The first 200 lines.
"Episode 8"
Tidak ada yang istimewa.
Apa-apaan ini?
Jae Ni, lari!
"Pelarian Besar Penjara Zombi"
Bagaimana...
Bagaimana ini bisa terjadi?
Nona Park, kuharap tidak ada kesalahpahaman.
Kukira aku memegang tangan Jae Ni.
Jae Ni pasti takut,
jadi, aku meraih tangan dan berpikir itu tangan Jae Ni.
Bagaimana bisa itu tanganmu?
Tidak, Pak Lee. Akulah yang harus minta maaf.
Ada hantu yang tiba-tiba muncul dan mengejutkanku.
Kupikir aku juga memegang tangan Jae Ni.
Aku sungguh tidak tahu itu tanganmu. Aku serius.
Namun, menggandengmu membuatnya tidak terlalu menakutkan, bukan?
Apa?
Ya, tentu.
Omong-omong, di mana Jae Ni?
Anak-anak mungkin di luar.
Jae Ni!
Kenapa aku bertanya apakah itu tidak terlalu menakutkan
karena aku memegang tangannya?
Kamu harus tidur jika lelah.
Aku yakin hari ini sangat berat bagimu.
Tidak apa-apa. Aku baik-baik saja.
Sudah lama aku tidak bersenang-senang dengan anak-anak.
Aku berutang semua ini kepadamu.
Terima kasih.
Aku tidak melakukan apa pun.
Anak-anak merencanakan hari ini untuk membangkitkan semangatmu
dan aku orang ketiga.
Tetap saja, aku merasa senang.
Aku bersenang-senang,
tapi tidak menduga anak-anak juga sebahagia ini.
Aku harus sering mengajak mereka sebelum mereka lebih besar.
Kamu juga harus ikut kami dalam tamasya berikutnya.
Benar. Aku juga bersenang-senang.
Apa kamu bisa menyelesaikan masalah keluargamu?
Ya.
Syukurlah.
Se Jong
sangat khawatir soal kemungkinan kamu berhenti.
Maafkan aku.
Tidak perlu minta maaf.
Sepertinya anak-anakku sangat menyukaimu,
dilihat dari cara mereka mengumpulkan uang saku.
Nona Park.
Akan kuhargai jika kamu bisa tinggal bersama kami untuk waktu yang lama.
Tentu saja. Terima kasih sudah berkata begitu.
Anak-anak, kita sudah di rumah.
Se Jong?
Baiklah.
Benarkah dia
putriku, Dan Dan?
Benarkah?
Ya, halo.
Gadis di foto yang kamu kirimkan.
Benarkah dia Park Dan Dan, putri Park Soo-chul?
Kamu yakin?
Ya. Dia putri Park Soo Chul, Park Dan Dan.
Aku yakin.
Baiklah. Aku mengerti.
Terima kasih banyak.
Dan Dan...
Dan Dan...
Dan Dan.
Sulit kupercaya.
Astaga.
Ini sulit dipercaya.
Siapa ini?
Dia tutor kami.
Halo, senang bertemu denganmu.
Tidak apa-apa. Aku bisa melakukan ini.
Aku akan membawa tasnya.
Namun,
aku yakin
mereka berpura-pura tidak saling mengenal.
Seperti orang asing.
Namun, kenapa?
Kenapa mereka melakukan itu padahal mereka ayah dan anak?
Kenapa?
Apa yang kamu lakukan kepada putri kita?
Kenapa dia hidup seperti itu?
Kenapa kamu meninggalkannya sendirian di rumah orang lain?
Apa kamu
menelantarkannya karena membenciku?
Itukah alasannya? Benarkah?
Benarkah begitu?
Kenapa...
Kamu yang meninggalkan Dan Dan.
Kamu menelantarkannya.
Kamu kabur meninggalkan bayi kecil itu.
Beraninya kamu muncul di sini.
Kamu tidak berhak mengatakan hal seperti itu.
Beraninya kamu...
Baiklah. Aku akan mencari tahu sendiri
kenapa Dan Dan berakhir seperti ini.
Aku akan mencari tahu.
Pak Lee, kenapa kalian pulang bersama?
Apa kamu bertemu dengan mereka di depan rumah?
Pak Lee, apa itu di kepalamu?
Aku pergi ke taman hiburan dengan anak-anak.
Tampaknya, ini yang dilakukan orang di taman hiburan.
Taman hiburan? Kalian pergi ke sana?
