Release info

Just Another Christmas 2020 NF-360P/720P/1080P
A Commentary by DD_Movie
NF Retail [ RT 01:41:24 ] | dongdotmovie.my.id

Tags

720p
720
1080
Published on: 2020-12-07
Downloads: 28
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

PERSEMBAHAN NETFLIX

Saat orang bertanya kenapa aku tak suka Natal,

jawabannya jelas dan sederhana.

Aku lahir pada hari Natal.

Ibuku selalu bilang aku hadiah Natal terbaiknya.

Itu hal lucu untuk dikatakan.

Ayahku bilang dia lebih suka memiliki satu set petinju.

Kurasa dia bercanda.

Semua orang yang lahir pada hari Natal tahu,

kami tak pernah dapat pesta ulang tahun yang layak.

Benar? Yaitu, saat kita mendapatkannya.

Teman sekolahmu pergi menikmati liburan bersama keluarga,

membuka hadiah untuk mereka.

25 DESEMBER 1982

Akhirnya, aku berhenti merayakannya. Aku takkan meminta pesta lagi.

Aku tak bisa bersaing dengan pesta ulang tahun temanku yang lebih terkenal,

dicintai dan karismatik.

Lalu aku pergi saja bepergian pada tanggal itu.

Aku akan pergi dengan teman-temanku yang juga benci Natal,

mabuk dan tidur di mana-mana.

Itu hanyalah hari libur biasa.

Semua itu sampai aku bertemu Laura...

DESEMBER 1998

...aku menikahinya dan punya anak.

Semuanya berubah saat kau punya anak.

Kau tak bisa mengabaikan Natal karena anak-anakmu pasti tidak.

Syukurlah itu hanya terjadi setahun sekali.

Astaga.

Astaga.

Astaga.

Hore. Ayo.

BELIKAN IBU HADIAH BELIKAN LEOZINHO HADIAH

TERIMA KASIH SELAMAT BERLIBUR

SELAMAT NATAL 2010 DONASI KE KLUB TETANGGA KITA

Apa kabar, Bung? Apa kabar?

- Aku punya tawaran khusus... - Terima kasih.

- Bagaimana dengan anakmu? - Aku lebih baik mendidih di sini.

Hati-hati, Bung! Sialan.

Aku bisa melihatmu melewati garis, Sayang!

Kau pura-pura tak ada di sana. Di depan semua orang.

Hei, kau mendorongku.

Kau tahu? Aku pergi! Permisi.

Kau tidak... Jangan menghalangiku.

Astaga!

- Astaga. - Kau gila?

Jadi...

Satu untuk ibu mertuaku,

satu untuk ibuku,

satu untuk pamanku dan satu untuk diriku sendiri.

Keluargaku suka panettone.

Apa?

Sial.

Apa sedang diputar?

DONASIMU SANGATLAH PENTING BUAT ANAK-ANAK TERSENYUM

Ibu, dengarkan aku, ya?

Aku sudah memasak nasi. Paman Victor membawa kalkun,

Luana membawakan kue puff apel. Soraia membawa selada ayam.

Aku punya ham di sini. Bawakan saja selada kentangnya.

Katakan padanya "tanpa apel". Aku tak suka.

Ibu, tak ada apel... Telat.

- Sialan! Kenapa? - Baik, Bu.

Kami akan menunggumu.

Dah.

Serius, kurasa ibumu sengaja melakukannya.

Dia tahu aku benci apel di selada kentang,

kismis di nasi, prem di kalkun.

Kenapa mencampur manis dan gurih? Tak masuk akal.

Menakutkan. Kau coba dan mengira itu potongan mentimun dan pencuci mulut.

Orang harus makan kudapan, mereka bahkan tak mengupas kentangnya.

Berhenti merengek, Jorge.

Pergi dan bungkus sepeda Leozinho.

Untuk apa?

Itu hadiah. Sudah seharusnya jadi kejutan.

Sejujurnya, kau tahu Leozinho meminta sepeda,

dia tahu akan mendapatkannya, dia bahkan sudah memilih warnanya.

Jika aku membungkusnya, akan terlihat seperti apa?

Seperti sepeda, bukan seekor gajah.

Tak masuk akal. Mari kita taruh pita di atasnya.

- Itu dia. "Hore, sepeda." - Semangatnya?

Bagaimana dengan semangat Natal? Sinterklas saja datang.

Pacar Luana adalah Sinterklas-nya.

Leozinho tak percaya Sinterklas. Aku bilang padanya,

- "Ini hanya kapitalisme." - Itu buruk sekali.

Aninha masih percaya Sinterklas. Begitu juga keponakan kita.

Aku suka itu.

- Baik. Aku mau minum bir dulu... - Tidak, biar aku saja.

Kenapa kita punya kue? Ulang tahunku besok.

Aku tahu, Jorge, tapi semua akan datang tengah malam.

Ini hari yang penting. Anak-anak suka ide itu.

Kenapa?

Semua orang merayakan ulang tahun.

