The first 200 lines.
Alec!
Kita akan terlambat.
Hai./ Hei.
Ini Selasa./Aku tahu, aku kebetulan berada di sekitar sini.
Beth, aku sudah bilang kau tak bisa datang begitu saja saat...
Hanya lima menit.
Baiklah.
Aku takkan biarkan kau berdiri diluar saat sedang salju.
Sebentar saja, kami akan pergi./ Baiklah, ya.
Beth di sini, Sam.
Hei, Sam.
Dia ada latihan sepak bola lalu kemudian ada cara menginap...
...di rumah salah satu teman satu timnya.
Daripada dia ingin tidur bersamaku.
Baiklah, waktumu tidak lama karena kami harus pergi.
Terima kasih./ Alec!
Mau soda?
Soda?
Tidak, terima kasih.
Mau duduk?
Apa itu halaman olahraga?
Ada yang menari tentang Knicks-mu tercinta di sana?
Tak ada yang bisa dicintai tentang Knicks saat ini.
Alec kabarnya sangat baik.
Itu bagus./ Dia bahagia.
Itu bagus.
Ini memang bagus, Beth.
Kau tahu, Sam?/ Ayah?
Ya?
Boleh aku pinjam topi hangatmu?
Hei, Alec./ Yang mana, yang warna biru?
Ya./ Kau belikan itu untuk ayah.
Aku tahu./ Tidak, kau tidak boleh.
Apa? Ini lebih cocok denganku./ Itu tidak cocok denganmu.
Saat anak benar, dia benar. Anak selalu benar.
Kau memang terlihat lebih baik daripada ayah./Berikan tanganmu.
Kau sudah menyapa Bibi Beth?/ Ya.
Kau mau beritahu dia apa yang Pelatih James katakan padamu?
Dia bilang mungkin akan jadikan aku penjaga gawang.
Benarkah?
Apa yang Pelatih James katakan padamu soal itu?
Dia bilang jika.../ Rentangkan tanganmu.
Dia bilang orang yang paling bisa dipercaya harus mendapatkan itu.
Posisinya./ Benarkah? Dan itu kau?
Itu kehormatan besar./ Kawan, Dimana trompetmu?
Ini, beritahu dia tentang band.
Aku pemain trompet kedua di band.
Aku seharusnya menjadi yang pertama.
Tapi Dillon Moore lebih pandai merayu guru musik.
Benarkah?
Dillon Moore memang payah.
Aku bawakan kau.../ Tak ada mengumpat.
Aku bawakan kau hadiah. CD Wynton Marsalis.
Orang di toko bilang dia pemain trompet terbaik yang pernah ada.
Cukup keren, ya?/ Ya.
Itu sangat keren. Benar?/ Ya.
Kau keberatan jika aku simpankan ini untukmu...
...hingga kau selesaikan proyek ilmiahnya Pak Pearson?
Ide bagus./Lalu kau bisa dengarkan itu berulang-ulang.
Kenapa kita tidak mendengarkan itu sekarang?
Apa proyek ilmiahmu?
Itu untuk siklus air.
Kami harus membuat diagram tentang proses kerja siklus air dan sebagainya.
Kami harus menunjukkannya.
Baiklah, kita akan terlambat.
Ya, kau akan terlambat. Kalian sebaiknya pergi.
Ya, baiklah.
Kurasa kau tinggalkan trompetmu di kamarmu.
Kau?/Ayo ambil trompetmu. Ayo, cepat.
Sampai nanti.
Kau sudah berpamitan?
Dah./Dah, Alec, sampai bertemu lagi.
Ya!
Beth?/ Ya?
Kau harus menelepon sebelum kau datang, tolong.
Ya, benar. Baiklah.
Maaf soal CD-nya.
Aku tak pernah dengar anak yang suka musik jazz.
Dia dia pandai?
Hanya saja kami tidak memberikan kado begitu saja.
Dia harus berusaha untuk itu. Kami tak mau memanjakan dia.
Juga.../ Apa?
Jika kau bertemu orang lain di sekitar sini.
Kami tak mau orang...
Cukup jangan beritahu mereka seluruh kisah hidupmu.
Maaf, kami harus pindah dari Fort Green...
...dan sekarang kami punya reputasi keluarga yang bagus.
Apa itu tak masalah?
Baiklah.
Aku akan pergi
Aku akan ambilkan barangmu yang Ibu tinggalkan untukmu.
Itu di gudang tapi aku akan ambilkan itu untukmu pekan depan.
Bagus. Itu bagus.
Kau dengar aku?/ Astaga, boleh aku pergi?
Kita ada pertemuan itu besok, 'kan?
Ya.
Itu sangat terasa nyaman.
Apa ini bagus? Tidak terlalu keras?
Kau terlambat!
Pelangganmu sudah menunggu! Cepatlah!/Maaf.
Apa kabar, Adele?
Bagaimana kabarmu?
Mereka bohong karena aku tidak memukul dia.
