The first 196 lines.
=Sang Gadis dan Pangeran=
Pedang Qinglong di tangannya,
menebas ke kiri dan kanan, atas dan bawah,
secara paksa, membuka sebuah jalan penuh darah
di tengah para pasukan pemberontak.
Panglima musuh, Tuo Mu,
sudah semakin dekat dengannya.
Begitu Tuo Mu melihatnya,
ini sudah gawat.
Begitu dia mengibarkan bendera perintahnya,
semua pengawal kaisar di sisinya
menembak Pangeran Qi dengan panah beracun.
Meskipun Pangeran Qi masih muda,
tetapi ilmu bela dirinya sangat hebat.
Hanya puluhan panah beracun saja,
tidak akan bisa mengalahkannya.
Tuan Muda.
Di sini.
Kamu sudah tertangkap.
Aroma bunga persik di tubuh Nona Biyun,
paling menyegarkan.
Siapa itu Pangeran Qi?
Dia adalah Dewa Perang di negeri kita.
Saat para pengawal kaisar di sekitar melihat situasi ini,
semuanya sangat ketakutan.
Cepat lari!
Dewa Perang datang!
Habislah kita kalau tidak lari!
Bagus! Bagus! Bagus!
Bagus! Bagus! Bagus!
Para penonton. Diprediksi...
Tuan sudah datang?
Anda seharusnya memberi tahu lebih awal,
ruangan terbaik kami...
Biro Mingjing menangani kasus.
Nona Qingshao paling nakal.
Kami bertiga menggunakan aroma melati,
bagaimana kamu bisa tahu kalau ini adalah saya?
Nona Qingshao
paling suka menggunakan minyak osmanthus untuk menyisir rambut.
Di sini.
Apa yang terjadi?
Tuan,
di atas masih ada beberapa kamar VIP.
Ayo.
Bukan...
Para tuan sekalian,
semua perabotku sangat mahal,
kalian harus berhati-hati, ya.
Siapa kamu?
Sedang apa kalian?
Maaf, maaf.
-Cepat pergi, cepat pergi. -Maaf, ya.
Lanjutkan, lanjutkan. Maaf, ya.
Tuan!
Tuan Muda.
Sedang apa kalian?
Maaf, maaf.
Tidak tahu caranya mengetuk pintu? Cepat pergi.
Minumlah.
Gembira.
Jangan lari.
Nona Qingshao, saya ingin...
Di sini.
Sini. Sini.
Genit dan sembrono.
Tuan,
ada keperluan apa?
Pengguna tangan kanan.
Bukan dia orangnya.
Tuan,
apa maksudnya ini?
Tuan,
tuan ini
sungguh bukanlah orang jahat.
Bolehkah anda berbaik hati?
Periksa satu kamar lagi,
kita masih harus berbisnis.
Siapa kamu?
Apa-apaan ini?
Pria Seribu Wajah,
kamu ditangkap.
Maksudmu pemerkosa beruntun?
Di mana?
Pemerkosa beruntun?
Kamu tidak sedang membicarakanku, kan?
Bukan kamu,
tetapi dia.
Dia bilang saya orangnya.
Apa kamu sedang bercanda?
Gadis manja dan imut sepertinya
mana mungkin adalah pemerkosa beruntun?
Jangan berpura-pura lagi.
Sehebat apa pun teknik menyamarmu,
juga tidak bisa mengubah tubuhmu menjadi tubuh wanita.
Dia bukan wanita?
Saya lihat kamulah yang tidak mirip pria!
Wanita di sini semuanya menari,
dan memakai lonceng di pergelangan kaki untuk memeriahkan suasana,
jadi sangat menjaga dan melindungi kulit pergelangan kaki.
Tetapi pergelangan kakimu
sangatlah kasar.
Tentu saja,
kamu juga bisa berkata
bahwa kamu tidak bersedia mengikuti peraturan itu.