Ya. Kami bersenang-senang.
Sangat menyenangkan.
Kamu bersenang-senang, Se Jong? Kamu tampak sangat bersemangat.
Aku tidak tahu.
Kukira Nona Park pergi ke bioskop dengan anak-anak.
Pak Lee, kamu tampak keren dengan bando itu.
Semua orang di taman hiburan memakai ini.
Anak-anak, boleh ayah lepas ini sekarang?
- Ya. - Ya.
Park, kamu pasti lelah. Pergi dan beristirahatlah sekarang.
Anak-anak. Mandi dan beristirahatlah.
- Baiklah. - Ya, Ayah.
Ayo.
Kalau begitu, aku akan ke ruanganku.
Terima kasih, Nona Cho.
Pak Lee, anak-anak tampak sangat bahagia.
Menurutku bagus kamu pergi ke taman hiburan.
Kurasa begitu.
Sudah lama aku tidak melihat mereka begitu bahagia.
Kenapa aku tidak terpikir melakukan ini lebih awal?
Kamu harus lebih sering melakukan itu.
Omong-omong, apakah itu
ide Nona Park?
Tidak.
Anak-anak yang memikirkan ide itu.
Anak-anak?
Maksudmu Jae Ni, Se Chan, dan Se Jong?
Mereka pikir Nona Park tampak murung.
Mereka mengumpulkan uang dan merencanakan semuanya
untuk menghiburnya.
Aku lihat mereka berjalan ke stasiun kereta bawah tanah dan bergabung.
Sebagai sopir.
Begitu rupanya.
Hari ini, aku sadar akhirnya aku bisa
memercayakan anak-anak kepada Nona Park sekarang.
Aku bisa tahu
bahwa mereka memiliki ikatan yang kuat dan kepercayaan
di antara satu sama lain.
Begitu rupanya. Baiklah.
Omong-omong, kamu tidak pulang karena kami?
Ini sudah larut. Kamu harus pulang.
Baik, Pak.
Aku suka bunga hari ini. Aromanya enak.
Nona Cho, terima kasih untuk semuanya.
Serta aku ingin kamu bergabung dengan kami lain kali.
Terima kasih atas kerja kerasmu.
Dengan senang hati. Selamat malam, Pak.
Ya. Kami bersenang-senang.
Sangat menyenangkan.
Kamu bersenang-senang, Se Jong? Kamu tampak sangat bersemangat.
Pak Lee, kamu tampak keren dengan bando itu.
Semua orang di taman hiburan memakai ini.
Setelah kupikir-pikir, itu sangat menyebalkan.
Kenapa Nona Park membuatku kesal?
Aku suka bunga hari ini. Aromanya enak.
Nona Cho, terima kasih untuk semuanya.
Serta aku ingin kamu bergabung dengan kami lain kali.
Terima kasih atas kerja kerasmu.
Baiklah. Pak Lee tahu aku penting baginya,
dan aku bisa melihat Se Jong setiap hari.
Baiklah.
Aku akan bersantai dan menjadi lebih penting
agar keluarga itu tidak bisa hidup tanpaku.
Putraku.
Astaga. Bagaimana bisa aku memegang tangan Pak Lee seperti itu?
Aku bodoh sekali.
Kuharap dia tidak salah paham.
Omong-omong,
kurasa Pak Lee
sangat lembut dan manis.
Sarapan sudah siap.
Hei. Berandal. Bangun dan sarapan.
Aku tidak mau makan.
Kenapa kamu tidak mau makan?
Supnya mulai dingin.
Dae Bum tidak mau makan.
- Apa? - Ayo, Bu.
Astaga, Dae Bum.
Ibumu memasak daging pedas dan telur dadar gulung kesukaanmu.
Dia bahkan memasak sup taoge untuk pengarmu.
Ayo keluar dan makan, ya?
Kamu tidak makan malam semalam.
Kamu pasti kelaparan.
Keluarlah.
Dia bilang tidak mau makan. Jangan ganggu dia.
Baiklah.
Dia mempermalukan semua pria.
Dia tidak akan bisa makan jika punya hati nurani.
Ibu.
Semalu apa dia sampai menolak makan?
Dia melompat dari tidurnya jika mendengar "daging pedas".
Dae Bum, kenapa kamu melakukan itu?
Kamu terlahir sebagai pria. Jika kamu tidak bisa
berlayar ke Kutub Selatan dengan perahu kecil,
No comments yet. Be the first to leave one.