Hiram

Hiram

Download Indonesian Subtitle

Release info

Hiram 2025 WEBRip id
A Commentary by Kudalumping
Durasi: 01:35:05

Tags

webdl
Published on: 2025-05-28
Downloads: 162
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Apa yang membuatnya begitu lama?

Ivy!

Ivy!

Ivy!

Grace!

- Grace! - Ivy!

- Hai! Kau akhirnya di sini! - Aku akhirnya di sini! Grace!

Rasanya baru kemarin, kita membicarakan tentang aku yang terbang ke sini.

Oh, aku akan mengajakmu jalan-jalan keliling Selandia Baru!

Tentu saja! Aku sudah lama mau datang ke sini.

Aku di sini sekarang!

Setelah delapan tahun, kan?

Kita akhirnya bersama!

Semoga kau segera mendapatkan visa kerja.

Percayalah!

- Jadi? - Aku tak mau menaruh harapan, Grace.

Aku masih harus mencari pekerjaan.

Oh ayolah!

Kau pasti akan mendapatkannya!

Jangan berpikir negatif. Ya ampun!

Aku hanya tidak mau terlalu berharap.

- Kau tahu bagaimana keadaannya. - Berhentilah berpikiran negatif. Ayolah.

Ambil barangmu.

Berhentilah bersikap dramatis.

- Kau harus mengajakku keliling, oke? - Tentu saja!

Kita akan menjelajahi setiap sudut dan celah! Ayo!

- Tunggu, tunggu. - Berat sekali!

Maaf!

Ayo, cepat!

Benarkah keadaan di sini seperti ini?

Tunggu, Grace.

- Ouch! - Tunggu!

- Aku harus mengambil gambar pemandangannya! - Tentu, silakan.

Akan sangat sia-sia jika tidak.

Kau senang di sini, kan?

Tentu saja, ya.

Aku sangat senang.

Aku senang bersamamu.

Aku tidak bisa menjelaskan betapa senangnya aku saat ini.

Jangan khawatir. Kau akan melihat banyak hal seperti itu di sini!

Wah, indah sekali di sini!

Selamat datang di rumahku.

Ya, rumah kita.

Maaf, ukurannya agak kecil.

Aku satu-satunya di sini.

Agar aku bisa menghemat uang sewa.

Tapi sekarang kau sudah di sini, aku akan cari yang lebih besar.

Tempat ini tidak kecil, Grace!

Besar sekali!

Lagipula, aku tidak butuh rumah besar.

Lagipula, aku tidak yakin aku akan mendapatkan visa kerja.

Aku baru akan mencari pekerjaan.

Kau berpikiran negatif.

Kau baru sampai di sini!

Oh, Ivy.

Aku yakin kau akan menemukannya!

Oh, kau sudah mencetak gambar itu?

Tentu saja.

Itu foto yang bagus.

Aku selalu mengikuti postinganmu.

Kau tahu apa?

Aku membanggakanmu pada rekan kerjaku kau adalah fotografer yang hebat.

Grace, aku malu.

Apa yang memalukan?

Benar.

Dan, kubilang...

Suatu hari, kau akan jadi fotografer terkenal.

Grace, itu memalukan!

Siapa tahu apa yang rekan kerjamu katakan tentangku!

- Aku tidak sehebat itu! - Oh, ayolah!

Kau sangat rendah hati!

Oh!

Halo?

Ya, Pak.

Baiklah. Aku akan segera ke sana.

Sampai jumpa.

Itu tentang pekerjaan, kan?

Aku minta maaf.

Kadang-kadang aku dapat klien pada menit terakhir.

Pekerjaanku ini...

Ini pekerjaan sampingan agar aku bisa dibayar penuh.

Tapi, aku akan menebusnya.

Janji?

Janji.

Grace, tidak apa-apa.

Itu pekerjaanmu.

Itu lebih penting.

Aku bisa menghadapi kesendirian di sini.

Aku mau tidur saja. Aku masih lelah karena penerbangan.

- Aku masih jet lag. - Ah, kau sudah besar sekarang!

