The first 200 lines.
Bangunlah.-/ Siapa ini?
Ini aku, tunanganmu.
Jam berapa ini?-/ Jam 7:30, bangunlah.
Masih ada 5 menit. --Apa bedanya?
Kau tahu beda 1 angka bisa memenangkan undian?
Kau tahu aku harus tidur 8 jam sehari supaya kulitku terlihat bagus?
Kau tahu efeknya terhadap pencernaanku?
Kau tahu berapa banyak sel yang rusak karena telponmu ini?
Baiklah, aku salah. Takkan kulakukan lagi.
Aku harus pergi kerja. Konser JayZ malam ini, 'kan?
Sampai nanti, dah.
Sial.
Selamat menikah!
Minum, minum, minum!
Minum!
Masih mau lagi?
Aku akan menikah minggu depan!
Minumlah teh, bodoh.
Ini karena kalian.
Dasar bodoh.
Karena kau masih sadar, aku ada hadiah untukmu.
Barang bagus.
Ya ampun! Ini hadiahmu?
Kau menjijikkan!
Ayolah, berhentilah berpura-pura seperti perawan.
Bukankah kau akan bosan dengan Jerry setelah beberapa tahun?
Bawa pulang ini ke rumahmu.
Ini adalah Mighty Cue.
Dan yang ini, Dragon Rod.
Bersama dengan bola ini...
Nikmatilah mereka.
Terima kasih. Aku akan menjaganya.
Dan ini akan menjadi hadiah ultahmu tahun depan.
Sebaiknya begitu.-/ Lihat hadiahku.
Barang terlaris tahun ini, Playboy Condoms.
Berbintik dan rasa buah-buahan untuk kepuasan Anda.
Bersenang-senanglah dengan Jerry.
Terima kasih.
Dimana Mary?
Kau belum tahu?-/ Dia sedang bercerai.
Dan tidak boleh keluar sama sekali. --Cerai?
Dia baru menikah tahun lalu dan cerai sekarang?
Dia memergoki suaminya selingkuh.
Sebenarnya sudah dimulai sebelum mereka menikah.
Mengapa Mary menikahi keparat itu?
Diantara 10 pria, hanya 1 yang jujur.
Kau sungguh ingin menikah?
Harus pikir apa lagi?
Kami sudah pacaran 7 tahun, sekarang atau tidak sama sekali.
Menikah itu keputusan besar. Kau harus pikir dengan baik.
Aku sungguh suka padanya dan dia baik padaku.
Terkadang cinta bisa begitu dingin... --Dan menjadi perhitungan.
Kau jangan sampai terjebak.
Bagaimana kalau bersenang-senang dengan beberapa pria tampan...
...sebelum hari pernikahan?
Sudah gila? Kalian pikir siapa aku?
Biar kujelaskan. Mary masih menyesal bahwa...
...dia tidak "bersenang" sebelum menikah.
Dan sekarang suaminya berselingkuh.
Aku lihat ada 2 pria tampan diluar. Mereka terlihat keren.
Ambil tasmu.
Kau sungguh tidak sabaran.
Bukan, aku sudah mabuk, aku ingin muntah.
Yang benar saja! Pergi sana.
Cantik, kau terlihat mabuk, biar kuantar pulang.
Pulang saja sendiri, Paman. Kau masih harus kerja esok pagi.
Ayolah, kita minum.
Pergilah. Aku tidak mengenalmu.
Ini kesempatanmu untuk mengenalku. Ayolah, segelas saja--
Stop!-/ Apa-apaan ini?-/ Dia pacarku, tolong pergi!
Dia pacarmu?
Aku takkan buang energi kalau kau bilang dari awal.
Hei, darimana saja kau?
Terima kasih.-/ Kau baik-baik saja?
Ya, aku baik.
Kau tidak keberatan, aku mengaku sebagai pacarmu?
Tidak masalah.
Boleh kutraktir minum?
Itu kisahku di Mesir.
Biar kuceritakan soal Suku Kanibal di Afrika.
Kanibal? Baiklah!
Begitu kami tiba disana penerjemah menjelaskan...
...bahwa kami diundang makan malam.
Awalnya kami takut.
Mereka kaum kanibal, mereka mungkin memakan kami.
Mereka tahu kekhawatiran kami dan berkata...
"Mereka sudah vegetarian sekarang."
Kami pun lega mendengarnya.
Tapi dia berkata lagi.
Kau tahu apa yang dia bilang? --Apa?
Dia bilang...
Karena manusia vegetarian rasanya lebih enak.
Itu lucu sekali.
Aku lupa perkenalkan diriku. Namaku Jack.
Namaku Kiki.-/ Senang berjumpa denganmu.
Aku juga.
Bukankah dia pacarmu? Mengapa saling perkenalkan diri?
Kau sedang menipuku? Aku benci ditipu!
Apa yang kau bilang?
Bukankah sudah kusuruh belajar bahasa India?
Kubilang hajar mereka!-/ Ya ampun! Bicara bahasa Kanton saja!
Berhenti!
Lari!
Kau bilang apa?
Kejar mereka!-/ Dasar! Kenapa tidak bicara bahasa Kanton saja?
Pergilah, bodoh!
Terima kasih.
Disini saja. Aku bisa masuk sendiri.
Tadi itu berbahaya. Terima kasih atas bantuannya.
Katakan saja kita impas. Kau sebaiknya pulang dan beristirahat.
