Carlito's Way

Carlito's Way

Download Indonesian Subtitle

Release info

Carlito's Way 1993 1080p BluRay VC-1 DTS-HD MA 5 1-FGT
A Commentary by Yagiez
Retail Blu-ray

Tags

BluRay
1080
TS
HD
Published on: 2020-12-12
Downloads: 173
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

BERDASARKAN NOVEL CARLITO'S WAY DAN AFTER HOURS KARYA EDWIN TORRES

Seseorang mendorongku nyaris ke tanah.

Aku bisa merasakan, tapi tidak bisa melihat.

Aku tidak panik. Ini pernah kualami. Sama seperti penembakanku di Jalan 104.

Tolong jangan bawa aku ke rumah sakit. Ruang IGD tidak menyelamatkan siapa pun.

Para bedebah itu selalu menembakmu di tengah malam

saat IGD hanya berisi pemagang Tionghoa berotak tumpul.

Lihatlah para pecundang ini berkeliaran.

Untuk apa?

Orang Puerto Riko sepertiku tak seharusnya bertahan sejauh ini.

Sebagian besar kruku sudah lama tersingkir.

MELARIKAN DIRI KE SURGA

Jangan khawatir. Jantungku tidak pernah berhenti.

Aku belum siap mati.

Rasanya aku baru keluar dari penjara.

Berdiri di depan hakim itu dan memberikan kesaksianku.

Aku tidak bilang jalan hidupku akan berbeda

andai ibuku masih hidup saat aku kecil,

sebab hanya itu yang kau dengar di penjara,

"Astaga. Aku tidak punya kesempatan."

Tidak. Omong kosong.

Aku sudah jadi bajingan kecil sejak ibuku masih hidup.

Aku menyadarinya, tapi aku belajar tentang wanita darinya.

Pak Brigante, ada 56 kasus terdaftar di pengadilan pagi ini.

Kenapa aku mendengarkan ini?

Yang Mulia, Pak Brigante sangat bersemangat

karena nama baiknya dibersihkan setelah lima tahun ditahan.

Tak ada pembersihan nama baik di sini, Pengacara.

Atau pengampunan, penebusan, atau apa pun,

selain situasi konvergensi luar biasa

yang kau eksploitasi demi keuntungan klienmu.

Dengan segala hormat, Yang Mulia,

situasi yang kau bicarakan ini termasuk penyadapan ilegal

dan pencemaran bukti.

Ini situasi klasik perolehan bukti secara ilegal.

Kurasa setelah lima tahun ditahan secara tidak adil,

wajar bagi Pak Brigante memanfaatkan haknya untuk bicara.

Baiklah, Pak Brigante, aku siap mendengarkan.

Baik. Yang Mulia, dengan segala hormat,

tanpa masa lalu, masa kini, dan basa-basi.

Biar kuyakinkan pengadilan bahwa aku sudah tidak mau hidup liar.

Itu yang kucoba sampaikan kepadamu.

Aku muak dengan penyakit sosial di lingkungan kumuh,

tapi waktuku selama ditahan dalam lembaga pemasyarakatan

di Green Haven dan Sing Sing tidak sia-sia.

Aku telah sembuh! Lahir kembali, seperti orang bertobat.

Aku tahu kau pernah dengar hal ini.

Yang Mulia, aku serius. Ini kebenarannya. Aku sudah berubah.

Aku berubah, dan itu tak butuh 30 tahun seperti dugaanmu, tapi hanya lima.

Benar, Pak. Lima tahun. Dan lihat aku.

Sepenuhnya pulih,

hidup kembali, berbaur, dan akhirnya akan dipindahkan.

Aku ingin berterima kasih kepada banyak orang untuk itu.

Aku melihat pria di sana, Pak Norwalk.

Aku ingin berterima kasih, Pak,

karena kau membuat rekaman secara ilegal.

Terima kasih kepada Dewan Banding yang menentangmu, Yang Mulia.

Terima kasih kepada Tuhan Yang Mahakuasa, tanpa-Nya tak akan terjadi apa pun.

Aku tidak percaya ini.

Aku hampir lupa. Bagaimana aku bisa lupa?

Teman dekat dan pengacaraku, David Kleinfeld,

yang tak hentinya mengharapkanku dalam suka dan duka. Benar, David?

