Specials

Release info

When A Man Loves E10 130502 HDTV x264 720p-iPOP
A Commentary by Lupak
Visit Us @IDFL.us

Tags

HDTV
hdtv
x264
720p
720
HD
Published on: 2013-05-07
Downloads: 36
Hearing Impaired: Yes

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Thanks to Original Uploader riri13

Diterjemahkan Oleh LUPAK

Episode 10

Kenapa kau mau mencarinya sampai ke sini??

Kau kehilangannya karena melakukan perintahku.

Aku sebagian harus bertanggung jawab.

Terima kasih.

Aku haus.

Bagaimana kalau minum bir?

Sepertinya bagus.

Biar kutunjukkan padamu tanda tangan yang kuceritakan.

Bersihkan mukamu. Masih ada kotoran di sana.

Apa kau merangkak sampai ke kolong meja?

Kok tahu?

Bukan di sana.

Terima kasih atas bantuanmu.

Aku tadi takut sekali.

Aku dengar sesuatu di luar, dan aku melihat seorang wanita berambut panjang.

Kelly Jo tidak ada waktu. Jadwalnya padat sampai tahun depan.

Dia terkenal di seluruh dunia. Bukankah sudah jelas?

Kukira kau ingin kerja sama dengannya.

Sudah kubilang baik sekali bagimu untuk melihat dia.

Kenapa kau lambat sekali? Atau kau cuma pura-pura?

Sudah larut. Akan kuantar kau pulang.

Terima kasih untuk hari ini.

Segeralah pulang. Sampai jumpa besok.

Ada sesuatu yang ingin kusampaikan padamu.

Bisa kau buatkan aku secangkir teh?

- Kau mau gula? - Tidak.

Aku selalu ingin mengatakan ini.

Presiden Han Tae Sang.

Tangan kanannya adalah kakakku.

Pria yang kau takuti dan tidak kau sukai adalah saudaraku Lee Chang Hee.

Dia dipenjara karena sesuatu yang buruk terjadi. Dia bekas napi.

Tapi bagiku, dia keluargaku. Dan aku sangat menyayangi saudaraku.

Aku minta maaf. Aku dulu berkata kasar.

Tidak, Aku tidak menyalahkanmu. Aku paham.

Aku benar-benar minta maaf.

Ini terjadi saat dia menyelamatkan Han Tae Sang.

Dia tidak punya tempat bergantung. Dia tidak berpendidikan.

Dan pria tempat dia bergantung hampir dibunuh.

Bagaimana bisa dia mengacuhkannya? Aku juga akan lakukan hal yang sama.

Aku tidak tahu.

Saudaraku orang yang baik.

- Jangan takut padanya. - Maaf.

Jangan pernah hilangkan catatanmu lagi. Aku sungguh takut hari ini.

Aku mungkin tidak akan bisa mencarikannya untukmu.

Sampai jumpa.

- Kau bisa masuk dulu. - Sampai jumpa.

- Masuklah. - Terima kasih.

Yeah?

Apa kau tadi menelpon?

Aku ketinggalan ponselku di rumah.

Benarkah?

Aku pergi ke tempat bus untuk mencari catatanku.

- Kau menemukannya? - Yeah, Aku menemukannya.

Itu bagus.

Kenapa kau tidak mengajakku? Kau pikir aku tidak akan datang?

Baiklah. Sampai jumpa besok.

Baik, selamat malam.

Malam.

Apa?

Aku akan menemuimu sebentar lagi. Tunggu aku di perpustakaan.

Baik, dah.

Apa yang kau lakukan di sini?

Apa kabarmu?

Kenapa kau datang ke sini?

Kau tidak suka melihatku, ya?

Bukankah aneh kalau aku suka?

Kurasa begitu.

Aku datang karena ini kampus yang ingin aku datangi dulu.

Aku bahkan tidak sempat berkunjung ke sini.

Tapi cuacanya bagus hari ini. Kurasa aku bisa bertemu denganmu jika aku kemari.

Kenapa?

Apa maksudmu dengan kenapa? Karena kau datang ke sekolah ini.

Aktingmu sangat hebat hari ini.

Akting?

Bukankah ini telah direncanakan?

Aku tidak menyadarinya dulu. Tapi sekarang kupaham.

Kau ingin terlihat baik. Itulah sebabnya kau berakting.

Kau tahu aku tidak punya banyak waktu.

Dan aku sudah katakan kenapa aku mau membantumu.

Aku tidak ingin bertemu denganmu lagi.

Aku terus bermimpi buruk soal hari itu.

Baiklah.

- Aku janji. - Apa?

Aku tidak akan menemuimu lagi.

Hati-hatilah.

Kau bukanlah wanita yang cocok untukku.

Berhenti!

Apa kau mendekatinya karena kau memanfaatkannya?

Dia sakit parah.

Kau tidak perlu menghubungiku untuk menghadiri pemakamannya.

Aku pulang.

Adik kecilku. Kau telat. Kau kencan ya?

Kencan?

Aku akan menghubungi Tae Sang.

Dia bilang kau bolos kerja.

Tidak apa kalau kau bilang padaku kau pergi kencan tadi.

Apa Tae Sang selalu sedingin itu?

Apa yang kau bicarakan?

