The first 200 lines.
SERIAL DRAMA INI FIKSI, TIDAK BERKAITAN
DENGAN TEMPAT, INDIVIDU, ORGANISASI, LATAR BELAKANG, DAN KEJADIAN APA PUN
DESEMBER 2003
MOVING
Astaga, kau menghalangi jalan dengan koper itu.
Maafkan aku.
Mau pesan apa?
MENU SENGKEL SAPI, TONKATSU, GIMBAP
Aku pesan satu tonkatsu.
Butuh waktu untuk digoreng.
Aku pesan tonkatsu.
Baiklah.
Jangan sampai mengalami kecelakaan mobil.
Ada banyak mobil keamanan di sekitar sini.
Itu sebabnya kubilang ini kudeta.
Kudeta apanya?
Bongseok.
Ibu sangat lelah.
Kemarilah.
Itu pintu masuknya. Di sana.
Masuklah.
Tunggu.
Jadi, kau akan tinggal di sini sendirian, hanya dengan anakmu?
Ya.
Aku akan membayarmu 300.000 won per bulan.
Hanya 300.000 won untuk sewa bulanan? Itu terlalu sedikit.
Itu bahkan tidak akan menutupi sewa lahan ini.
Aku akan membayar sewa tiga tahun, 10,8 juta won secara tunai sekarang juga.
Astaga.
-Aku punya satu syarat. -Syarat?
Jangan datang ke sini mulai sekarang.
Apa?
Ini gedungku. Aku bisa masuk jika mau.
Maksudmu gedung sementara.
Gedung ilegal yang harus kau bongkar
jika dilaporkan sekali lagi.
-Jika tidak suka, lupakan saja. -Baiklah.
Tiga tahun saja, ya?
Jaga baik-baik. Aku tidak dibayar cukup untuk ini.
Astaga, ini gedung yang bagus, tapi ada bedebah yang melaporkannya.
Kau baru saja bertemu dengan bedebah itu.
Nak, ini luas, bukan?
Ini rumah kita sekarang.
Bukankah dia terlalu besar untuk digendong?
Apa dia difabel?
Kau pikir dia tidak tahu?
Tahu apa?
Caramu menatapnya. Caramu membicarakannya.
Bagaimana aku menatapnya? Apa yang kukatakan?
Putraku tidak cacat.
Memangnya kenapa jika dia cacat? Apa yang akan kau lakukan?
Ibu.
-Di mana aku meletakkan ini? -Kau sudah datang.
Taruh daging babinya di kulkas
dan tumpuk kaki sapi di lemari pembeku.
Daging babi, lemari pembeku. Kaki sapi, kulkas.
Kau salah. Lagi.
Daging babi, lemari pembeku... Kulkas! Kaki sapi, kulkas... Lemari pembeku!
Ibu, ini aneh.
Tidak ada banyak permen. Berapa banyak yang bisa kumakan?
Kau boleh makan dua. Kau bekerja dengan baik hari ini, Sayang.
Pulanglah, Nak.
Bagus.
Datanglah lagi lain kali.
Maafkan aku.
Jangan konyol.
Kenapa kau minta maaf?
Kau pasti salah paham soal tatapanku,
tapi aku hanya berpikir dia terlihat terlalu sesak seperti itu.
Kau mengikatnya terlalu erat.
Lihat.
Kau tidak tahu?
Kau terlalu sibuk membesarkan putramu untuk becermin.
Bukan hanya anak itu yang kesulitan.
Ibunya juga.
Kau harus mundur darinya.
Pada akhirnya, itu karena harga diri sang ibu.
Seiring anakmu bertumbuh besar, kau harus menjauhkan diri darinya.
Begitulah anak-anak punya ruang untuk tumbuh.
Bongseok...
jangan pernah lupakan ini.
Kau harus selalu memakai ini agar tidak melayang.
Ini.
Sekarang cobalah.
Bagus sekali.
Ini, mari kita coba lagi.
Ini harus menjadi kebiasaan.
Kiri, kanan.
Belajar berjalan butuh waktu lama.
Kiri.
Setiap kali mencoba berjalan,
aku terus melayang dan jatuh.
Benar begitu. Kau hebat, Bongseok.
Begitu tahu tubuhku dipengaruhi emosiku,
Ibu berhenti tersenyum kepadaku.
Kau hebat, Bongseok.
Kau hebat, Sayang.
Kau berjalan lebih dari 20 langkah hari ini.
Bagus, Bongseok.
Saat dia tersenyum atau tertawa, itu membuatku bahagia.
Saat dia memelukku, itu membuatku bahagia.