Benar, aku memukul dia, tapi itu pembelaan diri.
Baiklah, dengar, kami berada di pihakmu, Maria.
Kami bukan orang yang harus kau yakinkan.
Aku punya berita bagus.
Ya.
Selama ini selalu berita buruk./ Tidak, berita bagus.
Karena nilai-nilaimu yang bagus dan rekomendasi dari NY. Perez,
Pusat pembelajaran yang kukatakan kepadamu, 'Pilihan terbaik',
Telah setuju untuk memberimu beasiswa penuh untuk program mereka.
Separuhnya atau sepenuhnya?/ Sepenuhnya. Semuanya.
Ya.
Tidak, tidak.
Dia bilang, "Apa kau membohongi aku?"/ Tidak.
Itu yang sebenarnya.
Itu beasiswa penuh...
...dan kita akan menghadiri persidangan akhir pekan ini...
...agar meminta hakim untuk menyetujui pemindahanmu.
Ya. Tak lama lagi.
Aku mau belajar.
Aku tahu itu./ Benar-benar menggembirakan.
Dan anakku?
Apa aku mendapatkan dia kembali?
Kurasa itu selangkah demi selangkah.
Tapi Ibumu bekerja sangat baik dengan Mickey.
Ibumu bilang dia bahagia.
Dan dia sehat.
Ya.
Kau punya fotonya?/ Aku tidak punya.
Tapi kami akan memintanya, kami akan bawakan kau...
Kita akan pastikan mendapatkan beberapa fotonya.
Ya, dari Ibunya.
Kau akan bisa memajang semua foto-fotomu di Better Options.
Dan...
Maaf.
Tak apa./ Aku...
Aku tadinya mau bilang dia bisa bicara pada ibunya,
Aku lupa jika dia tidak bisa... Jadi jangan katakan itu.
Sedikit lagi. Beritahu dia, sedikit lagi.
Dan cukup, kau tahu, tak ada lagi...
Aku tidak memukul. Aku tak memukul.
Mereka menyerangku, jadi aku menyerang mereka.
Jangan mengakui pada orang lain jika kau memukul dia.
Itu pembelaan diri./ Aku tahu.
Terasa bagus dengan itu.
Ini sepatu gaun malam tuan putri.
Ini adalah gaunnya./ Itu adalah getaranku.
Kau bahkan tak butuh pakaian dalam seksi. Cukup...
Cukup pakai celana dalam seandainya itu lepas.
Menurutku ini sangat bagus. Bentuknya sempurna.
Ada pendapat, semuanya?/ Mempesona.
Mempesona./ Aku tidak tahu.
Ibu akan menangis. Ibu akan menangis.
Aku suka rendanya.
Ibu akan menangis?
Menurutmu itu terlalu berlebihan dengan sabuk?
Aku hanya ingin tahu./ Tidak.
Tidak?/Sudah pasti tidak./ Menurutmu begitu?
Bu, kurasa dia mau melihat itu tanpa sabuk.
Ini bisa dilepaskan.
Kita bisa melihat itu tanpa sabuk.
Bisa aku membukanya?/ Maaf, apa ini tak masalah?
Ya, tentunya.
Hanya ingin tunjukkan dia pilihan.
Aku mau dia melihat seperti apa kelihatannya tanpa sabuk.
Ya, tidak... Ini yang aku inginkan. Ini tak masalah.
Lihatlah di cermin.
Dia mau melihat pilihan./ Kenapa?
Dia mau terlihat apa adanya. Biarkan dia melihat.
Begitu rancangan gaunnya./ Dia hanya ingin melihat.
Aku takkan ikut campur.
Kurasa kita harus pasangkan itu kembali.
Itu terlihat lebih baik dengan itu./ Kau benar, Jess benar.
Menurutku itu tak berlebihan. Menurutku itu indah.
Ini sempurna./ Apa juga ada celah didalamnya?
Aku suka itu./ Astaga.
Itu seperti kejutan bahagia.
Demi Tuhan.
Tanpa kerudung.
Aku merasa hijau ini terlalu mem-Bumi untukku.
Aku tidak yakin ini adalah pakaian untuk kita.
Kenapa?/ Karena ini seperti hutan hijau.
Kita terlihat seperti pohon.
Kita punya banyak pilihan lain.
Hijau, aku tahu itu hijau, Bu.
Kau tahu bagaimana perasaanku tentang hijau.
Apa maksudmu?
Hijau artinya kesialan...
...bagi orang yang bekerja di teater.
Kita tak mau mengalami itu./ Tak ada kesialan.
Ibu.
Jangan sekarang.
Tidak, serius, itu hal yang buruk untuk orang-orang teater...
...karena Molière, dia seorang aktor dan penulis drama,
Dia meninggal di tengah pentas...
...dan dia mengenakan warna hijau.
Itu menjadi tradisi kenapa kita tak suka memakai hijau.
Mari coba biru?
No comments yet. Be the first to leave one.