The first 200 lines.
Kita masuk ke informasi cuaca.
Cuacanya terasa semakin panas, ya?
Haya
Isaki
Papah
cuci piring
bersihkan km. mandi
cuci baju
Lagi-Lagi di kawasan Hokuriku hari ini mengalami cuaca yang ekstrem.
Seperti yang bisa kita lihat, suhu di Kanazawa mencapai 36°C.
Terik banget.
Ini sih, bakal cepat kering.
Dih ....
Isaki!
Apa?
Ambilin remotenya.
Ogah banget.
Udah gak mau nurut Mbak Haya lagi, nih?
Aku menghela napas di dalam isi benakku
Mengharap esok hari tidak akan berganti
Kutulis dan kuhapus isi surat putih ini
Khawatir kamu akan terlalu menganggap serius
Insomnia Sepulang Sekolah
Kubayangkan di balik kelopak mata
Terlelap di sebuah tempat yang mungkin akan buatku hilang
Ucapan bisa menyakiti sebuah hati
Coba kaugenggam tangan gemetaran ini
Kapan kita bertemu?
Kapan kita tertawa?
Kapankah kamu pulang?
Haruskah aku susul?
'Tuk lindungi sebuah hati ...
... yang telah kamu berikan kepadaku
RUANG OSIS
Kamp pelatihan untuk fotografi?
Benar.
Kami berniat memotret langit berbintang untuk kontes.
Oh, buat kontes?
Bagus juga.
Kalau masuk nominasi juara, mungkin bisa jadi awal yang bagus.
Terima kasih!
Di Noto ada tempat untuk ini juga?
Aku baru tahu!
Kalian bisa membiayainya sendiri tanpa anggaran dari kami?
Membiayai sendiri?
Soalnya, Ekskul Astronomi masih baru dan belum punya riwayat prestasi.
M–Mau bersujud pun, anggarannya tetap tidak ada!
Semua sudah dikuras habis saat Festival Kuyo bulan Mei!
Ukegawa, jangan lupa kunci pintu, ya!
Iya.
Sayang banget ya, Gan-chan.
Ukegawa ....
Ajari cara menulis lamaran kerja ....
Memangnya tidak ada tempat bagus di dekat sini?
Bukannya tidak ada, sih.
Cuma setelah acara kemarin dibatalkan,
aku ingin membuat hasil yang lebih pasti.
Harus dapat foto yang cukup bagus untuk memenangkan kontes.
Oh.
"Alasan melamar kerja"? Sebaiknya dijawab apa?
Bagian situ terserah saja.
Yang lebih penting,
hari kerjanya diperbanyak sedikit.
Iya.
Tapi, Gan-chan ....
Kenapa tidak tanya ke ayahmu dulu, sebelum nyari kerja paruh waktu?
Siapa tahu mau bantu?
Tidak usah.
Aku tidak ingin bahas masalah uang dengannya.
Lo?
Kalian berdua sedang apa di sini?
Katanya, Gan-chan mau kerja paruh waktu.
Kerja?
Karena tidak punya anggaran, jadi harus nabung sendiri.
Setidaknya, butuh ¥100.000.
10 juta IDR
Eh? Sebanyak itu?!
Sudah termasuk biaya bolak-balik dan menginap dua orang.
Termasuk biaya makan, kasarnya butuh segitu.
Uang THR-ku masih utuh, sih.
Jangan, jangan.
Karena kau juga anak Ekskul Renang, tidak usah ikut patungan.
Tapi kan ....
Selesai!
Cukup bagus, kok.
Tinggal wawancara saja.
Bakal lancar tidak, ya?
Enteng, mah!
Selamat datang di dunia kerja!
Isaki.
Minta juga, dong.
Nih.
Makasih!
Eh, Mbak.
Hm?
Waktu tiap jenguk Nenek, kita kan selalu pakai mobil, ya?
Kalau naiknya kereta, kejauhan jalan gak, ya?
Bukannya mending naik bus?
Seingatku, ada halte yang busnya dua jam sekali.
Kenapa memang?
