The first 197 lines.
Apa kamu masih hidup, Kyoichi?
Tosu Tetsuo...
Jadi, kenapa kalian berdua bisa bergerak bersama-sama?
Apa kamu mengkhianati kami?
Aku tidak... berkhianat...
Bukan hanya membuat kesalahan,
tapi kamu juga mengabaikan perintahku.
Jadi sudah sepantasnya kamu dapat luka tembak ini, kan?
Pelurunya menembus pundakmu, ya.
Tugasmu mudah.
Kami akan merekam aktingmu.
Tinggal ikuti instruksi yang ada di papan tulis.
Jika terjadi hal yang tak diinginkan, kami akan mengeposnya ke publik.
Yah, ini lebih baik daripada menyuruhmu mati, kan?
Kalau begitu, kami akan mulai merekam.
Aku... Tosu Tetsuo...
I-Ini mayat yang mati di tanganku.
Dengan ini, kita punya cara lain untuk mengancam keluarga Tosu.
12 miliar?
Kamu beruntung hanya terluka saja.
Ho-Hore...
Kamu dari mana?
Aku pergi minum dengan teman kantor...
Bohong.
Jangan buat aku mengulangi ucapan yang sama.
Sejak kapan kamu ingin memikul semua ini sendirian?
Jika ini demi melindungi keluarga,
kamu juga harus melindungi dirimu sendiri.
Kamu juga bagian dari keluarga, kan?
Maaf.
Hari ini aku bersama dengan gerombolan anggota organisasi.
Dan sekarang pun ada yang sedang mengawasiku.
Lalu?
Apa yang harus kulakukan?
Batas pencarian Nobuto tinggal tiga hari lagi.
Jika aku tidak melakukan apa pun,
organisasi akan menjadikanku kriminal...
dan setelah itu mereka pasti akan membunuhku.
Untuk menghindari itu, dari kemarin aku sudah memikirkan caranya.
Kita harus membuat bukti palsu bahwa Nobuto masih hidup.
Kita harus membuat video dan menampilkan sosok Nobuto.
Tapi bagaimana caranya?
Kamu sedang diawasi dan tidak ada orang lain yang bisa membantu kita.
Tabata bisa membantu kita.
Tabata?
Eh, maksudmu Tabata yang itu?
Iya, dia. Aku ingin minta bantuannya.
Halo.
Halo, Tabata.
Kasen, apa kamu sedang senggang?
Itu artinya kamu senggang.
Mau temani aku membuka surat ini?
Teater Jepang?
Hasil audisinya sudah datang, ya?
Ternyata kamu juga di sini, Senior Naeba.
Terima kasih atas kerja kerasnya.
Bagaimana? Apa ada kesempatan untuk aku tampil?
Aku baru mau mulai menulis.
Maaf, Senior.
Mungkin kamu harus menambahkan satu karakter yang lebih penting.
Kenapa?
Kok masih tanya kenapa?
Aku, Tabata Bin.
Calon bintang yang akhirnya akan memasuki Teater Jepang
resmi melakukan debutnya.
Jika kamu tidak membuat karakter yang sesuai calon bintang,
Ketua Machiba Ichiro tidak akan diam saja, lo.
Itu tergantung setelah kamu membuka suratnya, kan?
Iya. Buka suratnya, Tabata.
Benar juga.
Baiklah, akan kubuka!
Sudah tiga tahun berturut-turut hasilnya seperti ini terus.
Kerja bagus.
Sayang sekali.
Kenapa?
Kenapa mereka tidak memahami pesonaku?
Lihatlah diriku ini.
Lihatlah kekuatanku yang meluap ini.
Senior Naeba, beri satu atau dua komentar, dong.
Tahun depan coba lagi, ya.
Tahun depan?
Aku tidak bisa menunggu sampai tahun depan.
Oh, iya, Senior. Bisa pinjami aku sedikit uang?
Tidak mau, kenapa tiba-tiba pinjam uang?
Kemarin aku telanjur senang-senang duluan untuk merayakan kelolosanku.
Itu kan salahmu sendiri.
Kalau begitu, masukkan soal pesona fisikku ke situ.
Kamu betulan akan menghubunginya?
Yah, usia dia sudah 40 tahun...
Dia mungkin sudah agak dewasa...
Di sela-sela kerja, aku juga akan mencari
dan mencoba masuk ke jejaring sosialnya Nobuto.
Maaf, Ibu. Tugasmu menghubungi Tabata.
Selesai juga. Alat pembersih khusus memang efektif.
Gawat.
Lama tidak jumpa, Tabata.
Lama tidak jumpa, Kasen.
Maaf tiba-tiba memintamu datang
dan mempersiapkan peralatannya juga.
Tidak usah sungkan, soalnya ini permintaan dari kalian berdua.
Tapi, tidak kusangka Senior Naeba akhirnya mulai tertarik membuat film.
Ini hanya film sederhana.
Kami ingin membuat video dokumenter palsu untuk ditayangkan di pernikahan teman.
Kudengar pemeran lakonnya terluka, ya?
