The first 200 lines.
Pelarian Pria Mati
Naiklah! Maaf aku terlambat.
Tidak masalah.
Kami menuju ke hotel Gottfried's.
Siapa kami?
- Mira dan aku. - Mira dan aku.
Kau mengantar Mira ke mana-mana dengan kokaina di tasmu?
Kau memintaku menjemputnya.
Kau bilang ini mendesak.
Aku sudah menangani masalahnya.
Aku akan menghargai sedikit rasa terima kasih.
Tapi tidak dengan Mira!
Apa kau sudah gila?
Tenang, kami hampir sampai.
Dia tidak ada di hotelnya.
Kami akan serah kepada penjaga pintu. Bukan masalah besar.
Tak mungkin! Jangan tinggalkan amplop berisi kokaina pada penjaga pintu!
Kenapa kau pergi dengan Mira? Dia mulai besok pagi.
Dia mengundangku ke konser Royal Trux.
Kurasa Gottfried menelepon. Aku akan meneleponmu kembali.
Jangan ditutup!
Tak perlu berteriak, tenang.
Jangan tutup teleponku, Zoe.
Zoe.
Gila!
Hai, Gottfried. Di mana kau?
Aku tak tahu.
Aku di sebuah pesta.
Bagaimana kau bisa ke sana?
Aku tak yakin.
Gottfried, aku butuh alamat.
Biar kutanyakan.
Nona. Nona, maaf...
- Aku tak tahu namamu. - Apa?
- Aku tak tahu namamu. - Aku Ondine.
- Ondine, Sayang. - Ya.
- Aku butuh alamatmu. - Astaga.
49 Rue de la Revolution...
49 jalan apa? Aku tidak bisa memahamimu.
49 jalan apa? Di mana?
Kau mengerti?
Tidak, aku tidak mengerti sepatah kata pun.
Minta dia mendekat ke telepon dan ulangi.
Permisi, bisa diulangi?
49 Rue de la Revolution...
Montreuil. Montreuil!
Bagus.
Gottfried berpesta dengan para kru. Di luar kota di Montreuil.
Ya, aku membuat film zombi dengan pencandu itu.
- Apa dia masih memakai narkoba? - Aku tak bisa jawab pertanyaan itu.
Astaga, kau membawa untuknya?
Aku tak bisa menjawab pertanyaan itu.
Kau membawanya?
Aku akan mengantarmu ke pertunjukan. Itu lebih aman.
Tidak, aku ikut denganmu!
Tidak, itu bisa membuat kita dalam masalah besar.
Tidak, kita sudah dalam masalah besar.
Ayo!
Ayo temui Gottfried!
Itu lebih baik!
Kau tak mau pergi ke acara Royal Trux.
Ini satu-satunya acara mereka di Eropa.
Mereka mungkin tak akan datang.
Tetaplah bersama kami!
Aku tak percaya Rene menyetujui ini. Dia selalu bilang tak akan sentuh TV.
Kita tak akan tampil di TV.
Ini serial. Persis seperti di era sunyi.
Apa bedanya?
Ini tentang kembali ke akarnya.
Semua novelis hebat di abad ke-19 dijadikan serial.
Aku mengerti, tapi untuk orang lain.
Itu tetap serial TV berdasarkan serial bisu.
Ya, tapi serial punya sejarah.
Itu tak muncul begitu saja.
Serial drama menjadi novel.
- Bisa dilihat sebagai film panjang. - Hai, Mira.
Tidak, itu bukan film panjang. Itu konten.
Hiburan industri diatur oleh algoritme.
- Mira, kau mau minum apa? - Bir saja. Terima kasih.
Sinema awal adalah konten.
Tidak, tentu saja bukan. Itu kebalikan dari konten.
Mereka tidak tahu yang mereka lakukan.
Mereka menciptakan media dan pergi...
Ke mana imajinasi mereka membawa mereka.
Aku tidak setuju.
Mereka menciptakan proyektor, membuat penonton tertarik...
Dan mereka harus membuat konten agar orang-orang ketagihan.
Apa masalahmu dengan serial?
Karena kau punya platform. Mereka butuh konten.
Jadi, kau perluas kontennya. Beradaptasi dengan pasar.
Itu kebalikan dari seni.
Aku dibesarkan di pemutaran ulang Dallas .
Kudengar Rainer Werner Fassbinder juga penggemarnya.
Dahulu aku merancap sambil mendengarkan Sue Ellen.
- Sue Ellen, benarkah? - Dia sangat seksi.
Tapi aku juga ingin bercinta dengan Bobby Ewing.