Senang berjumpa denganmu.
Sudah 2 kali kau bilang itu. --Benarkah? Maaf.
Kau seorang hipokrit jika berkata hal sama 3 kali.
Bisakah kita bertemu lagi? --Menurutmu?
Selamat pagi.-/ Selamat pagi.
Bisa minta nomor telponmu?-/ Ya.
Nomorku 95589999.-/ Nomorku 95117777.
Oke.
Bisa kuajak kau makan malam? --Ya, kapan saja.
Baiklah, kau mau kemana?
Aku mau ke arah sana.-/ Kesana? Aku ke arah sini.
Dah!-/ Oke, dah!
Dia itu bodoh, ya? Makan malam?
Sial! Aku lupa ganti seprei!
Bagus. Saatnya kerja.
Nona cantik?
Ada apa? Delivery di pagi hari?
Kenapa terburu-buru? Telat kerja?
Ya, aku harus bertemu seseorang.-/ Kau akan menikah sebentar lagi.
Kau gugup? Takut? --Haruskah?
Takut nanti suamimu berselingkuh. Pria suka berselingkuh sebelum menikah.
Memangnya kau sudah menikah? Suamimu sangat tampan.
Jika tidak diawasi, kau bisa kehilangan dia. --Berhentilah membaca Jane Austen.
Bagaimana kalau kau mulai berkencan?
Cinta itu seperti mimpi.
Begitu kau terbangun, semuanya pudar
Mungkin...
Biar kuajari sesuatu, cinta itu seperti judi.
Jika kau melihat orang berjudi...
Memang benar, kau takkan kehilangan uang.
Tapi kau juga tidak mendapatkan uang, jadi kenapa lakukan itu?
Kau masih belum mengerti. Ada taksi, aku harus pergi.
Pasang taruhanmu begitu ada kesempatan.
Dasar sial. Dia pikir aku tidak memasang taruhanku?
Aku sudah lakukan itu sebelum kau ajari.
Kita lihat seberapa lama pernikahan kalian!
Kenapa kau telat lagi?-/ Maaf, aku terjebak macet.
Kau diam-diam lari tadi malam. --Apa kau berselingkuh?
Sudah gila? Aku tidak mesum sepertimu. --Ayolah.
Aku melihatmu berbincang dengan seseorang di Bar.
Tidak mungkin. Itu bukan aku. Kau pasti sedang mabuk.
Aku juga bisa bilang, kau ciuman dengan Gwai Lo.
Bukan dia tapi aku.-/ Kapan itu terjadi?
Kau tahu kemarin ada orang dipukuli dengan botol?-/ Lantas?
Dia mendapat 30 jahitan. --Itu sungguh kacau.
Aku dengar pelakunya seorang wanita. Kiki, kau lihat itu?
Tentu tidak. Aku sudah pergi.
Tolong berhenti.
Ini minumanku. Pesanlah minumanmu sendiri.
Jangan egois.
Kenapa kau mengikutiku? --Aku mengikutimu?
Kau pasti mengikutiku dari tadi pagi.
Tadi malam itu bukan apa-apa. Kita sudah impas.
Dasar mesum! Biar kuberitahu, tidak ada apa-apa diantara kita.
Berhentilah mengikutiku atau kubunuh kau!
Saat aku emosi, aku sering lupa diri!
Hei, Jack!
Maaf, aku telat. Rapatku sangat panjang.
Temanmu?-/ Ini klienku, Tn. Chan.
Ini temanku, Kiki.
Halo!
Maaf, aku bersikap emosi.
Apa aku terlihat seperti psikopat?
Kelihatannya akulah yang psikopat. Aku akan pergi.
Jangan pergi dulu!
Kami temannya Kiki. Aku Cheryl.-/ Halo.
Aku Mon, seperti "Mon" di Doraemon. --Ini kartu namaku.
Ini.
Kau seorang fotografer!-/ Discovery Channel! Bagus!
Kami sebaiknya pergi.-/ Kiki!
Aku menelponmu tadi pagi tapi aku malah ditanya...
...jika aku butuh pinjaman. Apa kau...??
Kau mau nomor telponnya? No : 62628338
Kau mau nomorku?-/ Kita bisa makan malam lain kali.
Bagaimana kalau malam ini?
Perusahaanku adalah sponsor konser JayZ, bagaimana kalau kau ikut?-/ Oke.
Sampai nanti jam 8 di Coliseum. Nanti kutelpon lagi.
Sampai nanti.-/ Oke.
Berhentilah mengganggu mereka. --Tunggu sebentar...
Aku juga tertarik menonton konser. Bisakah aku ikut?
Menonton JayZ? Lihat dirimu.
Kau harusnya menonton Mike Jaggers.
Kenapa dia belum tiba?-/ Dia tidak mau menemui kita, 'kan?
Tampangnya begitu polos. Kurasa dia akan datang.
Polos, enak saja. Dia hanya berpura-pura.
Cepatlah, kita sudah telat.-/ Maaf. Tunggu, dimana Kiki?
Kiki? Dia sedang menunggu suaminya. --Ya, ayolah.-/ Apa? Suaminya?
Apanya yang aneh? Aku juga punya.
Jangan banyak bicara. Pertunjukkan segera mulai.
Baguslah, JayZ sudah banyak kemajuan. Aku akhirnya bisa mendengar dia nge-rap.
No comments yet. Be the first to leave one.