The first 186 lines.
"Toko Miras Shinanoya". Hanya pedas level satu?
Lalu sepedas apa level sepuluh?
Rasanya seperti bertarung melawan bos terakhir.
Ya!
Tapi kau bisa menang dengan menguasai seni makanan pedas.
Seni makanan pedas?
Aku akan berangkat ke pedas level dua, Swalayan Nakaya.
- Semoga berhasil. - Sampai jumpa.
Level dua pasti seperti membalikkan telapak tangan bagi Bu Okochi.
Hei, apa itu seni makanan pedas?
Kau akan segera tahu.
Ada alasan kenapa aku tidak gugup menghadapi klien ini.
IKAN SEGAR SAYUR-SAYURAN MAKANAN SEGAR NAKAYA
KENTANG MAY QUEEN
PISANG
LABU KABOCHA
- Terima kasih. - Bagaimana kalau ini?
Pemilik barunya
mengambil alih bisnis swalayan ini setelah ayahnya meninggal tiga bulan lalu.
Jelas dia tidak berpengalaman.
Tak ada sedikit pun kepedasan dalam dirinya.
Pasti dia dikategorikan pedas level dua karena kesalahan.
Anda agen pemasar Lonron?
Sungguh mengenang. Aku sering minum jus anggurnya saat kecil.
Jus anggur dari seri Loaded?
- Ini dia. - Ya, benar yang ini!
Ini sangat enak.
Terima kasih.
Minuman produksi Lonron terus digandrungi semua kalangan,
dari muda sampai tua.
Ya, 'kan? Semudah membalik telapak tangan.
Ada banyak ibu rumah tangga yang belanja di sini bersama anaknya,
jadi, cobalah produk baru kami…
Omong-omong,
Anda tahu yang membedakan kami dari swalayan lain?
- Yang membedakan? - Ya.
Tentu saja.
Pemilik sebelumnya terkenal dengan sebutan Jin Murah Hati,
jadi, swalayan ini berbeda adalah harga murahnya.
Maafkan saya.
Anda boleh pergi.
- Ini mi ekstra pedas Anda. - Terima kasih.
Wah. Sepertinya lezat.
- Kami tunggu pesanan selanjutnya. - Terima kasih.
Apa-apaan itu tadi?
"Anda boleh pergi"?
Bikin frustrasi saja.
Satu-satunya perbedaan adalah harga mereka murah.
Ada apa?
Apa Bu Okochi…
Meledakkan bomnya?
Kau seharusnya tidak meremehkan pedas level dua.
- Aku akan balas dendam. - Begini…
Bagaimana jika kita kirim Sarukawa ke sana besok?
Apa?
Bapak serius? Saru akan langsung kalah.
- Saru? - Sarukawa.
Kau memang belum lama berada di Tokyo,
tapi beranikah menghadapi klien ini?
Tapi saya…
Hei, ini mungkin ujian.
Ujian?
Mereka menguji untuk melihat kemampuanmu yang sebenarnya.
Siapa tahu,
mungkin toko miras pedas level satu itu
hanyalah hoki pemula.
- Hoki pemula? - Bagaimana, Sarukawa?
Saya akan maju. Saya bisa diandalkan.
- Ryosuke, tolong bantu dia. - Siap.
Itu seni makanan pedas versus seni harga miring.
Sepertinya begitu.
Tapi dia baru di tahap awal memahami seni makanan pedas.
Seni makanan pedas.
Ini adalah jalan untuk mencapai katarsis melalui makanan pedas.
Di dunia makanan pedas, tak ada hidangan yang lebih baik
daripada keberanian menghadapi kesulitan
tanpa takut gagal.
Selamat datang.
- Apa satu cukup? - Terima kasih.
Ini sedang diskon, harganya 130 yen.
Ini, silakan.
Terima kasih. Ini, silakan.
KROKET TRADISIONAL
Murah sekali.
Aku yakin ada alasan kenapa ini murah sekali.
Hei!
Maaf sudah menunggu.
Tak apa-apa. Terima kasih mau menemui kami.
Maaf atas ketidaknyamanan yang disebabkan rekan kerja kami.
- Sebagai kompensasi… - Tak perlu dipusingkan.
Saya hanya ingin jawaban untuk satu pertanyaan.
Apa itu?
