The first 200 lines.
Ini enak, aku minta lagi.
Hei, minumlah.
Bukan begitu!
Hei, kemari!
Mau coba? Minumlah.
Minum saja.
Bersulang.
Kenapa? Hei, kau.
Kenapa? Ada apa?
Kau membenciku?
Lakukan saja!
Apa ini?
Kau mau menyewa dia untuk semalaman?
Jadi kau maminya?
Bicara dengannya seperti bicara dengan tembok.
Bahasa Korea-mu bagus.
Itu karena aku sering menghabiskan malam dengan pelacur Joseon.
Dan malam ini, dia pelacurnya.
Mereka bukan PSK.
Mereka seniman.
Jika kubilang akan kubayar,
kalian sebaiknya menjual seni sekaligus badan kalian.
Kalau kami tidak mau?
Maka akan ada lubang di kepalanya.
Bagaimana kalau aku?
Main denganku saja, alih-alih gadis itu.
Wah. Bukan main!
Kalau kau, berapa?
Aku justru gratis.
Jadi kau murahan?
Lucuti pakaiannya.
Baik.
Dengan satu syarat.
Syarat?
Kalau kau mengalahkanku di kontes minum,
terserah kau mau apakan aku.
Kau jalang yang cukup menantang. Kalau aku menang, akan kumakan kau…
dan juga mengambil tangan ini.
- Terserah kau saja. - Dengan satu syarat.
Aku yang tetapkan aturannya.
Astaga, makannya pelan-pelan.
EPISODE TIGA Subtitle by Amazon, Resync by surya_27895 for NEXT ver.
Hidupmu lumayan seru, ya?
Kau baru tiba di sini, tapi kau sudah direkrut, dipekerjakan
dan bahkan dirampok?
Belikan aku senpi.
Untuk apa? Bukankah kau selalu takut senpi?
Aku akan menjadi pejuang kemerdekaan.
Kita ke sini…
untuk melindungi era asal kita.
Menangkap Topeng Merah Putih,
menemukan Batu Pelindung, dan pulang selamat.
- Itulah misi kita. - Tapi…
Jika kau bersikeras ingin jadi pejuang, jangan pernah berpikir untuk pulang.
Tinggallah dan tanggung akibatnya.
Manusia di era ini berjuang dengan mempertaruhkan nyawanya.
Kau yakin kita bisa kembali?
Harus.
Di sini bahkan tak ada Wi-Fi.
Tak ada cokelat min juga.
Ataupun Ji-ah.
Tapi kau punya Tuan Lee Rang di sini.
Hei, aku melihatnya nyaris mati setibanya di sini.
Rasanya jantungku mau copot.
Tapi dia selamat.
Semoga dia bisa menjaga diri tanpaku.
Tapi dia sok menjadi bos bandit.
Entah apa aku bisa meninggalkannya.
Kapan kau akan memberitahunya?
Memberitahunya apa?
Bahwa aku akan menghilang sebulan lagi?
Kau harus memberinya waktu untuk menerima bahwa kau tak akan tinggal di sini.
Bagaimana ini?
- Makanlah. - Bagaimana kalau dia kalah?
- Astaga, kita harus bagaimana? - Tidak. Ini gawat.
Rang.
Rang.
Astaga, bagaimana ini?
Haruskah kita hentikan dia?
Mulai!
Tidak.
Dia bisa mati kalau diteruskan!
Bagaimana ini?
Para bedebah tak berguna!
Aku tak apa-apa. Masih kuat minum.
Ambilkan aku kendi.
Hei! Ambilkan kami kendi!
Wah! Hore!
Nah, itu baru Ryu Hong-joo.
Tapi ke mana berandal itu? Rang? Rang!
Anak buahmu sangat lemah.
Aku ragu mereka bisa garang di ranjang.
Dasar geisha sialan!
Senarnya putus.
Bisa tolong ambilkan?
Astaga.
Dasar jalang, lain kali aku pasti akan…
Siapa kau?
Suka instrumen gayageum?
