Beloved

Beloved (친애하는 당신에게)

Download Indonesian Subtitle

Specials

Release info

Beloved E03 120627 HDTV x264 720p-iPOP
A Commentary by kurniawaty
Visit us @idfl.us

Tags

HDTV
hdtv
x264
720p
720
HD
Published on: 2012-07-14
Downloads: 9
Hearing Impaired: Yes

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Ran, kau baik-baik saja? Kau terluka?

Bagaimana kau bisa berlari ke arah mobil, nona?

Maafkan. Ran, kau tidak terluka kan?

Ran, ayo menyebrang.

Apa kau baik-baik saja?

Aku baik-baik saja.

Selalu saja ada anak muda seperti mereka kala hujan. Apa kalian berdua baik-baik saja?

Apa dia terluka?

Tidak sama sekali tidak. Mobilnya sama sekali tidak mengenainya.

Kita jalan sekarang.

Karenamu setiap saat aku selalu ketakutan.

Kenapa kau tidak pernah berhati-hati?

Perlukah kau meminum obat supaya tenang?

Kukira aku sudah cukup diomelin seharian ini.

Cukup diomelin?

Sini, lap dengan ini.

Ngomong-ngomong ... Ran, mengenai apa yang kau katakan tadi ...

Aku akan berpura-pura tidak mendengarnya.

Kau adalah putri guruku dari kampung halaman.

Bagiku, kau sudah seperti adikku waktu kita kecil.

Dan tidak lebih dari ...

Apa aku mengatakan yang lain?

Aku akan menyukaimu sendiri.

Kau kepanikan.

Anak-anak di sekolah dasar saja tidak seperti itu.

Ambil jaketnya.

Aku tak ingin kau dimarahin istrimu karena menghilangkannya.

Apa hujannya sudah berhenti?

Tapi aku akan membutuhkan payung bukan?

Sebenarnya, mungkin aku harus naik mobil yang lain.

Kenapa lagi tiba-tiba?

Hujannya hampir berhenti ... Begitu saja.

Chan Joo!

Kubilang, lakukan saja seperti itu!

Maafkan aku, tapi aku ingin melakukannya.

Nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif.

Sini, sampai sini saja.

Apa yang kau buat?

Aku sedang memasak mie Bibim. Kau mau?

Hmm...aku juga lapar.

Ada yang bisa kubantu?

Kau bisa memotong timunnya.

Kau menelponku beberapa kali. Aku tidak mendengarnya karena sedang bersepeda.

Kenapa bersepeda waktu hujan...apa kau gelandangan?

Apa kau bisa melakukan yang satu ini?

Sayang, bisakah kau memperhatikan aku?

Apa?

Seperti yang kau tau, aku masih dikagumi di umur 20-an.

Kuperhatikan kau tak peduli suamimu yang muda dan keren ini.

Kenapa? Adakah gadis lain yang mengatakan dia suka padamu?

Aku hanya bilang saja...

Kalo begitu tak masalah. Kenapa rewel?

Okay, kau sangat percaya diri, bukan begitu? Nyonya!

Kau mengalahkan gadis muda lain dan mendapatkan suami yang muda.

Kau memiliki semua hak untuk bangga.

Kau berada di jenjang 30-an yang bermartabat. Kau menang!

Ah!

Dah kubilang akan kupukul pantatmu jika kau kurang ajar.

Ada atau tidak?

Ada.

Maafkan aku. Aku salah.

Maaf tidak menyelesaikan masalah. Lakukan lagi 10 kali.

10 kali. Bisakah kau cepat? Sekarang!

Aku cinta padamu.

Kau tidak mau melakukannya ya?

Nona Seo, aku cinta padamu.

Hari ini agak menyebalkan.

Ini perkiraannya. Kepala Tim Go lebih tau detailnya.

Akan kuselesaikan.

- Terima kasih. - Terima kasih.

Oh, kau sudah datang?

Berikan projek ini ke Kepala Tim Cho.

Kenapa?

Lakukan saja. Tak usah banyak bicara.

Kenapa?

Apa yang kalian lakukan berdua semalam?

Kau batuk, dia batuk... bergantian.

Apakah kalian berdua melakukan pertunjukan telanjang?

Bagaimana kau bisa begitu tidak sopan?

Kami hanya kehujanan. Semalam hujan.

Begitu. Jadi kalian menikmati kencan romantis di tengah hujan.

Kau merasa kasihan dengan putri dari gurumu...

Kalian berdua kebasahan dan kalian berdua sakit.

Kau kasihan padanya dan kau mencarikan tempat untuknya.

Tak usah perdulikan. Aku tak mengatakan apa-apa.

Aku tak mengerti apa yang kau pikirkan.

Si pemalu selalu mendapatkan masalah lebih serius.

Mengambil alih gudang. Kau mau aku bertindak sebagai pemilik?

Aku tak tau.

Aku mendengar sesuatu yang lucu di rapat eksekutif tadi.

Choi Eun Hyuk adalah si investor tanpa nama. Dia yang mencegah majalah kita dari kebangkrutan.

Apa kau tau mengenai ini?

Aku bahkan tak tau bagaimana menghadapinya.

