Dead End

Dead End

Download Indonesian Subtitle

Release info

Dead End 2003 720p 1080p WEBRip x264-[YTS AM]
A Commentary by xi_pot
Resync dari Dead.End.2003.DVDRip.id from Vanvines All Credits goes to original uploader

Tags

webrip
web
x264
720p
720
BRip
1080
TS
YTS
Published on: 2018-08-26
Downloads: 98
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

- Kau tahu Ibu benci kalau kita terlambat. - Sudah kubilang...

...kita harus berangkat lebih awal. Selalu begini tiap tahun.

Selalu saja katakan: "Dimana sepatu biru-ku sayang?"

Atau: "Ayah, aku tak menemukan CD Marilyn Bronson-ku."

- Marilyn Manson. - Apapun namanya.

- Dia pria yah. - Marilyn? Pria?

Mau jadi apa dunia ini?

- Ya ampun... - Kau tak apa, sayang?

Ya.

Ayah! Ayah!

Astaga!

Ya tuhan, apa yang terjadi?

- Kita belum sampai? - Ada yang terluka?

- Marion, kau tak apa? - Kau gila?

- Kau hampir membunuh kita! - Maaf. Aku ngantuk.

Kuharap kau tidur nyenyak. Mungkin aku harus memberimu sarapan yang cukup.

Tak ada yang terluka. Tenang saja, oke?

Demi tuhan, kenapa kau tak menyuruh salah satu dari kami berkendara?

Jangan cemas. Itu membangunkanku.

Painya mungkin hancur.

- Astaga! - Apa itu?

- Labu dan coklat. - Baunya seperti bokong.

Lebih baik aku keluar dan periksa mobilnya.

Si keparat ini bahkan tidak berhenti!

- Dimana kita? - Masih di jalan.

- Memangnya dimana? - Kita belum sampai ke Interstate?

Kupikir kita bisa lewat jalan pintas.

Kenapa tak lewat Interstate? Kita sudah lewat situ bertahun-tahun!

Aku bosan.

Dan aku tak mau tertidur.

- Tampaknya bekerja. - Baiklah.

Mobil baik-baik saja. Tak ada yang rusak.

- Mau kuambilkan Ban, Yah? - Tidak, terima kasih sayang.

- Aku sudah akrab dengan mobil ini. - Mulai lagi.

Kau yang menaruh mobil Mercedes ke tempat rongsokan?

- Itu bukan salahku! - Aku hanya becanda, sayang.

Pasti hanya ada sedikit orang di jalan ini.

Ini malam Natal. Kebanyakan orang berada di rumah, dengan keluarga mereka.

- Sial aku lapar! - Aku juga.

Kuharap Ibumu tak meracik asal-asalan kalkun itu.

Bisakah tak bicarakan makanan? Aku tak enak badan.

Kau tak apa, sayang? Kau mau kita berhenti?

Perjalanan panjang dengan mobil membuatku mual. Dan semua pembicaraan soal makanan ini takkan membantu.

- Bagaimana kalau upil? - Diam, Richard!

- Atau beberapa makaroni dengan keju penis. - Richard, itu menjijikan!

Tapi, Bu, memang benar-benar ada keju penis. Orang Cina yang buat.

Kau sudah makan keju penis sebelumnya kan, Brad?

- Dewasalah, Richard. - Sudah pukul 7:30 Malam sayang.

Aku tahu, Laura. Kurasa kita sudah sampai di persimpangan jalan.

Astaga, Laura, begitukah kau minum?

- Ini caraku minum. - Baiklah kalian. Tenang.

- Tenang. - Marion benar.

Saat aku main bisbal, mereka mengajari teknik ini untuk membantu kami tenang.

Kadang aku masih menggunakannya.

Napas dalam-dalam melalui hidung dan keluarkan melalui mulut.

Terima kasih, Brad.

Ya, terima kasih, Brad.

- Boleh aku bertanya sesuatu padamu? - Tentu.

Apa seluruh siswa di sekolahmu gay, atau hanya tim bisbal yang gay?

- Richard! - Apa?

Richard, ini hanyalah teknik yang kami gunakan untuk membantu kami, yang disebut...

..."The Zone". - The Homo Zone?

Richard!

Ini malam yang sangat indah!

Ada yang tahu apa nama bintang terang di depan kita?

Ada 150 milyar bintang di atas sana.

Yang itu aku tahu. Yang terang itu adalah Bintang Utara. Satu-satunya yang kutahu.

Terima kasih.

- Mari kita nyanyi semuanya. - Baik, lagu apa?

- Bagaimana kalau kita nyanyi "Yellow Submarine"? - Kita selalu nyanyikan itu.

- Brad, bagaimana kalau lagu "Y.M.C. A"? - Ini malam Natal, bagaimana kalau lagu...

"Jingle Bells"?

Ayolah.

Kau suka bagian itu, kan?

Kenapa kau berhenti?

Ada wanita. Aku lihat wanita di hutan.

- Keren. Ayah kepincut. - Richard.

- Kau yakin, Yah? - Ya.

Memakai baju putih. Dia memegang sesuatu.

Sial!

Hai.

Kami sedang tersesat.

Kau tak tahu jalan cepat untuk kembali ke Jalan Raya, kan?

Kau tak apa?

Apa kau kecelakaan?

Baik, ada yang bawa ponsel?

