The first 200 lines.
"Episode 42"
Tapi harus kuakui, kamu pria yang baik.
Kamu mengatakan hal-hal yang manis kepadaku,
dan kamu memiliki hati yang hangat.
Kamu pria yang baik.
Janganlah menyukai aku.
Kamu tidak boleh menyukai aku.
Kenapa?
Karena aku gadis yang sangat tidak beruntung.
Aku membawa kesialan.
Ayahku meninggal dalam usia muda.
Suamiku meninggal.
Aku juga kehilangan bayiku.
Dan suami kedua ibuku bangkrut.
Aku hampir gagal bangkit.
Tapi hal-hal buruk terus terjadi kepadaku.
Apa yang terjadi?
Ceritakan lebih spesifik.
Aku sangat sedih, kesal,
dan frustrasi.
Hatiku sangat sakit.
Tidak apa-apa.
Semua akan ada jalan keluarnya.
Jangan terlalu keras terhadap dirimu sendiri.
Itu bukan salahmu.
Kamu bisa bersandar padaku mulai sekarang.
Aku ada di sini untukmu.
Ji Young pulang terlambat.
Ayah pergi ke mana?
Mungkin dia minum-minum dan menjelek-jelekkan ibu.
Ayah sangat bertekad untuk menggila.
Dia mungkin gila karena mabuk.
Apa Ibu tidak terlalu keras terhadap Ayah?
Lihatlah kamu memihak ayahmu karena kamu putranya.
Kenapa dia meneleponku selarut ini?
Hei, Pak Shin.
Apa? Ji Young?
Dia sangat berat.
Kenapa dia minum banyak sekali?
Astaga.
Astaga. Jalan terus.
Kamu sangat ringan.
Tapi sebaliknya, kamu memiliki beban berat di dalam hatimu.
Aku ingin tahu apa yang terjadi.
Tapi aku senang kamu meneleponku.
Kamu menyukaiku, bukan?
Ji Young, kamu menyukaiku, bukan?
Katakan kepadaku. Ayolah.
Ya, aku menyukaimu.
Astaga, kamu ketahuan. Apa yang akan kamu lakukan sekarang?
Salahkan alkohol.
Ayo pergi.
Lewat sini.
Seprainya. Baik.
- Di sini. - Pelan-pelan.
- Hati-hati kepalanya. - Kepalanya.
- Ji Young. - Astaga.
Dia pingsan.
Aku belum pernah melihat dia seperti ini sebelumnya.
Kenapa mereka harus dibawa pulang dengan cara ini?
Astaga.
Aku pikir dia banyak minum.
Kamu harus memasak sup penghilang pengar untuknya besok.
Ya, tentu saja.
- Aku akan pergi sekarang. - Baik.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
Bagaimana Pak Shin bisa ada di sana?
Astaga, dia bau alkohol.
Tapi harus kuakui,
kamu pria yang baik.
Kamu mengatakan hal-hal yang manis kepadaku,
dan kamu memiliki hati yang hangat.
Kamu pria yang baik.
Pastikan kamu mengirim semuanya sesuai daftar.
Baik.
Tidakkah kamu menyuruhnya bekerja terlalu keras?
Apa kamu lelah?
Tidak.
Astaga, siapa yang akan menjawab ya untuk pertanyaan itu?
Kamu boleh jujur. Jangan merasa tertekan.
Apa kamu lelah?
Apa aku membuatmu bekerja terlalu keras?
Ya.
Tidak.
Lihat? Dia bilang dia baik-baik saja.
Bisakah kamu mengopi berkas ini beberapa kali?
Bantu aku juga. Aku harus pergi ke agensi.
Selesaikan pekerjaanmu agar kamu bisa ikut denganku.
Baik.
- Halo. - Halo, Pak.
- Halo. - Aku ingin berbicara denganmu.
Baik.
Apa? Aku merasa Pak Shin lebih menganakemaskan dia.
Kamu benar.
Rasanya mereka seperti saudara ipar.
Ini.
Bagaimana keadaan Ji Young? Apa dia baik-baik saja?
Dia sedang tidur ketika aku berangkat kerja.
Apa kamu sudah membelikannya minuman penghilang pengar?
Ya, sudah.
Baik, kamu bisa pergi sekarang.
Baik.
- Pergilah. - Baik.
Pergilah.
Halo?
Apa kamu tidur nyenyak? Bagaimana perasaanmu?
Maaf?
Apa kamu tahu betapa khawatirnya aku kemarin?
Apa?
Apa kamu tidak ingat?
Aku akan lari ke sana jika aku bisa.