Aku merasa mau menangis!

- Kau yakin? - Mhm.

Aku akan bergegas, agar aku bisa pulang lebih cepat.

Oke, lebih baik begitu! Kau sudah berjanji!

Hati-hati.

Kembali segera, oke?

Kamarmu ada di sana. Di sebelah kamarku.

- Oke. Terima kasih. - Sampai nanti.

Ya.

Sampai jumpa.

Sampai jumpa.

Ivy.

Bangun!

- Ivy? - Huh?

Kau berminat keluar?

Aku masih jet lag.

Ayo, kita keluar!

- Kita mau ke mana? - Ke bar milik temanku.

Bukankah sudah kubilang aku akan menebusnya?

Ayo.

- Aku sangat lelah. - Kumohon.

Ayo?

Oke.

Oke!

Ini bar milik temanku. Ayo ke sana!

Kita cari meja dulu, baru kucari dia.

Ayo ke sini.

Jadi? Tempat ini bagus?

- Indah sekali! - Benar, kan?

Sudah kubilang!

Tunggu sebentar. Aku akan mencarinya.

- Tetap di sini. - Cepat, oke?

Ya, nikmati saja di sana, oke?

Felix!

- Oh, Grace! - Hai!

Ayo ikut aku, biar kukenalkan pada adikku.

Ivy.

Ini Felix.

Dia orang Filipina, tapi kaya.

Tapi dia juga mengelola bar ini.

- Felix. - Ivy.

Oh, jadi kau Ivy.

Adikku.

Dia sudah menceritakan semuanya tentangmu.

- Rupanya kau fotografer hebat? - Felix!

Oh! Hai, Manis.

Dia mulai lagi.

Aku akan ambil minuman. Kau mau apa?

Apa yang kau inginkan?

Terserah, Grace.

Terserah kau.

Ketahuilah, dia bisa menangani alkohol.

Oke, oke, tunggu.

Semuanya baik-baik saja, kawan-kawan?

Kalian hanya berteman?

Kenapa?

Kalian ciuman di bibir, dan kalian menyebut kalian hanya teman?

Ah, itu hanya...

Apa maksudmu? Tunggu.

- Kau tak mau memberitahuku apa pun. - Katakan saja, ini rumit.

Baiklah.

Ya.

Aku senang di sini, Grace.

Selamat datang di Selandia Baru.

Terima kasih.

- Bersulang. - Bersulang.

- Bersulang. - Terima kasih.

Selamat datang.

Permisi, kawan-kawan. Sebentar.

Bersulang, Grace!

- Apa kabar? - Aku baik-baik saja. Apa kabar?

- Yeah. - Mhm.

Hei, ada apa?

- Ada apa? - Pacarmu sungguh seperti itu?

Dia dekat dengan para perempuan?

Felix memang seperti itu.

Dia sangat ramah.

Itu sejalan dengan pekerjaannya.

Bergaul dengan orang lain.

Teruslah minum!

Terima kasih.

Oops!

- Grace, kau mabuk lagi. - Kemari.

Aku tidak mabuk.

Benarkah sekarang?

Ini, minum air dulu.

Ayo, Ivy. Aku akan menjaga kakakmu.

Istirahatlah.

Apa kau yakin?

Ya.

Ini bukan pertama kalinya.

Dia selalu seperti ini kalau minum.

Dia pikir dia bisa mengatasinya, tapi hanya dengan beberapa tegukan,

dia sudah mabuk.

Hei, satu lagi, ayo.

- Satu lagi? Ya Tuhan. - Cukup, tidurlah.

Baiklah, aku percayakan dia padamu.

- Selamat malam, Ivy. - Jaga dia, oke?

- Ya. - Selamat malam.

- Aku sayang kau. - Aku sayang kau.

Ya ampun, kita juga jarang keluar...

- Apa? - Apa?

Kau masih mau lebih?

Mhm.

Aku mau lebih.

Hei, kau sudah bangun.

Aku sedang memasak sarapan.

Kau bisa duduk.

Tidak. Biar aku saja.

Tidak. Aku saja.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left