The first 200 lines.
Kita akan pergi piknik bersama.
Kudengar Geng Cheong akan ada transaksi narkoba besar-besaran.
Aku takkan pernah bahagia jika dengan ayah.
Selamat tinggal.
Dah.
Jangan bergerak.
Aku ingin hancurkan organisasi itu untuk selamanya.
Apa Ini? -Itu milik ayah.
Sayang.
Kenapa aku harus membesarkan anak Dong Jo?
Sayang, sudah cukup.
Kau tak bisa membuat keputusan seperti ini sendiri.
Kenapa kau melakukan ini tanpa bicara padaku?
Lalu?
Dia tak punya tujuan. Aku tak bisa meninggalkannya disana sendirian.
Kau hanya mempedulikan orang lain.
Mengadopsi anak tak seperti mengurus anak anjing.
Sayang.
Aku tidak tahu.
Kau lakukan saja yang kau inginkan.
Sayang.
Ibu.
Ayah.
Min Ki.
Bagaimana kabarmu?
Oh, kemarilah.
Biar kuperkenalkan.
Ini Su Hyeon.
Dia anak temanku.
Dia akan tinggal bersama kita mulai sekarang.
Saling rukun satu sama lain.
Aku sangat sibuk hingga tidak mencarimu.
Maafkan aku.
Hei, cepatlah.
Awas.
Lee Su Hyeon.
Awas...
Mau main sepak bola?
Ajak aku jika kau akan ke tempat yang bagus.
Aku tak bisa terus bilang kau sakit pada guru kita.
Aku tak pernah memintamu berbohong untukku.
Kau akan mendapat masalah jika ayah tahu.
Kau tak tahu betapa menakutkannya dia jika marah.
Terserah.
Apa kau tak lihat banyak orang yang mengkhawatirkanmu?
Kau lihat bagaimana ibu dan ayah bertengkar.
Aku tak pernah meminta mereka untuk mengkhawatirkanku.
Kau pikir aku tunawisma?
Ayahmu membawaku kesini karena dia kasihan padaku.
Perkelahian.
Hentikan...
Apa yang terjadi?
Kembali sekarang...
Hentikan...
Kenapa kalian berkelahi?
Min Ki.
Jelaskan.
Kami bermain sepak bola...
Kau beberapa bulan lebih tua darinya. Seharusnya kau melindungi adikmu,
bukan berkelahi dengannya.
Apa ini caramu bersikap?
Dengarkan.
Kalian adalah saudara sekarang.
Saudara seharusnya saling menjaga...
dan saling membantu.
Kenapa?
Apa?
Kenapa aku jadi saudaranya?
Ini bahkan bukan keluargaku.
Katakan lagi.
Kau bukan ibu dan ayahku.
Aku bukan anakmu.
Kau.
Kenapa kau membawaku kesini?
Seharusnya kau tinggalkan saja aku disana untuk mati.
Kenapa kau membawaku kesini?
Cukup.
Hei, sudah cukup.
Biarkan dia pergi.
Apa kau tidak mau berhenti?
Tidak.
Jangan pernah lupakan ini.
Ini rumahmu...
dan kau anggota keluarga ini.
Hai, Tn. Lee.
Kau dihukum lagi?
Kau harus duduk seperti ini.
Agar kakimu tidak mati rasa.
Dan basahi hidungmu tiga kali.
Nyonya, pesan dua yoghurt.
Hei, kau dihukum lagi?
Siapa ini?
Dia adikku.
Adik?
Usia kami sama.
Dia pasti sepupumu.
Meski hanya beberapa bulan tetap saja lebih tua.
Aku tahu.
Katakan dengan jujur, kau pergi kemana?
Apa?
Kau pergi kemana jika bolos?
Intel mengatakan tersangka adalah teroris dengan peledak.
Kukatakan ini lagi.
Pastikan penumpang tidak tahu apa yang sedang terjadi.
