The first 200 lines.
Ibu, tunggu sebentar.
Aku mau ke toilet.
Kakakmu sudah menunggu, cepatlah.
Permisi.
Apa kamu tahu di mana pasien Oh Yeon-Doo?
- Aku ibunya. - Anda ibunya?
Dia ada di ruangan Dokter Gong Tae-Kyung.
Baiklah. Terima kasih.
Kenapa kamu tidak bilang kalau kamu hamil?
Kamu mau menggunakannya untuk membalas dendam?
Apa kamu berencana untuk menghancurkan hidupku?
Hei, kubilang, hentikan.
Baguslah.
Hei, Tuan Penguntit.
Mari kita singkirkan bayinya.
Apa?
Apa hakmu untuk menyingkirkannya?
Ini bukan bayimu.
Kenapa kamu meremehkan bayi yang bukan milikmu?
Beraninya kamu membohongiku?
Kamu pikir aku tidak mengenalmu?
Jika bukan bayiku, lantas bayi siapa?
Kamu bahkan butuh waktu lama untuk bermesraan denganku.
Jika bukan aku, maka siapa yang berbuat begini padamu?
Aku orangnya.
Gong Tae-Kyung.
Apa katamu?
Kamu tidak dengar?
Aku adalah ayah bayi ini!
Gong Tae-Kyung
Jadi, kamu ayah bayinya?
Ibu.
Jawablah!
Apa kamu ayah bayinya?
Ibu!
Apa dia ayah bayinya?
Apa kamu ayah bayinya?
- Kemari kamu! - Yeon-Doo...
- Ibu! - Apa kamu...
Apa kamu ayah bayinya?
Ibu lepaskan dia!
Biar aku lihat wajah orang yang tidak tahu malu ini!
- Kemarilah! - Kenapa Anda begini?
"Kenapa", katamu?
Jangan mati hanya karena orang seperti itu.
Saat ini Anda perlu makan yang banyak dan bersemangat...
...untuk membalas dendam.
Jadi, kamu orangnya?
Jadi, kamu ingin aku membalas dendam kepadamu?
Ibu, kumohon, hentikan!
- Minggir! - Bibi.
- Dengarkan dahulu penjelasanku... - Cukup.
Aku akan menghabisimu hari ini.
Aku akan merontokkan semua rambutmu,
menyayat kulitmu, dan mematahkan tulang-tulangmu.
Jangan, Ibu, hentikan.
Ibu! Astaga, Ibu!
Oh Yeon-Doo.
- Ibu! - Oh Yeon-Doo.
Ibu! Ibu sudah gila? Lepaskan dia!
- Dasar! - Oh Yeon-Doo!
Astaga, benar-benar!
Cukup, hentikan!
Apa-apaan ini?
Ibu.
Kenapa bukan dia...
...tapi dokter itu?
Bukan dia...
...tapi dialah ayah bayinya!
Apa?
Benar!
Diam-diam Oh Yeon-Doo mengandung bayinya.
Apa maksud semua ini?
Bukankah mantan pacarnya itu dia?
Kenapa dia jadi ayah bayinya?
Oh Yeon-Doo, kamu berselingkuh dengannya, 'kan?
Kamu tidur dan hamil dengannya!
Kamu yang berselingkuh, dasar bedebah!
Astaga...
- Ibu! - Ibu! Bagaimana ini?
Gawat. Dong-Wook, pergilah lebih dulu bersama ibu.
- Bagaimana aku bisa pergi sekarang? - Kamu mau melihat ibu pingsan?
Aku akan menjelaskan semuanya nanti. Cepat, pergi bawa ibu!
Ayo, kita pergi, Ibu.
Ibu, ayo kita pergi.
Ibu.
Permisi.
Apa yang terjadi di dalam?
Masuklah jika kamu penasaran.
Ayo, Ibu.
Episode 7
Sejak kapan kalian bertemu?
Kalian berdua membuatku muak, jadi, cepat katakan!
Sejak kapan kalian tidur bersama?
- Berapa kali kalian melakukannya? - Apa maksudmu...
Kamulah yang lebih dulu berselingkuh.
Jangan kekanak-kanakan.
"Kekanak-kanakan"?
Oh Yeon-Doo.
Kamu sudah kelewatan.
Kamu yang memperlakukanku seperti sampah.
Waktu itu, kamu sudah berselingkuh dengannya, 'kan?
