The first 195 lines.
Pagi.
Inu!
Katanya hari ini Izumi tidak masuk karena demam!
Berisik amat.
Masih pagi sudah heboh sendiri.
Tambahkan "Zuka"-nya.
Aku tidak sudi diceramahi sama orang yang lengannya digulung padahal lagi dingin.
Tadi pagi Izumi mengabariku.
(Maaf! Bisa tolong catatkan pelajaran?
(Aman!) Katanya minta tolong catatkan pelajaran.
Lah, kamu sudah tahu.
Jadi sepi.
Oh, dia minta catatkan.
Dia tidak bilang apa-apa padaku.
Astaga.
Entah kenapa aku dijadikan rival sama pacar temanku.
Kenapa bisa, ya?
Apa dia menganggap semua yang ada di dekat Izumi sebagai rivalnya?
Ternyata cinta itu betulan bikin buta.
Yah, kalau kami, selama bersama Izumi belum pernah dipelototi sama dia.
Jangan-jangan dia membenciku?
Tolong aku, Nekozaki!
Terlalu dekat!
Kamu tidak dibenci, tenang saja!
Hari ini pun Micchon bilang begini...
Inuzuka itu baik hati, ya.
Selalu ada di dekat Izumi dan sering menolongnya.
Waktu pelajaran olahraga juga!
Mereka sering jalan bareng sambil merangkul bahu.
Mereka juga makan siang bareng setiap hari.
Makan bareng...
Setiap hari...
Micchon?
Bahkan dia dimintai tolong catatkan pelajaran sama Izumi.
Padahal aku bisa membuatkan catatan yang lebih rapi darinya!
Dia itu kenapa?
Ternyata begitu, ya.
Izumi cuma minta tolong padaku.
Yah, aku tak keberatan.
Walah, walah.
Si Izumi memang tidak peka, ya.
Inuzuka...
Boleh aku ikut ke rumah Izumi bersamamu?
Boleh.
Tadi kamu bilang sesuatu, 'kan?
- Dadah! - Adieu.
Apa tidak masalah mereka dibiarkan berdua saja?
Hachimitsu!
Apa?
Aku tidak bisa ikut karena ada kegiatan ekskul,
tapi kita tidak boleh melewatkan ini!
Buntuti mereka!
Siap!
Shikimori.
Apa kamu...
Kamu tidak dibenci, tenang saja!
Tidak jadi.
Baiklah.
Oh, iya, boleh aku mampir ke suatu tempat dulu?
Boleh saja.
Pilih yang mana, ya?
Yang ini
atau yang ini?
Izumi lebih suka yang mana, ya?
Buat apa sampai berpikir segala?
Menurutmu lebih baik yang mana?
Yang kanan saja.
Asal-asalan amat!
Kalau begitu...
Kalau yang ini dan ini...
Abang, mau yang mana?
Hah? Itu sudah bukan permen tenggorokan lagi.
Oh, ada rasa anggur!
Sudah jelas pilih yang kiri!
Hah?
Tadi kamu memanggilku "Abang"?
Eng...
Tidak!
Aku mau ke kasir dulu!
Mungkin kayak memanggil guru dengan panggilan "Mama" kali, ya.
Ini.
Hah? Maksudnya apa?
Buatmu.
Ini 'kan buat Izumi.
Kalau permen tenggorokan memang buat dia.
Yang ini buatmu.
Kenapa?
Kamu suka anggur, 'kan?
Kamu... punya maksud terselubung apa?
Tidak jadi.
Maaf, ampuni aku!
Aku suka banget anggur!
Begitu, ya.
Semua misteri sudah terpecahkan.
Kenapa kamu ada di situ?
Hachimitsu?
Sebenarnya diam-diam aku membuntuti kalian.
Lah, buat apa?
Apanya yang misteri terpecahkan?
Pertanyaan yang bagus.
Jawab dulu pertanyaanku!
Aku sudah mengerti.
Apa yang ada di pikiran Shikimori.
- Pikiranku? - Pikiran dia?
Shikimori.
Kamu punya seorang kakak cowok, 'kan?
Iya.
Kudengar kamu sering cerita
tentang kakakmu pada teman-temanmu.
Dan entah kenapa kamu sulit terbuka padanya dan jadinya malah bersikap dingin.
Maksudnya bagaimana?
Itu berarti kamu secara tidak sadar menganggap Inu sebagai kakakmu
dan cuma pengin dimanjakan olehnya.
Jadi selama ini dia menganggapku rival karena semua alasan itu?
Kamu telah memicu instingnya sebagai anak bungsu
dan keinginannya untuk memonopoli jadi makin terlihat.
Tidak mungkin begitu, lah.
Kamu juga katakan sesuatu.
Iya!
Sikap dan cara bicaranya sama sekali tidak mirip sama abangku!
Pasti mirip, ya.
Sungguh?
Ternyata dia tidak membenciku.
Tapi...
dia sama sekali tak pernah bersikap ingin dimanja.
Inu.
Tambahkan "Zuka"-nya.
Kamu punya permen, ya?
Minta.
Tapi...
aku tidak keberatan soal itu.
Tidak boleh!
Soalnya aku dapat ini dari anak manja.
Wah.
Kalau begitu, apa boleh buat.
Siapa yang anak manja?
Maaf! Aku sudah kelewatan!
Kakiku lemas...
Tidak bisa berdiri...
Inuzuka belum datang juga, ya?
Hari ini libur ekskul!
Sekarang kita cuma berdua, Micchon!
Jarang sekali, ya.
Izumi dan Hachimitsu lagi demam.
Inu lagi kerja sambilan.
Soalnya belakangan ini cuacanya makin dingin.
Padahal sebentar lagi ada Festival Olahraga...
Oh, sepertinya mulai minggu depan Izumi sudah bisa masuk sekolah.
Begitu, ya?
Syukurlah, Micchon.
Jadi kamu tak kesepian lagi pas pulang sekolah dan tak perlu main ponsel terus, ya.
Siapa juga yang kesepian!
Bukankah itu Kamiya?
Kamiya.
Meski dilihat dari kejauhan, dia tetap terlihat mencolok, ya, Neko?
Neko?
Kamiya! Sendirian saja?
Sejak kapan?
Kamu sama sekali tidak sungkan, ya, Nekozaki.
Oh, kamu masih ingat dia?
Waktu nomor pasangan...
Oh.
Shikimori, ya?
Iya!
Lama tidak bertemu, Kamiya.
Mau ikut main bareng kami?
Cuma mengajak saja.
Boleh.
Sudah pasti tidak bisa, ya...
Betulan mau?
Sesekali.
Mau pergi ke mana kita?
Kamiya, ada tempat yang ingin kamu kunjungi?
Mau ke mana, ya...
Ini imut banget, 'kan?
Memangnya ini imut, ya?
Aku sama sekali tidak paham!
Mereka asyik main sama anak anjing.
Mari kita foto bareng!
Ayo kita pasang muka keren!
Hasilnya seperti apa, ya?
Malah kayak sampul CD!
Aku ke toilet dulu! Kalian main berdua dulu saja!
Shikimori, ayo kita coba yang di sana.
Boleh!
Ini bagaimana cara mainnya?
Belum pernah main, ya?
Iya.
Kamu lihat ada papan yang bergerak, 'kan?
Kita sesuaikan waktunya dengan itu.
Saat tumpukan datang, tekan 1...
Gagal.
Susah juga.
Aku juga mau coba.
Silakan.
No comments yet. Be the first to leave one.