- Kurasa dia tidak normal. - Brengsek. Apa yang kau katakan?

Kerabatnya datang dan berkata kalau dia menemukan ibunya. Tapi dia tidak peduli.

Dia bertemu dengan ibunya?

Dia bilang orang itu tidak bisa dipercaya.

Tapi dia masih membicarakan ibunya.

Kau bahkan tidak tahu bagaimana kehidupannya.

Jangan sok menilai.

Aku ingin dia menikahi Baek Sung Joo dan menjadi suaminya.

Punya keluarga. Seperti orang lain.

Bukankah dia bisa normal kalau melakukan hal itu?

Jangan pernah berkata seperti itu lagi. Aku tidak akan membiarkannya.

Yang mana kau selamatkan duluan kalau seandainya kami berdua tenggelam?

Katakan padaku!

Tentu saja kau!

Tae Sang perenang yang hebat.

Nama dan nomor orang yang datang kemaren.

Aku bilang padanya kita akan melaporkan dia ke polisi kalau datang lagi ke sini.

Aku lagi makan! Geez.

Halo?

Ini Han Tae Sang.

Tae...

Yeah! Kenapa kau menelpon? Kau bilang kau tidak peduli kalau ibumu mati.

- Apa kau sungguh menemukan ibuku? - Kukira kau tidak akan peduli.

Aku tidak bisa mempercayaimu.

Tidak ada seorangpun yang menghubungiku kalau mereka menemukan ibuku.

Kau menelpon untuk mengatakan soal itu?

- Berikan aku nomor rekeningmu. - Sungguh?

Apa kau sungguh mau mengirimiku uang?

Maksudku untuk operasi.

Dan setelah kau menemuinya, katakan saja apa yang terjadi pada adikku.

Halo?

Siapa itu?

Oh tidak ada.

Temanku bilang akan mengembalikan uangku.

Apa kau menghubungi Tae Sang?

Bagaimana bisa? Kau bilang akan membunuhku jika menemuinya.

Apa? Apa lagi yang ingin kau ketahui?

Tidak ada.

Aku bahkan tidak pantas untuk mengetahuinya.

Tapi aku terus menemuinya dalam mimpi.

Aku melihatnya menungguku sendiri di rumah.

Tae Sang-ku...

Kenapa kau datang kemari sepagi ini?

Kudengar kerabatmu datang dan mengatakan kalau dia menemukan ibumu.

Jae Hee bilang padamu?

- Aku akan memeriksanya. - Biarkan saja.

- Aku akan mengecek kebenarannya. - Tidak usah.

Yang dulu itu kabar palsu. Aku akan memeriksa apakah ini benar.

- Kenapa kau datang sepagi ini? - Tidak ada.

Bisakah aku mendapat nomor kerabatnya Han?

Tunggu sebentar.

Jangan bilang Tae Sang kalau aku menyebut soal uang.

Tentu saja tidak.

Tentu saja tidak. Kau tidak akan mengkhawatirkanku.

Tentu saja Tae Sang mengkhawatirkanmu, brengsek.

Ini.

Jae Hee sedang pergi ke lapangan.

Apa kau tidur nyenyak malam tadi?

Ya, kau sampai di rumah bukan?

Tentu saja!

Saat aku melihat itu, Aku ingat dan tertawa.

- Aku benci melihat ke rah sini. - Itu dulu menyenangkan.

Aku kadang tertawa mengingat hal ini.

Kau tidak pakai barang yang kita beli waktu itu?

Kau pakai duluan, baru aku akan memakainya.

Tidak bisa begitu. Kita harus memakainya bersamaan sepanjang hari.

Aku terus mendapat panggilan dari nomor tidak dikenal.

Angkat saja.

Halo?

Ya?

Huh?

Ya, benar.

Kita perlu percepat pembangunannya. Mari kita bahas di rapat dengan Royal.

Lee Jae Hee akan mengurusnya. Dia mampu melakukannya.

Itu bagus. Aku ingin Lee Jae Hee menang untuk semua pertarungannya.

Kau akan lihat sendiri.

Tae Sang. Ada apa dengan punggungmu?

Ada sesuatu di sana.

Itu plester.

Tak ada yang memasangkannya untukmu? Kau melakukannya sendiri?

Kau tahu?

Mana plesternya? Aku akan memasangkannya.

Apa? Jangan, kita di kantor.

Apa salahnya memasang plester?

Tidak usah.

Kau harus terlihat baik di depan karyawanmu.

Kalau kau tidak ingin memasang yang baru, Lepaskan yang sedang kau pasang itu.

Itu terlihat tidak bagus.

Sung Joo! Tidak usah! Biar aku saja.

Biar kulihat. Aku saja.

Ini tidak seperti yang kalian pikirkan. Aku melepas plester di punggungnya.

Baiklah, kami akan menunggu kalian di ruang rapat.

Kita harus minum kopi dulu.

Tadi timing nya tidak tepat.

Aku ingin mereka bisa akrab.

Mereka berteman sangat lama. Mereka juga partner bisnis yang baik.

Oh yeah, yang tadi siapa yang menelpon?

Tidak ada.

Sepertinya itu bukan berita buruk.

More Indonesian subtitles for When a Man Falls in Love

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left