The first 200 lines.
Aku jamin kamu lulus.
Pergi dan menyanyilah seperti biasanya.
Akankah kamu berusaha sebaik mungkin?
Kamu orang yang lucu, ya?
Apa tujuan akhirmu?
Karena inikah kamu mengancamku?
Lagi pula kamu tidak akan berhasil mencapai ronde berikutnya.
Kamu tidak berarti apa-apa bagi kami.
Tidak perlu datang. Jangan perlihatkan wajahmu di sini.
Pokoknya jangan datang.
Tentu, aku tidak akan datang,
jadi, jangan khawatir.
"So Hee, terima kasih sudah datang ke acara kami"
- Hai, Dong Hee. - Kim I Gyeong.
Kamu tahu aku benci menulis sejak SMA, bukan?
Tapi untukmu, aku bergadang untuk menulis surat pengantar sialmu itu.
Aku menulis surat pengantar untukmu.
Jika kamu tidak pergi, bayar aku untuk riasannya.
Aku harus membayarnya selama tiga bulan. Kenapa kamu tidak pergi?
Kamu berdandan dan merias wajahmu lalu pergi ke pesta seorang anak?
Bekerja paruh waktu butuh kepercayaan.
Berdandan itu menyenangkan.
Ini juga pertunjukan.
Sampai jumpa.
"Pada hari ulang tahun pertama So Hee"
Benarkah itu Gadis Asbak?
Ya, Gadis Asbak SMA Seongbok, Kim I Gyeong.
Astaga.
Bukankah kita harus memberi tahu Hee Soo?
Ya, segera.
Atau kita seret dia keluar dengan menarik rambutnya.
- Mari kita seret dia. - Ayo.
Apa kamu sudah selesai?
Waktuku habis dan harus pergi.
Tapi...
Aku biasanya tidak melakukan ini,
tapi aku memberimu kesempatan untuk membela diri
untuk merayakan kesepakatan baru kita.
Karena kamu merasa bersalah.
Jadi, sekarang bagaimana?
Itu terserah padamu.
Itu tidak ada hubungannya denganku.
Sama sekali tidak ada hubungannya denganku.
Itu bukan urusanku. Bukan...
Nona Kim I Gyeong.
Karena inikah kamu tidak datang?
Apakah ini membuat rasa bersalahnya hilang?
Jika sikapnya memang tulus,
maka itu memang tergantung pada orangnya.
Itu sungguh
menghibur.
Tidak, jangan keluar. Pulanglah dengan mobil ini.
Tidak, terima kasih.
Aku akan naik bus.
Tidak ada yang ingin kukatakan.
Berhentilah membantah dan dengarkan.
Aku sungguh,
sungguh...
Astaga, kamu dan muruahmu.
Kenapa hidup ini sangat melelahkan?
Dia tertidur lelap.
Kondisinya tidak serius.
Ini hanya
karena kurang tidur.
Baiklah.
Karena kamu merasa bersalah.
Terima kasih.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
Untuk apa ini?
Itu indah.
Kamu sangat sensitif hari ini.
Apa itu? Periksalah.
"Layanan sopir"
- Ini layanan sopir. - Lalu kenapa?
Dia akan kehilangan bisnisnya jika melewatkannya.
Biarkan saja, kecuali jika kamu akan menggantikannya.
Dia gadis yang malang.
Dia lebih bodoh daripada kelihatannya.
Daripada bekerja serabutan, lebih baik baginya
untuk mempelajari sebuah keahlian dan mencari pekerjaan yang bagus.
Sikapmu sangat baik hari ini.
Itu hanya sebuah ide.
- Siapa yang menelepon sopir? - Aku.
Aku akan mengantarmu dengan selamat.
Pak Ha, fokuslah.
Ada dua sopir?
Kami satu set.
Pak Ha?
Hei. Apakah kamu tahu berapa harga mobil ini?
- Kita akan jalan. - Aku tahu berapa harganya.
Sayang, aku menyewa seorang sopir wanita.
Tapi dua pria datang...
Nona, 20 dolar.
Sayang, aku takut.
Jangan menutup teleponnya, ya?
Hei, kenapa cemberut?
Tidak ada yang bisa kulakukan karena tidak punya SIM.
Tidak, jangan dijawab lagi.
Aku akan membunuhmu.
Sekali lagi dan kita akan menghasilkan 100 dolar.
Aku akan memberikan uangnya.
Jangan lakukan ini.
Baiklah.
Kamu terlalu banyak bekerja dan kelelahan.
Apa pun yang kamu lakukan saat malam membuatmu tidak tidur.
Terima kasih.
Maaf.
Aku akan pergi.
Uangnya...
Perutku lemah dan menyantap sisa makanan.
Makanannya hampir kedaluwarsa.
Jangan menatapku seperti itu.
Perutku tidak lemah hari ini, maka aku menyantap makanan sisa.