Hanya saja,
kamu terbiasa menggunakan tangan kiri,
juga terdapat bubuk obat bius di sela-sela jari.
Saya rasa, gadis yang kamu gantikan
dari awal sudah kamu bius dan kamu sembunyikan di suatu tempat.
Dia benar-benar adalah seorang pria.
Tadi saya bahkan menciumnya sekali.
Puih! Puih! Puih!
Bawa pergi.
Baik.
Jalan!
Apakah tidak ada ucapan terima kasih?
Nona Qingshao.
Pangeran.
Pangeran, hati-hati.
Mari, berikan satu gelas lagi untukku.
Temani saya minum segelas.
Nona Qingshao,
temani saya minum segelas lagi.
Pangeran, hati-hati.
Mari.
Penuhkan, penuhkan.
Pangeran,
semua orang sudah pergi.
Kenapa kamu tidak mengatakannya dari tadi?
Menurutmu,
kenapa menjadi pecundang yang berfoya-foya
lebih melelahkan daripada memimpin pasukan untuk berperang?
Pangeran.
Pangeran, matamu...
Saya sudah terbiasa,
kamu tidak perlu khawatir.
(Perahu yang mengantar dana bantuan bencana untuk Kabupaten Qingshui)
Sudah saya duga,
cepat atau lambat pasti akan ada yang mengawasi dana bantuan bencana ini,
dan memang benar dugaanku.
Rumor yang beredar adalah
raja naga murka
dan menelan uangnya.
Apa yang perlu ditakuti dari hal-hal mistis?
Takutnya ada yang menggunakan tipu muslihat.
Apakah Pangeran mau menyelidikinya sendiri?
Tentu saja.
Bilang saja,
saya merasa ibu kota tidak menarik,
lalu pergi bertamasya.
Baik.
Jangan berpura-pura lagi.
Sehebat apa pun teknik menyamarmu,
juga tidak akan mengubah tubuhmu menjadi tubuh wanita.
Dalam perjalanan kali ini,
saya membutuhkan seseorang untuk membantuku.
Tuan Kepala Biro,
saya yang seharusnya menyelidiki kasus raja naga menelan uang.
Kasus ini
sudah saya serahkan kepada Su Ci.
Kasus Pria Seribu Wajah,
awalnya saya yang selalu mengikutinya,
tetapi Kepala Biro malah menyerahkan tugas menangkapnya
kepada Detektif Muda Su.
Lalu sekarang lagi-lagi mengaturnya seperti ini,
apakah tidak terlalu pilih kasih?
Detektif Muda Luo telah salah paham.
(Menggantung tinggi penghakiman yang adil di pengadilan)
Pria Seribu Wajah ahli menyamar
sedangkan Su Ci memiliki penglihatan yang melebihi orang lain,
saya rasa lebih cocok kalau dia yang pergi.
Jika memberikan saya beberapa hari lagi,
saya juga bisa menangkapnya.
Lalu akan ada berapa banyak wanita lagi yang akan menjadi korbannya?
Apakah Detektif Muda Luo tidak memedulikan yang lainnya
hanya karena berebut jasa?
Kamu...
Sudah, sudah, sudah.
Jangan ribut, jangan ribut.
Detektif Muda Luo,
sebenarnya saya masih ada
kasus yang lebih penting yang akan diserahkan kepadamu.
Kasus mayat wanita tak berkepala di pinggiran kota,
ini sudah kasus yang kelima.
Bisa tidaknya menangkap pembunuh ini,
semuanya bergantung padamu.
Kalau begitu, saya juga pamit dulu.
Su Ci,
bawalah ini.
(Cerita Pangeran Qi - Menang dalam Perang Gunung Kun)
Sudah lama saya mencari buku ini.
Te... terima kasih Tuan Kepala Biro.
Hanya saja,
ini adalah uang simpanan yang sudah lama Anda sembunyikan.
Apanya yang uang simpanan?
No comments yet. Be the first to leave one.