MASA KINI, 2018 TONKATSU NAMSAN
Kim Bongseok!
Bangun, Bongseok!
Ini tidak akan berhasil.
EPISODE 2 DUKUNGAN KELUARGA, MELAYANG
Mimpi macam apa yang membuat hidungmu...
Lupakan saja.
Di usiamu, itu mungkin saja.
Senang mengetahui putraku sehat.
Makanlah.
Tidak, bukan begitu.
Kepalaku terbentur langit-langit.
Tentu, kepalamu.
Apa hidungmu di atas kepalamu?
Bukan begitu.
Maksudku kepalaku terbentur berkali-kali dan hidungku terbentur langit-langit.
Selain itu, Ibu,
definisi "kepala" adalah bagian atas di atas leher manusia,
yang artinya termasuk mata, hidung, dan telingaku,
-jadi, pada dasarnya wajahku. -Putraku tahu banyak,
tapi kenapa nilainya sangat buruk?
Tapi saat seseorang bilang kepala, orang cenderung memikirkan rambut...
Baiklah. Makanlah.
Ibu. Bukankah ini berlebihan?
Kepalamu terbentur langit-langit karena beratmu turun.
Makanlah semuanya.
Tapi ini tetap terlalu banyak.
Kau mau dipasangkan samsak saat tidur?
Makanlah semuanya.
Makanlah perlahan. Kunyah sebelum ditelan.
Makan semuanya, ya?
Aku akan mengemas tasmu.
TONKATSU NAMSAN
Astaga, hujan.
Seprainya! Astaga!
-Hei! -Ibu!
Astaga, kenapa kau naik?
Makan sana!
APRIL 2007
Ibu, apa rumah kita sekarang restoran?
Ya.
Aku harus menghasilkan uang sekarang.
Aku menghabiskan semua sisa uang kita untuk membeli rumah ini.
Kita bangkrut sekarang.
Bongseok.
Coba baca ini.
TONKATSU NAMSAN
"Tonkatsu Namsan."
Kenapa disebut Tonkatsu Namsan?
Karena tonkatsu di Namsan sangat enak.
Terima kasih sudah datang!
Sepulang sekolah, aku harus langsung pulang.
Aku hanya menonton TV.
Jadi, bagi orang sepertiku...
Manusia Petir adalah pahlawanku.
Pahlawan.
-Dia mengajariku apa itu "pahlawan". -Dia mengagumkan.
Halo, Teman-Teman!
PUSAT BUDAYA YANGCHEON
Sekarang mari pakai seluruh kekuatan kita dan teriakkan "Kekuatan Petir".
-Kekuatan Petir! -Kekuatan!
Pahlawan berarti orang yang bisa terbang ke langit sesuai keinginan hatinya.
Kupikir mungkin aku juga bisa terbang seperti itu.
Petir!
Kekuatan Petir!
Aku ingin menjadi seperti dia.
Aku ingin menjadi pahlawan.
Apa yang kalian lakukan?
Itu berbahaya. Turunlah.
Itu terlalu tinggi.
-Lompat! -Tidak, turunlah.
-Lompat! -Ayo, lompat!
Petir, Kekuatan Petir!
-Kim Taehyun! -Kim Taehyun!
Aku yakin kalian tidak bisa.
-Kau tidak takut? -Kau keren sekali!
-Sama sekali tidak. -Dia keren sekali.
-Kurasa aku bisa melakukannya. -Keren sekali.
Apa? Kau serius? Kau akan mulai menangis saat naik ke sana.
Tidak akan.
Kau bahkan tidak berani naik ke sana.
-Aku bisa naik. -Bagaimana kau melakukannya?
Beri tahu kami caranya.
Tunggu, lihat dia!
-Apa? -Dia memanjat lebih tinggi darimu!
Apa yang dia lakukan?
Petir!
Kekuatan Petir!
Bagaimana kau melakukannya?
-Itu mengagumkan! -Bagaimana kau melakukannya?
-Cobalah sekali lagi. -Tunjukkan lagi.
-Sekali saja. -Aku ingin melihatnya lagi.
Kau seperti Manusia Petir yang asli.
Aku bukan Manusia Petir.
-Hentikan. -Tunjukkan lagi.
Kurasa Bongseok bermain-main sedikit berbahaya di sekolah.
Dia melompat begitu jauh hingga anak-anak lain mengira dia terbang.
Maksudku, anak-anak punya imajinasi yang bagus.
Tapi sesuai peraturan sekolah untuk mencegah terulangnya kecelakaan,
No comments yet. Be the first to leave one.