Cuma penasaran.
Nakami
Radionya mau kubuka
Aku tidur duluan, ya.
Met malem.
Jadi ....
Hari ini, aku mencoba meneropong lewat teleskop astronomis sekolah.
Setelah disambung ke program komputer dan ingin mencari rasi bintang tertentu,
posisi teleskopnya akan bergerak otomatis.
Oh, Two-chan juga lagi di situ.
Two kelihatan kaget banget.
Pada hari ini, aku berencana melihat bulan.
Rasanya, waktu mengotak-atik begini ...
... terasa menyenangkan saat kucoba.
Maski masih susah tidur seperti biasa,
tapi setelah belajar tentang kamera dan astrofotografi,
seperti dibanjiri inspirasi atau berbagai hal semacamnya.
Karena itu, terasa sangat menyenangkan.
Besok, aku ada wawancara kerja.
Semoga saja diterima, sih.
Tapi jujur saja, aku kurang pede.
Kalau Magari, pasti bilang ...
Itu mah, jelas ...
... "Gas pol, rem blong!" ...
... atau semacamnya, ya?
Isaki, berisik!
Maaf ....
Aku gagal diterima ....
Kontrak jangka pendek yang langsung digaji, memang susah.
Lagian, cari kerja itu untung-untungan.
Meski yang ini apes, tapi jangan langsung kecewa.
Cari lagi!
Iya, 'kan?
Kalau dihibur begini, malah pengin nangis.
Shiromaru-senpai!
Ini Nakami!
BELUM BUKA
Lagi keluar 'kali, ya?
Shiromaru-senpai?
Shiromaru-senpai?
Di—
Dia tewas!
Ketiduran ....
Ahh ....
Harus buka, pula ....
Anu, kalau sedang sibuk, aku kembali nanti saja.
Tetaplah di sini, Ganta.
Aku mau mandi sebentar.
Eh?
Mandi?
Nitip jagakan tempatku.
Cuma dijaga doang, gitu?
Sip.
Oh, selamat kembali.
Lo, kaubersihkan?
Berantakan, sih.
Wah, makasih, lo.
Nih, imbalannya.
Susu?
Aku nebeng mandi di onsen terdekat.
Bebas banget, kayaknya.
Tumben, tempatnya berantakan?
Bentar lagi mau ada acara, sih.
Aku begadang buat membenahi segalanya.
Meski bagian itu seru-seru saja bagiku.
Memang, acara seperti apa?
Seru, lo.
Banyak orang-orang dewasa pencinta gim berkumpul,
dan main sampai larut malam.
Enaknya jadi orang dewasa ....
Lagi ada masalah?
Lamaran kerjaku ditolak ....
Mau kerja?
Soalnya, kegiatan ekskul kami bakal makan banyak biaya.
Oh, tentang kamp pelatihan itu?
Alasan buat bermesraan.
S–Sudah kubilang, bukan begitu!
Aku terpesona dengan foto Situs Mawaki di kamarmu,
dan ingin nyoba memotretnya sendiri.
Karena itu, butuh uang untuk ....
Tapi lamaran kerjaku ditolak, sih.
Memang kenapa?
Bukannya keluargamu cukup tajir?
Bukan kaya raya atau apa, sih.
Padahal orang tuamu sampai membelikan kamera secanggih itu?
Sewaktu masih SD,
aku membujuk ayahku dibelikan konsol gim.
Tapi karena takut berlebihan kalau bilang, "Aku pengin video gim",
bilangnya ingin pakai kamera di konsol gim itu, buat sok-sokan jadi fotografer.
Terus malah akhirnya dibelikan kamera itu.
Ayahku memang orangnya berlebihan.
Dia baik, dong?
Mungkin ...
... itu karena belas kasihan untukku, setelah ditinggal mendiang Ibu.
Membuatnya merasa tertuntut memenuhi kebutuhanku.
Jadi, aku tidak ingin meminta uang pada ayahku.
Hmm ....
Kalau begitu ....
Mau kerja di sini saja?
Boleh?!
No comments yet. Be the first to leave one.