The first 200 lines.
Firma Hukum Koo Jae In Woo Ah Mi
Firma Hukum Koo Jae In?
Koo Jae In . . .
Pengacara Penggugat: Koo Jae In
Ada apa?
Koo Jae In . . . seperti apa orangnya?
Apa dia orang yang kau kenal?
Apa kau menerima pekerjaan ini karena kenal dia?
Ya.
Bagaimana kau mengenal orang ini? Ceritakan segalanya tentang dia.
Kau mengenal dia juga.
Kau bahkan mungkin mengenal dia lebih baik dariku.
Apa?
Orang yang kukenal?
Siapa dia? Siapa itu Koo Jae In?
Dia Pengacara Jang Eun Joong.
Apa siapa?
Kalau begitu Koo Jae In . . .
Ya. Itu nama baru Pengacara Jang Eun Joong.
Ada apa?
Ada masalah apa?
Tidak ada.
Aku tidak tahu namanya berubah dan aku salah mengerti.
Bangunlah. Ayo main bulu tangkis.
Tunggu.
Apa?
Aku ingin mendapatkan USB itu kembali.
Aku tidak ingin menjadi beban lebih lama lagi.
Tidak, terlalu berbahaya. Aku akan menyimpannya. Itu lebih aman.
Karena aku akan mengembalikannya padamu saat kau memerlukannya,
sampai nanti, biarkan aku yang menyimpanya, Ah Mi.
Terima kasih untuk datang ke sini.
Hanya perlu waktu 8 hari.
Ayo main.
Untuk sekarang, saya akan menyiapkan makan siang anda juga.
Ada apa?
Diam sebentar. Ada sesuatu dirambutmu.
Siapa kau?
Apa kau mengenalku?
Namaku Woo Ah Mi.
Siapa namamu?
Perjanjian Hadiah
Pemberi: Jang Eun Joong Penerima: Koo Jae In
Lebih dari putraku, jika aku lebih percaya padamu,
jika aku lebih percaya ucapanmu, sepertinya kita semua akan menghadapi petaka yang lebih besar.
Jadi jangan curigai putraku.
Sampai aku mencurigai anak itu, jangan curigai putraku.
Perjanjian Hadiah
Selama aku memiliki ini. . . Ayah, kau akan mencariku lagi.
Dan lagi. . . Daripada berada di sisimu, Ayah,
aku berpihak pada Ibu.
Apa yang akan kau lakukan padaku?
Saat aku melawanmu, Ayah, aku akan menantimu.
Episode 28
Pelan-pelan
kukira aku perlu bersiap.
Apa yang harus kumulai dulu?
Aku harus mencuci selimut.
Menarik uang dari tabungan juga.
Aku harus berfoto juga.
Kebijakan asuransi jiwa. Tunggu dulu, di mana aku menaruh itu?
Silakan datang ke taman depan, Ahjussi.
Anda harus datang.
Sadarlah!
Sampai kapan kau akan seperti ini? Sampai kapan kau akan seperti ini?
Makan lalu dimuntahkan, makan dan muntah.
Kau pulang digendong atau dibawa orang. Kau menjerit menangis.
Apa itu mengubah segalanya?! Apa kau sudah menjalani seluruh hidup yang tidak kau inginkan?
Jika kau tidak ingin hidup, keluar dan matilah. Aku akan menyingkirkanmu dari daftar keluarga, jadi
seperti yang kau harapkan, ayo putuskan ikatan kita!
Putuskan hari ini. Putuskan sekarang juga!
Aku mengerti! Ayo putuskan! Ayo putuskan ikatan kita!
Ayo putuskan. Tolong putuskan saja!
Aku tidak ingin hidup. Aku benar-benar tidak ingin hidup.
Aku tidak bisa mati itu sebabnya aku hidup. Aku tidak punya keberanian untuk mati, itu sebabnya aku hidup.
Ketenangan... Aku tidak berpikir bisa menangani ketenangan,
itu sebabnya aku bertahan. Aku tidak bisa menyerah, itu sebabnya aku bertahan!
Lihat aku.
Tidak mau!
Meskipun kau tidak ingin melihatku.
Kalau kau
tidak memaafkan aku,
maka aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri juga.
Jika kalian tidak memaafkan aku, maka selamanya aku tidak bisa memaafkan juga.
Apakah itu tidak apa-apa? Aku baik-baik saja.
Jadi tidak usah berusaha keras untuk memaafkan.
Jangan sakiti tubuhmu, maafkan aku saja.
Tidak apa membenciku. Tidak apa merasa jijik padaku.
Tapi, sekalipun kau membenciku,
jangan benci dirimu sendiri. Meskipun kau jijik padaku, jangan jijik pada dirimu sendiri.
Kau hidup dengan sungguh-sungguh.
Kau tidak tidur, tidak makan, tidak bermain-main.
Kau... Pergi makanlah apapun yang kau mau.
Pergi main sampai hatimu senang.
Pergilah menjalani hidup seperti itu. Tidak apa-apa kau menjalani hidup seperti itu.
Pergilah menjalani hidup yang seperti itu, Soo Yeong.
Bagaimana aku bisa?
Bagaimana aku bisa? Bagaimana aku bisa menjalani hidup seperti itu?
Ini akan segera berlalu.
Semua ini akan berlalu.
Semua ini akan lenyap.
Saat lenyap, ini akan baik-baik saja.
Kau percaya padaku, bukan?
Dengar aku!
