
- Tuhan dari apa dia? - Tak ada. Itu Nushka.
Akhirnya Kapten sampai juga.
- Kenapa kita disini? - Tunggul pohon yang memainkan musik.
- Apa ini perlu? - Menunjukkan kau sedang dalam urusan.
Kentut tua...
Teman, sejak tunggul pohon itu berada disini beberapa waktu lalu.
dan mulai memainkan musik.
Itu hanya berarti satu hal. Ada sesuatu di dalamnya.
Kawan atau lawan? Tunjukkan dirimu.
Keluarlah!
Tak ada siapapun. Seseorang harus memeriksanya.
Kami takkan menyakitimu. Kami datang dengan damai.
Hei, Pinky, apa kau beracun?
- Aku bukan pink, aku warna merah. - Kesinilah. Aku mau satu gigitanmu.
Kami suka musikmu. Jadi jangan takut. Keluarlah.
Ini sebuah mesin.
- Itu milikku! - Aku melihatnya lebih dulu!
Aku juga melihatnya lebih dulu!
Itu milik kita berdua. Ayo bawa itu ke pub.
- Apa ini? - Kotak musik yang cantik.
- Pergi ke Needles! - Bergegaslah!
- Ke Needles! - Needles? Apa? - Pergi sekarang!
- Tunggu aku! - Cepatlah!
Lekas, cepat! Ke Needles... - Tetap ikuti aku nak!
Selalu sama. Kita terburu-buru dan aku tertabrak!
- Phew! Itu nyaris sekali. - Tenanglah!
Diam.
Aku kembali untuk ini, jadi ini milikku! - Itu milik kita semua.
Aku tau sesuatu telah terjadi sejak semula. Aku menunggu Guardian.
Tapi disini terlalu berisik untuk mendengar apapun di luar sana.
- Aku dengar, - Lalu, kenapa kau tak bilang sesuatu?
Bukan tugasku. Saat Kapten memberikan kuasanya padaku, kau akan tau waktunya.
- Diam! -Dengarkan, apa itu?
Siapa itu, sialan?
- Matikan itu! - Itu akan membuat kita ketauan!
Tekan tombol merah!
Itu akan membuat kita ketauan!
Hati-hati.... Diam!
- Kira-kira siapa itu? - Aku akan mencari taunya.
- Hei, siapa disana! - Aku Kapten, Guardian di hutan ini.
Hai, Kapten. Kami sedang mencari seorang anak kecil berwarna merah.
Dia melompat-lompat dan punya mata yang besar. Kau melihatnya?
Dia disini, sedang mencari jalan pulang. Kau temannya?
- Tentu, kami datang untuknya. - Tn Kooky, temanmu ada disini.
- Dia tak bisa kabur lewat belakang, bukan? - Jadi kalian bukan temannya?
- Dia melanggar hukum dan harus pergi bersama kami. - Apa yang sudah dia lakukan?
Dia meninggalkan tempat sampah dan itu melanggar hukum.
- Ini dia. - Tapi aku tak berasal dari tempat sampah! Aku hanya tersesat.
- Itu yang mereka semua katakan. - Biarkan aku menghubungi Ondra. Dia akan memberitahumu.
Aku akan menggunakan mesin itu dan membuktikannya!
Lepaskan dia! Dan biarkan semuanya jelas.
Lebih baik bukan sebuah tipuan.
- Berikan tanganmu! - Mereka berjabat tangan! - Betapa bagusnya.
- Dua... - Hey, itu seperti diriku.
Ketika telepon mati. Kami juga akan membawanya.
Kami akan membawa semua yang tak berasal dari hutan.
Kami mendapat hadiah untuk setiap penangkapan, dan kau memiliki perintah dalam hutanmu.
Jika kau mau bersih-bersih, bawa juga ranting-ranting kering itu.
- Tapi itu berasal dari sini. - Bukankah kita sedikit pilih-pilih!
Tak salah lagi, si pintar ini tak seharusnya di dalam hutan.
- Mereka seharusnya di tempat sampah. - Jangan sentuh mereka! Mereka milikku.
Tapi mereka tak semestinya disini, bukan?
- Hei, tak mudah menemukan mereka. - Apa lagi yang akan kita minum?.
Baiklah, tapi kau tidak membutuhkan orang itu.
- Ya... - Tentu...
- Jadi kami bisa membawanya? - Kenapa tidak?
Apa ini untuk kami? Maukah kau memindahkan beberapa batu untukku?
- Mereka terlalu berat untukku. - Itulah semangatnya!
Kita bisa membuat sebuah kesepakatan seperti makhluk cerdas.
Dengarkan!
Apa ini? Apa yang terjadi?
- Haloo... Halo?
Ini Kooky. Mereka mau membawaku ke tempat sampah.
Beritahu mereka, aku punya rumah. Tolong datang dan jemput aku!
Haloo...
Halo?
- Siapa itu, bu? Tak ada orang. Hanya suara yang aneh.
Pertunjukkan berakhir. Ayo pergi.
Jangan lupakan batuku.
Tunggu sebentar. Ada sesuatu yang salah.
Jika dia tidak ingin pergi kita tak harus memaksanya.
Mungkin dia mau, lihat dia tersenyum.
Aku selalu tersenyum. Tapi aku tak ingin pergi.
Jadi, apa keputusannya?
Tak seorangpun akan dibawa pergi. Itu akan membuatku terjaga sepanjang malam.
Kau mau membatalkan kesepakatan ini?
No comments yet. Be the first to leave one.