The first 200 lines.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
"Episode 43"
Kamu baik-baik saja?
Pasti panas.
Ya ampun.
Untungnya, belum menembus.
Itu tampaknya luka lama.
Bagamana kamu mendapatkannya?
Saat aku masih muda, jadi, aku tidak ingat benar.
Ibuku bilang aku tersiram sup panas.
Keluargaku mengelola restoran.
Ibumu bilang begitu?
Ya, kedua orang tuaku bilang begitu.
Aku membawakan kantong es.
Apa yang kamu tunggu? Letakkan di lukanya.
Baiklah.
Tidak apa-apa. Tidak separah itu.
Kurasa
aku akan memberi tahu mereka aku tidak akan datang hari ini.
Maaf. Apa Anda melewatkan
rapat penting karena aku?
Aku bisa menjadwalkan ulang.
Omong-omong,
katamu berapa usiamu?
Aku? 29.
Kamu 29 tahun?
Ayahku menemukanku di jalan saat aku berusia lima tahun.
Yang Mi Ryung. Apa yang terjadi?
Kenapa kamu di dalam sana?
Kamu mengenal Hae Rim juga?
Ibunya meminta jasa layananku.
Kamu kini tinggal di mana?
Akan kujelaskan nanti. Ayo pergi.
Apa? Itu tidak mungkin Mi Ryung, bukan?
Apa? Aku delusional dan depresi?
Kamu percaya itu? Orang-orang itu menyekapku.
Kalau begitu, laporkan mereka ke polisi.
Aku akan membantumu.
Tidak. Itu tidak mempan untuk orang-orang itu.
Aku punya ide juga.
Berikan aku uang. - Apa?
Nanti kuganti. Berikan semua uangmu. Cepat.
Sial. Aku hanya bisa pergi ke sauna dengan ini.
Pokoknya, aku pergi. Aku akan menghubungimu.
Mi Ryung. Tunggu.
"Grup Gangin"
Aku yakin Hae Rim melihat bagian belakangku.
Kenapa dia tidak bilang apa pun?
Dia tidak melihatnya atau berpura-pura saja?
Bolehkah aku meminta lima menit waktumu?
Kamu boleh menyita lima jam. Kamu mau minum teh?
Tidak. Aku akan meletakkan ini di sini saja dan pergi.
Lihat ini dan pikirkan aku mulai sekarang.
Tidak peduli sesibuk apa kamu, pikirkan aku, ya?
Aku terlambat.
Apa maksudmu?
Aku mau menukarnya.
Tapi aku terlambat lagi. - Tidak apa-apa.
Kamu boleh sedikit terlambat.
Aku akan menghitung waktuku sendiri.
Ayo pergi. Saatnya rapat.
Ini hasil uji para kandidat
untuk bisnis waralaba Grup Gangin.
Ini sudah dipersempit menjadi dua menu.
Salah satunya jjamppong dengan kaldu tulang sapi,
dan satunya bihun fusion yang populer di antara mahasiswa.
Jjamppong lebih unggul dalam tahap evaluasi.
Benar. Sementara bihun fusion,
yang menyasar kalangan muda,
tidak terlalu populer di kalangan orang tua.
Menyasar generasi tertentu mungkin lebih sukses.
Terutama jika itu menyasar generasi lebih muda.
Tidak. Aku tidak setuju dengan pendapatmu.
Daripada membatasi sasaran ke kalangan usia tertentu,
menurutku rasa yang bisa menggugah semua kalangan usia
harus menjadi senjata kita.
Baiklah.
Seperti yang kalian tahu, bisnis waralaba
harus menyelamatkan Pangan Gangin yang sedang kesulitan.
Kita harus berpikir panjang dan bergantung pada data objektif.
Kita akan memperkenalkan keduanya di kantin pegawai
dan mengevaluasinya lagi.
Baik, Pak. Aku akan melaksanakannya.
Mari akhiri rapat di sini. - Baik, Pak.
Bukankah bermasalah melibatkan perasaan pribadi dalam keputusan
yang mempertaruhkan keselamatan perusahaan?
Nona Hae Rim.
Bukti apa yang kamu punya untuk menyatakan hal itu?
Pak Kang. Kamu akrab dengan Suh Ra.
Kamu pasti tahu
keluargaya membuat jjamppong itu.
Bukankah itu alasannya
kamu mendorong menu itu dengan amat agresif?
Jjamppong itu.
Kamu tahu itu dari keluarga Suh Ra?
Aku tidak tahu saat pertama kali menominasikannya,
tapi sekarang aku tahu itu dari keluarganya,
Aku tidak bisa mendukungnya.
Bukan kita yang memutuskan.
Para juri.
