The first 200 lines.
Daratan mitos dan jaman sihir. Takdir sebuah kerajaan besar berada di pundak seorang pemuda.
Ia bernama...
Merlin
Enjoy.. :)
Cari di seluruh tempat!
Temukan dia!
Sudah waktunya panen!
Apa ini? Dimana sisanya?!
Aku hanya menyimpan yang kami butuhkan untuk bertahan hidup.
Bertahan hidup?
Aku akan kembali dalam seminggu, petani, dan aku ingin melihat semuanya..
Kau tidak boleh mengambil makanan kami!
Anak-anak akan kelaparan - Takkan kubiarkan kau melakukannya!
Kau tak akan mengambil apapun!
Hunith!
Kuberi waktu seminggu.
Jangan berani mengecewakanku!
Aku akan menemuimu lagi, sayang.
Yah!
Ibu?
Merlin!
Apa yang terjadi?
Siapa yang melakukan ini padamu?
Terjemahan Indonesia: RED_dahLIA & Ilmarifiany
Musim dingin sangat berat di Ealdor,
dan ada banyak anak-anak.
Beberapa dari mereka tidak akan kuat untuk bertahan.
Kami jarang mempunyai makanan yang cukup,
dan jika Kanen terus mengambil makanan kami,
anak-anak tidak akan hidup untuk melihat musim panas lain.
Saya mohon, kami butuh bantuan anda.
Ealdor ada di Kerajaan Cendred.
Keselamatanmu ada di tangannya.
Kami sudah memohon pada raja kami, tetapi...
Dia tak terlalu peduli pada daerah terpencil.
Hanya anda harapan kami.
Aku sangat bersimpati padamu
dan ingin barbar ini menghilang dari bumi.
Anda akan membantu kami? /Kuharap aku bisa.
Tentu saja kita bisa meluangkan beberapa orang?
Bukan itu masalahnya. /Lalu apa?
Ealdor berada di balik bukit Aesctir.
Jika tentara Camelot memasukinya akan menjadi undangan perang
Saya tahu anda raja yang baik,
seorang pria yang penuh perhatian.
Saya memohon pada Anda, tolong kami.
Kami tidak bisa melanggar perjanjian dengan Cendred
yang dibuat bertahun-tahun.
Aku tak bisa membahayakan ratusan nyawa hanya karena satu desa.
Aku khawatir Camelot tak bisa membantu.
Maaf.
Jika semuanya terserah padaku, kita akan ke sana sekarang.
Setidaknya kau mencoba. Dan terima kasih sudah mempertemukan dengan raja.
Kuharap Camelot mampu menolong rakyat tak peduli betapa jauhnya mereka tinggal.
Aku akan kembali ke Ealdor.
Tentu.
Melayanimu merupakan sebuah kehormatan.
Kau akan kembali?
Ia ibuku.
Aku harus menjaganya lebih dari siapapun.
Kau mengerti?
Aku akan melakukan hal yang sama.
Kau mengerikan.
Sungguh, aku bermaksud begitu, pelayan terburuk yang pernah kupunya.
Terima kasih, Yang Mulia.
Merlin.
Semoga beruntung.
Ini.
Beritahu aku bagaimana rasanya.
Yeah.
Yeah, terasa bagus. Ini sangat, erm...kau tahu...
pedang.
Aku sudah mengemasi beberapa pakaian besi untukmu
Aku tidak akan sanggup membawa semuanya.
Kau tidak harus membawa semuanya.
Kami ikut denganmu.
Apa maksud kalian?/Kau butuh segala bantuan. Aku bisa menambal baju zirah dan mengasah pedang.
Aku tahu cara bertarung. /Tapi kalian tidak boleh.
Maksudku, kenapa kalian mau melakukannya?
Jika kami dalam posisimu, kau akan menolong kami. Kau sudah pernah menyelamatkan nyawaku.
Dan kau membantuku mengeluarkan anak Druid dari Camelot.
Kami berhutang padamu...kami berdua.
Kau sudah bawa makananan yang kupersiapkan untukmu?/Ya.
Hati-hati dengan anggurnya. Satu hisap saja dan kau akan bernyanyi seperti pelaut.
Aku tak apa./Yakin tak mau selimut lagi? /Tidak apa-apa. Sungguh.
Aku akan baik-baik saja.
Ya, pastikan kau akan baik-baik saja.
Lakukan apapun yang dibutuhkan.
Mereka seharusnya tidak disini, terutama Lady Morgana.
Dia putri angkat raja, kan? /Kau belum tahu.
Dia satu-satunya orang yang tidak takut padanya.
Itu tak akan membuat perbedaan apapun. Bagi Kanen mereka hanya perempuan.
Aku tahu.
Tapi aku tidak bisa mencegah mereka.
Aku akan membuatnya membayar apa yang telah ia lakukan padamu.
Berjanjilah kau akan hati-hati.
Tidak seorangpun boleh mengetahui tentangmu.
Mereka tidak akan tahu. Mereka tidak pernah tahu.
Beristirahatlah.
Draca.
Aku ingin meminta uang, tapi aku tahu kau tidak punya.
Arthur!
Letakkan pedangnya, Merlin, kau terlihat konyol.
Masih seberapa jauh? /Mungkin beberapa jam.
Berapa banyak anak buah yang Kanen punya?
Aku tidak yakin. Menurut perkataan ibuku sekitar 40.
Kita harus istirahat. Besok akan jadi hari yang panjang.
Terima kasih.
Um...Aku tahu kau tidak harus datang.
Tidurlah.