Yoon Ho Yeong, situasi?
Sejauh ini aman.
Peledak cair sangat kuat.
Tetap waspada.
Ya, bu.
Tersangka adalah pria sekitar akhir 30-an,
tinggi sedang dan diduga terlatih secara militer.
Ingat bahwa mungkin ada kaki tangan.
"Polisi"
Lee Su Hyeon...
Bagaimana situasi di gerbang keberangkatan?
Aku berpatroli dengan tim tiga.
Tapi sejauh ini aman...
Oh, maafkan aku.
Aku minta maaf.
Tim satu, ikuti tersangka berjaket cokelat.
Kang Min Ki.
Kang Min Ki, kau dimana?
Kenapa kau keluar dari lokasi?
Aku masih disini.
Aku tak melihatmu di kamera.
Aku berusaha tak mencolok seperti yang kau minta.
Aku bergerak.
Situasi lima, mengejar tersangka. Butuh bantuan.
Situasi tiga, bantuan, siaga.
Halo.
Aku akan kembali ke kantor.
Ya.
Tim bantuan, ikuti tersangka wanita.
Permisi, aku dengan...
Kode Bahaya...
Dalam pengejaran tersangka...
Peringatan. Semua unit siaga.
Tim dua, tersangka ditemukan.
Nona, maafkan aku.
Menunduk.
Astaga, jangan terlalu serius. Ini latihan.
Jika kau akan jadi tersangka, pakai kacamata sungguhan.
Dan tanggalkan sepatu botnya.
Baiklah, bubar.
Permisi. Kau menjatuhkan ini.
Tidak.
Ya, kau menjatuhkannya.
Bukankah kita dari tempat yang sama waktu di LA?
Aku berasal dari New York.
Maaf. Aku salah.
Tunggu.
Ini bukan waktu yang tepat untukku,
tapi bagaimana jika makan malam nanti?
Kenapa?
Apa pendekatan itu pernah berhasil?
Yah,tujuh dari sepuluh.
Maka aku jadi salah satu dari tiga yang menolak.
Lagipula, majalah itu masih ada bandrol bandara yang menempel.
Latihan selesai.
Kerja yang bagus.
Latihan selesai. Kembali ke titik pertemuan.
Perhatian, hormat.
Balik badan.
Maju.
Yoon Ho Yeong.
Ya, Bu.
Kau lupa prosedur penanganan bom.
Aku minta maaf, Bu.
Semua berjalan baik karena Su Hyeon menangkap tersangka dengan tenang.
Tapi kau harus mampu mengatasi banyak variabel...
dalam serangan teroris sebenarnya.
Mengerti?
Dimana Kang Min Ki?
Disini.
Kau dari mana, bermalas-malasan?
Tentu saja tidak.
Aku melihatmu bicara dengan seorang gadis.
Aku mengikuti tersangka...
karena kupikir mungkin saja ada kaki tangan.
Apa kau memberitahunya soal kaki tangan?
Tidak.
Kenapa kau berpikir kaki tangannya seorang wanita?
Menurutku kosmetik atau parfum...
akan jadi cara yang baik untuk menyembunyikan bom cair.
Bagaimana New York?
Aku hampir pingsan setelah pekan raya seni dan mengunjungi beberapa galeri.
Brengsek. Jika disana, aku akan nonton musikal Broadway atau semacamnya.
Bos, kau tak lihat aku menggosok kakiku karena telah bekerja begitu keras?
Aku bilang untuk bersenang-senang,
bukan bekerja keras.
Ya, aku juga menyesalinya.
Ya Tuhan. Aku sangat lelah.
Aku benar-benar lelah. -Ji Woo,
ada masalah.
Apa?
Tentang gedung baru Keumho Construction...
Oh tidak...
Tidak mungkin.
Arsipnya ada di kursi belakang.
Tidak... tidak mungkin.
No comments yet. Be the first to leave one.