Aku benar-benar tidak menyukainya.
Jika itu terpilih, dia akan bebas datang ke kantor.
Bagaimana jika dia terus mengganggu dan mempersulitmu?
Kamu kira bisnis itu lelucon?
Kamu tidak tahu kini kita berdiri di persimpangan jalan?
Harus kita tentukan Pangan Gangin mau diselamatkan atau dibunuh.
Aku juga tidak senang bekerja dengan mereka,
tapi jika itu membantu kita, aku rela bekerja dengan musuh.
Singkirkan semua perasaan pribadi
dan berfokuslah pada data objektif. Begitulah cara berbisnis.
Ji Sup. Kamu yang harus menyingkirkan perasaan pribadi
dan tetap bersikap profesional.
Aku tidak akan membiarkanmu menggunakan otoritasmu
untuk membantu keluargamu.
Para kandidat final adalah jjamppong dan bihun fusion.
Kakek menyukai keduanya.
Hasil uji rasa juga tidak buruk.
Karena bisnis waralaba ini
menentukan masa depan Pangan Gangin,
aku mau berhati-hati memilih produk.
Baik. Kamu boleh pergi.
Kakek baik-baik saja?
Makan siang kakek pasti membuat kakek sakit perut.
Mau kuambilkan obat?
Kakek muak minum obat.
Kakek akan jalan-jalan saja dan mencernanya. Kamu boleh pergi.
Baik.
Jika kita beruntung, ini mungkin selesai lebih cepat dari dugaan.
Ada sedikit masalah
dengan jantung Pimpinan.
Hanya tinggal masalah waktu sampai orang tua itu tersingkir.
Pimpinan Kang harus meninggalkan kursi pimpinan
agar kita bisa mencapai tujuan kita dengan mudah.
Kamu juga akan bisa mempercepat waktu
kembalinya kamu ke keluargamu.
Benar.
Seseorang dari Pangan Gangin datang
dan bilang jjamppong kita finalis dalam kompetisi waralaba.
Mereka akan menyajikan di kantin dan mengevaluasinya.
Itu bagus, Bu.
Dunia akhirnya akan mengakui jjamppong Ibu.
Astaga. Jantung ibu amat berdebar. Ibu amat bersemangat.
Kamu akan membantu ibu, bukan?
Tentu saja.
Omong-omong,
kamu masih seperti itu?
Kamu masih berpikir
pria yang mirip Ji Sup adalah Ji Sup?
Tidak, itu bukan dia. Aku salah.
Bagus. Lupakan semua soal itu
dan bantu ibu saja sekarang.
Astaga. Apa bawang zaman sekarang
berisi batu? Kenapa berat sekali?
Kupas, ya?
Apa? Semuanya? Sendiri?
Memang sesulit apa mengupas satu kantong bawang?
Jika terlalu sulit, berhenti saja.
Ada banyak orang mau mengupas bawang bombai dan merah juga.
Baiklah.
Aku akan mengupasnya.
"Grup Gangin"
Ini 10 menit sebelum makan siang. Ibu sudah siap?
Ya, semuanya selesai.
Selamat menikmati.
Ini jjamppong Anda.
Tolong dua mangkok. - Baik.
Dua mangkok jjamppong. - Satu untukku, ya?
Baik. Terima kasih. Satu lagi.
Selamat menikmati. - Lima mangkok jjamppong!
Aku juga mau satu. - Baik.
Selamat menikmati.
Ini dia. - Terima kasih.
Selamat menikmati.
"Jjamppong vs. Bihun"
Menu mana yang menurutmu akan menang?
Bergantung pada pendapat jujur para pegawai.
Lebih jujurlah.
Kamu tidak peduli soal rasanya.
Kamu berharap jjamppong Suh Ra menang.
Kamu punya kebiasaan
mengajukan pertanyaan yang jawabannya kamu ketahui.
Kami menduga ini akan menjadi kompetisi sengit,
tapi ternyata jjamppong menang jauh.
Itu lebih dipilih orang-orang dari beragam usia.
Sungguh?
Baiklah.
Aku kemari mau melaporkan keputusan terkait menu waralaba.
Baik, silakan.
Lebih dari 80 persen pegawai memilih jjamppong.
Tinjauannya jauh lebih baik daripada dugaan.
"Studi Menu Waralaba, Jjamppong Terbang memimpin"
"Jjamppong Terbang memimpin"
Mari tambahkan suaraku ke hasilnya juga.
Akhirnya kita punya menu baru untuk Pangan Gangin.
Tolong pastikan ini berjalan dengan cepat.
Baik, Pak.
Apa?
Apa itu? Benarkah?
Benar.
No comments yet. Be the first to leave one.