Jika kau menyembunyikan apapun dariku...
Kanen!
Kumohon...
Kami harus makan...Dan menanami ladang lagi untuk tahun depan.
Kami hanya menyimpan sedikit.
Yang lain bisa kau ambil.
Kedengarannya adil.
Tidak!
Bunuh mereka!
Ahatian.
Mengingatkanmu saat aku mengalahkanmu? /Itu tak pernah terjadi.
Kau akan membayar semua ini... dengan nyawamu, kalian semua!
Masih juga memakai trik sihir. Kau sudah tahu kami tak ingin sejenismu di sini.
Aku merindukanmu juga, Will.
Senang melihatmu lagi. Bagaimana kabarmu?
Kudengar kau diperbudak seorang pangeran. /Tidak. Aku takkan menyebut diriku budak.
Merlin! Kumpulkan para warga. Aku harus bicara pada mereka.
Yeah, sebentar, aku baru saja ngobrol... /Sekarang, Merlin. Tak ada banyak waktu.
Ya, Yang Mulia.
Aku tahu orang macam Kanen. Ia akan kembali, dan ketika ia kembali...
kita harus siap.
Pertama-tama kita harus menyiapkan... /Apa cuma aku yang penasaran siapa dia?
Aku Pangeran Arthur dari Camelot.
Aku Pangeran William dari Ealdor! /Diam, ia datang untuk membantu kita. /Dia memperburuk keadaan.
Kanen akan kembali untuk balas dendam.
Kita baru saja membuat surat wasiat /Dia selamatkan nyawa Matthew.
Tak apa-apa, Hunith, Ini desanya. Apa yang harus kami lakukan?
Kita tidak bisa melawan Kanen, Ia punya banyak anak buah./Ada cara lain?
Kita berikan apa yang dia inginkan./Lalu apa? Kalian yang tidak mati kelaparan
akan menghadapi ia saat panen tahun depan dan juga tahun-tahun selanjutnya.
Kita akan mengaturnya. Kita akan selamat. /Bagaimana?
Satu-satunya cara menghentikannya hanya jika kalian melawan.
Tidak, kau hanya mau kehormatan dan kejayaan perang. Itulah yang dilakukan orang sepertimu.
Kalau kau mau perang, pulanglah, bahayakan rakyatmu sendiri. Jangan kami.
Will.
Aku akan mengikutimu. Jika aku mati, aku ingin mati karena berperang.
Aku juga.
Aku juga. Aku juga!
Dia tahu apa yang dia lakukan. Kau harus mempercayainya.
Dengar...waktu pertama kali aku bertemu Arthur, Aku sepertimu. Aku membencinya.
Aku pikir dia suka berlagak dan sombong. Tak ada yang berubah!
Tapi semakin lama aku mulai menghormatinya,
untuk apa yang ia bela dan ia lakukan. /Aku tahu apa yang ia bela.
Para pangeran, raja-raja, semua sepertinya.
Will...jangan bawa-bawa apa yang menimpa ayahmu dalam masalah ini.
Tidak.
Kenapa kau mati-matian membelanya? Kau hanya pelayannya./Ia temanku.
Seorang teman tidak memerintah temannya. /Dia tidak seperti itu.
Benarkah?Tunggu sampai perang mulai dan lihat siapa yang dikirimnya untuk mati duluan.
Aku jamin bukan dia./Aku percaya Arthur dengan nyawaku.
Benarkah?
Dia tahu rahasiamu?
Hadapilah, Merlin, kau hidup dalam kebohongan, seperti kau disini.
Kau pelayan Arthur, tidak lebih.
Kecuali kau beritahu dia yang sebenarnya.
Apa kau selalu tidur di lantai?
Yeah. Dibandingkan tempat tidurku di Camelot, itu termasuk mewah.
Pasti keras. Hmm.
Seperti batu..
Aku bukan membicarakan tanahnya, maksudku...untukmu, pasti sulit.
Hmm...tidak juga, Aku tidak tahu seberapa beda.
Hidup sederhana di sini. Kami makan apa yang tumbuh dan semua orang berkumpul.
Selama kau punya makanan di meja dan atap di atas kepalamu, kau senang./Kedengarannya...
menyenangkan.
Aku yakin kau akan membencinya.
Kenapa kau pergi?
Beberapa hal...berubah.
Bagaimana?
Ayolah, jangan berpura-pura jadi menarik, beritahu aku.
Aku ingin menemukan suatu tempat .
Dapat sedikit keberuntungan?
Aku tidak yakin.
kita akan mulai melatih warga besok.
Akan jadi hari yang panjang.
Matikan lilinnya.
Kau belum belajar berpakaian sendiri? /Kau tak punya anjing dan mengambil tongkat sendiri.
Jangan tersinggung, Merlin./Tidak.
Pangeran Arthur, kau tak menyelesaikan sarapan. /Benarkah?/Ayo, makanlah.
Mmm...
Ayo pergi. kita butuh banyak kayu.
Tentu.
Arthur bilang ini enak.
Dia pasti benar-benar peduli padamu.
Arthur akan lakukan hal yang sama untuk desa manapun./Ini lebih dari itu.
Dia di sini untukmu.
Aku hanya pelayannya./Anggap ia lebih dari itu, ia menyukaimu.
Itu karena dia tidak tahu aku.
Jika ia tahu, aku mungkin sudah mati sekarang.
Kau tak benar-benar percaya itu, kan?
Merlin! Mau apa dengan benda itu? /Seperti apa kelihatannya? Kita butuh kayu.
No comments yet. Be the first to leave one.