Iya.
Karena itu kami ingin minta bantuanmu untuk syuting beberapa bagian yang kurang.
Dia sekarang membuat film sebagai pekerjaan sampingan.
Karena itu, dia sangat familier dengan syuting.
Jika ada peluang untuk syuting,
dia pasti akan semangat.
Tapi, yang jadi masalah...
Aku tidak boleh menunjukkan wajahku?
Iya.
Soalnya kami hanya mencari pemeran pengganti.
Pemeran pengganti, ya?
Dia kurang bisa terima.
Kami ingin kamu memerankan si lakon yang sedang berjalan dan terlihat punggungnya...
Kita akan rekaman dengan kamera dasbor agar terkesan tidak sengaja merekam si lakon.
Tentu saja, pakaian dan rambut palsunya sudah kusiapkan.
Maksudmu rekaman dari sudut pandang? Tapi kan sekarang drone sudah populer.
Drone?
Iya, direkam pakai drone. Aku bisa sewakan dengan harga murah untukmu.
Tapi set yang kami inginkan seolah-olah sedang direkam kamera dasbor...
Ini untuk di pernikahan, kan?
Bagaimana jika hubungi Senior Naeba dulu?
Biar nanti aku yang membujuknya.
Alasan aku memilih Tabata untuk merekam video ini
karena orang-orang dari organisasi tidak tahu keberadaannya.
Karena itu, kamu tidak boleh memberi tahu nomor ponselku pada Tabata.
Jika ponselku disadap, maka nasib kita berakhir.
Tetsuo sekarang sedang bekerja.
Untuk sekarang, kita rekam sesuai rencana dulu.
Setelah itu baru kita diskusikan dengannya nanti.
Kasen, aku ini sudah level pro, lo.
Seorang pro sepertiku menyarankan kalau paling baik rekaman pakai drone.
Sebaiknya kamu setuju dan mengikuti saranku, ya?
Lalu, soal biayanya.
Biaya transportasi, peralatan, jasa,
lalu ditambah uang cutiku hari ini, kalau ditotal semuanya...
Kurang lebih semuanya jadi dua ratus ribu yen.
Mahal.
Total videonya hanya beberapa belas detik.
Apa harganya bisa lebih murah lagi?
Senior Naeba uangnya banyak, kan?
Tidak sama sekali. Hanya cukup untuk sehari-hari...
Menghidupi keluarga dengan gaji pekerja kantoran biasa, ya?
Kasen, apa kamu sekarang bahagia?
Apa kamu bahagia menikah dengan Senior?
Bahagia?
Kamu baik-baik saja?
Ternyata ini lebih sulit dari dugaanku, ya.
Duh, aku kalah telak.
Tindakan tadi itu tidak pantas dilakukan oleh orang tua.
Tetsuo, aku...
Kasen, sebaiknya kita menikah saja.
Justru dengan ini niatku sudah bulat.
Bukan masalah meski tidak direstui siapa pun.
Ikutlah denganku.
Mari bahagia bersama.
Benar juga...
Bisa dibilang pernikahan kami tidak selalu mulus,
tapi aku punya putri termanis di dunia dan suami yang berusaha menjaga putrinya.
Selama ada mereka berdua, aku tidak peduli soal kebahagiaanku sendiri.
Begitu, ya?
Iya.
Omong-omong, saat kuliah...
Aku dan Tetsuo meminjamimu uang, kan?
Selain itu, jika ditambah dengan bunga selama 20 tahun,
total utangmu lebih banyak dari biaya film ini, kan?
Utang yang dulu seharusnya sudah hangus, kan?
Hibiki memberitahuku akun rahasianya Nobuto.
Aku sudah dapat surelnya Nobuto dari Reika,
tapi sandinya tidak diberi tahu...
Tidak ada waktu untuk ragu.
Halo. Maaf mengganggu istirahatmu.
Video yang kami butuhkan adalah
adegan kebetulan yang memperlihatkan punggung lakon.
Aku akan mengemudi dari sini dan belok ke kanan.
Saat adegan, dari sini sampai ke trotoar, kamu jangan lihat kamera,
lalu berjalan ke depan mobil dan menyeberangi jalanan.
Dialognya?
Suara di videonya hanya berupa lagu latar radio,
jadi tidak ada dialognya.
Tidak ada dialog?
Iya.
Eh, meski pertanyaanku ini terlambat, tapi apa perlu aku yang syuting?
Nah, mari kita mulai rekamannya sebelum keburu gelap.
Baik.
Mohon kerja samanya.
Mas Tet, ponsel lamanya Nobuto ketemu di rumahku.
Tapi kartu SIM-nya tidak ada.
Tidak apa-apa, aku hanya butuh ponselnya.
OK!
Kita bertemu di Stasiun Tokyo, arah kebalikan dari Jalur Yamanote.
Sekitar pukul lima sore, kita bertemu di dekat gerbang stasiun,
dan aku akan berdiri di depan mesin otomatis.
Aku diawasi, jadi tolong menyamarlah.
No comments yet. Be the first to leave one.