The first 198 lines.
Sang Konglomerat Legendaris
A'Jing, kita sudah menikah begitu lama.
Apa kau tidak bisa mempercayaiku?
Mengenai keguguran anak kita, aku sudah tahu.
Aku tidak mungkin memberimu anak lagi.
Aku yakin suatu hari nanti kau akan menemukan perempuan lain.
Kau akan menelantarkanku.
A'Jing...
Apa mungkin aku bisa?
Bagaimana mungkin aku tidak menyukaimu?
Aku tidak pernah memiliki pikiran seperti itu.
Bukankah kau bilang kalau
kalau kau menyukai anak-anak?
Memang benar.
Tapi kalau kita tidak memiliki anak pun, itu bukan masalah.
Selama aku memilikimu, itu sudah cukup.
Oke.
Jangan marah.
A'Jing, sudah berapa lama kita bersama?
Kenapa?
Maafkan aku.
Bisakah kau tidur di ruang kerja malam ini?
Setelah keguguran, aku jadi takut.
Oke.
Dealer,
- kau bisa pulang sekarang. - Oke.
Kenapa? Masih belum ingin pulang? Aku sudah mau tutup.
Apa kau mau mengusirku?
Apa kau bertengkar dengan istrimu? Apa karena aku
atau karena cokelat ini?
Sebetulnya, istrimu tidak buruk.
Dia memiliki uang dan dia cantik.
Dan dia juga suka beramal.
Dia setiap hari datang ke panti asuhan untuk menjadi relawan.
Tapi....kurasa....dia tidak bisa memahamimu.
Jika dia bisa membuatmu diterima di rumah, maka di saat seperti ini
kau harusnya ada di rumah dipelukan istrimu dan bukannya di tempatku
minum-minum sendirian.
Kadang, aku pun tidak tahu
apakah kami masih suami-istri.
Saat ini, dia
bahkan tidak ingin aku menyentuhnya.
Anak kami telah pergi. Dia tidak bisa mengandung lagi.
Dia terluka, tapi aku juga.
Aku bisa memahaminya.
Namun kami tetaplah pasangan suami-istri.
Aku ini juga laki-laki.
Kurasa dia tidak mampu memahamimu.
Bagaimana mungkin ini semua kesalahanmu?
Ini bukan salahmu. Dia tidak seharusnya menyalahkanmu.
Kurasa aku tahu apa yang kau butuhkan.
Yang kau perlukan itu sederhana.
Yaitu orang yang bisa memahamimu, benar?
Nn. Ye Xia, aku tahu kau kelelahan.
Tapi laporan mengenaimu baru saja keluar kemarin.
Setelah kau membacanya, apa kau bisa memberi komentar pada kami?
Bukankah aku sudah bilang? Manajer promosiku sedang sakit.
Dia sedang pergi ke dokter. Selama dia belum kembali, aku tidak akan menjawab pertanyaan kalian.
Kalau kau tidak mau memberi komentar, kenapa kau datang kesini?
Pendeknya, aku tidak mau berkomentar atas situasi ini.
Kudengar dia memiliki masalah mengatur emosi.
Siapa itu?
Siapa yang bilang kalau dia memiliki masalah dalam mengontrol emosi?
Pergi.
Aku tidak akan menerima permintaan wawancara kalian.
Semuanya, tunggu.
Memangnya boleh marah-marah dan membuat para wartawan pergi seperti itu?
Apakah akan ada wartawan lagi di pesta dengan para pengusaha film malam ini?
Kudengar nanti akan ada wartawan asing.
- Manajer Feng masih di rumah sakit. Jadi-- - Kalau kau menanyakan begitu banyak pertanyaan, kepada siapa aku bisa bertanya?
Tulis. Tulis!
Tulis saja apapun yang kalian para wartawan inginkan.
Kurasa kau salah paham. Aku bukan wartawan.
Nn. Ye Xia, wajahmu kelihatan kurang enak.
Atau mungkin kau tidak memahami kalimat yang tertulis di botol dan tidak bisa mencari obatmu sendiri?
