The first 162 lines.
Hei! Jangan masukkan tanganmu ke dalam rokku!
Pada akhirnya, Bos cuma seorang hidung belang.
Atau mungkin kecantikanku terlalu menggoda, meong?
Kenapa malah begitu?
Linia, kamu bodoh banget.
Apa katamu?!
Tidak apa-apa.
Apa?! Katakan sekali lagi!
Berisik! Aku tidak bisa konsentrasi, tahu!
Kalau cuma mau main, pulang kampung saja sana!
Lalu...
Bicara sama siapa kamu, meong?
Maaf kalau kami mengganggu Kakak belajar.
Saya akan membuat mereka diam.
Hei, duduk.
Peta yang kugambar telah terkoyak
Dunia masih sama dan belum berubah
Lagi-lagi menyalahkan orang lain
Muak rasanya
Aku akan tetap berpura-pura sambil menunggu sesuatu terjadi
Apa aku boleh mengulang dari titik ini?
Dahulu aku merasa bisa pergi ke mana pun
Di mana diriku waktu itu?
Pasti diriku waktu itu sudah menjadi dewasa
Tapi rasanya tidak demikian
Dengan sedikit keberanian,
mungkin ada hari esok yang bisa diubah
Aku pun tidak menyadarinya
Karena aku muak dengan hari-hari itu
Tidak ada hal yang abadi
Sebelum semuanya berakhir,
akan kucoba melangkah ke depan
Sembari menerima fakta, kupanjatkan doa
Rasakan!
Hei, kenapa? Coba balas, dong.
Hei, kalian jangan suka merundung.
Hah? Siapa kau?
Hei, dia kan si Rawa.
Aku tidak tahu bagaimana situasinya, tapi enam lawan satu itu tidak adil.
Cih, ayo pergi.
Apa Kakak tidak apa-apa?
Aku tidak minta tolong...
Tidak, aku selamat karenamu. Terima kasih.
Sama-sama.
Aku kira dia akan menggigit.
Dia tidak menganggapku lawan lagi?
Terlebih, kenapa aku dibenci oleh Cliff?
Ya sudahlah.
Hei.
Sebenarnya, ada perempuan yang kusukai.
Ya?
Apa coba tiba-tiba?
Jangan bilang dia mau titip surat atau buat latihan "nembak" cewek?
Dia orangnya.
Oh...
Serius?
Elinalise Dragonroad, sang jelita di beranda jendela.
Nama yang cocok untuknya yang cantik dan elegan!
Pekerja keras dan pintar.
Punya pengalaman penggunaan sihir dalam pertempuran karena dia seorang petualang!
Perempuan yang luar biasa!
Oh...
Aku kira aku yang salah sangka, tapi ternyata benar Elinalise.
Tapi...
Berandalan yang kemarin menyebarkan gosip tidak sedap tentang dia berbagi ranjang
dengan banyak cowok tanpa pikir panjang.
Karena itu, aku mencoba menghentikan mereka.
Maaf, maaf, nih. Lagi pula, nyatanya begitu.
Kenapa memberi tahu aku hal ini?
Apa kamu bisa memperkenalkanku padanya?
Kamu kenalannya, kan?
Minta saran soal asmara?
Rudeus, apa ada orang yang kamu sukai?
Bukan, ini soal kenalanku.
Kenalan?
Aku akan cerita karena aku percaya pada Kak Fitz.
Ini tentang Kak Cliff dari kelas khusus.
Oh, dia...
Lanjutkan.
Kak Cliff sudah jatuh cinta pada pandangan pertama.
Kebetulan orang yang dia sukai merupakan kenalanku.
Tapi bisa timbul masalah kalau aku memperkenalkannya.
Apa yang sebaiknya aku lakukan?
Eng, bagaimana pendapatmu terhadap perempuan itu, Rudeus?
Aku tidak membencinya, tapi aku tidak ada minat padanya.
Oh, begitu.
Meski kamu tidak menganggapnya begitu, mungkin berbeda dengan pandangan Cliff.