Terima kasih, Gottfried, telah berbagi dengan kami.
Kau membuat acara TV...
Kau budak rating. Sederhana.
Ya, aku setuju.
Kini industri ini terlalu menyadari apa yang diinginkan penonton mereka.
- Terlalu banyak pemasaran. - Tepat.
Seni seharusnya tak seperti itu.
Siapa peduli jika film adalah seni?
Aku pribadi tak peduli.
Bung, berhenti bersikap menyebalkan.
Sinema lebih baik daripada seni.
Itu menangkap kenyataan dengan cara yang tak bisa dilakukan seni lain.
Bla bla bla.
Kau hanya bersikap menyebalkan.
Maaf, aku kesulitan menghadapi lesbian pascamodern.
Aku tak percaya. Dia menyebutku lesbian pascamodern.
Dia baru saja menyebutku lesbian pascamodern!
Astaga! Aku merasa sangat terhina.
Kau dengar ucapannya?
Aku penasaran. Aku hanya ingin memanfaatkan wawasanmu.
Itu dia.
Kau pantas mendapatkannya.
Koktail bodoh apa yang kau minum?
Bagaimana orang bisa minum lendir ini?
Baiklah. Taksimu datang.
- Skuter Zoe baik-baik saja. - Ini pukul 04.00.
Tak akan kubiarkan kau berkendara di tengah hujan...
Dengan wanita gila mabuk.
Mabuk, tentu. Gila, mungkin.
Sampai nanti.
Kemarilah!
Mira sangat sensitif. Dia tahu persis yang diinginkan Rene.
Dia akan meningkatkan karyanya.
Rene beruntung.
Aktor hebat melakukan itu.
Menurutmu aku bisa berkontribusi? Bahkan secara sederhana?
Bukan itu maksudku.
Hanya bercanda.
Kau legenda panggung!
Kau tahu di mana Gottfried?
Kali terakhir aku melihatnya, dia muntah di taman.
Gottfried?
Gottfried, Nakal, di mana kau?
Gottfried?
Aku tak memakai kacamata.
Gottfried?
Ini dia. Kurasa itu dia!
Di sini.
Dia baik-baik saja?
Gottfried?
Sial!
Pelan-pelan.
Apa yang dia minum?
Haruskah kita biarkan dia tidur di sini?
Dia akan muntah. Dia muntah!
Angkat dia.
Tinggalkan saja dia di sini.
Kita tidak bisa meninggalkannya seperti ini.
Ayo, Gott.
Apa katanya?
Kau baik-baik saja?
Ayo masuk, mungkin.
Bisakah dia berjalan sendiri?
Tunggu...
Itu pasti sakit!
- Sial! Sopir produksi! - Jangan khawatir.
- Hai. - Kau siap pergi?
- Mereka tunggu kita di lokasi. - Mira butuh waktu menyegarkan diri.
- Secepat mungkin. - Ya.
Astaga! Sial! Dingin sekali!
Hai, Gottfried.
Kau baik-baik saja?
Kalian bisa?
Aku baik-baik saja. Apa kabar? Siap untuk dirias?
Ya, ke arah sini untuk riasan.
Apa kita baik-baik saja?
- Kau punya yang kau butuhkan, kopi? - Ya.
Sial, semuanya keluar.
- Yakin kau baik-baik saja, Pak? - Ambilkan dia air.
Ini nyaman, hei!
Hai, selamat pagi. Hai.
Baiklah, jadi, ini masalahnya.
Kau berhasil dipekerjakan oleh bank Renault-Duval.
Jelas, para Vampir punya rencana.
- Tentu. - Baiklah.
- Kau mendengarkan? - Aku mendengarkan.
- Mengerti? - Ya.
Tidak, karena sepertinya kau tidak sadar.
Tidak, aku hanya bilang tidurku nyenyak...
Dan sekarang aku siap.
- Baik, bagus. - Dan aku fokus.
Tidak, karena untuk sesaat, kau tampak akan pingsan.
Jadi...
Baiklah. Jadi...
Vampir mendapat informasi...
Bank akan mentransfer uang ke Rouen.
Tahu di mana Rouen?
Haruskah aku tahu?
- Tidak sama sekali. - Baiklah, aku tak tahu.
Mungkin satu-satunya hal yang perlu kau tahu adalah...
Jaraknya dua jam dari Paris dengan kereta.
- Dua jam. Cukup... - Atau terserah.
Jadi, seorang juru tulis bernama Metadier akan jadi kurirnya.
Pria ini.
No comments yet. Be the first to leave one.