The first 189 lines.
=Rahasia Lili Merah= Sub by WeTV & Ripped by skysoultan
♔ Follow @skysoultan on Instagram ♔
Namanya Nan Sheng.
Beberapa tahun yang lalu di hari ini
dia telah memilih jalan yang tidak bisa kembali.
Buku Harian "Dunia Lain" ini
ditulis oleh Nan Sheng
diberikan kepada saya saat kepergiannya.
Di dalam tertulis masa muda kami
yang paling indah.
Setiap kali melihatnya
saya akan memikirkan Nan Sheng.
Nan Sheng, kita hidup di sisi yang berbeda,
dulu kita begitu saling mencintai,
kamu pernah berkata ingin menjadi jantung saya,
berdetak di samping menjaga saya seumur hidupmu.
Tapi hubungan kita tidak abadi,
kita juga belum sempat
untuk berpisah dengan baik.
Kamu malah pergi begitu saja,
mengapa kamu memilih
jalan ini yang tidak bisa kembali?
Apakah karena ingin menghukum saya?
Mengapa?
Halo, Qiao Man.
Dasar gadis liar kamu pergi ke mana lagi?
Mengapa pagi-pagi sekali kamu sudah tidak kelihatan?
Xiao Zhi, saya susah ya.
Saya pergi mencari
Ben, orang yang tidak dapat dipercaya itu.
Saya jadi dibuat menderita karena Ben.
Biaya pemeliharaannya sebesar 50.000 Euro.
Tunggu saja sampai saya menemukan dia,
saya pasti akan
menguliti dia.
Hutangnya banyak begini, 50.000 Euro.
Dengar-dengar kalau dia akan meninggalkan Barcelona.
Saya akan pergi menahan dirinya sekarang,
orang brengsek ini,
saya ingin melihat dia bisa lari ke mana.
Jika saya memberi dorongan padanya
dia tetap saja tidak berani.
Kamu tunggu kabar dari saya saja.
Qiao Man,
Qiao Man, kenapa?
Qiao Man,
apa kamu baik-baik saja?
Qiao Man.
Pagi, Pak Lin.
Pagi.
Dokumen dari Ibu Li sudah sampai.
Biarlah saya yang ambil. –Baik.
Terima kasih ya.
Bekerja dengan keras dari pagi sampai sore
demi mengisi penuh waktu yang kosong
karena tidak ingin memberikan diri sendiri
kesempatan untuk memikirkan masa lalu,
untuk memikirkan Nan Sheng.
Orang harus selalu berjalan maju saat mereka masih hidup,
tapi bagi orang yang terkekang oleh masa lalu,
lupa itu
bukanlah hal yang mudah dilakukan.
Syukurlah ada Kakak Ali
yang menemani saya.
Dia memang sangat tangguh,
tapi dia sama seperti keluarga saya.
Ini, bawakan.
Semangat ya.
Terima kasih Pak Lin.
Melihat perusahaan yang
didirikan oleh saya dan Ali,
menjadi kuat dan besar setiap hari,
saya harap arwah Nan Sheng yang ada di langit
bisa melihatnya
dan saya berharap
saya bisa menjadi orang yang dia harapkan,
menjadi Lin Heping yang giat bekerja.
Ali,
dokumenmu sudah saya bantu ambilkan.
Heping,
pameran seni di Barcelona kali ini
berkaitan dengan
bisa atau tidaknya perusahaan kita go publik.
Masalah ini sangat penting,
mengapa kamu bisa memilih lukisan ini
sebagai rekomendasi utama?
Apakah lukisan ini lebih bagus
dari lukisan Pak Su?
Lukisan dari seorang pelukis
yang tidak dikenal,
kamu ini sedang mempertaruhkan
masa depan perusahaan.
Kalau kamu memang merasa khawatir
bagaimana jika kamu pergi ke luar negeri menjadi kuratornya,
saya tinggal di sini untuk melakukan pemasaran.
Bagaimana?
Kamu jelas-jelas tahu
kurator ini bukanlah keahlian utama saya,
kamu malah sengaja bicara seperti ini.
Kamu telah melihat
kalau karya ini
terdapat tulisan kata dunia lain,
jadi terpikir dengan Buku Harian "Dunia Lain"
sehingga memilihnya dari
karya-karya yang ada.
Pikiranmu sudah berlebihan.
Saya merasa lukisan ini
benar-benar sangat bagus,
dari segi warna
komposisi dan idenya
semuanya sangat cocok dengan tema perusahaan kita.
Saya juga sudah menghubungi pelukisnya
agar mereka segera mengirimkan
lukisan minyak ini kemari.
Saya percaya dengan pandangan saya.
Ok
boleh,
saya tidak keberatan,
tapi saya berharap
kamu bisa segera melupakan Buku Harian "Dunia Lain",
lupakan Nan Sheng.
Hatimu selalu saja terdapat
seorang yang sudah
tidak ada di dunia ini,
tapi dalam hati saya
terisi penuh
oleh segala hal tentang dirimu, Lin Heping.
Saya percaya ini juga bukanlah
hal yang diharapkan oleh Nan Sheng.
Saya bisa menunggu,
saya juga tidak peduli jika harus menunggu seumur hidup saya.
Benar yang dikatakan oleh Ali,
mengapa saya bisa memiliki perasaan khusus
terhadap lukisan ini,
karena seperti melihat diri saya saat ini
dan Nan Sheng yang ada di sisi lain.
Menatap ribuan cahaya lampu di depan mata,
saya tidak tahu lampu yang mana
dinyalakan untuk saya.
Kehidupan ini kita tidak berjodoh,
apakah kita bisa bertemu di kehidupan mendatang?
Ini di mana ya?
Mengapa saya
bisa berada di tempat aneh ini?
Apakah ada orang?
Apa di sini ada orang?
Aneh,
Di mana ya ini?
Dunia manusia yang mempesona dengan berbagai godaannya,
apakah ada orang yang bisa membantu saya untuk menyeberang?
Heping, apakah kamu masih ingat kepada saya?
Saya rindu padamu.
Mengapa kamu bisa
mirip dengan saya?
Siapa kamu? Muncul dari mana?
Jangan pedulikan siapa saya,
ini adalah tempat saya.
Mengapa kamu bisa menyusup ke sini?
Bukannya saya yang
ingin menyusup sendiri ke sini,
saya tiba-tiba melihat ada sebuah truk
lalu menyelinap masuk begitu saja.
Kenapa pergi?
Saya masih belum selesai bertanya.
Kenapa kamu tidak tahu malu begini?
Bagaimana kalau kita berteman saja?
Apa ini?
Tidak boleh seperti ini.
Beri tahu pada saya bagaimana caranya keluar dari tempat ini?
Saya masih ada urusan.
Mana orangnya?
Halo.
Halo.
Ada apa ya?
Halo?
Qiao Man. Qiao Man.
Ada masalah apa?
Tuhan, terima kasih.
Lain kali hati-hati ya.
Beruntung sekali kamu.
Baik-baiklah mengemudi.
Kami pergi ya.
Dokter, terima kasih.
Kami pergi ya.
Apa.
Ada apa denganmu, bagaimana?
Coba luruskan tangan dan kakimu,
Sakit tidak?
Apakah kamu tertabrak?
No comments yet. Be the first to leave one.