Yah, karena aku juga punya seseorang yang aku suka, jadi aku paham rasanya.
Kak Fitz punya seseorang yang disukai? Siapa orangnya?
Untuk amannya, sih, anggap saja Putri Ariel orangnya.
Menyakitkan rasanya jika hanya bisa melihat tanpa bisa menyatakan.
Oleh karena itu...
Lebih baik kamu kenalkan saja
agar dia mendapat kesempatan untuk menyatakan perasaannya.
Tapi mungkin akan terjadi masalah kalau itu terjadi.
Ya, apa boleh buat.
Begitu sudah kamu kenalkan, masalah akan ditanggung mereka berdua.
Kalau dipikir lagi, benar juga.
Dimengerti. Terima kasih sarannya, Kak Fitz.
Iya, aku senang bisa membantu.
Wah, ada Rudeus.
Tumben kamu yang datang menemuiku.
Kamu sama siapa?
Kak Cliff, aku sudah bilang sebelum kita kemari.
Aku lepas tangan apa pun hasilnya.
Iya. Aku sudah siap ditolak, kok!
Elinalise, dia adalah Cliff Grimoire, siswa khusus yang satu tingkat di atas kita.
Perkenalkan, nama saya Cliff.
Wah, senang berkenalan denganmu.
Namaku Elinalise Dragonroad.
Lalu, Cliff, ada perlu apa denganku?
Aku membawanya karena dia ingin berkenalan denganmu.
Betul!
Saya selalu menatap parasmu nan elok, Elinalise!
Apa boleh saya berhubungan lebih lanjut denganmu?
Hei!
Apa, sih?
Kamu mau berapa duit?
Jangan-jangan dia mengira aku ke sini untuk menjual Kak Cliff, dasar binal!
Aku tidak butuh uang.
Jangan berbohong!
Rudeus, kamu tahu soal masalahku, kan?
Bisa-bisanya bawa bocah yang gampang ditipu.
Tahu diri, dong!
Kau yang seharusnya tahu diri!
Menipu apanya, dia yang minta untuk berkenalan denganmu.
Serius?
Kalau tidak percaya, aku berani sumpah atas nama Roxy.
Meski apa yang kamu katakan benar, cowok yang serius akan merepotkan.
Tidak kusangka.
Aku kira akan bilang, "Oh, begitu ceritanya," lalu membawanya ke dalam kamar.
Kamu tahu tentang kutukanku, kan?
Aku tidak bisa berkomitmen pada satu orang.
Ya, apa boleh buat. Tolak saja tanpa menyakiti perasaannya.
Yakin? Bukankah akan membuat namamu buruk di matanya?
Tidak ada masalah, kok.
Tapi tolong jabarkan kebenarannya sebisa mungkin.
Aku paham.
Rudeus, tidak sopan mengintip kisah asmara orang lain.
Benar juga. Aku pamit dulu.
Rudeus, terima kasih.
Aku merasa bersalah pada Cliff, tapi ini adalah akhir terbaik.
Selamat pagi.
Selamat pagi, Rudeus!
Kami memutuskan untuk berpacaran.
Kenapa ceritanya jadi beda?
Kalau dilamar dengan cara sejantan itu, aku pun akan kelepek-kelepek.
Ya, selamat sudah jadian. Terus, kutukanmu bagaimana?
Demi Cliff, sebisa mungkin aku akan menahan diri.
Aku tidak akan membuatmu menderita sendirian.
Aku pasti akan menghilangkan kutukanmu.
Cliff.
Elinalise.
Dengar, Julie.
Untuk membuatnya ulang...
Kalau begitu jadinya, aku tidak akan ikut campur.
Semua yang berhubungan dengan efek dinamis...
Aku sendiri ingin cepat sembuh dari impoten dan bermesraan dengan cewek.
Heboh banget.
Ketika musim gugur tiba, sepasang kekasih akan berduel,
memperebutkan posisi bos dalam keluarga.
Ibaratnya, seperti "lamaran" bagi suku binatang.
No comments yet. Be the first to leave one.