Botel ini berisi obat sakit kepala.
Sebetulnya, aku penggemarmu. Aku sangat suka menonton film-mu.
Tenanglah. Aku tidak akan mengatakan pada siapapun.
Terima kasih.
Kau mengerti bahasa Inggris?
Aku mengerti sedikit.
Jadi, apa kau bisa membantuku melakukan sesuatu?
Semuanya, aku minta maaf.
Karena pagi ini aku kurang enak badan, jadi sikapku pada kalian semua kurang baik.
Sekarang aku meminta maaf.
Bapak dan ibu sekalian,
Nn. Ye berjanji untuk melakukan wawancara singkat sebagai gantinya.
Lagipula, dia juga menyiapkan beberapa rekaman yang sudah ditandatangani.
Saat keluar nanti, kalian bisa mengambil satu sebagai keanang-kenangan.
Kami sangat berharap kalian semua bisa bersenang-senang malam ini.
Terima kasih.
Untunglah kau ada disini, jika tidak, suara emasku hanya akan menjadi diam itu emas.
Xiaoyu.
Ini suami Xiaoyu, Tn. Gu.
Senang bertemu denganmu, Nn. Ye. Sangat senang bisa bertemu denganmu.
Xiaoyu memang hebat. Aku ingin tahu suaminya orang seperti apa.
Duduklah.
Xiaoyu banyak bercerita tentangmu padaku, terutama mengenai kecintaanmu pada film.
Dan juga bahwa kau sangat suka membuat film berkualitas tinggi untuk membangun kembali reputasi perusahaanmu.
Aku harusnya minta maaf. Akulah yang seharusnya mengatakan ingin agar kau bekerjasama dengan kami.
Tidak masalah. Karena aku sudah memutuskan untuk berjanji pada kalian.
Nn. Ye Xia!
Aku sebetulnya ada film yang harusnya sudah mulai syuting.
Tapi sepertinya ada masalah dengan pemeran utama pria-nya, jadi tertunda.
Karena itu aku jadi memiliki waktu luang.
Bagus kalau begitu.
- Semoga kemitraan kita bisa langgeng. - Semoga kita bisa bekerjasama dengan baik.
Terima kasih.
Aku sudah menemukan kemeja yang kau cari.
Aku akan mengirimnya ke kamarmu.
Terima kasih.
Ruoxia, apa semalam kau tidur di ruang kerja?
Aku tahu kau melakukannya demi Jingjing.
Kau takut kau akan mengganggu tidurnya karena sudah larut.
Tapi kau tidak boleh melakukan ini lebih dari seminggu.
Aku tahu.
Aku juga ingin bisa cepat selesai bekerja dan pulang lebih awal.
Aku sudah selesai makan. Kau makan pelan-pelan saja.
- Tn. Gu. - Biarkan aku bicara dulu. Tolong batalkan semua rapat untuk pagi ini.
Hai.
Aku ingin menyampaikan bahwa dia sedang menunggumu.
Lama tidak bertemu.
- Apa ada yang kau perlukan dariku? - Ya.
Apa kau perlu bicara disini?
Ini adalah perusahaan. Kalau tidak bicara di sini, dimana lagi.
Kau masih ingat pengusaha Malaysia yang pernah aku ceritakan dulu?
Dia datang kesini dari Singapura.
Apakah dia yang tertarik untuk berinvestasi dalam film?
Kau ingin bertemu dengannya?
Kuharap kita akan dapat bekerjasama dengan baik.
Tidak perlu basa-basi. Teman Meina adalah temanku juga.
Meina selalu memujimu.
Kau harusnya berterima kasih pada Meina.
Begitu aku kembali dan membicarakan dengan detail bersama Kemegahan Baru Film, aku akan segera menghubungimu.
Oke. Kalau begitu, aku permisi dulu.
- Sampai nanti. - Sampai nanti.
Kesepakatan ini nyaris bisa ditandatangani sekarang, kenapa kita harus menunggu?
Tianxia sekarang telah bergabung dengan Perusahaan Film Kemegahan Baru.