Kenapa tak berdiri?

- Ayo berdiri, Kawan. - Maaf.

- Pak Brigante! - Silakan berdiri. Davey Kleinfeld.

Baiklah, Pak Brigante,

- kau tidak sedang dapat penghargaan. - Ini bukan soal aku…

Keputusan Pengadilan Banding dan Jaksa Wilayah

dengan teknik investigasinya yang disayangkan,

memberiku tugas menyakitkan untuk melepas ke masyarakat, seorang pembunuh

dan pengedar narkotika terkenal.

Tidak! Tak pernah ada dakwaan narkotika.

Dakwaan dibatalkan. Tahanan boleh pulang.

Lanjutkan ke kasus berikut.

- Aku berutang kepadamu. - Baiklah.

Rasanya aku menang. Permisi. Selamat.

- Tidak ada dendam, bukan? - Sampai jumpa, Brigante.

Kau mengatakan omong kosong hebat kepadanya tadi.

Hei. Itu bukan omong kosong, Bung. Aku bersungguh-sungguh, Dave.

Kau tak mengerti. Tidak paham.

Aku pria yang bebas, bukan dalam artian keluar dari penjara.

Akhirnya aku benar-benar bebas.

- Syukurlah, akhirnya aku bebas! - Aku harus bekerja. Simpan energimu.

Tunggu sampai malam ini.

Ya!

Apa yang akan kau lakukan demi uang? Bekerja sama dengan Rolando lagi?

Sudah kubilang, aku tak akan kembali ke jalanan.

Aku bekerja 25 tahun untuk bedebah itu. Apa yang bisa kubanggakan? Tak ada.

Kau menari denganku atau menari dengannya?

Apa maksudnya, "Aku tak akan kembali ke jalanan"?

Bagaimana lagi kau bisa cari uang?

- Aku punya rencana, Sayang. - Ya? Katakanlah kepadaku.

- Kepadamu? - Ada apa?

Sebab kau boleh menari dengannya jika mau.

- Ayo! - Aku kenal Dave

sejak dia baru saja lulus dari sekolah hukum.

Dia bekerja sebagai juru tulis salah satu pengacara mafia besar.

Selalu menyimpan linggis di bawah kursi mobilnya,

berusaha keras agar tak terlihat ketakutan oleh semua klien bijaksananya.

Tapi Davey Kleinfeld tak takut lagi.

Lihat dirimu.

Kehidupanmu sungguh berhasil.

Ini berkatmu, Sayang. Semua klien pertamaku datang melaluimu.

Seperti yang kukatakan, kau pengacara terbaik, Davey.

Astaga.

Dengar, aku punya tawaran untukmu.

- Kau ingat Saso? - Saso. Ya.

Pria gemuk, pemilik Argentine di Madison?

Dia membeli sewa sebuah tempat disko yang bangkrut.

Tempat bagus. Kukumpulkan sejumlah investor untuk mendukungnya.

Aku sudah dapatkan 50.000 dolar. Masalahnya adalah Saso.

Dia terus minta uang untuk melunasi utang judinya.

Katanya, jika tak dapat 25.000 dolar lagi, dia akan kehilangan sewanya.

Aku suka tempatnya, kadang pergi ke sana. Uangnya bukan masalah besar.

Aku tak keberatan berinvestasi asalkan aku tahu

ada orang yang akan mengelola tempat itu, secara lurus dan bersih.

Aku?

Hei, Dave. Aku pemilik kelab. Aku tak pernah mengelola.

Apa susahnya? Kau ikut campur, meluruskan masalah,

menerima gaji, setumpuk keuntungan.

Ayolah. Kau sudah berbuat banyak untukku, Dave.

Itu disebut bantuan antar teman.

Tak ada bantuan. Aku berutang denganmu.

Bantuan akan membunuhmu lebih cepat daripada peluru.

Kau menyelamatkan hidupku.

Kau menyelamatkanku, Dave. Tiga puluh tahun. Tahu artinya?

Aku sudah mati. Aku dimakamkan. Aku berada di bawah tanah.

Kau menggaliku keluar.

Astaga.

- Entah aku harus bilang apa denganmu. - Kita harus bagaimana?

