Release info

법쩐 Payback S01E01 AMZN WEB-DL DDP2 0 H 264-XEBEC
A Commentary by YoungJedi
EP.1 [1:07:29]

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Published on: 2023-01-06
Downloads: 20
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

SEMUA KARAKTER, ORGANISASI, KASUS

DAN SETING YANG DITAYANGKAN HANYALAH FIKSI

Tanah yang di sekeliling bendera itu sekarang milikmu.

Aku baru saja membeli lahan luas dimana kuda bisa berlarian seharian.

Halo. Apa kabar?

Lihat tempat ini

juga tanahnya.

Seberapa luasnya?

Jika kau bisa membelinya dengan harga lebih murah,

Aku akan gandakan komisimu.

Aku sudah sering bilang padamu,

"Orang-orang tak akan bisa menetap di tanah yang kau beli."

Aku tak berdaya atas ketetapan Tuhan.

Kami akan mengurusnya.

Tak masalah.

Bagaimana bisa?

Dengan uang.

Banyak hal bisa dilakukan dengan uang.

Hidup itu jauh berbeda saat aku miskin.

TAHUN 1990

BEKERJA MENGHINDARI KEBOSANAN, PIKIRAN BURUK DAN KEMISKINAN

Berkonsentrasilah, dasar bodoh!

Melompat yang benar.

Satu, dua, tiga, empat!

Lebih tinggi!

Yang benar!

Baik, Pak!

Lapor!

Eun Yong dan 12 orang lainnya mendapat perintah untuk dibebaskan!

Hormat, gerak!

PENJARA

TAHANAN REMAJA BUKSAN

Cuacanya bagus.

Hei, apa kau punya rencana? Aku ikut jika kau mau ke tempat bagus.

Satu yang pasti, aku tak akan kembali ke sini.

Tempat ini banyak serangga dan jamur, tak layak untuk manusia.

Kalau begitu, mau ikut orang-orang itu?

Makanan dan tempat tinggal terjamin jika ikut mereka.

Kudengar kau bisa berkelahi.

Jika lawannya lebih dari tiga orang, aku tetap kalah.

Ikutlah denganku. Kubelikan minuman.

Aku punya rencana lain.

Temui aku jika kau tak ada tujuan.

KONSTRUKSI DAN TENAGA KERJA HYOSEONG KIM SEONG-TAE

Apa ini?

Nomornya 015-857-9648.

Sudah kuhafalkan. Kartunya akan hilang jika kusimpan.

TAHANAN REMAJA BUKSAN

Nomor yang Anda hubungi tidak terdaftar…

Tidak ada yang menginginkanku kecuali sampah masyarakat.

Aku tak punya tujuan.

Lekas bawa dengan hati-hati.

PINTU MASUK INSTALASI DARURAT

Sial. Aku lapar.

Sial. Aku ingin tidur.

Aku tak mengingat masa kecilku.

Setelah kehilangan kedua orang tuaku,

masalah hidupku adalah perkara makan dan tempat tidur.

LAYANAN ANTAR KEDAI TEH

KEDAI TEH YEOKJEON

Rokmu terlalu pendek.

Ini kupakai sejak mengasuhmu.

Kenapa kau pindah tanpa memberi tahu adikmu?

Apa kau bilang padaku kalau kau dipenjara?

Benar juga.

Di mana Tae-chun?

Toko buku.

Hei, kutu buku.

Paman!

Jang Tae-chun!

Bocah kecilku.

Dasar kutu buku! Anak pintar! Kabarmu baik?

Apa kapal ikannya sudah datang?

Ya. Kami menangkap banyak ikan tuna.

Ibu belum selesai bekerja.

Ibu bilang akan pulang lebih awal.

Ayo. Aku belikan ayam kesukaanmu.

Paman banyak uang, ya?

Banyak sekali. Kita pesan dua varian rasa.

Belikan buku saja agar aku bisa membaca di rumah saat malam.

Kutu buku kecilku. Kau mau baca buku yang mana?

Masing-masing harganya 1,6 juta won.

Kalau yang ini 990 ribu won.

Mahal, ya?

Jangan khawatirkan uang saat denganku.

- Kita beli saja yang baru. - Sungguh?

Hore!

Tae-chun, kau senang sekali hari ini.

Ini pamanku. Dia menangkap ikan tuna sirip biru di Samudra Pasifik.

Ikan tuna sirip biru?

Itu nama yang benar.

Menurut buku, ikan tuna satu famili dengan ikan makerel dan cakalang.

Ini selimutnya.

Anakku yang manis.

Ada sesuatu tentang keluarga.

