The first 200 lines.
"Toserba"
Apa kamu...
mengenalinya?
Entahlah.
Dia pernah datang ke lingkungan ini
dengan gadis kecil delapan tahun.
Aku bertemu ribuan orang selama menjadi penjual susu.
Aku tidak bisa mengenali foto ini.
Begitu rupanya.
Tapi ada apa sebenarnya?
Tunggu. Aku melihat kemiripan.
Kamu salah.
Intinya, kapan tempat ini kosong?
Aku harus mengosongkan inventaris dan mengurus klien-klienku.
Butuh dua sampai tiga pekan.
Chi Yoo.
Apa
yang kamu lakukan di sini?
Bu Heo.
Aku memanggilmu seperti itu dahulu.
Apa maksudmu?
Tidak.
Ibu. Kamu memanggilku "Ibu".
Kamu masih kecil saat itu.
Jadi, kamu menganggapku ibumu dan menjadi anak baik.
Bohong.
Andalah orangnya.
Ada apa, Chi Yoo?
Aku ingat.
Aku ingat semuanya!
Aku ingat Anda meninggalkanku!
Chi Yoo.
Aku berlari menghampiri Anda di pasar setelah melihat Anda,
tapi Anda meninggalkanku.
"Jangan melihat ke belakang."
"Terus berjalan lurus di jalan ini."
"Ya?"
Anda menepis tanganku.
Anda mendorongku. Anda berkata
nenekku ada di sana!
Tidak, aku tidak mengatakan itu. Itu bukan aku.
Aku tidak akan tertipu lagi.
Aku tidak memercayai Anda.
Ini tidak bisa dibiarkan. Kita harus ke rumah sakit.
- Apa Anda bilang? - Dokter Kim mengatakan ini.
Dia bilang ingatanmu tidak sepenuhnya akurat.
Itu bukan ingatan aslimu karena kamu bisa mengumpulkannya.
Ayo ke rumah sakit
dan cari tahu sumber yang menyiksamu seperti ini.
Ayo, Chi Yoo. Ya?
- Hentikan. - Kamu akan baik-baik saja nanti.
Kamu akan diterapi dan diberi obat.
Hentikan!
Bisa-bisanya Anda mengatakan itu kepadaku?
Sudah kubilang aku ingat semuanya.
Ada apa denganmu?
- Aku tidak berbohong. - Cukup.
Tolong, hentikan!
Aku tahu semuanya.
Anda mengganti bajuku.
Anda memasukkan surat ke dalam tasku
di jalan ini.
Di sini.
Anda menyuruhku pergi di sini.
Tidak.
Tidak mungkin aku.
Meskipun harus mati di sini, aku tidak melakukannya.
Tidak.
Chi Yoo.
Kamu pergi hari ini?
Ayah.
Ada apa? Apa terjadi sesuatu?
Ayo duduk di sini.
"Episode 57"
Apa yang terjadi?
Kupikir kamu akan bahagia bersama ayahmu. Kenapa menangis?
Ayah.
Ya.
Ayah.
Berhenti menangis. Nanti kamu pilek.
Mungkin aku seharusnya tidak mencari keluargaku.
Kenapa kamu berkata begitu?
Kenapa kamu berkata begitu?
Ayahmu sangat menderita karena tidak bisa menemukanmu.
Aku tidak tahu apa yang terjadi,
tapi setelah kehilangan dirimu, hidupnya sangat tersiksa.
Kamu harus memikirkan ayahmu.
- Maafkan aku. - Chi Yoo.
Maafkan aku, Ayah.
Mau kubelikan makan malam?
Bagaimana jika kita makan sesuatu yang hangat?
Aku harus pergi ke suatu tempat.
Aku tidak percaya.
Kamu mengatakan itu karena tidak mau memberitahuku.
Astaga.
Nenek! Bu Heo!
Nenek! Bu Heo!
Nenek! Bu Heo!
Tunggu, itu bajuku.
Dia membuang baju itu.
Bajuku...
Berapa lama lagi kamu akan terus memandang langit?
Kamu kenapa?
Apa terjadi sesuatu?
Chi Yoo.
Bagaimana
hubunganku dengan ibumu saat aku masih kecil?
Apa aku sangat nakal?