Tapi aku rasa kamu terkena efek pengar.
Jadi, istirahatlah dan pastikan kamu pulih.
Sampai bertemu besok.
Astaga, kepalaku.
Ji Young.
- Kamu sudah bangun. - Ya.
Se Young membelikan ini untukmu.
Apa yang terjadi?
Aku baru saja mendapat telepon dari Pak Shin.
Apa kamu tidak ingat?
Dia menggendongmu pulang karena kamu pingsan.
Benarkah?
Ya. Se Young menggendong Ayah pulang.
Dan Pak Shin menggendongmu pulang. Dia membaringkanmu di tempat tidur.
Aku pasti sudah gila.
Siapa yang meneleponnya?
Aku rasa kamu.
Ibu memasak sup taoge. Kamu harus turun dan makan.
Tidak mungkin.
"Pak Shin"
Aku meneleponnya?
Kamu ingin menyekolahkan Tae Woong ke TK yang lain? Kenapa?
Kami akan mencari sekolah yang lebih baik.
Apa yang salah dengan sekolahnya sekarang?
Sekolah itu sangat populer.
Dia benar. Semua teman Tae Woong bersekolah di sana.
Dan semua guru di sana baik.
Selain itu, dia sangat suka Bu Wendy.
Sebenarnya ini karena ada masalah dengan Bu Wendy.
Masalah seperti apa?
Dia pembohong.
Dia berbohong tentang latar belakang pendidikan dan pengalaman kerjanya.
Dia direkrut dengan berbohong tentang kualifikasi kerjanya.
Apa?
Bu Wendy? Benarkah?
- Ya. - Astaga.
Aku sangat mengaguminya.
Konon sulit untuk benar-benar mengenal seseorang.
Aku tidak percaya dia melakukan hal seperti itu.
Bagaimana cara mereka merekrut para guru?
Aku tidak percaya mereka merekrut orang seperti dia.
Suruh mereka memecat Bu Wendy.
Aku sudah melakukannya.
Aku mendapat telepon bahwa mereka menerima surat pengunduran dirinya.
Berarti masalah sudah selesai.
Kenapa Tae Woong harus pindah ke sekolah lain
padahal semua temannya ada di sana?
- Biarkan dia tetap di sana. - Dia benar.
Dia akan merasa sangat sedih jika harus berpisah dengan temannya.
Dan Tae Woong akan merasa tertekan
untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.
Kita bisa mengundang teman-temannya ke rumah kita.
Kami hanya merasa tidak nyaman menyekolahkan Tae Woong
ke sekolah yang tidak bisa merekrut guru dengan benar.
Bukankah tidak apa-apa selama mereka sudah memecat Bu Wendy?
Aku yakin guru lain baik-baik saja.
Kami akan mengurusnya sendiri, Ayah.
Astaga.
Beraninya kamu tinggal di sini dan mengajar,
agar kamu bisa memeluk dan menyentuh anakku setiap hari
dan bersikap seperti ibunya!
Kamu pencuri.
Apa kamu berencana untuk menculik Tae Woong?
Halo?
Aku di depan rumahmu. Keluarlah.
Apa kamu masih tinggal di sini?
Kamu bahkan menyelidiki tempat tinggalku?
Karena kamu orang yang berbahaya.
Aku sudah berhenti bekerja di TK itu.
Aku tahu.
Aku suruh mereka memecat orang yang tidak layak menjadi guru.
Kenapa kamu kemari?
Kamu ingin bicara apa lagi?
Aku ingin menunjukkan kepadamu bahwa aku tahu tempat tinggalmu.
Dan aku juga tahu tentang keluargamu.
Jadi, sebaiknya kamu berhati-hati mulai sekarang.
Aku ingin mengatakan bahwa bukan hanya kamu yang terluka
jika kamu muncul di hadapan Tae Woong lagi.
Kenapa kamu tidak pernah percaya ucapanku?
Aku sudah bilang aku tidak sengaja bekerja di sana.
Bahkan dahulu kamu menghinaku
mengatakan aku kabur dengan Tae Woong karena uang.
Aku bukan musuhmu.
Aku yang melahirkan anakmu satu-satunya.
Aku yang menyelamatkan Tae Woong saat kamu ingin menggugurkannya.
Jadi, kenapa kamu memakai keluargaku untuk mengancamku?
Berhenti berlagak naif, dan jangan merendahkan.
Kakak dan ibumu menerima uang yang kami tawarkan,
dan mereka bahkan menerima lebih banyak lagi.
No comments yet. Be the first to leave one.