Karena mereka mencintaimu.

Aku juga mencintaimu, Bodoh.

Sungguh?

Menurutmu itu sepeda?

Entahlah. Bisa apa saja.

Aku takut.

Roti bakar.

Itu rotiku.

Beatriz, jangan sentuh hadiah sepupumu.

- Roti madu... - Ayolah, Ayah.

Kenapa kita butuh rusa lagi?

- Kenapa tak percaya aku? - Kau yang mulai.

Roy tak mau bermain. Ayo. Aku ambil satu untuk tim.

- Ayo. - Kau berat sekarang, Sayang.

- Giliranku. - Pergi.

Kau gila? Kau terlalu besar.

Cukup, Sayang. Punggungku sakit sekali.

- Aduh... - Kita bisa menonton Shrek the Halls?

Lain kali.

Aku berjanji, tapi tidak sekarang.

Astaga.

Punggungku.

- Aduh. - Ibu.

Hore, ibumu.

- Gadis kecilku. - Selamat Natal.

- Selamat datang. - Terima kasih.

- Anak-anak! Selamat Natal. - Selamat Natal.

- Semua anak-anak di sini. - Ayo masuk.

- Terima kasih pelukannya. - Hati-hati, panas.

Taruh di atas meja di sana.

Panas! Aduh.

- Ayo pergi. - Ayo...

Selamat Natal, Ayah.

Hei, Ayah. Selamat Natal.

Bagaimana dengan pencuci mulutnya?

- Luana membawa kue puff apel. - Tunggu sebentar.

Apa dia akan berguling-guling?

Aku belum pernah mendengar itu.

Nenek.

Aninha, kau sudah sebesar ini.

Juliana, Bia, kalian hanya dapat hadiah jika makan selada.

Tepat sekali. Makan seladanya.

Kau juga. Kau sedang diet.

Dietku dimulai setelah Tahun Baru.

Sama. Aku akan berhenti merokok tahun depan.

Aku tak dapat kacang mete.

Harganya semakin mahal saja.

Nenek, kau mau apa untuk Natal?

Aku hanya butuh kesehatan, Sayang.

Jika kau bilang begitu.

- Hei, Jorge. - Astaga.

Menurutmu pemerintahan ini akan bertahan?

Apa Roberto Carlos sudah tayang?

Mungkin. Cepat, periksalah sendiri.

Menyusahkan saja.

Natal lagi, iparku.

- "Iparku"? - Kependekan dari saudara iparku. Ayolah.

- Boleh minta satu? - Ini punyaku. Aku tak mau lagi.

Permainan kata-katamu sebagus Paman Victor.

Mari berdoa untuk tahun yang lebih baik.

Aku beri tahu, tahun ini memang sulit.

- Tak perlu. - Tapi dengar,

aku punya ide bisnis luar biasa untuk tahun depan.

Ini kesepakatan besar, Bung. Aku bisa menghasilkan banyak uang.

Di industri perhiasan.

- Selundupan? - Tidak.

- Terakhir kali... - Tidak.

Aku sudah belajar. Aku akan menjual perhiasan.

Apa kau tahu saat dirimu memoles cincin emas atau kalung

di meja kecil itu, tukang emas menyimpan semua debunya.

- Menarik. - Aku tahu.

Di akhir bulan, akan ada debu emas di atas gajiku.

Aku akan kaya! Kita akan kaya, iparku.

Sudah waktunya.

Ya, tapi dengar...

Kau tahu, masa sulit seperti ini...

- Aku punya dua anak dan... - Benar. Berapa banyak?

- Kau pikir aku akan minta uang? - Berapa banyak?

Berapa saja, sesuai anggaranmu.

Jangan lupa ini Natal.

- Akan kutulis cek lagi. - Terima kasih.

Itu kakek buyutmu, Nhanhao.

Itu aku.

Wow! Ini sungguh kau?

Astaga.

Apa dia pernah hidup?

- Hentikan, Lisa. Dia masih hidup. - Tepat sekali.

Tak terlihat seperti itu, tapi masih hidup.

Kakek Nhanhao terkena strok.

Apa itu "strok"?

Itu tak penting. Dia ayah terbaik di dunia.

Dia bekerja sebagai Sinterklas di banyak toko

pada setiap Natal.

Lihat.

- Dia mirip sekali dengan Sinterklas. - Benar.

Yang terindah.

Dia suka berdandan, bermain dengan anak-anak, memberi mereka hadiah.

Dia tak sabar menunggu Natal datang.

Itu waktu favoritnya setiap tahunnya.

Beberapa anak...

mengira dia Sinterklas.

Aku merindukan ayahku di sini...

lebih dekat denganku.

Dia di sini, Ibu.

- Lebih sadar dari dugaan kita. - Benar.

Dengar, Teodora,

jangan ragu mengajak ayahmu menghabiskan waktu bersamamu.

Sungguh.

Tak masalah sama sekali. Kau mau pergi, Paman Victor?

More Indonesian subtitles for Just Another Christmas

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left