Aku tidak tahu harus berkata apa.

- Katakan kau mencintaiku. - Aku mencintaimu.

Jika kau wanita, aku akan menikahimu.

- Kawanku. - Aku yakin begitu.

Siapa itu?

- Kau tahu… - Dengar, kami akan pergi ke toilet.

- Sampai jumpa, kalian berdua. - Ada yang kebelet.

Sampai jumpa.

Jadi, apa rencanamu?

Ada rahasia besar apa?

Kau ingat pria bernama Clyde Bassey?

Dia keluar dari penjara dua tahun lalu.

Kemudian pergi ke Bahama, Pulau Paradise,

lalu membeli tempat penyewaan mobil.

Dahulu, dia sering membicarakannya di dalam sel.

Dia keluar, pergi ke sana, menjalankan bisnis.

Dan bisnisnya berhasil. Sangat baik. Maksudku, menghasilkan uang.

Beberapa bulan lalu, dia mengirimkanku surat.

Katanya, aku boleh beli tempat itu kapan pun aku punya 75.000 dolar.

Kau akan menyewakan mobil.

Ya.

Apa yang kau tertawakan?

- Kau akan menyewakan mobil. - Benar. Aku tahu banyak tentang mobil.

Aku mencurinya sejak usiaku 14 tahun. Lihatlah, dia tertawa.

Akan kuberi tahu sesuatu.

Pemilik penyewaan mobil jarang terbunuh.

Lalu dari mana kau akan dapat uang itu?

Entah. Mungkin ada kerabat kaya yang mati dan mewariskannya kepadaku.

- Itu mimpi, Dave. - Kau harus bermimpi, Sayang.

Aku… Hei.

Kau sudah punya rencana, Carlito. Bersulang untukmu.

Carlito!

Jadi, aku kembali ke jalanan. Hari Minggu ketiga di bulan Agustus.

Hari Orang Tua di perkampungan Spanyol.

- Kapan kau keluar, Kawan? - Beberapa hari lalu.

Tak ada sisa. Seperti film koboi lama, tapi bukannya gulma dan kotoran sapi,

ada mobil rongsokan dan kotoran anjing.

Banyak wajah baru, ya?

Para pemuda ini, aku tak kenal mereka.

Orang hebat.

Mario-ku tidak ada lagi.

- Carlito, di sini Lembah Kematian, Bung. - Ya.

Kau mengenalku, aku beraksi di jalanan dengan para bedebah ini.

Tapi anak-anak baru zaman sekarang tidak menghargai nyawa manusia.

Mereka menembakmu hanya untuk melihatmu terpental.

Jadi, lebih baik kau ada di penjara.

Aku bahkan tak mau pergi ke Harlem lagi.

Mereka menggila di sana. Ingat Victor?

Victor yang berjanggut.

Victor ditembak hingga mati tepat di depan sekolah.

Tepat di depan SMA Patrick Henry.

- Dan Lalin. Kau kenal Lalin. - Lalin Miasso. Apa yang terjadi?

Lalin dipenjara 30 tahun di Attica. Tiga puluh tahun!

Walberto! Lihat ini. Lihat siapa yang datang.

Lihat itu, hei.

- Hei, Wally. Senang bertemu denganmu. - Dia pria tangguh.

Carlito, aku mencarimu ke mana-mana.

Seharusnya aku tahu

kau akan berjalan-jalan mengenang masa lalu di sini.

- Selagi aku masih ingat. - Ya, Rolando ingin bicara denganmu.

Carlito, aku harus kembali bekerja.

Tapi jika kau butuh sesuatu, pengawal, apa pun, hubungi aku, ya?

- Telepon aku. Jaga dirimu. - Pachanga. Senang melihatmu.

- Rolando, ya? - Ya. Dia ada di dekat sini.

Guajiro, tunggu aku di sini. Sekitar lima menit lagi, aku akan kembali.

- Tentu, Carlito. - Siapa itu? Pria cadangan baru?

Dia adik sepupuku. Aku harus mengunjungi bibiku nanti.

Carlito, partnerku. Luar biasa.

Aku berdoa untukmu saat kau ada di penjara,

agar siapa pun yang menyakitimu kena batunya.

More Indonesian subtitles for Carlito's Way

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left