Kenapa menyalahkanku, padahal kamu juga berselingkuh?
- Kim Joon-Ha! - Tutup mulutmu!
Apa yang kamu suka darinya?
Seberapa besar kamu menyukainya sampai-sampai mau mengandung anaknya?
Dia?
Aku jatuh cinta pada pandangan pertama.
Aku sangat menyukainya.
Sampai aku rela memberi segalanya.
Cukup? Mau kujelaskan lagi?
Apa?
Aku tidak bisa memaafkanmu.
Aku akan menuntut keluargamu.
Apa-apaan.
Apa yang kamu lakukan?
Kenapa kamu membuatku menjadi tukang selingkuh?
Lantas, bagaimana denganmu?
Kenapa kamu berbohong bahwa kamu ayah bayinya?
Itu karena dia...
Apa-apaan ini?
Jadi, aku salah karena sudah membantumu?
Keluargaku jadi ikut salah paham karenamu.
Sekarang, aku harus bagaimana?
Ini.
Cepat, katakan yang sebenarnya.
Apa yang harus kukatakan?
Mengatakan bahwa Kim Joon-Ha adalah ayah bayi ini?
Kamulah yang memulai semuanya.
Kamu mau aku yang menanggung semuanya?
Kamulah yang berbohong bahwa kamu jatuh cinta padaku...
...dan rela memberikan segalanya.
Entahlah. Terserah kamu saja!
Lakukan sesuka hatimu!
Astaga.
Sial.
Ada apa?
Apa terjadi sesuatu di rumah sakit?
Ada apa?
Soo-Gyeom, masuklah ke kamar.
Nenek.
Mau memarahi bibi lagi?
Bagaimana jika bayi yang di perutnya terkejut?
Masuklah saja.
Tidak mau.
Kenapa selalu begitu kepadaku?
Aku juga tahu semuanya. Aku sudah besar.
Sebenarnya apa yang terjadi?
Kakak.
Kamu sungguh berselingkuh dengan dokter itu?
Apa? Selingkuh?
Mereka berdua sama-sama selingkuh. Mereka saling berselingkuh.
Saling berselingkuh?
Cukup. Perselingkuhan atau bukan, menikahlah dengannya.
Tidak bisa.
Apa?
Kenapa tidak bisa?
Aku tidak terlalu mengenal...
...Gong Tae-Kyung.
Apa maksudmu?
Kamu mengandung bayi dari orang yang tak kamu kenal?
Kenapa?
Apa kamu jadi asal-asalan karena marah saat pacarmu selingkuh?
Asal-asalan? Maksudmu, cinta satu malam?
Baiklah, terserah kalian mau berpikir bagaimana.
Pokoknya, aku tidak bisa menikah dengannya.
- Dasar anak itu. - Tunggu sebentar.
Jangan gegabah dan dengarkan aku.
Apa? Apa lagi yang perlu aku dengar?
Dia seorang dokter, 'kan?
Bukankah itu akan menguntungkan bagi Yeon-Doo jika mereka menikah?
Zaman sekarang, bayi bisa dianggap sebagai mas kawin.
Entah apa pun itu. Kita hanya perlu membuat mereka menikah.
Jangan gegabah dan kita cari caranya.
Haruskah aku mengatakannya?
Tidak, jangan sekarang.
Joon-Haku
Hei, Oh Yeon-Doo.
Bagaimana bisa kamu begini kepadaku?
Kamu benar-benar hamil?
Kamu yakin?
Kenapa masih bertanya?
- Aku tutup teleponnya. - Sudah berapa minggu?
Berapa umur kandungannya?
Kamu bisa mengatakannya padaku, 'kan?
Sudah delapan minggu.
Kalau begitu, sudah dua bulan.
Jadi, kamu sudah berselingkuh dengannya sejak saat itu.
Benar.
Waktu itu juga merupakan peringatan hari jadi ke-300 kita, 'kan?
Bukankah kita terus bersama sampai keesokan harinya?
- Lantas? - Saat itu, kenapa kamu menanyakannya?
"Jika ada bayi, apakah hubungan kita akan berubah?"
Apa benar bayi itu milik orang itu?
Bukan bayiku? Jika itu bayiku, katakan sekarang.
Hei.
Kenapa kamu tidak menjawab?
Bayiku atau bayinya?
Joon-Haku
Matikan Ponsel
No comments yet. Be the first to leave one.