- Anda telah bekerja keras. - Terima kasih.
Yang membedakannya dari swalayan lain?
Ya.
Saya menanyakan ini ke setiap agen pemasar yang ke sini.
Itu sangat mudah. Harga murah, 'kan?
Bukan. Nona dari Lonron kemarin juga menjawab itu.
Apa Anda tahu jawabannya?
Ya, produk di dalam toko
ditata sedemikian rupa sehingga pelanggan mudah mengambilnya.
Semua pegawai tersenyum lebar.
Selain itu, semuanya bersih dan higienis.
Tapi yang utama,
perhatian Anda terhadap pelangganlah yang membedakan swalayan ini.
Terdengar seperti jawaban klise, tapi menurutku itu benar.
Anda bisa mengatakan semua itu juga untuk semua swalayan lain.
Saya tak bisa menodai reputasi toko yang dibangun susah payah oleh ayah saya.
Saya selalu berutang rasa terima kasih kepada para pelanggan kami.
Anda boleh pergi.
Sepertinya kau juga meledakkan bomnya.
Hei, Ryosuke. Bagaimana?
Begitu rupanya.
Sarukawa juga tidak berhasil.
Ini pukulan beruntun.
- Kalian berdua meledakkan bomnya. - Diam.
Sungguh disayangkan.
Mampirlah ke Akachan saat pulang dan hiburlah dia.
Aku punya satu permintaan lagi.
Bisa belikan aku sesuatu di Swalayan Nakaya?
Istriku punya beberapa titipan.
Dia memujiku jika aku membeli dengan harga murah
bahkan selisih 1-2 yen.
Siap, laksanakan.
Dia dipuji oleh istrinya jika berbelanja murah.
Manajer kita sangat mengagumkan. Ya!
Rasa terima kasih kepada pelanggan adalah kewajiban.
Jalanku masih panjang…
Pak Sarukawa!
Semangat!
Ada perbedaan kemampuan yang besar antara kau dan pemilik itu.
Tapi aku suka caramu menyalahkan diri saat sesuatu tak berjalan lancar.
- Kau sudah mau pergi? - Aku ada pertemuan dengan beberapa klien.
Akachan.
Tempat itu sungguh memulihkan.
Pilihan yang sangat baik, Manajer.
Aku tak terbiasa mendengar pujianmu.
Kurasa itu bukti bahwa kau menganggap
Akachan sebagai tempat yang ideal untuk menguasai seni makanan pedas.
Kita pergi sekarang?
Ayo, Pak. Semangat.
Jangan lupa untuk tersenyum.
Ini restorannya.
JEROAN PANGGANG AKACHAN
Bersulang!
Permisi. Ini nasinya.
Aku tak sabar ingin makan!
Kita di sini untuk menyemangati Sarukawa hari ini.
Kudengar kau meledakkan bomnya.
Pedas level dua terlalu sulit bagimu.
Tapi ini semua bagian dari pengalaman belajar.
Kau sama saja.
Permisi. Ini pemanggangnya.
Tolong hati-hati.
Terima kasih sudah menunggu. Ini iga pendek dan daging irisnya.
Ini sayurannya.
Ini bokkake .
Terima kasih.
- Kupanggang sekarang, ya. - Baik.
- Pak, tambah nasinya, ya. - Baik.
Sepertinya lezat.
Manajer benar. Ini menyemangatiku.
Dengan mudahnya.
Ini dia.
- Terima kasih. - Tentu.
Saya buatkan lima.
Lima?
Hei, apa ini?
- Ini saus untuk daging panggang. - Ah, ya, benar.
- Kurasa sudah matang. - Ya. Ayo kita makan.
- Makanlah, Pak Sarukawa. - Baik.
Syukur atas berkat ini.
Apa perbedaan kedua saus ini?
Kau akan tahu setelah mencobanya.
Biasanya satu manis dan satu pedas.
Yang ini manis?
Lezat sekali. Saya bisa tak berhenti makan ini.
Yang kau makan itu
adalah saus asli restoran ini yang disebut Kara.
Itu sangat pedas.
Apa?
Cabai setan dicampur dengan cabai hijau.
Cabai setan?
Cabai terpedas ketiga di dunia.
Apa itu?
Kapsaisin. Ini jauh lebih pedas.
No comments yet. Be the first to leave one.