The first 200 lines.
Hujan meteor di tengah gurun memang hebat, ya.
Ya. Rasanya itu...
Ya, benar sekali, hmm...
Sangat sulit untuk digambarkan, ya?
Ya, benar sekali.
Ah, rasanya kita ini seperti bagian—
Aku tahu! Menurutku,
saat kita menatap langit,
rasanya bintang-bintang itu menarikku,
dan aku serasa jadi bagian dari alam semesta.
Apa itu yang kalian rasakan?
Ya, aku juga ingin bilang begitu.
Wah, benar, benar!
Bagian dari alam semesta!
Sialan kau, Kenji.
Aku 'kan mau bilang begitu tadi.
Nanba, Nanba.
Apa kau juga merasakan hal yang—
Hah?
Wah! Keren!
Selamat malam.
Tunggu, karena kita ada di Amerika, apa aku harus pakai bahasa Inggris?
Ada apa, Mu?
Teman-teman, coba lihat ini.
Ah, ada katak!
Kurasa ini Couch si katak berkaki sekop.
Jadi mereka bisa hidup di gurun, ya?
Kau tahu banyak, ya, Nanba?
Ya, begitulah.
Aku dan Hibito sangat suka mengamati kehidupan liar
saat kami masih kecil.
Ya,
9 Juli 2006,
kami berdua...
Aku akan menjelajah lebih jauh dari yang kemarin.
Siap.
Seorang kakak harus selalu selangkah lebih maju dari adiknya.
Itulah tugasnya untuk terlahir lebih awal.
Hah?
Ke mana, ya?
9 Juli, 22:01.
Telah ditemukan katak pohon Jepang di semak-semak belakang Bambu Newtown.
22:03, Tsugida, tengah sungai.
Mu!
Mu, ke sini! Cepat!
Apa?
Cepat, Mu!
Ada apa?
Kau lama sekali.
Wah!
Hei, Hibi... Hibito!
Hentikan!
Tu-Turunkan aku.
Turunkan aku.
Hibito! Kau ini...
Hah?
Apa itu?
Entahlah.
Oh. Apa yang dilakukannya?
Pe-Pergi ke bulan?
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
Space Brothers
Space Brothers
Space Brothers
Space Brothers
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
Kau selalu ada di dalam hatiku
Tapi kau tak bicara sepatah kata pun, tersenyum pun tidak
Selama ini kita selalu bersama
Kita ini memang bebal, tapi kita percaya
Semua waktu yang kuhabiskan bersamamu
Terasa bagaikan mimpi
Kita menghubungkan bintang-bintang dan melukis gambar
Ke dalam lubuk hati kita
Biarkan saja hati kita bergetar bergelora
Gunakan saja langit sebagai kanvas
Dan jadikan gambar yang kekal
#52 Seorang Kakak Itu Selalu...
#52 Seorang Kakak Itu Selalu...
Bulan Mei 2025.
Jadi, Hibito Nanba,
bagaimana perasaan Anda menjadi orang Jepang pertama yang menjejaki kaki di bulan?
Bulan selalu menyimpan arti istimewa bagi Jepang.
Saya merasa terhormat bisa menjadi perwakilan negara saya ke bulan.
Tapi...
Ada seseorang yang harusnya sudah menjejaki bulan sebelum saya,
dan sayangnya dia tak bisa hadir di sini sekarang.
Adikku sudah mengarah ke bulan.
Sementara Hibito mengadakan jumpa pers,
Aku berangkat!
aku, Mutta Nanba,
mencari pekerjaan setelah dipecat oleh perusahaan mobil tempatku bekerja dulu.
Setelah atasanku menghina adikku.
Zidane!
Apa boleh buat.
Tentu saja aku langsung dipecat.
Bos yang kusundul terkenal di seluruh dunia,
jadi aku sudah di-blacklist di seluruh perusahaan.
Aku ragu aku akan bekerja di perusahaan mobil lagi.
Ampun.
Bahkan sekarang aku jadi malas.
Hibito,
kau sudah penuhi impianmu.
Seorang kakak harus selalu ada di depan adiknya.
Tapi,
adikku Hibito selalu saja berada di depanku!
Apa...
Apa yang sudah kuperbuat dengan hidupku?
Hah?
Apa maksud Ibu?
Mu di rumah?
Benar!
Dia menyundul atasannya dan dipecat.
Lucu, 'kan?
Menyundul? Kenapa?
Mana Ibu tahu.
Dia tak pernah bilang soal itu.
Itu sebabnya...
Oh, Ibu harus merahasiakannya.
Dia melarang Ibu cerita padamu.
Aduh, Ibu lupa!
Dasar.
Lalu, Mu kerja apa sekarang?
Sedang cari kerja.
Dia mencari kerja?
Benar! Semangati dia!
Ibu.
Aku ingin Ibu bantu aku sesuatu. Demi Mu.
Aku pulang.
Selamat datang!
Pak Mohri.
Pada saat itu...
Pada saat itu, saat Pak Mohri meletakkan tangannya di punggung kami.
Seolah dia mendorong kami.
Pada saat itu, kami kakak beradik memiliki pikiran yang sama.
Pikiran itu adalah kami akan pergi ke luar angkasa.
Pak Mohri, Hibito sebenarnya sudah berhasil.
Dia akan pergi ke bulan.
Tapi aku gagal total.
Selamat malam.
Halo? Ini Nanba.
Hah?
Surel?
Hibito?
Aku taruh di mana, ya?
Mu, kau tak apa-apa?
Ibu bilang padaku kau kehilangan pekerjaanmu.
Kalau kau belum dapat kerjaan baru,
kau harus dengarkan kaset yang kaurekam tanggal 9 Juli 2006.
Oh, yang ini?
Ini.
2006...
9 Juli.
Kenapa dia ingin aku dengarkan ini sekarang?
Telah ditemukan katak pohon Jepang dalam semak-semak belakang Bambu Newtown.
Mu!
Mu, ke sini! Cepat!
Ada apa?
Kau lama sekali.
Wah!
Hei, Hibi...
Hibito! Hentikan!
Apa itu?
Entahlah.
Ini saat UFO itu muncul.
Aku tak ingat ada suara bising.
Oh...
Apa benar?
Pe-Pergi ke bulan?
Mu, kurasa...
Kurasa aku ingin menjadi astronot.
Aku yakin aku bisa pergi ke bulan.
Di-Dia mempermainkanku!
Kalau kau, Mu?
Hah? Aku?
A-Aku...
Aku...
Apa yang kukatakan?
Kalau kau mau ke bulan,
berarti aku harus lebih hebat.
Aku
mau ke Mars.
Kalau begitu itu janjinya.
No comments yet. Be the first to leave one.