Saat dia menggenggam tanganku, hatiku jadi tersentuh.

Mungkin karena dia senang melihatmu alih-alih bibi-bibi di kedai teh.

Anak ini.

Kau mau apa sekarang?

Berhentilah mencari ikan tuna.

Orang seperti kita,

tak punya banyak pilihan.

Aku tak bisa membantumu lagi. Kini kau prioritas keduaku.

Anakku jadi yang pertama.

ENSIKLOPEDIA

Tae-chun juga prioritas utamaku. Aku akan jadi sosok ayah untuknya.

Kau? Sosok ayah?

Jadi ayah itu mudah. Itu soal menafkahi keluarga.

Baiklah. Lakukan saja.

Aku juga setuju.

Mari cari apartemen yang lebih luas untukmu,

yang punya dua kamar mandi.

Aku memutuskan untuk mencari uang

sebanyak-banyaknya.

Aku tahu kau akan datang. Sudah kuduga.

Apa aku akan menghasilkan banyak uang?

Itu tergantung dari kerjamu. Kalau menurut, tentu saja banyak.

Apa kau mengingat nomor penyeranta itu dengan sekali lihat?

Tempat biliar ini nomornya: 02-257-7800.

Restoran Tiongkok di bawah: 384-7239.

Luas wilayah Austria: 83.857 kilometer persegi.

Populasinya 7.587.000 jiwa.

Aku masih ingat semua angka. Sejak kecil sudah begitu.

Anak ini luar biasa…

Pekerjaan datang. Mari bekerja!

Ayo, ikut!

Selamat tinggal.

BILIAR HANSHIN

Ayo lawan kami!

- Hentikan mereka! - Hajar mereka!

PREMAN BAYARAN DILARANG MASUK

Hajar mereka!

Hey!

ENSIKLOPEDIA BRITANNICA

Halo?

Tae-chun?

Ya, dia senang. Dia suka sekali bukunya.

Apa itu Paman? Aku ingin bicara dengannya.

Paman memang yang terbaik!

Terima kasih!

Hei, Jang Tae-chun si Kutu Buku.

Paman akan mencari uang, kau yang rajin belajar, ya?

Akhir pekan ini, mari pergi ke taman ria baru di Jamsil!

Ayo!

Bersiaplah!

Ayo!

TAHUN 1998

MENCARI PREMAN POLISI TIDAK BECUS

KELUARKAN PREMANNYA!

Kalian harus menghadang mereka. Jika tidak, kita mati.

- Ayo! - Ayo!

Sialan!

Keluar!

Sialan.

Kenapa berantakan begini?

Begini, Tuan Park.

Mari selesaikan dengan damai.

Dasar pencuri!

Aku terlambat bayar bunga cicilan, lalu kau merebut kesepakatan konstruksi?

Omong kosong apa ini?

Astaga.

Kau yang mengajukan pinjaman padaku.

Kau tidak dipaksa untuk memakai uangku, bukan?

Ketua.

Kumohon beri aku waktu sebentar lagi. Aku…

Kumohon, beri aku waktu.

Akan kulakukan apa pun untuk melunasinya!

Tahu dirilah, dasar berengsek.

Ketua.

Aku ini taat hukum.

Berikan konstruksinya padaku agar selesai dengan damai.

Myung In-ju, bos besar lintah darat di Myeong-dong.

Juga disebut sebagai Tuan Myeong-dong,

tapi bisnisnya sama sekali tidak beradab.

Kita tak bisa memulangkannya begini, mandikan dahulu.

Mari kita bicara.

- Eun Yong, ya? - Ya.

- Hari ini berat, bukan? - Tidak apa-apa.

Ini upahmu.

Ambillah jika kuberi.

Tanpa uang, manusia itu tak ada artinya.

Kau akan jadi sampah seperti dia.

- Kau punya SIM? - Punya.

Mantan supirku mencuri uangku,

jadi kupotong tangannya.

Dia harus mengemudi dengan satu tangan sekarang.

Seong-tae bilang, kau pandai mengingat angka.

Dia juga bilang kerjamu bagus.

Apa kau ingin tetap jadi ajudan Seong-tae?

Atau ingin ikut denganku menjadi seorang pialang?

Kesempatan besar telah datang.

Aku mau bekerja denganmu.

Baiklah.

Yang benar saja!

- Kau kalah. - Kenapa bisa?

- Oh, ada motor! - Cepatlah, mari kita pulang dan…

- Hei, Jang Tae-chu! - Paman!

Paman Yong selalu sibuk, sehingga setiap kali berkujung

aku selalu senang.

Ayo masuk.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left