Kau masih hidup. Kau masih hidup di era ini.
Aku tak akan menyerah untukmu.
Serta, jawaban atas pertanyaanmu bisa ditemukan di sini.
Dia Lee Yeon…
Tapi juga bukan.
Lantas dia siapa?
Putri duyung?
Akan kutunjukkan cara memakainya.
Apa ini? Sirkus?
Kok ada ekornya?
Bacot!
Ayo, ayo!
Lakukan!
Mari lihat apa itu ekor sungguhan.
- Apa-apaan! - Bisa diam, tidak?
Sialan!
KELAB SURGA
- Kau putri duyung sungguhan? - Blasteran. Ayahku seorang nelayan.
- Lantas kenapa ada di sini? - Aku ingin menjadi penyanyi.
Kau harus memilih mau jadi penyanyi
atau tontonan.
Tunggu!
Ini sisikku.
- Jika kau butuh… - Aku tak butuh itu.
Ambillah.
Kubilang tak butuh.
Sampai jumpa.
Dasinya cocok untukmu.
Kenapa kau melakukan semua itu hanya demi orang sepertiku?
Karena aku hanya membedakan dunia menjadi dua golongan.
Yang di pihakku, dan yang bukan.
Aku mempertaruhkan nyawa untuk melindungi atau menghancurkan.
Kau orang pertama.
Orang pertama yang memperlakukan gisaeng selayaknya manusia.
Kau menangis tadi?
Aku sama sekali tak menangis.
Seperti yang kauajarkan, Nyonya.
Bagus.
- Kau sudah kenyang? - Tidak sama sekali.
Aku minum banyak tanpa camilan, jadi perutku terasa kosong.
Mau kubuatkan neobiani?
Di mana dia selarut ini?
Berandal itu…
Bukankah kau tidur?
- Kau dari mana saja? - Aku habis minum. Kenapa?
Kini jam malammu pukul 22.00.
Masa bodoh.
Aku tak memercayaimu.
Siapa itu?
Kau pasti si penjaga gerbang.
Kau bau darah.
Sebagai keturunan harimau Siberia,
bisa-bisanya kau menginginkan hal sejahat itu.
Karena aku memang jahat.
Kembalilah.
Yang tersisa di kendi itu
hanyalah kebencian dan penyesalan.
Itu pun yang tersisa di dalam diriku.
Segel itu belum terbuka selama lebih dari 500 tahun.
Tapi hari ini…
segel itu akan dibuka.
Rasakan ini!
Cukup.
Aku sedang merebus nurungji. Sebaiknya aku pulang sebelum gosong.
Habisi dia!
Ada api.
Anak yang malang.
Pergilah.
Tunjukkan mata indahmu kepada Lee Yeon.
Apa yang kauinginkan?
Ini?
Ini pasti amat penting bagimu.
Di mana kau?
Di mana kau?
Ketemu.
Tatap aku.
Tatap aku.
Kenapa kau melakukannya? Kenapa kau tak menepati janjimu? Kenapa?
- Apa? Ada apa? - Ada seseorang di kamar kita.
Aku tak lihat siapa pun. Kau bermimpi?
Tadi jelas ada orang di sini.
Siapa yang di sini?
Entahlah.
Entahlah itu apa, tapi…
aku merasa melihat yang tak semestinya kulihat.
Astaga.
Wah, ada siapa nih?
Kenapa kau kemari, Nyonya?
Karena aku pemilik tempat ini.
Pantas saja aku tak bisa tidur tadi malam.
Beraninya kau membelot untuk Lee Yeon.
- Kau mencoba membunuhku! - Kubilang jangan pernah muncul lagi.
Kemari, Koo Shin-ju!
Tidak. Semua yang datang ke hutanku adalah milikku.
Koo Shin-ju.
Camkan ini.
Kalau kau muncul di hadapanku lagi,
tangan dan kakimu akan hilang.
Kumohon, ampuni aku!
Kita awali dengan menghajarmu.
Tidak! Ampun!
No comments yet. Be the first to leave one.