Kamu juga harus meminum obatmu.
Terima kasih.
Omong-omong,
kenapa kamu tidak mempekerjakan seorang pelayan?
Kamu kaya.
Aku menggunakan pengisap debu untuk membersihkan,
mesin cuci dan mesin pengering untuk mencuci pakaianku,
dan aku memesan makanan dengan teleponku.
Itu lebih efisien dan nyaman daripada memerintah seseorang.
Aku dengar kamu memerintah orang secara efisien dan nyaman.
Kapan aku...
Kapan Kang Ha akan bangun?
Rumornya ternyata benar. Kamu memang memiliki kepribadian yang biasa.
Dia dipenjara selama sekitar enam bulan
dan dibebaskan dengan masa percobaan
karena pengadilan memutuskannya sebagai pembelaan diri.
Jaksa ingin dia dipenjara atas percobaan pembunuhan.
Tapi pengadilan memutuskannya sebagai kasus kekerasan khusus
dan membebaskannya dengan masa percobaan karena fakta
bahwa dia korban kekerasan dalam rumah tangga di bawah umur.
Omong-omong, bagaimana kamu tahu aku ada di sana kemarin?
Kenapa kamu tidak menghadiri audisi?
Kamu melarangku datang.
Kenapa kamu mendaftar jika tidak berniat hadir?
Temanku yang mengirim lamarannya.
Kamu tidak menjawab pertanyaanku.
Haruskah aku menjawab setiap pertanyaan yang kamu ajukan?
Aku melihatmu selagi lewat.
Kita bukan sepenuhnya orang asing, dan sudah waktunya aku pulang.
Negara kita tidak menghasilkan setitik minyak pun,
jadi, kupikir aku akan memberimu tumpangan.
- Tidak perlu memikirkannya. - Jadi, kamu kebetulan melihatku
dan memutuskan untuk memberiku tumpangan?
Ya, benar.
Terima kasih.
Aku sebenarnya berdoa dengan putus asa
agar seseorang datang dan menyelamatkanku kemarin.
Dan tiba-tiba kamu muncul.
Kamu terlihat seperti orang suci pada saat itu.
Entah itu kebetulan atau bukan,
aku tetap ingin berterima kasih kepadamu.
Astaga, kamu sudah cukup berterima kasih kepadaku.
Aku berutang budi padamu, jadi, aku berjanji akan membalasnya.
Hubungan kita tidak sepenuhnya baik sehingga kamu perlu berterima kasih.
Maksudku, pertemuan kita tidak pernah menyenangkan.
Itu tidak berkaitan dengan ini. Aku tetap harus berterima kasih.
Aku selalu memastikan untuk membalas kebaikan seseorang.
Apa kamu tidak punya muruah?
Aku meninggalkannya di rumah.
Kamu seorang musisi. Jangan meninggalkan muruahmu di rumah.
Alih-alih aku memastikan aku selalu memiliki harga diri.
Tentu saja, dahulu aku memiliki muruah.
Tapi aku harus berhati-hati dan terintimidasi
hanya agar bisa diakui oleh orang lain.
Itu melelahkan, jadi, aku berhenti melakukan itu.
Aku akan mengakui diriku sendiri
dan menjalani hidup yang bahagia.
Karena itu sangat penting bagiku
untuk mengatasi traumaku.
Apa kamu masih punya bubur?
Apa yang membuatmu berpikir seperti itu?
Aku sibuk memenuhi kebutuhanku.
Akan menyesakkan jika kamu menjadi terlalu pemilih dengan kehidupan.
Karena itu aku memilih untuk selalu bersikap positif.
Bagaimana keadaanmu? Apa kamu merasa lebih baik?
Ya, aku baik-baik saja.
Kalau begitu, pergilah setelah selesai makan.
Kenapa kamu datang ke sini lagi? Apa?
Bagaimana caramu membuka ini?
Aku kebetulan sedang senggang.
Bagaimana kamu bisa...
Aku tahu kamu bukan manusia, tapi kamu harus memiliki kesopanan
untuk memberitahuku sebelum kamu datang seperti ini.
Kamu berjanji akan memberiku pelajaran bernyanyi.
Aku tidak pernah mengatakan hari ini adalah saatnya.
Hari ini adalah hari yang tepat.
Terima kasih untuk kemarin.
Tidak masalah.
Tapi aku tidak akan meneken kesepakatan itu.
Sepakat. Aku akan memberimu tiga bulan lagi
untuk menjadikanku aku penyanyi yang mahir. Dan beri aku pengganti.
- Apa? - Buat orang lain meneken
kontrak jiwa.
Lalu jiwamu akan bebas. Kamu akan memiliki kebebasan.
Aku akan memberimu pelajaran bernyanyi dengan rajin.
Dan aku akan memastikan kamu memiliki
jumpa fan yang luar biasa.
No comments yet. Be the first to leave one.