Apakah aku harus berteriak padanya atau bersujud padanya?

Berkat dia, kau dan aku termasuk 50 staff lainnya terselamatkan.

Pasti karena itu Baek In Kyung membeli majalah kita,

dan menjadi duri dalam daging, benarkan?

Hello, dengan siapa aku berbicara?

Permisi.

Bisakah aku mengambil obat yang sama untuk 3 hari ke depan?

Ini.

Aku tau kau tak akan memakannya dan membiarkannya saja terletak disana.

Tiga kali sehari setelah makan, kau tau kan?

Kapsul yang merah akan membuatmu mengantuk, jadi tidak usah kau makan.

Kau seharusnya memberitahuku lebih awal. Aku harus latihan.

Lagi ? Kenapa kau tidak ijin sehari apalagi kau sedang sakit?

Ahjusshi, apa aku membuatmu tak nyaman belakangan ini?

Apa maksudmu?

Karena aku tinggal di gudang ini gratis, kau mendengar hal-hal yang tidak mengenakkan.

Sudah kubilang tak usah khawatirkan itu. Kau selalu membuatku keliatannya tidak baik.

Kalau begitu ...

Ngomong-ngomong, Ahjusshi, apa kau bisa memasak sayuran dengan baik?

Sayuran? Tidak susah. Kenapa?

Bagaimana dengan kastanye? Aku kesulitan membuatnya.

Kuharap kau punya waktu besok malam.

Aku akan senang kalau kau bisa.

Besok hari peringatan kematian mereka.

Tentu saja, aku akan melowongkan waktu.... untuk menemui guru.

Kau janji, kan?

Okay, aku janji.

Sebentar.

Hello, Hai, Myung Jin.

Apa? Aku akan segera kesana.

Dimana kau? Aku segera ke sana.

Aku akan latihan cha-cha lagian aku juga sudah memakan obat.

Aku baru saja menelpon 119. Bisakah kau memberitahukan alamatmu?

Myung Jin!

Jin Se! Kau sudah datang.

Apa yang terjadi?

Mari sini.

Sayang!

Kau baik-baik saja?

Berapa banyak sudah dia minum?

Dia minum tidak banyak ... satu, dua bir?

Dia malah lebih banyak makan cemilan.

Sayang, apa kau mengenalku?

Ini takkan bisa. Myung Jin, aku akan membawanya ke rumah sakit.

Sayang, ayo ke rumah sakit.

- Hati-hati. - Hati-hati.

- Kau mau duduk? - Ya.

Aku benar-benar kecewa denganmu, Nona Seo.

Kau makan terlalu banyak dan terlalu cepat, sekarang kau harus masuk ke ruang rawat darurat.

Ini benar-benar bukan seperti dirimu, Chan Joo.

Kau bisa bilang begitu.

Ada sesuatu kan?

Apa?

Kau makan seperti itu bila ada yang mengganggu pikiranmu.

Seperti kau terobsesi pada makanan,

dengan cara yang menakutkan dan mengerikan,

Apa yang mengganggumu?

Tidak ada,hanya saja ... aku pengen saja.

Seperti berapa banyak yang kau makan, kau tidak akan kenyang.

Tapi siapa yang membayar? Pasti mahal.

Editor Myung Jin yang membayar.

Aku melakukannya dengan baik kan?

Aku bersalah.

Tapi, sayang...

Ya?

Aku melihat laki-laki yang sangat mirip denganmu semalam.

Dia sedang berjalan dengan seorang perempuan di tengah hujan.

Kau benar. Itu benar aku.

Kau membicarakan yang di depan jalan di rumah sakit, kan?

Itu di dekat daerah revonasi.

Ada seorang pegawai perempuan tidak membawa payung.

Jadi aku meminjamkannya jaket hujanku.

Aku menjadi seorang gentleman bukan?

Oh, seperti itu. Aku ...

Tapi kenapa kau tidak menelponku?

Apa?

Kau bisa saja menelponku. Kenapa kau langsung pergi?

Aku di dalam mobil.

Dengan siapa?

Sendirian.

Sendirian...

Ayo. Kamu sedang sakit.

Kau tak mau?

Aku tak mau ini?

Tapi aku tak yakin apakah tidak apa-apa di tempat umum.

Tapi sayang...

Ya?

Bagaimana kalau kita menambah jumlah anggota keluarga kita?

Ayahmu menunggu...dan ini sudah tiga tahun sejak pernikahan kita.

Tidak, lupakan saja.

Apa kau sudah memeriksa gasnya pagi ini?

Jin Se,

Ya?

Maafkan aku.

Aku masih punya pesona.

Lihat tampangku! Jika muncul lagi di iklan, semua orang akan menggila.

Masih kelihatan bagus.

Jika aku mengurangi sedikit berat badan, oops!

Hey, jam berapa sekarang?

Kau tau jam berapa sekarang?

Kenapa kau bisa begitu telat?

Aku menghabiskan semalam di ruang rawat darurat di rumah sakit.

Ruang rawat darurat?

Apa kau sakit?

Ada sesuatu.

Hai, Ayah, ini aku.

Apa kabarmu?

More Indonesian subtitles for Beloved

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left