Bila kami ingin membuat film baru, mereka harus menyetujuinya dulu.
Kau jelas mampu menangani semuanya sendiri,
jadi kenapa kau harus bekerja untuk orang lain? Apa kau memang rela menjadi seperti ini?
Kalau khawatir memikirkan pendanaannya,
aku bisa mengenalkanmu pada lebih banyak orang lagi.
Tidak perlu. Kau sudah sangat membantuku.
Aku berterima kasih padamu.
Kita cari waktu agar aku bisa mentraktirmu makan sebagai ungkapan terima kasihku.
Kalau begitu kita lakukan malam ini.
Aku ada waktu malam ini.
Hari ini? Ada yang harus kulakukan hari ini.
Kalau begitu lain kali.
Sejak malam itu, kau terus menghindariku.
Kenapa? Kau takut? Aku tahu apa yang kau takutkan.
Jangan khawatir. Aku tahu aturan permainannya.
Aku tidak akan mengatakan pada siapapun mengenai kita.
Maafkan aku.
Waktu itu, aku sedang mabuk,
jadi kita....
Intinya, aku minta maaf. Hal ini tidak akan terjadi lagi.
Tak kukira pria juga bisa seperti
para perempuan yang kalian sebut pengecut, lain di bibir lain di hati.
Bagaimana kalau begini? Kita lempar koin untuk menguji perasaanmu padaku.
Kalau kau ingin memutuskan hubungan denganku,
yang muncul sisi kepala. Jika tidak,
artinya hatimu berbohong.
Tidak perlu.
Yang kukatakan tidak bertentangan dengan yang kurasakan. Semua yang kuucapakan itu adalah benar.
Aku mencintai keluargaku. Aku mencintai istriku.
Aku tidak ingin bermain-main lagi.
Terima kasih
karena sudah memikirkan karirku, tapi kau tidak perlu lagi melakukannya.
Maafkan aku. Selamat tinggal.
Naskah ini ditulis dengan sangat baik.
Sepertinya ini memang hasil karya Tn. Yifei.
Aku juga tidak yakin mengenai hal itu.
Aku juga mendengarnya dari asisten Nn. Ye Xia. Dia pernah mengatakan padamu dulu
bahwa dia ingin membuat film karya Tn. Yifei.
Karena itu aku berusah segera mencarinya dan membawanya kesini untuk dibicarakan denganmu.
Sebetulnya aku bisa memahami keraguanmu.
Tapi kalau ini memang hasil karya Tn. Yifei,
kenapa selama ini disimpan oleh Kemegahan Baru FIlm dan tidak pernah dibuat menjadi film?
Kau sudah tanyakan hal itu pada Tn. Yao?
Kalau aku tanyakan padanya, dia sendiri yang akan mengambilnya dan membuatnya jadi film.
Kalau begitu ini akan menjadi milik Kemegahan Baru.
Terima kasih.
Bagaimana kalau begini? Aku akan melakukan verifikasi apakah ini benar hasil karya Tn. Yifei. Jika memang benar,
aku akan segera memberikannya pada Nn. Ye.
Benar sekali, ini memang tulisan tangan Tn. He Yifei.
Kau yakin?
Meskipun kami jarang bertemu, dia telah menyumbangkan artikel pada surat kabar kami selama bertahun-tahun.
Aku sering melihat artikel yang ditulisnya. Aku tidak mungkin salah.
Baguslah kalau begitu.
Tapi sebelum aku selesai memverifikasi apakah naskah ini benar hasil karya Tn. He Yifei,
Nn. Ye Xia sudah mengumumkannya keluar.
Mendengar kata-katamu, aku jadi lega.
Aku harus memberimu selamat. Jarang bisa mendapat naskah yang bagus seperti ini.
Kau tidak boleh menyia-nyiakannya.
Oh, ya. Jika Tn. Yifei kembali nanti dan ada kesempatan, aku ingin dapat bertemu langsung dengannya.
Mengucapkan terima kasih padanya secara langsung.
No comments yet. Be the first to leave one.