- Tak ada sinyal. - Kami baru saja melewati kabin.

Mungkin ada telepon disana. Richard, bersikap jantan dan beri dia tempat.

- Biar Brad yang jadi jantan. - Apa masalahmu, kawan?

Tenang, kawan.

Napas perlahan-lahan melalui hidung dan keluarkan lewat bokongmu!

- Tak apa, Ny. Harrington. - Aku akan jalan.

- Aku ingin hirup udara segar. - Kau tak boleh jalan sendirian.

- Aku mau sendiri. - Marion!

- Biar kuberitahu sesuatu, pria pintar. - Apa?

Jika kau terus mencemoohku kau akan kuhabisi.

- Mengerti? - Ya, Pak!

Kami akan menghampirimu disana semenit lagi, oke sayang?

Oke.

Baiklah.

Kami akan menemui disana sayang.

Sial!

Kau mau secangkir kopi panas?

Kurasa dia sedang syok. Kita harus beritahu Marion apa yang harus dia lakukan.

Sayang, kita tak perlu psikiater. Kita akan telepon 911.

- Baik. - Mereka tahu cara mengatasi ini.

Sial! Bau sekali disini.

Itu bayinya...

..bodoh.

- Mau kemana, sayang? - Menjauh dari kalian.

Remaja.

Siapa namamu?

Kau tinggal dimana?

- Dia tak membantu. - Tidak.

Halo, Nn. July.

Ada yang tinggal disini?

Mungkin ini tempat tinggal penjaga hutan.

Astaga, Laura. Kau membuatku takut.

Maaf. Penjaga hutan ini memiliki hiasan dinding yang menarik.

Jadi, siapa namanya?

Lakukan, sayang.

Kau punya cincin. Kau sudah menikah?

Marion dan aku akan menikah.

Sebenarnya...

..jangan beritahu siapapun, aku akan melamar dia malam ini dirumah Neneknya.

Ingat saat kau bilang kau akan bunuh diri jika aku meninggalkanmu?

Kuharap itu hanya kiasan saja, karena...

Brad, kita sudah melalui banyak hal hebat bersama, tapi...

Kurasa kita harus melanjutkan hidup kita masing-masing.

Sial.

- Sial! - Teleponnya tak nyala?

Tidak, Laura, aku hanya lupa nomor untuk memanggil 911.

Ini Amy.

Gadis kecilku. Namanya Amy.

- Dia kedinginan. - Tak heran. Sangat dingin disini.

- Kau gendong dia. - Tidak.

Aku bukan pengasuh bayi.

Bagaimana cara dia bernapas dengan semua kain di wajahnya?

Jangan cemas.

Dia sudah mati.

Kasian sekali.

Astaga!

Sial!

- Apa-apaan itu? - Richard!

Richard!

- Ya, aku disini! - Kemarilah.

Dimana Brad dan wanita itu?

- Brad! - Kau tak apa?

- Ya, aku baik. Apa yang terjadi? - Brad!

Hei, tolol!

Astaga!

- Ayah? - Apa?

- Mereka menangkap Brad. - Apa maksudmu?

- Aku lihat Brad didalam mobil! Kita harus pergi. - Mobil apa?

Kita harus pergi!

Frank, tenang. Kau akan membunuh kita semua.

Kau lihat mobil lewat dan Brad berada di kursi belakang?

- Ya. - Aku tak mengerti! Kenapa...

Aku melihatnya. Mereka menyakitinya. Kau harus hentikan mereka!

- Baik! Kearah mana mereka pergi? - Mungkin mereka mengambil jalan samping.

Memang kau lihat? Aku tidak.

- Setidaknya kau tak berkendara seperti pengecut. - Diam, brengsek!

- Apa yang terjadi? - Kenapa kau berhenti?

Laura, berikan senter.

Mau kemana dia?

- Kenapa dia berhenti? - Hanya sebentar.

Mundur, mundur!

Jangan kemari, Demi Tuhan.

- Mati aku! - Astaga!

Richard, bawa kakakmu ke mobil sekarang.

Sayangku. Kau sudah memegangnya?

Astaga...

Sedang apa dia?

Dia mencoba mengambil ponsel Brad.

- Dengan kayu? - Kau punya ide lain?

Aku tak percaya akan lakukan ini. Lihatlah.

Astaga...

Bagus, Richard.

Berikan itu.

Dan jatuhkan benda kotor itu.

Kau dapat sinyal?

Syukurlah. Kita bisa telepon polisi dan mereka akan memberitahu kita apa yang harus kita lakukan.

- Baik. - Sekarang.

- Sekarang. - Sekarang.

Aku mohon, seseorang tolong aku. Kumohon!

Astaga! Kakiku mati rasa.

Kakiku mati rasa!

- Tolong aku! Bayiku berdarah! - Siapa ini?

Sayang! Bangunlah!

- Seseorang tolong kami. - Astaga!

Seseorang tolong kami.

Frank, kita harus pergi dari sini.

- Kau sudah telepon Polisi? - Ponselnya rusak.

- Sial. - Kumohon ayo kita pergi.

Kita tak boleh meninggalkan dia seperti ini.

Richard, seret mayatnya ke sisi jalan.

Astaga, memangnya aku pembantumu.

Syukurlah. Oh, Marion.

Kau tak apa? Kau akan baik-baik saja.

Marion. Marion?

More Indonesian subtitles for Dead End

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left