Kenapa kamu tiba-tiba menanyakannya?
Kamu memiliki banyak kenangan masa kecil.
Apa aku
kejam atau kasar kepadanya?
Tidak.
Sejak kali pertama melihat ibuku,
kamu baik kepadanya dan banyak tersenyum.
Begitu rupanya.
Kupikir mungkin aku membuat masalah
atau menyusahkannya.
Kamu mencemaskan hal konyol.
Kamu di sini karena mencemaskan itu?
Jangan cemas.
Bukan hanya kepada ibuku.
Kamu sangat baik dan manis kepada semua orang.
Benarkah?
Tentu saja.
Jika begitu, kenapa dia menelantarkanku?
Ingatanku kembali.
Aku ingat semuanya termasuk hal-hal yang sebaiknya tidak kuketahui.
Aku harus bagaimana sekarang?
Wan Seung. Dia belum menelepon setelah pergi seperti itu?
Bagaimana aku akan membujuknya?
Karena aku tidak tahu apa yang terjadi kepadanya,
aku tidak bisa menghubungi Kopral Choi.
- Bagaimana ini? - Apa yang kamu gumamkan?
Bukan apa-apa.
Kamu menyembunyikan segalanya dan bahkan tidak memberitahuku.
Tapi kamu mengeluh tentang kita harus membicarakan segalanya.
Dilihat dari wajahnya, itu pasti hal serius.
Kamu juga harus belajar dari Pak Choi.
Dia sangat baik kepada istrinya.
Dia sangat beruntung.
Pernikahan keduanya sangat baik. Aku harus menikah lagi.
- Apa maksudmu? - Dia punya uang, status,
dan baik.
Bagaimana mungkin aku tidak cemburu?
Jujur saja. Kamu pernah melakukan sesuatu untukku?
Berikan kepadaku.
Berikan kepadaku. Ayo.
Aku pulang.
Hei, kenapa kamu kemari lagi?
Aku harus mengerjakan sesuatu.
Aku ingin bekerja di sini malam ini.
Bekerja?
Apa ini begitu mendesak?
Ya. Kerjakan proyekmu.
Baik.
Tunggu...
Astaga, kamu melihat ekspresi buruk di wajahnya?
Mungkin dia tahu.
Bagaimana menurutmu kupu-kupu?
Kupu-kupu?
Ya.
Itu tema untuk proyek kita berikutnya.
Selain itu, memikirkan kupu-kupu membuatmu tersenyum.
Kupu-kupu terbang dengan indah
seperti dewa cinta di antara bunga-bunga.
Bunga di sini yang sangat mencintai bunga lain di tempat jauh
tidak bisa menggapainya sendiri.
Kupu-kupu itulah yang menyatukan mereka
seperti dirimu.
Di rumah mertuanya?
Ya, dia akan menginap di sana malam ini.
Mendadak sekali.
Apa dia sakit?
Sepertinya tidak. Jadi, jangan khawatir.
Dia pasti memiliki kesibukan lain.
Nenek seharusnya tidak lama menahannya.
Kalau begitu, aku permisi.
Ada yang mau Nenek sumbangkan ke panti asuhan?
Apa?
Kamu ke panti asuhan besok?
Ya, aku akan pergi bersama tim perencanaan bulan ini.
Kalau begitu, nenek harus menyiapkan kudapan untuk anak-anak.
- Song Joo. - Aku sudah menyiapkannya.
Tinggal dimasukkan ke mobilnya.
Kamu tidak melewatkan apa pun, ya?
Ibu memang malaikat seperti biasanya.
- Sudahlah. - Terima pujian itu.
Jika orang-orang mengatakan itu, mungkin itu benar.
Kamu pantas mendapatkan penghargaan terhormat.
Jika tidak ada yang memberikannya kepadamu, akan kuberikan.
Detektif Kim, ini Choi Jae Hak.
Kita bisa bicara besok?
Begini,
aku merasa seseorang terlibat
dalam kasus hilangnya putriku.
Dalam tas putriku,
ada catatan yang ditulis seseorang.
Aku baru mengetahuinya hari ini.
Ya, isinya, "Tolong besarkan dia dengan baik."
No comments yet. Be the first to leave one.