Dan selama satu atau dua bulan,
Amerika atau Inggris. . . Pergilah ke mana saja dan bersenang-senang.
Kau belum pernah jalan-jalan backpacking sebelumnya, aku akan mengirimmu.
Pergi melihat banyak hal dan bertemu dengan banyak orang-orang baik juga.
Berfoto-foto juga. Pergilah bersenang-senang.
Tidak apa-apa kau menjalani hidup seperti itu sekarang.
Mari lakukan itu. Itu adalah keinginan ayahmu.
Kau akan pergi, ya? Aku mohon bantuanmu untuk hal ini, ya?
Kau harus melakukan ini agar kau bisa hidup.
Maka aku bisa hidup. Kau mengerti?
Terima kasih.
Terima kasih.
Terima kasih.
Alih bahasa dipersembahkan oleh the Scandalous Team @Viki
Datanglah besok juga.
Biarpun hujan atau bersalju. Mengerti?
Sebentar lagi Oktober.
Aku harap kau . . . Sebelum Oktober berlalu,
sebelum menghilang,
kau akan meraih waktu dan tidak kehilangannya.
Oktober akan datang lagi tahun depan juga, tapi
Oktober 2013 hanya akan datang sekali.
Karena ini akan menjadi Oktober terakhir dalam hidupmu,
kuharap kau akan meraihnya.
Seperti September yang berlalu cepat,
kupikir Oktober juga akan berlalu cepat.
Aku akan pergi.
Yang benar saja, apa-apaan ini?
Bisakah kau menyingkir?
Tunggu. Aku kesulitan sekarang.
Kakiku lemas.
Bisakah kau lakukan sesuatu dengan bunyi nafasmu?
Cepat menyingkir.
Kalau sulit kenapa melakukannya?
Kejanggalan macam apa yang kau timpakan pada orang yang kedengarannya tertidur?
Apa? Kejanggalan?
Jaga sikapmu. Jangan hanya menyuruhku menjaga sikapku, tapi mari kita berdua menjaga sikap kita.
Perangai pasangan menikah.
Perangai pasangan menikah?
Itu sebabnya, kemarin dan hari sebelumnya, kau beralasan tidur di kamar tamu?
Bukan di tempat tidur yang nyaman, tempat tidur yang sangat sempurna dan selimut empuk?
Di atas sofa ruang tamu, memakai jaket tebal?
Apa aku hujan? Angin?
Apa aku salju atau hujan butiran es?
Kenapa menghindariku? Kenapa kau terus-menerus menghindariku?
Perjalanan bisnis, makan malam perusahaan, atau peresmian . . .
Kenapa terus-menerus membuat alasan seperti itu?
Jika kau tidak ingin tidur bersama, bilang saja tidak mau.
Sekalipun kau tidak melindungi dirimu dengan jaket tebal seperti ini,
jika kau tidak suka, aku juga tidak menyukainya.
Kau tidak begitu menarik.
Kau seperti kayu bakar kering.
Orang seperti apa kau ini? Seperti sarang lebah? Jika terganggu sedikit, langsung melepaskan bisa lebah.
Hatimu kecil, tapi mulutmu besar.
Kau dewasa di luar rumah, tapi seperti anak kecil di rumah.
Kau pria sempurna di depan orang lain, tapi di depanku,
kau hanya seorang pria.
Picik dan berpikiran sempit, rumit.
Apa? Picik dan berpikiran sempit, rumit?
Itu benar. Hati lebih dulu atau tubuh lebih dulu?
Sepertinya untuk hati dulu tidak ada harapan, jadi
kalau begitu mari tertuju pada tubuh saja lebih dulu.
Sisa pekerjaan rumah, aku yang akan tangani sekarang.
Apa kau tulus?
Tidak terlalu, ini kebulatan tekad.
Ayo tidur. Mari mencobanya.
Untuk tahu bagaimana hasilnya.
Baiklah.
Apa yang kau lakukan?
Apa maksudmu? Melepaskan pakaianmu?
Ti... tidak bisakah aku yang melepaskannya?
Hati kecil, tapi bermulut besar. . .
Ini dia orang lain yang hidup cuma mulutnya saja.
Dewasa di luar, tapi perempuan nakal di rumah.
Di depan orang lain, seperti wanita terhormat, di depanku. . . hanya seorang wanita saja.
Kosong dan angkuh.
Hei, atasi bunyi nafasmu.
Itu menggangguku.
Kendalikan nafas yang keluar dari hidung dan mulutmu.
Gugatan
Ini adalah ponsel duplikat dari ponsel istri anda.
SMS, telepon, juga memungkinkan untuk penelusuran lokasi.
Dan juga Ketua Jang, anda bisa berpura-pura juga menjadi istri anda mengirimkan SMS.
Pria Sakit
Apa...
Ini saya.
Ya.
Di halaman saya, ada bunga musim gugur yang disebut gomari (persicaria), dan mekar dengan indahnya.
Dengan melihatnya, anda muncul dalam ingatan saya tanpa alasan apapun.
Saya akan kirim gambarnya, lihatlah bunganya.
Nama (bunga)nya gomari?
Aku belum pernah mendengar bunga ini sebelumnya.
Bunga imut yang mekarnya hampir bersamaan,
saya kira itu sebabnya orang menyebutnya demikian.
Ini bagus untuk perut dan penglihatan mata jika anda membuatnya menjadi minuman teh.
Karena orang menyebutnya tumbuhan yang berterimakasih,
No comments yet. Be the first to leave one.